<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>observasi &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/observasi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 11 Oct 2025 10:56:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>observasi &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Tanggapi Pengembalian MBG Tak Layak Konsumsi, Dinkes Kota Malang Akan Lakukan Observasi Dua Arah</title>
		<link>https://memontum.com/tanggapi-pengembalian-mbg-tak-layak-konsumsi-dinkes-kota-malang-akan-lakukan-observasi-dua-arah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Oct 2025 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[konsumsi,]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[observasi]]></category>
		<category><![CDATA[pengembalian]]></category>
		<category><![CDATA[tanggapi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226650</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang akan mengambil langkah tegas terhadap dugaan ketidaksesuaian kualitas dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal itu dilakukan, menyusul adanya laporan pengembalian paket makanan oleh sejumlah sekolah di Kecamatan Lowokwaru. Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan observasi dua arah. Yakni dari pihak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang akan mengambil langkah tegas terhadap dugaan ketidaksesuaian kualitas dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal itu dilakukan, menyusul adanya laporan pengembalian paket makanan oleh sejumlah sekolah di Kecamatan Lowokwaru.</p>



<p>Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan observasi dua arah. Yakni dari pihak sekolah yang bersangkutan dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).</p>



<p>&#8220;Kalau SPPG Bani Umar, kemarin itu penjamah makanannya sudah mengikuti pelatihan. Program ini diharapkan dapat menjamin kehigienisan makanan yang dikonsumsi siswa,&#8221; ujar Husnul saat dikonfirmasi melalui telepon, Jumat (10/10/2025) tadi.</p>



<p>Dikatakannya, bahwa pelatihan bagi penjamah makanan merupakan bagian dari penguatan sistem pengawasan pangan di Kota Malang. Pelatihan yang dilakukan ada dari Dinkes Kota Malang dan ada yang langsung di lokasi SPPG.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Selanjutnya juga masih akan diikuti kegiatan lain untuk menilai semua SPPG, termasuk kualifikasi Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL),” katanya.</p>



<p>Terkait pengembalian paket MBG, Dinkes akan menelusuri penyebabnya secara komprehensif. Yakni dengan koordinasi langsung pada pihak sekolah.</p>



<p>&#8220;Itu kami lakukan untuk mengetahui alasan pengembalian. Setelah itu, kami juga akan melakukan observasi ke pihak SPPG,” ujarnya.</p>



<p>Menurutnya, observasi ini penting untuk memastikan paket MBG yang didistribusikan telah memenuhi syarat kesehatan dan kelayakan konsumsi. “Baru nanti terlihat apa yang tidak memenuhi syarat dan seperti apa rekomendasi tindak lanjut dari hasil observasi tersebut,” imbuh Husnul.</p>



<p>Sebagai informasi, ada dua sekolah di Kecamatan Lowokwaru yang mengembalikan paket MBG yang dibagikan SPPG Bani Umar, pada Kamis (09/10/2025). Diduga makanan tersebut tidak layak dikonsumsi, karena aromanya menyengat. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226650</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pasca Operasi Pemisahan, Bayi Kembar Siam Masih Jalani Observasi</title>
		<link>https://memontum.com/pasca-operasi-pemisahan-bayi-kembar-siam-masih-jalani-observasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Aug 2023 07:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[jalani]]></category>
		<category><![CDATA[kembar]]></category>
		<category><![CDATA[observasi]]></category>
		<category><![CDATA[Operasi]]></category>
		<category><![CDATA[pemisahan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=195871</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Perkembangan bayi kembar siam pasca dilakukannya operasi pemisahan di RSUD Dr Saiful Anwar, kini telah melewati masa kritis. Sehingga, salah satu bayi (AL), akan dipindahkan ke ruang perawatan. Namun untuk bayi (AS), masih akan dilakukan sedikit observasi, sehingga masih berada di ruang ICU. Hal tersebut, dikatakan oleh Ketua Tim Operasi Kembar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Perkembangan bayi kembar siam pasca dilakukannya operasi pemisahan di RSUD Dr Saiful Anwar, kini telah melewati masa kritis. Sehingga, salah satu bayi (AL), akan dipindahkan ke ruang perawatan. Namun untuk bayi (AS), masih akan dilakukan sedikit observasi, sehingga masih berada di ruang ICU. Hal tersebut, dikatakan oleh Ketua Tim Operasi Kembar Siam, dr Eko Sulistijono, Selasa (15/08/2023) tadi.</p>



<p>Pria yang kerap disapa dr Eko, itu menyampaikan jika kedua bayi tersebut sudah lepas dari alat bantu pernafasan sejak Minggu (13/08/2023) lalu. Bahkan, keduanya juga telah diberikan susu formula. Sehingga, dimungkinkan satu hingga dua hari ke depan akan dicoba untuk diberikan Makanan Pengganti Air Susu Ibu (M-PASI).</p>



<p>“Secara keseluruhan, untuk aspek infeksi tidak ada masalah. Keduanya juga sudah lepas bantuan alat oksigen dan kemarin juga sudah dicoba bonding dengan orang tuanya dan itu cukup menenangkan kondisi bayi. Kemudian untuk aspek sistem sirkulasi jantung itu dalam keadaan baik,” jelas dr Eko, dalam konferensi pers tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, tim dokter spesialis anastesi, dr Wiwi Wijaya, menyampaikan jika pasca dilakukan operasi pemisahan tersebut kondisi bagian hati atau liver kedua bayi cukup bagus. Sampai hari ini pun pihaknya bersyukur dan berharap kondisinya pemulihan bisa berjalan dengan cepat serta membaik.</p>



<p>“Pasca operasi kondisi keduanya stabil dan baik, tapi salah satunya memang ada observasi yang diperlukan. AS itu bagus, tapi ada faktor inflamasi atau trauma operasi. Ini yang harus kita tangani supaya tidak menjadi infeksi. Makanya, bayi AS masih kita tinggal di ICU tapi secara umum lukanya sudah bagus. Butuh waktu paling sekitar 1-2 hari, asalkan faktor lain tidak menyertai. Nanti akan ada tim dokter yang mengevaluasi khusus,” tambah dr Wiwi.</p>



<p>Lebih lanjut, Direktur RSUD Dr Saiful Anwar Malang, dr Bachtiar Budianto, mengatakan jika bayi tersebut dipindahkan ke ruangan, maka akan tetap dilakukan pemantauan dalam tumbuh kembangnya. “Karena selama usia 10 bulan lalu, pasti ada masalah dalam tumbuh kembang anak. Mungkin masalah berjalan, atau lainnya. Informasi juga, bahwa bayi sudah bisa minum dan bisa buang air besar, artinya bahwa fungsi pencernaan berjalan dengan baik,” ucap dr Bachtiar.</p>



<p>Untuk saat ini, pihaknya pun juga telah berkomunikasi langsung dengan orang tua pasien. Terlebih, ketika pasien sudah mulai lepas dari alat bantu pernafasan. Hal tersebut menurutnya juga memberikan dampak positif bagi kedua bayi. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">195871</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Metode Inovasi Jarik Ma’Siti Masuki Verifikasi dan Observasi Lapangan, Wali Kota Malang Wujudkan Komitmen</title>
		<link>https://memontum.com/metode-inovasi-jarik-masiti-masuki-verifikasi-dan-observasi-lapangan-wali-kota-malang-wujudkan-komitmen</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Jul 2023 10:04:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[jarik]]></category>
		<category><![CDATA[komitmen]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[Lapangan]]></category>
		<category><![CDATA[ma’siti]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[masuki]]></category>
		<category><![CDATA[metode]]></category>
		<category><![CDATA[observasi]]></category>
		<category><![CDATA[Verifikasi]]></category>
		<category><![CDATA[wali]]></category>
		<category><![CDATA[wujudkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=194201</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Menuju Top 45 Inovasi Pelayanan Publik 2023, metode Belajar Menarik Bersama Siswa Istimewa (Jarik Ma&#8217;Siti) kini masuk dalam tahap Verifikasi dan Observasi Lapangan. Itu dilakukan, oleh Tim Panelis Independen (TPI) melalui koneksi virtual zoom yang terhubung langsung dengan kegiatan belajar mengajar di SMPN 10 Kota Malang, Selasa (25/07/2023) tadi. Dalam kesempatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Menuju Top 45 Inovasi Pelayanan Publik 2023, metode Belajar Menarik Bersama Siswa Istimewa (Jarik Ma&#8217;Siti) kini masuk dalam tahap Verifikasi dan Observasi Lapangan. Itu dilakukan, oleh Tim Panelis Independen (TPI) melalui koneksi virtual zoom yang terhubung langsung dengan kegiatan belajar mengajar di SMPN 10 Kota Malang, Selasa (25/07/2023) tadi.</p>



<p>Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Malang, Sutiaji, mendampingi langsung proses verifikasi dan observasi lapangan. Pihaknya, pun duduk bersama siswa-siswi yang sedang mengikuti pembelajaran dengan metode Jarik Ma&#8217; Siti. Selain penerapan metode pembelajaran di dalam kelas, aktivitas luar kelas juga ditampilkan kepada panelis. Sejumlah siswa, juga nampak menghias kue tart, membuat topeng Malangan dan batik eco print.</p>



<p>Dalam dialog dengan Tim Panelis, orang nomor satu di lingkungan Pemkot Malang, itu menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Malang berkomitmen menghadirkan pendidikan inklusi sebagai wujud pemerataan layanan pendidikan bagi seluruh masyarakat termasuk anak-anak istimewa. &#8220;Kami menetapkan kota inklusi, untuk tidak ada pembedaan dalam memberikan pendidikan. Kami tidak menyebar anak-anak istimewa ini ke sekolah khusus, di SMP reguler pun bisa. Tapi setiap pendidik kami bekali pembelajaran lewat Jarik Ma&#8217; Siti, karena secara psikologis anak istimewa harus mendapatkan pendidikan yang setara,&#8221; jelas Wali Kota Sutiaji.</p>



<p>Kemudian, ditambahkannya bahwa inovasi tersebut telah dapat direplikasikan di seluruh SMP Negeri di Kota Malang, sejumlah SMP swasta maupun sekolah-sekolah dari kota atau kabupaten lain.</p>



<p>&#8220;Terlebih, inovasi ini mudah dan sangat relevan direplikasi untuk menjembatani pendidikan inklusi utamanya pada sekolah reguler yang memiliki siswa istimewa tanpa adanya Guru Pendamping Kelas,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>Lebih lanjut, inovasi Jarik Ma&#8217; Siti menjadi salah satu wujud atensi Pemkot Malang terhadap kebutuhan kelompok rentan, seperti anak-anak istimewa. Terlebih, menurutnya inovasi tersebut linier dengan apa yang telah digagas.</p>



<p>“Kita punya keyakinan bahwa anak itu punya potensi. Tuhan itu Maha Adil, semua punya keistimewaan. Dan kita bisa membantu mengembangkan potensi-potensi tersebut,&#8221; terangnya.</p>



<p>Karena itu, pihaknya meminta agar para pendidik dan pengajar nantinya dapat menjadi fasilitator dan motivator, agar anak-anak istimewa dapat mengembangkan potensi yang telah dimiliki.</p>



<p>Terlepas dari Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik 2023, Sutiaji juga mengapresiasi kinerja jajaran guru maupun tenaga pendidik. Pihaknya menyebut bahwa inovasi Jarik Ma&#8217; Siti akan mengharumkan nama Kota Malang. Terlebih inovasi pembelajaran ini telah memberikan manfaat luar biasa.</p>



<p>“Jangan berpuas dengan hasil, tapi kita harus terus meningkatkan upaya dan tekad kita. Jangan berpacu pada juara berapa yang akan diraih, namun langkah kita inilah yang menunjukkan bagaimana manfaat yang akan kita berikan kepada masyarakat luas. Semangat terus!,&#8221; paparnya.</p>



<p>Sebagai informasi, tahap verifikasi dan observasi lapangan dilakukan agar para juri mendapat gambaran utuh mengenai implementasi inovasi yang diajukan masing-masing daerah. Sebanyak 20 inovasi dipilih oleh TPI untuk mengikuti tahap verifikasi dan observasi lapangan pada 24-25 Juli 2023 ini. Kemudian, pada tahap selanjutnya TPI akan melakukan sidang untuk menentukan Top Inovasi Terpuji.<strong> (hms/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">194201</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sekda Arief Pimpin Pelaksanaan Observasi Alpukat Pameling untuk Kerja Sama Pemkab Jember</title>
		<link>https://memontum.com/sekda-arief-pimpin-pelaksanaan-observasi-alpukat-pameling-untuk-kerja-sama-pemkab-jember</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 May 2023 09:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[alpukat]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten jember]]></category>
		<category><![CDATA[kerja sama]]></category>
		<category><![CDATA[observasi]]></category>
		<category><![CDATA[pemkab jember]]></category>
		<category><![CDATA[Sekda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=189726</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Jember, Arief Tyahyono, mewakili Bupati Jember H Hendy Siswanto, melakukan observasi dan mengamati Alpukat Pameling di Desa Tambaksari, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Minggu (28/05/2023) tadi. Turut menyertai peninjauan itu, kepala OPD terkait dan stakeholder serta tim yang sebelumnya terlibat pertemuan dan diskusi. &#8220;Budidaya Alpukat Pameling ini mudah dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Jember, Arief Tyahyono, mewakili Bupati Jember H Hendy Siswanto, melakukan observasi dan mengamati Alpukat Pameling di Desa Tambaksari, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Minggu (28/05/2023) tadi. Turut menyertai peninjauan itu, kepala OPD terkait dan stakeholder serta tim yang sebelumnya terlibat pertemuan dan diskusi.</p>



<p>&#8220;Budidaya Alpukat Pameling ini mudah dan tidak terlalu susah untuk perawatannya. Bahkan, juga jarang hama yang menyerang. Pupuk yang diberikan, bisa dari kotoran kambing. Sehingga, mudah dicari dan mengolah menjadi pupuk oraganik, yang dibutuhkan dalam budidaya Alpukat Pameling,&#8221; kata Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Imam Sudarmaji.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-pastikan-harga-bahan-pangan-turun">Wali Kota Malang Pastikan Harga Bahan Pangan Turun</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-ajak-masyarakat-taat-pajak-dan-tertib-laporan-spt-tahunan">Bupati Lumajang Ajak Masyarakat Taat Pajak dan Tertib Laporan SPT Tahunan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/1-270-pedagang-pasar-induk-gadang-direlokasi-swadaya-ke-lahan-sewa">1.270 Pedagang Pasar Induk Gadang Direlokasi Swadaya ke Lahan Sewa</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/soroti-masalah-pendidikan-di-kabupaten-malang-bupati-sanusi-terima-audiensi-bersama-bem">Soroti Masalah Pendidikan di Kabupaten Malang, Bupati Sanusi Terima Audiensi bersama BEM</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tinjau-relokasi-pasar-induk-gadang-pemkot-malang-pastikan-pedagang-pindah-usai-lebaran">Tinjau Relokasi Pasar Induk Gadang, Pemkot Malang Pastikan Pedagang Pindah Usai Lebaran</a></li>
</ul>


<p>Alpukat Pameling ini, imbuhnya, akan menjadi buah emas di Jember. Bahkan, juga bisa menjadi salah satu komoditas di Jember. Maka dari itu, konsep penanaman dan pemeliharaan Alpukat Pameling, harus benar-benar dikaji untuk meminimalisir kesalahan dalam proses.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, juga diketahui bahwa Agroklimat Jember, juga hampir sama dengan yang ada di lokasi pengembangan di Desa Tambaksari. Karenanya, sangat cocok untuk ditanami Alpukat Pameling.</p>



<p>&#8220;Ketinggian Jember yang bervariatif, ini juga salah satu elemen yang mendukung untuk penanaman dan Pengambangan,&#8221; imbuhnya. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">189726</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Fenomena Alam, Matahari Tanpa Bayangan</title>
		<link>https://memontum.com/fenomena-alam-matahari-tanpa-bayangan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Oct 2019 12:11:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Fenomena Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Fokalis Jatim]]></category>
		<category><![CDATA[observasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/97834-fenomena-alam-matahari-tanpa-bayangan</guid>

					<description><![CDATA[Jember, Memontum &#8211; Hairlinda bersama 3 orang temannya yang tergabung dalam Forum Komunikasi Astronomi Amatir Lintas Jatim (Fokalis Jatim) Siswa SMP Nuris yang berada di Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, melakukan observasi terhadap fenomena alam tentang matahari tanpa bayangan, Senin (14/10/2019) siang. &#8220;Jadi pada hari ini, tepat pada saat matahari sedang berada di titik [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jember, Memontum</strong> &#8211; Hairlinda bersama 3 orang temannya yang tergabung dalam Forum Komunikasi Astronomi Amatir Lintas Jatim (Fokalis Jatim) Siswa SMP Nuris yang berada di Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, melakukan observasi terhadap fenomena alam tentang matahari tanpa bayangan, Senin (14/10/2019) siang.</p>
<p>&#8220;Jadi pada hari ini, tepat pada saat matahari sedang berada di titik kota Jember, sehingga bayang-bayang jatuh tepat pada dibawah benda. Jadi ini terjadi fenomena, yang terjadi ialah Jember tanpa bayang-bayang,&#8221; kata Hairlinda usai melakukan observasi di tempatnya mengajar di SMP Nuris Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-97835" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191014-WA0083-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191014-WA0083-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191014-WA0083-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191014-WA0083-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191014-WA0083-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Perempuan alumni dari Devisi Keilmuan Astronomi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jember Pendidikan Fisika tepat pada pukul 11.1 benda yang diberdirikan seakan-akan tidak nampak ada bayang-bayangnya.</p>
<p>&#8220;Fenomena ini tepat terjadi hampir pada bagian bumi, dan khususnya pada bagian Indonesia itu terjadi dua kali, yakni pada bulan Maret dan September,&#8221; terangnya.</p>
<p>Secara kebetulan, lintang dari kota jember sekitar 7 derajat dan itu melebihi dari tanggal 23 september, dan tepatnya pada tanggal 14 Oktober 2019 atau hari ini.</p>
<p>&#8220;Fenomena ini untuk daerah Jawa Timur berlangsung selama 5 hari, dari berbagai kota yang berbeda, dan termasuk tanggalnya juga berbeda,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Kalau untuk di indonesia, berlangsungnya periode ini 21 September hingga akhir Oktober nanti. Sedangkan yang menjadi menarik disini adalah bahwa bayangan yang terbentuk, itu tiba-tiba seakan menghilang, padahal tidak.</p>
<p>&#8220;Fungsi kami melakukan observasi ini ialah bahwa pernyataan hilangnya bayangan itu bukan menghilang, tapi dia tegak lurus dengan benda. Sehingga bayangan seakan-akan menghilang,&#8221; katanya.</p>
<p>Untuk daerah Jember, Harilinda menyatakan kejadian ini hanya terjadi pada hari ini saja (14/10/2019) tepat pada pukul 11.11. Setelah itu, nanti kembali seperti biasanya dan tidak tegak seperti fenomena kali ini. Sedangkan untuk daerah lain, akan ada tanggalnya sendiri-sendiri dan ini bisa langsung di cek di info BMKG.</p>
<p>&#8220;Memang setiap tahun ada, dua kali periode dalam setahun. Fenomena ini terjadi karena, garis khatulistiwa lurus dengan matahari dan terjadi dua kali dalam setahun,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Hairlinda mengaku, sebenarnya ingin melakukan observasi diluar tempatnya mengajar, namun karena ada kewajiban terpaksa harus melaksanakan di tempatnya mengajar dan sekaligus menjadi edukasi para siswa-siswinya.</p>
<p>&#8220;Peristiwa ini biasanya di pakai untuk meluruskan arah kiblat, dimana matahari tepat diatas kiblat, kita bisa melihat bayangan kearah mana, maka kita bisa meluruskan kemanakah arah kiblat,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Guru yang mengajar mata pelajaran Fisika dan Astronomi itu juga menyampaikan jika beberapa hari kedepan bumi akan terjadi suhu panas. Karena sinar matahari semakin panjang jaraknya, semakin dipanasi maka semakin panas.</p>
<p>&#8220;Bagian Indonesia, tahun ini akan gerhana Matahari cincin pada bulan Desember mendatang, tepatnya berada di wilayah Riau,&#8221; bebernya. <strong>(gik/yud/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">97834</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Fortuna Indonesia Observasi  di Hutan Sumberagung Sumawe</title>
		<link>https://memontum.com/fortuna-indonesia-observasi-di-hutan-sumberagung-sumawe</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Feb 2019 14:37:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Fortuna Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Hutan Sumberagung]]></category>
		<category><![CDATA[observasi]]></category>
		<category><![CDATA[sumawe]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/79631-fortuna-indonesia-observasi-di-hutan-sumberagung-sumawe</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Fortuna Indonesia bersama sejumlah pengamat burung dari berbagai daerah melakukan observasi di Hutan Sumberagung Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe) Kabupaten Malang beberapa waktu lalu. Observasi bertajuk Wild Animals Watching (WAW) ini mencatat, sedikitnya ada 23 jenis burung dan 2 jenis mamalia. Jenis burung yang ditemukan antara lain Cucak Kutilang (Pycnonotus jocosus), Walet Linci [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Fortuna Indonesia bersama sejumlah pengamat burung dari berbagai daerah melakukan observasi di Hutan Sumberagung Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe) Kabupaten Malang beberapa waktu lalu.</p>
<p>Observasi bertajuk Wild Animals Watching (WAW) ini mencatat, sedikitnya ada 23 jenis burung dan 2 jenis mamalia.</p>
<p>Jenis burung yang ditemukan antara lain Cucak Kutilang (Pycnonotus jocosus), Walet Linci (Collocalia linchi), Pelanduk semak (Malacocincla sepiaria), Pelanduk Topi Hitam (Pellorneum capistratum), Cekakak Jawa (Halcyon cyanoventris), Punai Penganten (Treron griseicauda), dan Gemak Loreng (Turnix suscitator).</p>
<p>Kemudian ada juga, Merbah Belukar (Pycnonotus plumosus) dan Cipoh Kacat (Aegithina tiphia). Dua jenis burung itu sering dijumpai di hutan Sumberagung.</p>
<p>Lalu ada jenis elang, seperti Elang Ular Bido (Spilornis cheela), Elang Hitam (Ictinaetus malayensis), dan Elang Jawa (Spizaetus bartelsi). Para pengamat juga menjumpai keluarga rangkong Kangkareng Perut Putih (Anthracoceros albirostris).</p>
<p>Ditambah lagi 2 jenis takur, Takur Tenggeret (Megalaima australis) serta Takur Tulung Tumpuk (Megalaima javensis).</p>
<p>Jenis burung lain yang ditemukan yaitu Merbah Corok-corok (Pycnonotus simplex), Tepekong Jambul (Hemiprocne longipennis), Jingjing Batu (Hemipus hirundinaceus), Serindit Jawa (Loriculus pusillus), Uncal Loreng (Macropygia ruficeps), Delimukan Zamrud (Chalcophaps indica), Pelatuk Jawa (Chrysocolaptes lucidus), dan Kadalan Birah (Phaenicophaeus curvirostris).</p>
<p>Sementara 2 mamalia yang dijumpai adalah Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) serta Lutung Jawa (Trachypithecus auratus).</p>
<p>&#8220;Hutan Sumberagung ini masih sangat bagus, sering saya jumpai keluarga rangkong dan Lutung Jawa yang keberadaannya sudah semakin jarang ditemui. Dengan adanya rangkong dan Lutung Jawa, hutan Sumberagung ini memang layak untuk dilestarikan,&#8221; ujar Koordinator Program Konservasi Hutan Dataran Rendah (KHDR) Profauna Indonesia, Erik Yanuar.</p>
<p>Hutan Sumberagung yang termasuk dalam kawasan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII Glagah Arum, memiliki vegetasi hutan yang heterogen. Hutan ini berada pada ketinggian mulai dari 400 meter diatas permukaan laut (mdpl) hingga 470 mdpl. <strong>(sur/sos)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">79631</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
