<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Pawai Ogoh-ogoh &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pawai-ogoh-ogoh/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 23 Mar 2023 13:04:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Pawai Ogoh-ogoh &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Bupati Yuhronur Hadiri Pawai Ogoh-ogoh Penuh Toleransi dan Keharmonisan di Desa Balun</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-yuhronur-hadiri-pawai-ogoh-ogoh-penuh-toleransi-dan-keharmonisan-di-desa-balun</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Mar 2023 12:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Yuhronur]]></category>
		<category><![CDATA[nyepi]]></category>
		<category><![CDATA[Ogoh-Ogoh]]></category>
		<category><![CDATA[Pawai Ogoh-ogoh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=185540</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menghadiri pelaksanaan Pawai Ogoh-ogoh yang merupakan salah satu rangkaian peringatan Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1945, di Desa Balun, Kecamatan Turi, Rabu (22/03/2023) tadi. Dalam kesempatan itu, dirinya mengatakan bahwa Pawai Ogoh-ogoh yang masuk dalam kalender event Kabupaten Lamongan 2023, ini merupakan bentuk masyarakat yang penuh toleransi dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menghadiri pelaksanaan Pawai Ogoh-ogoh yang merupakan salah satu rangkaian peringatan Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1945, di Desa Balun, Kecamatan Turi, Rabu (22/03/2023) tadi. Dalam kesempatan itu, dirinya mengatakan bahwa Pawai Ogoh-ogoh yang masuk dalam kalender event Kabupaten Lamongan 2023, ini merupakan bentuk masyarakat yang penuh toleransi dan keharmonisan.</p>



<p>&#8220;Mudah-mudahan tahun ke depan akan terus bisa dilaksanakan dengan tambah baik. Ini sekaligus kita menunjukkan tidak hanya kepada masyarakat Indonesia, tetapi juga masyarakat dunia bahwa ada Desa Balun, yang di dalamnya masyarakatnya penuh toleransi hingga keharmonisan,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Masih menurut Bupati Yuhronur, Pawai Ogoh-ogoh memiliki makna filosofi selayaknya Idul Fitri yang membuat masyarakat muslim kembali ke Fitri (tanpa dosa). &#8220;Punya makna filosofi yang sangat dalam, pada Pawai Ogoh-ogoh ini. Karena, ini membakar segala sifat-sifat negatif, keangkaramurkaan, kesombongan dan hal-hal yang buruk di dalam diri manusia. Sehingga setelah Hari Raya Nyepi ini, berarti kembali menjadi fitri (bersih), layaknya masyarakat muslim yang merayakan hari raya idul Fitri,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kota-malang-masuk-31-besar-program-lsdp-kemendagri-proyek-rdf-ditarget-mulai-2027">Kota Malang Masuk 31 Besar Program LSDP Kemendagri, Proyek RDF Ditarget Mulai 2027</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/polres-situbondo-ungkap-praktik-pembuatan-petasan-dan-amankan-51-kg-bubuk-mercon">Polres Situbondo Ungkap Praktik Pembuatan Petasan dan Amankan 5,1 Kg Bubuk Mercon</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/mudik-lebaran-2026-diprediksi-turun-dishub-kota-malang-siapkan-7-pos-dan-rekayasa-lalin-situasional">Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Turun, Dishub Kota Malang Siapkan 7 Pos dan Rekayasa Lalin Situasional</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ramadan-kondusif-rutan-situbondo-perketat-pengamanan-lewat-sidak-blok-hunian">Ramadan Kondusif, Rutan Situbondo Perketat Pengamanan Lewat Sidak Blok Hunian</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/evaluasi-penataan-lalin-jalan-merdeka-selatan-dishub-kota-malang-tak-tutup-permanen-saat-ramadan">Evaluasi Penataan Lalin Jalan Merdeka Selatan, Dishub Kota Malang Tak Tutup Permanen saat Ramadan</a></li>
</ul>


<p>Sementara itu, salah satu pemangku di Pura Sweta Maha Suci, Tadi, bahwa tahun ini jumlah Ogoh-ogoh dalam pawai merupakan jumlah terbanyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pelaksanaan, dilakukan dengan toleransi antar umat dan dari 13 Ogoh-ogoh yang diarak, sembilan diantaranya merupakan hasil karya kelompok.</p>



<p>&#8220;Kalau Umat Hindu sendiri membuat 4 Ogoh-ogoh dan yang 9 itu dari kelompok masyarakat luar. Saya katakan kelompok masyarakat, karena di situ campuran. Ada yang Kristen, ada yang Muslim,  dan kelompok-kelompok seperti grup LA Mania, grup pesilat-pesilat, grup kelompok warung-warung itu banyak yang buat. Itu pun, kami tidak mengajak ataupun memberikan biaya, namun melalui swadaya sendiri. Itulah toleransi yang ada di Desa Balun,&#8221; ucap Tadi.<strong> (zen/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">185540</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hadiri Pawai Ogoh-ogoh Umat Hindu Suku Tengger, Wabup Jatim Dinobatkan Jadi Warga Kehormatan</title>
		<link>https://memontum.com/hadiri-pawai-ogoh-ogoh-umat-hindu-suku-tengger-wabup-jatim-dinobatkan-jadi-warga-kehormatan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Mar 2023 13:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Emil Dardak]]></category>
		<category><![CDATA[Hindu]]></category>
		<category><![CDATA[Pawai]]></category>
		<category><![CDATA[Pawai Ogoh-ogoh]]></category>
		<category><![CDATA[Umat Hindu]]></category>
		<category><![CDATA[Wagub]]></category>
		<category><![CDATA[wagub jatim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=185558</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Ada yang menarik dalam Pawai Ogoh-ogoh Umat Hindu Suku Tengger di Kecamatan Tosari, Selasa (21/03/2023) sore. Yakni, kehadiran Wakil Gubernur Jatim, Emil Elistianto Dardak, yang turut menghadiri perayaan Umat Hindu, sekaligus dinobatkan menjadi warga kehormatan Suku Tengger. Dalam prosesi penobatan sebagai warga kehormatan tersebut, ditandai dengan pemasangan udeng khas Tengger ke kepala [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Ada yang menarik dalam Pawai Ogoh-ogoh Umat Hindu Suku Tengger di Kecamatan Tosari, Selasa (21/03/2023) sore. Yakni, kehadiran Wakil Gubernur Jatim, Emil Elistianto Dardak, yang turut menghadiri perayaan Umat Hindu, sekaligus dinobatkan menjadi warga kehormatan Suku Tengger.</p>



<p>Dalam prosesi penobatan sebagai warga kehormatan tersebut, ditandai dengan pemasangan udeng khas Tengger ke kepala Wabup Emil. &#8220;Saya bangga sekali hadir sore ini dan matur suwon, karena telah dinobatkan sebagai warga kehormatan Suku Tengger,&#8221; kata Wabup Emil.</p>



<p>Dirinya juga menyebutkan, Pemerintah Jawa Timur mengapresiasi kegiatan yang dihadiri setidaknya oleh ribuan masyarakat ini. Dirinya pun menyebut, Pawai Ogoh-ogoh di Kecamatan Tosari ini adalah kebersamaan dan kreatifitas warga.</p>



<p>&#8220;Mewakili pemerintah Jawa Timur, saya merasa bahagia karena warga bisa memperingati kembali setelah sebelumnya terjadi Covid-19,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kota-malang-masuk-31-besar-program-lsdp-kemendagri-proyek-rdf-ditarget-mulai-2027">Kota Malang Masuk 31 Besar Program LSDP Kemendagri, Proyek RDF Ditarget Mulai 2027</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/polres-situbondo-ungkap-praktik-pembuatan-petasan-dan-amankan-51-kg-bubuk-mercon">Polres Situbondo Ungkap Praktik Pembuatan Petasan dan Amankan 5,1 Kg Bubuk Mercon</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/mudik-lebaran-2026-diprediksi-turun-dishub-kota-malang-siapkan-7-pos-dan-rekayasa-lalin-situasional">Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Turun, Dishub Kota Malang Siapkan 7 Pos dan Rekayasa Lalin Situasional</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ramadan-kondusif-rutan-situbondo-perketat-pengamanan-lewat-sidak-blok-hunian">Ramadan Kondusif, Rutan Situbondo Perketat Pengamanan Lewat Sidak Blok Hunian</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/evaluasi-penataan-lalin-jalan-merdeka-selatan-dishub-kota-malang-tak-tutup-permanen-saat-ramadan">Evaluasi Penataan Lalin Jalan Merdeka Selatan, Dishub Kota Malang Tak Tutup Permanen saat Ramadan</a></li>
</ul>


<p>Ditambahkannya, Pawai Ogoh-ogoh ini adalah aset yang sangat luar biasa. Gerakan-gerakan Ogoh-ogoh yang ditampilkan oleh anak-anak muda adalah kreatifitas luar biasa. &#8220;Ini bisa jadi aset festival, budayanya dan juga alamnya,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Mantan Bupati Trenggalek ini juga merasa takjub dan kagum, atas keberagaman budaya dan kerukunan umat beragama yang ada Tosari. Karenanya, hal ini harus tetap dijaga dan tidak heran dengan apa yang dilakukan warga Tosari, dianugerahi sebagai Kecamatan Bhinneka Tunggal Ika.</p>



<p>&#8220;Luar biasa damainya di sini. Sangat ramah dan hangat,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Ketua PHDI Kecamatan Tosari, Suparji, menjelaskan bahwa kegiatan hari ini adalah rangkaian hari Raya Nyepi yang dilakukan oleh Umat Hindu. Ogoh-ogoh sendiri adalah simbol, dari pada sifat-sifat negatif, yang nantinya setelah diupacarai akan dibawa ke desa-desa untuk dibakar.</p>



<p>&#8220;Nantinya Ogoh-ogoh akan dibawa ke desa masing-masing untuk dibakar. Adalah untuk membakar sifat-sifat negatif itu,&#8221; kata Parji. <strong>(kom/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">185558</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pertama di Kota Malang, Kemeriahan Upacara Tawur Agung Kesanga dengan Kirab 10 Ogoh-Ogoh</title>
		<link>https://memontum.com/pertama-di-kota-malang-kemeriahan-upacara-tawur-agung-kesanga-dengan-kirab-10-ogoh-ogoh</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Mar 2023 05:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Balai Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Kirab]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pawai Ogoh-ogoh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=185431</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Rangkaian perayaan Hari Suci Nyepi Saka 1945 tahun 2023, Umat Hindu di Kota Malang, menggelar Upacara Tawur Agung Kesanga di Depan Balai Kota Malang, Selasa (21/03/2023) siang. Sekretaris Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Malang, I Made Wartana, mengatakan jika peringatan upacara tersebut dilakukan (H-1) sebelum perayaan. Dimana, Nyepi akan diperingati, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Rangkaian perayaan Hari Suci Nyepi Saka 1945 tahun 2023, Umat Hindu di Kota Malang, menggelar Upacara Tawur Agung Kesanga di Depan Balai Kota Malang, Selasa (21/03/2023) siang.</p>



<p>Sekretaris Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Malang, I Made Wartana, mengatakan jika peringatan upacara tersebut dilakukan (H-1) sebelum perayaan. Dimana, Nyepi akan diperingati, Rabu (22/03/2023) besok. Upacara tersebut, bertujuan untuk menyomyo hal-hal negatif yang ada di alam semesta. Sehingga diharapkan, tidak mengganggu kehidupan ke depan.</p>



<p>“Upacara Tawur Kesanga itu sebenarnya menetralisir unsur-unsur buto yang ada di alam semesta maupun di diri kita ini. Seperti marah, benci, dengki dan termasuk alam semesta juga. Di sini kita bersihkan secara ritual dan spiritual. Sehingga, mudah-mudahan ketika besok memasuki Nyepi, betul-betul bersih,” kata Made.</p>



<p>Kemudian, dikatakannya jika peringatan upacara tersebut baru pertama kalinya digelar usai pandemi Covid-19, yang melanda selama dua tahun lamanya. Di tahun sebelumnya, upacara tersebut hanya dilangsungkan secara eksklusif di pura saja.</p>



<p>“Selama Pandemi Covid-19, kita mengadakan acara eksklusif di pura. Tapi yang benar itu memang acaranya di perempatan, apalagi saat ini di titik nol, pusat kota. Ini kami telah diberikan izin oleh Pak Wali Kota dan Ketua DPRD Kota Malang, sehingga ini pertama kalinya di titik nol Kota Malang,” katanya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kota-malang-masuk-31-besar-program-lsdp-kemendagri-proyek-rdf-ditarget-mulai-2027">Kota Malang Masuk 31 Besar Program LSDP Kemendagri, Proyek RDF Ditarget Mulai 2027</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/polres-situbondo-ungkap-praktik-pembuatan-petasan-dan-amankan-51-kg-bubuk-mercon">Polres Situbondo Ungkap Praktik Pembuatan Petasan dan Amankan 5,1 Kg Bubuk Mercon</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/mudik-lebaran-2026-diprediksi-turun-dishub-kota-malang-siapkan-7-pos-dan-rekayasa-lalin-situasional">Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Turun, Dishub Kota Malang Siapkan 7 Pos dan Rekayasa Lalin Situasional</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ramadan-kondusif-rutan-situbondo-perketat-pengamanan-lewat-sidak-blok-hunian">Ramadan Kondusif, Rutan Situbondo Perketat Pengamanan Lewat Sidak Blok Hunian</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/evaluasi-penataan-lalin-jalan-merdeka-selatan-dishub-kota-malang-tak-tutup-permanen-saat-ramadan">Evaluasi Penataan Lalin Jalan Merdeka Selatan, Dishub Kota Malang Tak Tutup Permanen saat Ramadan</a></li>
</ul>


<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Pertama di Kota Malang, Kemeriahan Upacara Tawur Agung Kesanga dengan Kirab 10 Ogoh-Ogoh" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/HzmAHhatXIc?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Ditambahkan Made, untuk makna dari nyepi sendiri yakni menyucikan alam semesta, baik dari buana agung maupun buana alit. Sehingga, dengan kesucian tersebut, juga diharapkan hati menjadi bersih, dan alam semesta juga menjadi bersih.</p>



<p>“Tentu kita juga menyampaikan puji syukur bahwa kali ini kita agak bebas dari Pandemi Covid-19. Mudah-mudahan ke depan betul-betul kita akan bebas dari pandemi sehingga ada peningkatan kesejahteraan. Apalagi akan memasuki pesta demokrasi. Kita berharap kalau hati kita bersih, suci, alam semesta bersih, mudah-mudahan dilancarkan,” paparnya.</p>



<p>Sementara itu, Wali Kota Malang, Sutiaji, yang juga turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan jika filosofi dari nyepi sendiri menjadi kontemplasi (renungan) untuk berpikir bahwa di masa lalu manusia hidup dari kekosongan. Sehingga, diharapkan dalam peringatan tersebut mengosongkan diri dari sifat ke angkara murkaan.</p>



<p>“Sehingga harapannya kita kembali pada jati diri manusia yang sesungguhnya, jadi membuahkan kebaikan, kita dikasih tangan untuk menanam kebaikan, dan seluruh anggota badan kita harus mencerminkan hal-hal dengan kebaikan,” imbuh Wali Kota Sutiaji.</p>



<p>Sebagai informasi, pada peringatan tersebut juga dilakukan kirab 10 Ogoh-Ogoh yang memilik filosofi sifat ke angkara murkaan. Kemudian dilakukan Pralina (pemusnahan) simbolis Ogoh-ogoh. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">185431</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hadiri Upacara Tawur Kesanga, Bupati Blitar Ajak Bangun Hubungan Harmonis dan Kedepankan Semangat Toleransi</title>
		<link>https://memontum.com/hadiri-upacara-tawur-kesanga-bupati-blitar-ajak-bangun-hubungan-harmonis-dan-kedepankan-semangat-toleransi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Mar 2023 04:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[blitar]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[kota blitar]]></category>
		<category><![CDATA[Pawai Ogoh-ogoh]]></category>
		<category><![CDATA[Upacara melasti]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=185426</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Blitar &#8211; Menjelang Hari Raya Nyepi 1945 Saka, yang jatuh pada Rabu 22 Maret 2023, ribuan Umat Hindu di Kabupaten Blitar menggelar Upacara Tawur Kesanga atau pawai Ogoh-ogoh di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Wlingi di Selasa (21/03/2023) tadi. Upacara Tawur Kesanga atau pawai Ogoh-ogoh ini, digelar rutin setiap tahun. Namun selama pandemi Covid-19, pawai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Blitar</strong> &#8211; Menjelang Hari Raya Nyepi 1945 Saka, yang jatuh pada Rabu 22 Maret 2023, ribuan Umat Hindu di Kabupaten Blitar menggelar Upacara Tawur Kesanga atau pawai Ogoh-ogoh di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Wlingi di Selasa (21/03/2023) tadi. Upacara Tawur Kesanga atau pawai Ogoh-ogoh ini, digelar rutin setiap tahun. Namun selama pandemi Covid-19, pawai Ogoh-ogoh tidak dilaksanakan dan baru digelar kembali tahun 2023 ini.</p>



<p>Sebelum menggelar pawai Ogoh-ogoh ini, Umat Hindu di Blitar Raya juga menggelar Upacara Melasti di Pantai Jolosutro Desa Ringinrejo Kecamatan Wates Kabupaten Blitar, pada Minggu (14/03/2023) kemarin.</p>



<p>Bupati Blitar, Rini Syarifah, dalam sambutannya mengatakan bahwa Upacara Tawur Kesanga bagi umat Hindu, tentunya sangat sakral. Seperti Upacara Melasti yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu, sebagai rangkaian kegiatan perayaan Hari Raya Nyepi yang akan jatuh pada Rabu (22/03/2023) besok.</p>



<p>“Hari Nyepi memiliki arti penting untuk merenungkan hakekat dan makna kehidupan, sarana evaluasi diri guna menciptakan kedamaian,” kata Bupati Rini Syarifah.</p>



<p>Lebih lanjut Rini Syarifah menyampaikan, bahwa Upacara Tawur Kesanga sebagai sarana untuk memahami keberadaan diri sekaligus intropeksi dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Juga, agar dapat mengenal atau memahami ajaran Tri Hita Karana hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia dan manusia dengan lingkungan.&nbsp;</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kota-malang-masuk-31-besar-program-lsdp-kemendagri-proyek-rdf-ditarget-mulai-2027">Kota Malang Masuk 31 Besar Program LSDP Kemendagri, Proyek RDF Ditarget Mulai 2027</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/polres-situbondo-ungkap-praktik-pembuatan-petasan-dan-amankan-51-kg-bubuk-mercon">Polres Situbondo Ungkap Praktik Pembuatan Petasan dan Amankan 5,1 Kg Bubuk Mercon</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/mudik-lebaran-2026-diprediksi-turun-dishub-kota-malang-siapkan-7-pos-dan-rekayasa-lalin-situasional">Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Turun, Dishub Kota Malang Siapkan 7 Pos dan Rekayasa Lalin Situasional</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ramadan-kondusif-rutan-situbondo-perketat-pengamanan-lewat-sidak-blok-hunian">Ramadan Kondusif, Rutan Situbondo Perketat Pengamanan Lewat Sidak Blok Hunian</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/evaluasi-penataan-lalin-jalan-merdeka-selatan-dishub-kota-malang-tak-tutup-permanen-saat-ramadan">Evaluasi Penataan Lalin Jalan Merdeka Selatan, Dishub Kota Malang Tak Tutup Permanen saat Ramadan</a></li>
</ul>


<p>“Upacara Tawur Kesanga juga merupakan upacara menghubungkan antara manusia dengan alam. Buta Kala diwujudkan sebagai ogoh-ogoh adalah bagian dari pada unsur alam yang negatif,” jelas Mak Rini-sapaan akrab Bupati Blitar.</p>



<p>Mak Rini menambahkan, dalam upacara Tawur Kesanga ini diharapkan sifat-sifat yang negatif tidak mengganggu. &#8220;Untuk itu, dalam kesempatan ini saya berpesan, agar kita semua mampu membangun hubungan yang harmonis. Dijauhkan dari hal-hal yang bersifat negatif, mengedepankan semangat toleransi dan kebhinekaan. Lalu, terus bergotong royong untuk membangun Kabupaten Blitar yang maju dan sejahtera bersama,” tambahnya.</p>



<p>Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Blitar ini berpesan, agar kegiatan pawai Ogoh-ogoh ini, juga sebagai sarana promosi wisata budaya di Kabupaten Blitar, yang bisa mendongkrak perekonomian warga, terutama masyarakat Wlingi. &#8220;Pawai Ogoh-ogoh ini, bisa sebagai sarana promosi wisata budaya di Kabupaten Blitar, yang diharapkan bisa mendongkrak perekonomian masyarakat,” paparnya.</p>



<p>Sementara itu, Ketua Panitia Pawai Ogoh-ogoh, Setiyoko, mengatakan bahwa pawai Ogoh-ogoh ini dilaksanakan tepat sehari sebelum puncak perayaan Hari Raya Nyepi. Adapun tujuannya adalah untuk mensucikan lingkungan dari energi negatif.</p>



<p>&#8220;Pawai Ogoh ogoh ini merupakan rangkaian dari perayaan Hari Raya Nyepi. Sebelumnya, Umat Hindu Blitar melaksanakan Melasti di Pantai Jolosutro,&#8221; kata Setiyoko. <strong>(kom/jar/sit/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">185426</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jelang Nyepi, Jalan Menuju Bromo Ditutup</title>
		<link>https://memontum.com/jelang-nyepi-jalan-menuju-bromo-ditutup</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Mar 2021 14:42:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bromo]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Wonokerto]]></category>
		<category><![CDATA[Ditutup]]></category>
		<category><![CDATA[Forkopimka]]></category>
		<category><![CDATA[gunung bromo]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Raya Nyepi]]></category>
		<category><![CDATA[Hindu]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Memontum.com]]></category>
		<category><![CDATA[Pawai Ogoh-ogoh]]></category>
		<category><![CDATA[protokol kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Suku Tengger]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=136803</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Sejumlah ruas akses jalan masuk menuju obyek wisata Gunung Bromo, bakal dilakukan penutupan pada Minggu 14 Maret 2021 hingga Senin 15 Maret. Pasalnya di waktu&#160; itu, merupakan momen Hari Raya Nyepi 1943 Saka/2021 Masehi bagi Umat Hindu Suku Tengger yang tinggal di wilayah lereng Gunung Bromo. Untuk titik akses jalan yang bakal [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Sejumlah ruas akses jalan masuk menuju obyek wisata Gunung Bromo, bakal dilakukan penutupan pada Minggu 14 Maret 2021 hingga Senin 15 Maret.</p>



<p>Pasalnya di waktu&nbsp; itu, merupakan momen Hari Raya Nyepi 1943 Saka/2021 Masehi bagi Umat Hindu Suku Tengger yang tinggal di wilayah lereng Gunung Bromo.</p>



<p>Untuk titik akses jalan yang bakal ditutup, yakni jalur dari arah Probolinggo, ditutup di Desa Wonokerto, Kecamatan Sukapura. Lalu dari arah Pasuruan, penutupan akses jalan dilakukan di Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari. Sedangkan dari arah Lumajang dan Malang, penutupan dilakukan di Jemplang.</p>



<p>Terkait penutupan akses jalan sendiri, dimulai sejak pukul 00.00 WIB, Minggu 14 Maret 2021, lalu dibuka kembali pada pukul 06.00 WIB, Senin 15 Maret 2021. Sejumlah akses jalan yang ditutup, bakal dijaga oleh Forkopimka setempat, yang melibatkan unsur TNI/Polri, kecamatan dan masyarakat adat di daerah masing-masing.</p>



<p>Sementara guna menjaga kesakralan ritual Catur Bratha penyepian, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia, Kabupaten Probolinggo, Bambang Suprapto mengatakan, bakal dijaga oleh sekitar 100 orang Jagabaya , yakni petugas keamanan adat Suku Tengger.</p>



<p>Nantinya mereka akan berjaga di desanya masing-masing, sekaligus sesekali berkeliling guna menjaga ritual Catur Bratha penyepian umat Hindu Suku Tengger agar berlangsung khidmat dan lancar.</p>



<p><strong><a href="https://memontum.com/136658-khawatir-banjir-susulan-puluhan-warga-di-dua-desa-probolinggo-pilih-bertahan-di-pengungsian#ixzz6p0FEELfL" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Baca Juga : Khawatir Banjir Susulan, Puluhan Warga di Dua Desa Probolinggo Pilih Bertahan di Pengungsian</a></strong></p>



<p>“Untuk mereka yang berjaga, tentunya tetap menjalankan protokol kesehatan, karena saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19,”ujar Bambang, Sabtu (13/03).</p>



<p>Bambang juga menyampaikan, semenjak dua tahun terakhir dampak pandemi Covid-19, serangkaian ritual upacara penyepian umat Hindu Suku Tengger di Bromo, tak semeriah dibanding tahun-tahun sebelumnya atau sebelum adanya pandemi Covid-19.</p>



<p>Itu karena, kegiatan seperti Tawur Agung Kesanga, yang biasanya dimeriahkan pawai ogoh-ogoh, tak bisa digelar secara ramai seperti sebelum adanya pandemi. Salah satu alasannya, yakni mencegah terjadinya kerumunan.</p>



<p>“Kalo dulu itu ramainya, biasanya pas pawai ogoh-ogoh dijadikan satu di daerah Sumber, yakni di Jurang Kendil. Tapi kalo sekarang, meski ada ya, paling di desanya sendiri-sendiri. Selama upacara nyepi ini, serangkaian ritualnya tetap dilakukan tapi jumlah umatnya dikurangi,&#8221; imbuhnya</p>



<p>Meski demikian, Bambang menyebut, kondisi tersebut tak mengurangi kesakralan dan kehidmatan umat hindu Suku Tengger, dalam melangsungkan serangkaian upacara ritual penyepian.</p>



<p>“Harapan kami dimomen nyepi kali ini, semoga pandemi Covid-19 segera berakhir. Agar masyarakat di seluruh dunia, bisa hidup secara normal seperti sebelumnya,” harap Bambang.</p>



<p>Sekadar informasi, serangkaian upacara ritual penyepian sendiri meliputi Melasti yang digelar di Goa Widodaren, Tawur Agung Kesanga di Jurang Kendil, Catur Bratha Peyepian di rumah masing-masing dan Ngembak Geni di pura desa. <strong>(geo/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">136803</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lamongan Covid-19: Bakesbangpol Tunda Pawai Ogoh-ogoh Desa Balun</title>
		<link>https://memontum.com/lamongan-covid-19-bakesbangpol-tunda-pawai-ogoh-ogoh-desa-balun</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Mar 2020 10:20:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[Bakesbangpol Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Pawai Ogoh-ogoh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=109599</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Pelaksanaan pawai ogoh-ogoh yang biasanya berlangsung jelang hari raya Nyepi bagi umat Hindu, di Lamongan untuk tahun ini bakal ditiadakan. Kendati, menjadi bagian dari upaya mencegah penyebaran virus corona atau COVID-19. Hal itu ditegaskan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Lamongan, Bambang Hadjar Purwono kepada awak media. Selasa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Pelaksanaan pawai ogoh-ogoh yang biasanya berlangsung jelang hari raya Nyepi bagi umat Hindu, di Lamongan untuk tahun ini bakal ditiadakan. Kendati, menjadi bagian dari upaya mencegah penyebaran virus corona atau COVID-19.</p>
<p>Hal itu ditegaskan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Lamongan, Bambang Hadjar Purwono kepada awak media. Selasa (24/3/2020). Ia mengungkapkan, kepastian mentiadakan acara pawai ogoh-ogoh di Desa Balun Kecamatan Turi, Lamongan tahun ini berdasarkan hasil kesepakatan bersama dengan sejumlah pihak dan tokoh agama Hindu Desa Balun.</p>
<p>Tak hanya itu, menurut Bambang Hadjar, langkah tersebut diambil berdasarkan adanya himbauan berkaitan dengan situasi mewabahnya Virus Corona atau COVID-19 di indonesia. Sehingga, kegiatan yang biasa menghadirkan dengan massa berjumlah besar dihimbau tidak dilaksanakan.</p>
<p>“Semua sudah disepakati bersama, untuk acara yang sifatnya mengundang banyak massa seperti pawai ogoh-ogoh untuk tahun ini disepakati ditiadakan, namun untuk ritual acara inti tetap dilaksanakan,” kata Bambang Hadjar menegaskan.</p>
<p>Sementara itu, Adi Wiyono tokoh Agama Hindu Desa Balun menyatakan, imbas ditiadakan acara pawai ogoh-ogoh praktis perayaan ritual jelang hari raya Nyepi tahun ini bakal tidak semeriah tahun sebelumnya. Namun langkah ini diambil menurutnya demi kepentingan bersama sebagai mengantisipasi penyebaran Virus Corona atau COVID-19 di masyarakat.</p>
<p>“Memang hingga saat ini situasi dan kondisi tidak memungkinkan untuk tetap diadakan, jadi mau gimana lagi, kami harus taat dan patuh terhadap himbauan dari pemerintah,” ujarnya.</p>
<p>Namun, Adi Wiyono memastikan untuk prosesi pelaksanaan ritual hari raya Nyepi di Pura Sweta Maha Suci yang ada di Desa Balun tetap dilaksanakan.</p>
<p>“Kami memastikan tetap dilaksanakan, Karena itu merupakan prosesi utama dalam perayaan hari raya Nyepi. Sehingga bagi kami tetap mengusulkan untuk dilaksanakan sesuai ritual di Pura Sweta Maha Suci,” tandasnya. <strong>(Fjr/zen/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">109599</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
