<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>pemakaian &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pemakaian/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 28 Jul 2024 08:15:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>pemakaian &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Kurangi Pemakaian Gadget, Pemkab Banyuwangi Gelar Festival Memengan Tradisional</title>
		<link>https://memontum.com/kurangi-pemakaian-gadget-pemkab-banyuwangi-gelar-festival-memengan-tradisional</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Jul 2024 11:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[gadget]]></category>
		<category><![CDATA[kurangi]]></category>
		<category><![CDATA[memengan]]></category>
		<category><![CDATA[pemakaian]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[tradisional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=212344</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Mengusung tema &#8216;Tinggalen Gadget Iro, Ayo Memengan Nang Njobo (Tinggalkan Gadgetmu, Ayo Main di Luar)&#8217;, Pemkab Banyuwangi terus berupaya mengurangi pemakaian gadget pada anak dengan menggelar Festival Memengan (permainan, red) Tradisional, di Lapangan Lugjak, Rogojampi, Sabtu (27/07/2024) tadi. Dalam kesempatan itu, ratusan anak-anak yang terlibat nampak terlihat ceria saat memainkan berbagai permainan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Mengusung tema &#8216;Tinggalen Gadget Iro, Ayo Memengan Nang Njobo (Tinggalkan Gadgetmu, Ayo Main di Luar)&#8217;, Pemkab Banyuwangi terus berupaya mengurangi pemakaian gadget pada anak dengan menggelar Festival Memengan (permainan, red) Tradisional, di Lapangan Lugjak, Rogojampi, Sabtu (27/07/2024) tadi.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, ratusan anak-anak yang terlibat nampak terlihat ceria saat memainkan berbagai permainan tradisional seperti egrang bambu, terompah, egrang batok, gobak sodor, dan lainnya. Termasuk, sejumlah orang tua juga tidak kalah antusias, dalam memberikan semangat dan arahan di euforia permainan.</p>



<p>&#8220;Seru banget! Aku baru pertama kali main Egrang Bambu. Susah tapi asyik,&#8221; kata siswi SDN 1 Lemahbangdewo, Rani (10) dengan napas tersengal-sengal.</p>



<p>Kemeriahan acara semakin terasa, dengan adanya defile yang menampilkan aksi permainan tradisional lain. Seperti Bedhil-Bedhilan, Kucing Tikus, Barong, Balap Karung, Hoola Hoop, Terompet, Jaranan, Pesawat Kertas, Pal-palan dan masih banyak lagi.</p>



<p>Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan bahwa festival ini rutin digelar sebagai upaya mengajak anak-anak untuk memilih permainan tradisional yang banyak gerak, dibanding gadget. Mereka dikenalkan aneka permainan tradisional dengan harapan agar anak-anak tidak hanya terpaku pada gadget dan lebih banyak interaksi dengan sesama.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Yang tidak kalah penting, permainan tradisional juga sebagai upaya untuk mengurangi pengaruh gadget. Permainan tradisional memiliki nilai-nilai positif mengajak anak-anak saling bekerjasama, meningkatkan empati, menghormati aturan main dan bisa menghadapi tantangan,&#8221; jelas Bupati Ipuk.</p>



<p>Dirinya juga menekankan pentingnya melestarikan dan menghidupkan kembali permainan tradisional, yang mungkin sudah mulai dilupakan oleh generasi saat ini. &#8220;Ini adalah warisan budaya. Bukan hanya soal permainan, tetapi juga tentang menjaga keakraban, sportivitas dan kreativitas,&#8221; terangnya.</p>



<p>Pada kesempatan itu, Bupati Ipuk juga mengingatkan kepada para orang tua untuk bersama-sama melindungi anak-anak dari bullying. &#8220;Kebijakan dan regulasi kami optimalkan penuh untuk melindungi anak. Mari kita samakan tekad, bergandengan tangan bersama lindungi anak-anak kita,&#8221; paparnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Suratno, menambahkan bahwa festival yang digelar ini dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional. Karenanya, salah satu upaya yang dilakukan yaitu dengan mendukung gerakan sekolah sehat dengan mengurangi permainan anak berbasis gawai dan lebih ke permainan fisik.</p>



<p>&#8220;Melalui permainan tradisional, anak-anak diajak untuk aktif bergerak, bersosialisasi dan mengeksplorasi dunia luar dengan cara yang menyenangkan,&#8221; tambah Suratno. <strong>(kom/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">212344</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringati HAB, KPRI Kemenag Pamekasan Keluarkan Maklumat Pemakaian Kaos Olah Raga</title>
		<link>https://memontum.com/peringati-hab-kpri-kemenag-pamekasan-keluarkan-maklumat-pemakaian-kaos-olah-raga</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jan 2024 11:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Pamekasan]]></category>
		<category><![CDATA[keluarkan]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenag]]></category>
		<category><![CDATA[maklumat]]></category>
		<category><![CDATA[pemakaian]]></category>
		<category><![CDATA[peringati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=204039</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pamekasan &#8211; Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Kementrian Agama (Kemenag) Pamekasan, diinformasikan mengeluarkan maklumat terkait pembelian seragam olah raga untuk peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-78. Maklumat tersebut, diinformasikan dikeluarkan KPRI Kemenag Pamekasan tertanggal 25 November 2023, dengan harga bervariasi untuk kaos lengan pendek, panjang hingga celana training. Salah satu Petugas KUA Palengaan, Haidar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Pamekasan</strong> &#8211; Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Kementrian Agama (Kemenag) Pamekasan, diinformasikan mengeluarkan maklumat terkait pembelian seragam olah raga untuk peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-78. Maklumat tersebut, diinformasikan dikeluarkan KPRI Kemenag Pamekasan tertanggal 25 November 2023, dengan harga bervariasi untuk kaos lengan pendek, panjang hingga celana training.</p>



<p>Salah satu Petugas KUA Palengaan, Haidar Dardiri, menyampaikan bahwa seragam kaos yang dipakainya memang dibeli dari KPRI. Sebab, oleh panitia pelaksana, para peserta apel peringatan HAB dan JJS diwajibkan pakai seragam kaos tersebut</p>



<p>”Iya beli, saya membelinya untuk yang kaos panjang itu harganya Rp 110 ribu. Diwajibkan bagi yang ikut Apel HAB dan JJS. Untuk pembelian satu seragam itu, mendapat tiga kupon JJS,” terangnya, seusai mengikuti apel, Rabu (03/01/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Ketua KPRI Ikhlas Kemenag Pamekasan, Ilyasak, mengakui bahwa koperasinya memang mengeluarkan maklumat tersebut. Namun untuk jumlah seragam yang sudah terjual, dirinya kurang mengetahui jumlahnya.</p>



<p>&#8220;Sebagai koperasi, kan hanya menjual. Tidak ada paksaan untuk yang mau membelinya,” jelasnya.</p>



<p>Di saat yang sama, Kepala Kemenag Pamekasan, Mawardi, mengatakan maklumat itu benar adanya. Namun, tidak ada kewajiban untuk membelinya.</p>



<p>&#8220;Tidak diwajibkan. Kalau diwajibkan, maka ada 12 ribu pegawai. Tadi, malah ada yang memakai kaos lama dan ada yang pakai darmawanita juga. Intinya pakai kaos dan edarannya ada. Tidak ada aturan soal pembelian,&#8221; paparnya.</p>



<p>Mawardi menjelaskan, edaran memakai kaos tersebut berlaku di kabupaten dan kota seluruh Indonesia. &#8220;Kenapa pakai kaos saat apel, ada edaran juga bahwa apel pada HAB Kemenag hari ini memakai kaos yang ada di kabupaten dan kota di seluruh Indonesia hingga akhirnya kita pakai ini,&#8221; jelasnya. <strong>(azm/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">204039</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pacu Produktivitas UMKM, Wali Kota Malang Dorong Pemakaian Produk Dalam Negeri</title>
		<link>https://memontum.com/pacu-produktivitas-umkm-wali-kota-malang-dorong-pemakaian-produk-dalam-negeri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Aug 2023 13:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Negeri]]></category>
		<category><![CDATA[pemakaian]]></category>
		<category><![CDATA[produk]]></category>
		<category><![CDATA[produktivitas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=194900</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Sutiaji, menghadiri kegiatan Temu Bisnis Tahap VI Indonesia Catalogue Expo and Forum (ICEF) dengan bertemakan merdeka belanja produk dalam negeri untuk mewujudkan kemandirian bangsa, di Jakarta Internasional Expo, Kamis (03/08/2023) tadi. Selain mengikuti forum diskusi, orang nomor satu di lingkungan Pemkot Malang, itu juga mempelajari strategi pemasaran dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Sutiaji, menghadiri kegiatan Temu Bisnis Tahap VI Indonesia Catalogue Expo and Forum (ICEF) dengan bertemakan merdeka belanja produk dalam negeri untuk mewujudkan kemandirian bangsa, di Jakarta Internasional Expo, Kamis (03/08/2023) tadi. Selain mengikuti forum diskusi, orang nomor satu di lingkungan Pemkot Malang, itu juga mempelajari strategi pemasaran dan perkembangan produk dalam negeri atau UMKM dari daerah lain.</p>



<p>Pihaknya menilai, bahwa salah satu sumber perekonomian daerah yang dapat terus di maksimalkan adalah peningkatan produktivitas UMKM yang unggul dan berdaya saing. Untuk itu perlu keterlibatan daerah dalam mengembangkan produk UMKM</p>



<p>&#8220;Acara ini punya momentum yang bagus, kita ini kan belajar jadi perlu bagi saya untuk terus menambah literasi. Kuatnya perekonomian nasional kan juga karena kuatnya perekonomian di tingkat daerah, maka kita harus jeli mana yang harus dikuatkan. Saya kira potensi UMKM kita luar biasa, makanya saya ingin terus pacu dan tingkatkan,” ujar Wali Kota Sutiaji, seusai mengikuti acara tersebut.</p>



<p>Dikatakan Sutiaji, bahwa penggunaan produk dalam negeri merupakan kebijakan pemerintah pusat, sehingga harus dapat diimplementasikan di daerah. Menurutnya, langkah awal yang perlu dilakukan adalah memberi contoh dan yang kedua adalah menarik minat masyarakat sehingga percaya dengan kualitas produk dalam negeri.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tersangka-pembunuhan-gadis-open-bo-dilimpahkan-ke-kejaksaan">Tersangka Pembunuhan Gadis Open BO Dilimpahkan ke Kejaksaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jelang-lebaran-dishub-kota-malang-petakan-titik-rawan-macet-di-pusat-perbelanjaan">Jelang Lebaran, Dishub Kota Malang Petakan Titik Rawan Macet di Pusat Perbelanjaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wujudkan-kota-atraktif-dprd-trenggalek-sebut-pembangunan-harus-libatkan-semua-elemen">Wujudkan Kota Atraktif, DPRD Trenggalek sebut Pembangunan Harus Libatkan Semua Elemen</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkab-malang-salurkan-bantuan-untuk-warga-terdampak-angin-kencang-di-gunungsari-tajinan">Pemkab Malang Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Angin Kencang di Gunungsari Tajinan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/nilai-investasi-capai-rp-250-miliar-pemkot-malang-kaji-proyek-kabel-bawah-tanah">Nilai Investasi Capai Rp 250 Miliar, Pemkot Malang Kaji Proyek Kabel Bawah Tanah</a></li>
</ul>


<p>&#8220;Kita perlu mensukseskan apa yang jadi kebijakan pemerintah pusat terkait belanja produk dalam negeri, intinya daerah harus mendukung dan terimplementasi dengan baik. Tentu sebelum bicara kebijakan, perlu ada contoh, ini saya pakai batik, celana dan sepatu lokal, untuk itu saya mengajak Ayo Gunakan Produk Dalam Negeri. Kedua, mindset masyarakat harus dirubah, saya kira kualitas produk dalam negeri bisa bersaing dengan produk luar negeri, maka disini perlu banyak penguatan, dari sisi kebijakan maka perlu kolaborasi, sosialisasi dan publikasi kepada masyarakat, dari sisi pelaku usaha maka perlu menguatkan strategi pemasaran dan branding-nya,” jelasnya.</p>



<p>Kemudian, ditambahkan jika UMKM tersebut bisa berkembang apabila katalog lokal dan Jatim Bejo dapat terus dimaksimalkan. Terlebih, potensi katalog lokal dan Jatim Bejo dalam mewadahi UMKM sampai saat ini terbukti efektif dan tingkat transaksi Jatim Bejo Kota Malang merupakan yang tertinggi di Jawa Timur.</p>



<p>“Ada katalog lokal, ada Jatim Bejo, dan semuanya positif untuk UMKM, bahkan di Jatim Bejo transaksi kita tertinggi, hanya kekurangannya belum merata masih dominan usaha makanan (catering), makanya perlu kita dalami terus agar kedepan pertumbuhan UMKM di semua sektor harus merata sehingga perlu kebijakan yang tepat,” lanjutnya.</p>



<p>Lebih lanjut, pihaknya menilai bahwa Kota Malang mempunyai potensi luar biasa yang saling mempengaruhi satu sama lain. Pihaknya mencontohkan, seperti pada gelaran even Malang Flower Carnival (MFC) beberapa waktu lalu, selain mendongkrak sektor pariwisata lewat even-even kreatif, didalamnya juga ada produk-produk hasil UMKM lokal yang bisa ditampilkan.</p>



<p>“Kota malang ini punya potensi luar biasa, MFC kemarin bisa jadi contoh, pengenalan sektor pariwisata tapi juga UMKM nya, dari apa yang dipakai kan merupakan produk UMKM lokal kita. Harapannya tentu sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui, artinya satu even bisa mengangkat banyak sektor,” imbuh Sutiaji.<strong> (hms/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">194900</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
