<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Otopsi &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/otopsi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 05 Apr 2023 12:10:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Otopsi &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Tim Dokpol Polda Jatim Lakukan Otopsi Jenazah Bayi yang Meninggal Pasca Imunisasi di Trenggalek</title>
		<link>https://memontum.com/tim-dokpol-polda-jatim-lakukan-otopsi-jenazah-bayi-yang-meninggal-pasca-imunisasi-di-trenggalek</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Apr 2023 11:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[bayi]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[imunisasi]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Otopsi]]></category>
		<category><![CDATA[Polda Jatim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=186251</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Tim Kedokteran Kepolisian (Dokpol) Polda Jatim melakukan proses otopsi terhadap jenazah bayi berusia 5 bulan yang meninggal dunia pasca imunisasi. Diketahui, proses penyelidikan bayi laki-laki berinisial MA ini terus dilakukan hingga tahap lebih dalam. Sementara otopsi dengan langkah bongkar makam itu, dilaksanakan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Gunung Cilik, Kelurahan Surondakan, Kecamatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Tim Kedokteran Kepolisian (Dokpol) Polda Jatim melakukan proses otopsi terhadap jenazah bayi berusia 5 bulan yang meninggal dunia pasca imunisasi. Diketahui, proses penyelidikan bayi laki-laki berinisial MA ini terus dilakukan hingga tahap lebih dalam. Sementara otopsi dengan langkah bongkar makam itu, dilaksanakan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Gunung Cilik, Kelurahan Surondakan, Kecamatan Trenggalek, Rabu (05/04/2023) tadi.</p>



<p>Kapolres Trenggalek, AKBP Alith Alarino, dalam prosesi itu tampak hadir didampingi Kasatreskrim Polres Trenggalek, Iptu Agus Salim. Tidak lupa, pihak keluarga korban juga ikut mendampingi proses otopsi.</p>



<p>&#8220;Kegiatan hari ini adalah kita melaksanakan otopsi terhadap jenazah bayi yang meninggal pasca imunisasi beberapa waktu lalu. Ini merupakan rangkaian kegiatan dalam penyelidikan,” ungkap Kapolres AKBP Alith, saat dikonfirmasi, Rabu (05/04/2023) siang.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kota-malang-masuk-31-besar-program-lsdp-kemendagri-proyek-rdf-ditarget-mulai-2027">Kota Malang Masuk 31 Besar Program LSDP Kemendagri, Proyek RDF Ditarget Mulai 2027</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/polres-situbondo-ungkap-praktik-pembuatan-petasan-dan-amankan-51-kg-bubuk-mercon">Polres Situbondo Ungkap Praktik Pembuatan Petasan dan Amankan 5,1 Kg Bubuk Mercon</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/mudik-lebaran-2026-diprediksi-turun-dishub-kota-malang-siapkan-7-pos-dan-rekayasa-lalin-situasional">Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Turun, Dishub Kota Malang Siapkan 7 Pos dan Rekayasa Lalin Situasional</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ramadan-kondusif-rutan-situbondo-perketat-pengamanan-lewat-sidak-blok-hunian">Ramadan Kondusif, Rutan Situbondo Perketat Pengamanan Lewat Sidak Blok Hunian</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/evaluasi-penataan-lalin-jalan-merdeka-selatan-dishub-kota-malang-tak-tutup-permanen-saat-ramadan">Evaluasi Penataan Lalin Jalan Merdeka Selatan, Dishub Kota Malang Tak Tutup Permanen saat Ramadan</a></li>
</ul>


<p>Dirinya menyebut, tim otopsi ini adalah dari Dokter Polda Jawa Timur. Mengingat, yang bersangkutan (Dokpol) memiliki kemampuan dan keahlian di bidang tersebut.</p>



<p>&#8220;Kalau hasil kami menunggu dari pihak tim kedokteran kepolisian, hasilnya akan disampaikan ke pihak kami,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Ditambahkannya, untuk perkembangan penyidikan belum bisa disampaikan, karena ini masih rangkaian penyelidikan dan elum secara keseluruhan atau utuh. &#8220;Kematian ini disebabkan yang diduga atau dugaan lain, maka kita ambil otopsi. Kemudian, ada 12 pihak yang kami ambil keterangan klarifikasi, terkait dugaan dari pengaduan perkara ini,” tegas Kapolres.</p>



<p>Seperti diberitakan sebelumnya, korban MA (5) mengalami panas tinggi dan kejang-kejang hingga sempat tidak sadarkan diri pasca mendapat suntikan imunisasi TT. Meski sempat dibawa ke rumah sakit, namun buah hati dari pasangan Mukono (48) dan Adelia (16), tidak berhasil terselamatkan hingga harus meregang nyawa. Karena dinilai kematian korban ada kejanggalan, kakek korban, Sugeng melaporkan kejadian tersebut ke Polres Trenggalek untuk diselidiki lebih lanjut. <strong>(mil/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">186251</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Diduga Meninggal Tidak Wajar, Polres Mojokerto Lakukan Bongkar Makam Santri Asal Lamongan</title>
		<link>https://memontum.com/diduga-meninggal-tidak-wajar-polres-mojokerto-lakukan-bongkar-makam-santri-asal-lamongan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Oct 2021 13:29:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Otopsi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=156427</guid>

					<description><![CDATA[Memontun Lamongan &#8211; Setelah delapan hari dimakamkan, kuburan almarhum santri asal Lamongan, ananda GTR (14) yang mondok di salah satu Ponpes di Pacet-Mojokerto, dilakukan pembongkaran, Kamis (21/10/2021). Pembongkaran kuburan yang berada di Tempat Pemakaman Umum (TPU) di wilayah Lamongan Kota tersebut, untuk kepentingan otopsi.&#160; Otopsi dilakukan oleh Polres Mojokerto berserta sejumlah dokter forensik dan para [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontun Lamongan</strong> &#8211; Setelah delapan hari dimakamkan, kuburan almarhum santri asal Lamongan, ananda GTR (14) yang mondok di salah satu Ponpes di Pacet-Mojokerto, dilakukan pembongkaran, Kamis (21/10/2021).</p>



<p>Pembongkaran kuburan yang berada di Tempat Pemakaman Umum (TPU) di wilayah Lamongan Kota tersebut, untuk kepentingan otopsi.&nbsp;</p>



<p>Otopsi dilakukan oleh Polres Mojokerto berserta sejumlah dokter forensik dan para akademisi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), setelah almarhum delapan hari dimakamkan. Kuasa hukum korban, Ahmad Umar Buwang, menegaskan bahwa hari Rabu (20/10/2021) kemarin, klien kami melaporkan atas dugaan penganiayaan terhadap ananda GTR yang mengakibatkan meninggal dunia.</p>



<p>&#8220;Laporan kami kemarin langsung diterima oleh Kanit Pidum Polres Mojokerto. Sekitar kurang lebih 4 jam kami dimintai keterangan oleh penyidik,&#8221; kata Buwang-sapaan akrabnya.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kota-malang-masuk-31-besar-program-lsdp-kemendagri-proyek-rdf-ditarget-mulai-2027">Kota Malang Masuk 31 Besar Program LSDP Kemendagri, Proyek RDF Ditarget Mulai 2027</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/polres-situbondo-ungkap-praktik-pembuatan-petasan-dan-amankan-51-kg-bubuk-mercon">Polres Situbondo Ungkap Praktik Pembuatan Petasan dan Amankan 5,1 Kg Bubuk Mercon</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/mudik-lebaran-2026-diprediksi-turun-dishub-kota-malang-siapkan-7-pos-dan-rekayasa-lalin-situasional">Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Turun, Dishub Kota Malang Siapkan 7 Pos dan Rekayasa Lalin Situasional</a></li>
</ul>


<p>Setelah pemeriksaan sudah selesai, kata dia, pihak kepolisian Polres Mojokerto langsung berkoordinasi dengan Tim Forensik Polda Jatim untuk melakukan otopsi pada korban yang dilaksanakan hari ini.</p>



<p>&#8220;Kami ucapkan apresiasi kepada Polri khususnya Polres Mojokerto yang langsung gerak cepat dalam menindaklanjuti laporan dugaan penganiayaan yang dilaporkan oleh pihak keluarga,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Menurut penjelasan dari salah satu kerabat keluarga almarhum, saat ditemui awak media di lokasi pembongkaran makam mengungkapkan, jika kematian almarhum sangatlah janggal. “Ananda meninggalnya sudah seminggu yang lalu, tepatnya pada hari Kamis siang. Kemudian sorenya dibawa pulang ke Lamongan untuk dimakamkan,” kata dia.</p>



<p>Sebelumnya, sambung dia, menurut kesaksian dari pemandi jenazah yang menemukan korban mengeluarkan darah dari mulut hingga ditemukan ada luka lebam pada kedua tangan korban. &#8220;Setelah jenazah dimandikan keluar darah dari hidung,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Pihak keluarga mengikhlaskan makam dibongkar dan dilakukan pencarian data forensik. Namun juga tak boleh gegabah dan mencoba berfikir positif atas kejadian ini. &#8220;Kami tidak mau berandai-andai apa pemicunya, karena masih dalam proses penyelidikan,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Menurutnya, alasan dibalik pihak keluarga kekeh menempuh jalur hukum ialah, ingin mengetahui fakta yang terkesan disembunyikan. “Pertama, untuk menuntut keadilan, kedua jangan sampai terjadi lagi kekerasan terhadap para santri dan sebagainya untuk seluruh pesantren di Indonesia,” terang dia.</p>



<p>Dirinya berharap, terduga pelaku ditindak sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Informasinya memang ada bekas hantaman benda tumpul di daerah vital, seperti di paru–paru dan lainnya <strong>(son/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">156427</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Diduga Meninggal Akibat Penganiayaan, Polisi Segera Otopsi Bongkar Makam</title>
		<link>https://memontum.com/diduga-meninggal-akibat-penganiayaan-polisi-segera-otopsi-bongkar-makam</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2020 13:56:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Otopsi]]></category>
		<category><![CDATA[pembongkaran makam]]></category>
		<category><![CDATA[penganiayaan]]></category>
		<category><![CDATA[Polresta Malang Kota]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/121358-diduga-meninggal-akibat-penganiayaan-polisi-segera-otopsi-bongkar-makam</guid>

					<description><![CDATA[Memontum, Kota Malang &#8211; Petugas Polresta Malang Kota berencana melakukan bongkar makam di TPU Janti, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Kamis (13/8/2020) pagi. Bongkar makam tersebut dilakukan untuk otopsi jenazah korban dugaan pengeroyokan yang sudah dimakamkan pada akhir Juni 2020. Yakni makam seorang anak berusia 16 tahun yang awalnya diduga akibat kecelakaan Lalu Lintas di kawasan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum, Kota Malang</strong> &#8211; Petugas Polresta Malang Kota berencana melakukan bongkar makam di TPU Janti, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Kamis (13/8/2020) pagi.</p>
<p>Bongkar makam tersebut dilakukan untuk otopsi jenazah korban dugaan pengeroyokan yang sudah dimakamkan pada akhir Juni 2020. Yakni makam seorang anak berusia 16 tahun yang awalnya diduga akibat kecelakaan Lalu Lintas di kawasan Gang Matahari, Kelurahan Ciptomulyo, Kecamatan Sukun, Kota Malang.</p>
<p>Informasi Memontum.com bahwa semula korban meninggal diduga akibat kecelakaan lalu lintas. Namun setelah proses pemakaman pihak keluarga merasa curiga ada tindak kekerasan hingga melapor ke Polresta Malang Kota.</p>
<p>Karena korban masih anak dibawah umur, kasus ini dalam penanganan petugas Perempuan Perlindungan Anak (PPA) Polresta Malang Kota.</p>
<p>Dalam tahap lidik, untuk memastikan penyebab kematian korban, polisi berencana bongkar mayat untuk otopsi. Tentunya menghadirkan dokter forensik dari RSSA Malang.</p>
<p>Kasat Reskrim Polresta Malang Kota AKP Azi Pratas Guspitu SH SIK saat dikonfirmasi Memontum.com membenarkan rencana bongkar makam tersebut.</p>
<p>&#8220;Iya benar. Kami masih melakukan pendalaman karena ada indikasi penganiayaan,&#8221; ujar AKP Azi singkat. <strong>(gie)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">121358</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Polres Blitar Otopsi Jenasah Korban Miras Oplosan</title>
		<link>https://memontum.com/polres-blitar-otopsi-jenasah-korban-miras-oplosan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Jun 2018 18:35:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Miras Oplosan]]></category>
		<category><![CDATA[Operasi Pekat Semeru]]></category>
		<category><![CDATA[Otopsi]]></category>
		<category><![CDATA[polres blitar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/43911-polres-blitar-otopsi-jenasah-korban-miras-oplosan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Blitar &#8211; Polisi telah menggelar otopsi korban miras oplosan di Desa Ngadri, Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar. Polisi terpaksa membongkar makam korban yang sudah dimakamkan selama beberapa. Otopsi ini dilakukan guna mengetahui penyebab pasti kematian korban. Kapolres Blitar, AKBP Anissullah M. Ridha mengatakan, bahwa jenasah yang diotopsi atas nama NG, warga Desa Ngadri, Kecamatan Binangun [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Blitar</strong> &#8211; Polisi telah menggelar otopsi korban miras oplosan di Desa Ngadri, Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar. Polisi terpaksa membongkar makam korban yang sudah dimakamkan selama beberapa. Otopsi ini dilakukan guna mengetahui penyebab pasti kematian korban.</p>
<p>Kapolres Blitar, AKBP Anissullah M. Ridha mengatakan, bahwa jenasah yang diotopsi atas nama NG, warga Desa Ngadri, Kecamatan Binangun yang tewas usai menenggak minuman keras (miras) Kamis (31/05/2018) lalu. </p>
<p>&#8220;Otopsi ini sudah atas persetujuan keluarga korban. Kami bekerja sama dengan RS Bhayangkara Kediri&#8221;, kata Anisullah kepada wartawan, Selasa (05/06/2018).</p>
<p>Lebih lanjut Anissullah menyampaikan, tim dari RS Bhayangkara mengambil sampel dari tubub korban untuk dilakukan uji laboratorium. Nantinya hasil  otopsi ini akan digunakan untuk melengkapi berkas penyidikan kasus dugaan miras oplosan. </p>
<p>&#8220;Saat ini kita masih menunggu hasil resmi dari uji laboratorium&#8221;, jelas Anissullah.</p>
<p>Seperti diberitakan sebelumnya, Nanang dinyatakan tewas usai pesta miras di rumah peracik miras bernama Jemari warga Desa Sambigede, Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar. Nanang menenggak miras tersebut bersama Jemari dan satu lagi rekannya bernama Arif yang saat ini masih terbaring di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. </p>
<p>Atas kejadian tersebut, polisi bertindak cepat dengan menangkap Jemari peracik miras dan Wiwin warga Rejoso, Kecamatan Binangun sebagai penjual miras. Keduanya diamankan bersama barang bukti 249 botol miras berbagai merk.</p>
<p>Sementara korban tewas lainya atas nama Mahmudi belum yang saat itu juga dikabarkan melakukan pesta miras keluarga tidak melapor ke polisi dan menutup diri. <strong>(jar/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">43911</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Polisi Belum Pastikan Penyebab Kematian, Keluarga Korban Miras Enggan Otopsi</title>
		<link>https://memontum.com/polisi-belum-pastikan-penyebab-kematian-keluarga-korban-miras-enggan-otopsi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Mar 2018 13:12:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[Miras]]></category>
		<category><![CDATA[Otopsi]]></category>
		<category><![CDATA[polres blitar kota]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/31942-polisi-belum-pastikan-penyebab-kematian-keluarga-korban-miras-enggan-otopsi</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Blitar – Tewasnya Nur Fuad dan Saifudin Nur, dua warga dusun Centong, Desa Purworejo, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, kini kasusnya masih dalam penyelidikan Satreskrim Polres Blitar Kota. Dua korban tersebut tewas diduga setelah pesta minuman keras (miras), Kamis (15/3/2018) dini hari bersama empat orang temannya. Atas kejadian tersebut pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Blitar</strong> – Tewasnya Nur Fuad dan Saifudin Nur, dua warga dusun Centong, Desa Purworejo, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, kini kasusnya masih dalam penyelidikan Satreskrim Polres Blitar Kota. Dua korban tersebut tewas diduga setelah pesta minuman keras (miras), Kamis (15/3/2018) dini hari bersama empat orang temannya. Atas kejadian tersebut pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi terhadap jasad korban.</p>
<p>Kasat Reskrim Polres Blitar Kota, AKP Heri Sugiono mengatakan, pihaknya baru mendengar informasi ada dua warga dusun Centong Desa Purworejo Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar tewas diduga menenggak minuman keras, baru Kamis (15/3/2018) pagi. Heri mengaku langsung mengecek ke lokasi dan rumah sakit.</p>
<p>“Saat kami ke rumah sakit kedua korban sudah tidak ada. Selanjutnya kami menuju ke rumah korban di dusun Centong. Namun sesampai di lokasi, satu korban atas nama Saifudin Nur sudah dimakamkan. Sedangkan, satu korban lain, Nur Fuad, posisinya sudah dimandikan dan hendak diberangkatkan ke pemakaman umum”, kata Heri Sugiono, Kamis (15/03/2018).</p>
<p>Lebih lanjut Heri Sugiono menyampaikan, untuk mengetahui penyebab kematian harus dilakukan otopsi. Dan pihaknya juga sudah menjeaskan kepada pihak keluarga. Namun pihak keluarga Fuad enggan dilakukan otopsi.</p>
<p>&#8220;Kami belum bisa memastikan penyebab kematian korban, karena pihak keluarga enggan dilakukan otopsi&#8221;, tandas Heri Sugiono.</p>
<p>Saat ini, polisi masih mengumpulkan keterangan terhadap sejumlah saksi di lokasi. Heri juga mengaku belum mendapatkan data detail terkait peristiwa tersebut.</p>
<p>&#8220;Menurut keterangan pihak keluarga, korban memang sedang sakit. Mereka menerima kejadian ini sebagai musibah&#8221;, jelas Heri.</p>
<p>Diberitakan sebelumnya, menurut informasi yang dihimpun, kedua korban sempat menggelar pesta miras dengan empat orang teman lainnya, Rabu (14/03/2018). Mereka menggelar pesta miras di tempat penangkaran rusa Maliran, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar. Selesai menggelar pesta miras, para korban bertumbangan. Dari enam orang tersebut, dua orang meninggal yaitu Saifudin meninggal, Kamis (14/03/2018) sekitar pukul 03.00, sedangkan Nur Fuad meninggal pagi harinya. Sedangkan dua orang lain informasinya masih menjalani perawatan. Namun saat ini, satu korban sedang menjalani perawatan di rumah sakit dan satu korban lagi menjalani terapi. Untuk dua orang lainnya masih belum diketahui kejelasannya. <strong>(jar/nay)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">31942</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ibu Rumah Tangga Digelonggong Air, Tewas  di Tangan Keluarga Sendiri</title>
		<link>https://memontum.com/ibu-rumah-tangga-digelonggong-air-tewas-di-tangan-keluarga-sendiri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Mar 2018 14:45:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Otopsi]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[polres trenggalek]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/30011-ibu-rumah-tangga-digelonggong-air-tewas-di-tangan-keluarga-sendiri</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8212; Kematian ibu rumah tangga asal Desa Suren Lor Kecamatan Bendungan Kabupaten Trenggalek mulai menemukan titik terang. Korban bernama Tukiyem ini tewas setelah digelonggong air yang diduga dilakukan oleh keluarganya sendiri. Seperti yang diberitakan sebelumnya, korban meninggal dunia pada Minggu (4/3/2018) kemarin secara tidak wajar. Akibat kejadian tersebut, polisi menetapkan beberapa anggota keluarga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8212; Kematian ibu rumah tangga asal Desa Suren Lor Kecamatan Bendungan Kabupaten Trenggalek mulai menemukan titik terang. Korban bernama Tukiyem ini tewas setelah digelonggong air yang diduga dilakukan oleh keluarganya sendiri. </p>
<p>Seperti yang diberitakan sebelumnya, korban meninggal dunia pada Minggu (4/3/2018) kemarin secara tidak wajar. Akibat kejadian tersebut, polisi menetapkan beberapa anggota keluarga sebagai tersangka. </p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG-20180305-WA0234-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" class="aligncenter size-full wp-image-30012" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG-20180305-WA0234-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG-20180305-WA0234-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG-20180305-WA0234-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG-20180305-WA0234-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Karena mengandung unsur kematian yang tidak wajar, kami pihak kepolisian segera melakukan upaya penyidikan dan proses otopsi terhadap tubuh korban. Dari hasil otopsi yang dilakukan oleh Tim Ahli Forensik RS Kediri pun menemukan adanya tanda &#8211;  tanda kekerasan pada tubuh dan organ korban, &#8221; terang Kasat Reskrim Polres Trenggalek, AKP Sumi Andana, Senin (5/3/2018).</p>
<p>Andana juga menegaskan bahwa pihak kepolisian sudah menaikkan kasus tersebut ke tahap penyidikan. Tak hanya itu, polisi juga akan menangkap 5 orang tersangka yang merupakan keluarga terdekat korban. </p>
<p>Dikonfirmasi terpisah, tetangga korban mengungkapkan bahwa dirinya juga tidak tahu persis kronologis kejadian tersebut. Hanya saja, saat dirinya mendengar adanya kematian tak wajar yang dialami Tukiyem, beberapa anggota keluarga yang sejumlah dengan korban  justru dapat keadaan tak sadar diri.</p>
<p>( <strong>baca juga :</strong> <a href="https://hukrim.memontum.com/11738-ahli-forensik-usut-asal-air-dalam-mayat-ibu-rumah-tangga" rel="noopener" target="_blank">Ahli Forensik Usut asal Air Dalam Mayat Ibu Rumah Tangga </a>) </p>
<p>&#8220;Awalnya saya tidak mengetahui kejadian tersebut. Tapi melihat ada ramai ramai di rumah Tukiyem, lantas saya mencoba mencari tahu. Ternyata, Tukiyem sudah meninggal dunia dan justru anggota keluarga yang tinggal sejumlah dengan dalam keadaan tidak sadarkan diri (kesurupan), &#8221; ucap Katirin. </p>
<p>Meski beberapa keterangan yang menyebutkan bahwa sebelum menghabisi nyawa korban, anggota keluarga dalam keadaan kesurupan. Akan tetapi pihak kepolisian akan terus melakukan pendalaman terkait kondisi kejiwaan para pelaku. Sementara itu, proses hukum juga akan diberlakukan sesuai perundangan &#8211; undangan yang berlaku. <strong>(mil/yan) </strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">30011</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ahli Forensik Usut asal Air Dalam Mayat Ibu Rumah Tangga</title>
		<link>https://memontum.com/ahli-forensik-usut-asal-air-dalam-mayat-ibu-rumah-tangga</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Mar 2018 14:02:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[dugaan pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Otopsi]]></category>
		<category><![CDATA[polres trenggalek]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/29977-ahli-forensik-usut-asal-air-dalam-mayat-ibu-rumah-tangga</guid>

					<description><![CDATA[Polres Trenggalek Duga Kematian Tak Wajar &#160; Memontum Trenggalek &#8212; Diduga mati tak wajar, seorang wanita asal Desa Suren Lor Kecamatan Bendungan Kabupaten Trenggalek jalani proses otopsi. Kepolisian Resort Trenggalek usut penyebab kematian Tukiyem, yang diduga meninggal dunia secara tak wajar pada Minggu (4/3/2018) kemarin. Diketahui berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan serta proses otopsi terhadap [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Polres Trenggalek Duga Kematian Tak Wajar</strong></h2>
<p>&nbsp;<br />
<strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8212; Diduga mati tak wajar, seorang wanita asal Desa Suren Lor Kecamatan Bendungan Kabupaten Trenggalek jalani proses otopsi. Kepolisian Resort Trenggalek usut penyebab kematian Tukiyem, yang diduga meninggal dunia secara tak wajar pada Minggu (4/3/2018) kemarin. </p>
<p>Diketahui berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan serta proses otopsi terhadap jenazah korban, kematiannya tersebut diduga meninggalkan kejanggalan. Dari hasil otopsi, petugas akhirnya menemukan adanya tanda &#8211; tanda kekerasan pada tubuh korban. Tepatnya di sekitar mulut, sehingga hal tersebut menjadi salah satu penyebab kematian korban. </p>
<p>&#8220;Dari hasil keterangan tim forensik Rumah Sakit Bhayangkara Kediri, memang ditemukan adanya tanda &#8211; tanda  kekerasan pada tubuh korban. Selanjutnya kita akan terus melakukan pengembangan dan mengambil keterangan dari sejumlah saksi,&#8221; terang Kasat Reskim Polres Trenggalek, AKP Sumi Andana, Senin (5/3/2018). </p>
<p>Diakui Andana sapaan akrabnya, setelah dilakukan proses otopsi, terungkap latar belakang kematian Tukiyem. Selain itu, diduga korban meninggal dunia akibat lemas lantaran pada tubuh korban dipenuhi air. Tim ahli forensik juga mengatakan bahwa pada aliran udara yang ada di dalam tubuh korban tersumbat air. </p>
<p>&#8220;Tim Ahli Forensik RS Bhayangkara Kediri ini menemukan bahwa pada aliran udara pada tubuh korban tertutup oleh air. Dan terdapat kekerasan di sekitar mulut korban. Selain itu juga rongga paru &#8211; paru dan dada korban juga terisi air hingga korban meninggal dunia,&#8221; imbuhnya. </p>
<p>Sebelumnya, korban Tukiyem ditemukan meninggal dunia dalam keadaan tak wajar dengan tubuh dipenuhi cairan air. Untuk itu, sampai saat ini pihak kepolisian akan terus mengembangkan kasus tersebut, guna proses hukum lebih lanjut. <strong>(mil/yan) </strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">29977</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tewasnya Purnawirawan Polisi, 6 Tulang Rusuk Yang Patah</title>
		<link>https://memontum.com/tewasnya-purnawirawan-polisi-6-tulang-rusuk-yang-patah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Feb 2018 15:47:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[dugaan pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Otopsi]]></category>
		<category><![CDATA[polsekta sukun]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/28735-tewasnya-purnawirawan-polisi-6-tulang-rusuk-yang-patah</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8212; Petugas Polda Jatim dan Petugas Polres Malang Kota terus melakukan penyelidikan terkait tewasnya purnawirawan Kombes Pol Agus Samad (73), warga Perum Bukit Dieng, Kelurahan Karangbesuki, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Kombes Pol Agung Yudha Wibowo, Ditreskrimum Polda Jatim, Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri SIK MH dan Kasat Reskrim Polres Malang Kota AKP [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8212; Petugas Polda Jatim dan Petugas Polres Malang Kota terus melakukan penyelidikan terkait tewasnya purnawirawan Kombes Pol Agus Samad (73), warga Perum Bukit Dieng, Kelurahan Karangbesuki, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Kombes Pol Agung Yudha Wibowo, Ditreskrimum Polda Jatim, Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri SIK MH dan Kasat Reskrim Polres Malang Kota AKP Ambuka Yudha dan anggotanya, Senin (26/2/2018) siang kembali melakukan olah TKP.</p>
<p>Mereka baru selesai  melakukan olah TKP sekitar pukul 16.00. Usai melakukan penyelidikan tersebut, Kombes Pol Agung Yudha Wibowo mengatakan bahwa pihaknya masih terus melakukan evaluasi terkait tewasnya Agus Samad.</p>
<p>“Belum ada temuan baru. Masih terus dievaluasi. Belum kita putuskan apa penyebabnya. Masih fifty-fifty. Masih kita dalami sehari atau dua hari ini semoga ada keputusan. Untuk otopsi hasilnya ada yang sudah keluar ada juga yang belum. Ada tulang rusuk yang patah. Biar kami yang memecahkan teka-teki ini,” ujar Kombes Pol Agung.</p>
<p>Sementara itu kasat reskrim AKP Ambuka Yudha membenarkan adanya tulang rusuk korban yang patah.</p>
<p>“Ada tulang rusuk patah, sayatan tangan kanan dan kiri  serta goresan dip aha kanan. hanya itu yang baru disampaikan oleh dokter. Ada 6 tulang rusuk sebelah kiri yang patah. Tulang rusuk patah menghantam  benda yang tumpul. Menghantam, terhantam atau dihantam, kita belum bisa menyimpulkan. Namun jelasnya benturan dengan benda tumpul,” ujar AKP Ambuka.</p>
<p>( <strong>baca juga :</strong> <a href="https://memontum.com/28269-purnawirawan-polisi-tewas-mesterius-ada-bercak-darah-dan-kaki-terikat-tali-rafia" rel="noopener" target="_blank">Purnawirawan Polisi Tewas Misterius, Ada Bercak Darah dan Kaki Terikat Tali Rafia</a> )</p>
<p>Pihaknya akan terus melakukan penyelidikan termasuk mencari sidik jari di silet yang penuh bercak darah. “Kami masih mengamati mengulang-ulangi lagi, mencoba pra rekontruksi. Kemarin kita menggunakan manekin, namun kita belum menyimpulkan. Itu belum bisa disimpulkan apakah korban jalan sendiri ataukah ada yang mengangkat. Ceceran darah  di lantai ada, namun alurnya bagimana kita belum tahu. Silet untuk sidik jari masih kita kembangkan karena belum terlihat jelas. Hal itu dikarenakansilet  tersebut berlumuran darah. Untuk mengambil sidik jari  ada kesusahan. Harus diperbesar dulu melalui foto baru kita identifikasi. Fungsi tali raffia belum tahu juga. Saksi 6 orang sudah kami periksa. Mereka hanya mengetahui kalau korban hanya di rumah sendiri,” ujar AKP Ambuka.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">28735</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
