<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Pemancing &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pemancing/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 18 Mar 2025 07:14:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Pemancing &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Tiga Hari Dilakukan Pencarian, Tubuh Pemancing di Pantai Sukamade Banyuwangi Ditemukan Tewas</title>
		<link>https://memontum.com/tiga-hari-dilakukan-pencarian-tubuh-pemancing-di-pantai-sukamade-banyuwangi-ditemukan-tewas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Mar 2025 05:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[dilakukan]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai]]></category>
		<category><![CDATA[Pemancing]]></category>
		<category><![CDATA[pencarian]]></category>
		<category><![CDATA[sukamade]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220360</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Setelah tiga hari dilakukan pencarian, jenazah seorang pemancing yaitu Iwan Krisdianto (34), warga Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi, akhirnya ditemukan di area Pantai Sukamade, Selasa (18/03/2025) tadi. Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit, mengatakan bahwa begitu mendapatkan informasi dari nelayan yang melihat ada jenazah yang mengapung, satu SRU dikerahkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Setelah tiga hari dilakukan pencarian, jenazah seorang pemancing yaitu Iwan Krisdianto (34), warga Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi, akhirnya ditemukan di area Pantai Sukamade, Selasa (18/03/2025) tadi.</p>



<p>Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit, mengatakan bahwa begitu mendapatkan informasi dari nelayan yang melihat ada jenazah yang mengapung, satu SRU dikerahkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi. &#8220;Proses evakuasi jenazah korban yang dilakukan Tim SAR gabungan berjalan dengan lancar. Selanjutnya, jenazah korban dibawa ke Puskesmas Pesanggaran guna mendapatkan penanganan lebih lanjut dari petugas yang berwenang,&#8221; katanya.</p>



<p>Sebelumnya dalam upaya pencarian korban, lanjut Nanang, sebanyak dua SRU air telah dikerahkan untuk melakukan pencarian di perairan Pantai Sukamade, dengan menggunakan perahu karet dan perahu nelayan. &#8220;Kedua SRU air ini melakukan pencarian di dua area yang berbeda. SRU air pertama melakukan pencarian di area seluas 2,78 mil laut. SRU air kedua melakukan pencarian di area seluas 2,75 mil laut. Pada saat yang bersamaan, beberapa orang personel Tim SAR gabungan melakukan penyisiran di sepanjang pesisir Pantai Sukamade, dengan menempuh jarak sekitar 2,8 km,&#8221; jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Disela penyisiran darat ini, mereka juga menyebarluaskan informasi tentang kejadian hilangnya korban kepada nelayan sekitar. Hal ini, bertujuan agar jika ada yang melihat korban, maka diharapkan untuk melaporkannya kepada tim SAR gabungan.</p>



<p>Proses pencarian hingga evakuasi korban ini, berhasil berkat kerja sama yang baik antara sejumlah pihak. Diantaranya, Tim Pos SAR Banyuwangi, Satpolairud Pancer, Pos TNI AL Pancer, BPBD Kabupaten Banyuwangi, Polsek Pesanggaran, Koramil Pesanggaran, Destana Sarongan, Agen Informasi Bencana, nelayan sekitar dan potensi SAR lainnya.</p>



<p>Diketahui, bahwa kejadian yang dialami korban ini berawal saat korban bersama empat orang temannya memancing di perairan laut sekitar Pulau Kembar Sukamade, pada Sabtu (15/03/2025). Sekitar pukul 22.30, korban terjatuh ke laut akibat tersapu ombak. Mengetahui kejadian ini, teman-teman korban sempat berupaya menolong dengan melemparkan alat apung. Namun karena korban tidak dapat menjangkau alat apung itu, korbanpun akhirnya tenggelam. <strong>(hms/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220360</post-id>	</item>
		<item>
		<title>320 Pemancing Nasional hingga Mancanegara Meriahkan Banyuwangi Fishing Festival 2024</title>
		<link>https://memontum.com/320-pemancing-nasional-hingga-mancanegara-meriahkan-banyuwangi-fishing-festival-2024</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 May 2024 07:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[fishing]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[Mancanegara]]></category>
		<category><![CDATA[meriahkan]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Pemancing]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=209325</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Banyuwangi Fishing Festival 2024, yang digelar di Pantai Bimorejo, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, berlangsung meriah, Minggu (12/05/2024) tadi. Bahkan, pemancing profesional, Cepy Yanwar atau yang lebih dikenal dengan sebutan Cepy Mancing Mania, ikut meramaikan kompetisi memancing ini. Fishing Festival 2024 sendiri, diikuti 320 pemancing dari berbagai wilayah di Indonesia dan mancanegara. Para [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Banyuwangi Fishing Festival 2024, yang digelar di Pantai Bimorejo, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, berlangsung meriah, Minggu (12/05/2024) tadi. Bahkan, pemancing profesional, Cepy Yanwar atau yang lebih dikenal dengan sebutan Cepy Mancing Mania, ikut meramaikan kompetisi memancing ini.</p>



<p>Fishing Festival 2024 sendiri, diikuti 320 pemancing dari berbagai wilayah di Indonesia dan mancanegara. Para peserta datang dari Lombok, Kutai Kartanegara, Cirebon, Surabaya, Bali, Kudus, Solo, Jogjakarta, Pasuruan, Jember, Probolinggo hingga Vietnam.</p>



<p>Dalam gelaran itu, ratusan pemancing atau peserta diberi waktu selama 8 jam, untuk melakukan aksinya. Secara keseluruhan, peserta terbagi dalam 80 tim dan para peserta berlomba memancing ikan mulai pukul 06.00 sampai pukul 14.00. Peserta yang memperoleh tangkapan dengan bobot terberat, akan menjadi juara.</p>



<p>Cepy yang juga host acara Mancing Mania Strike Back di salah satu stasiun televisi, mengaku selalu kangen memancing di Banyuwangi. “Untuk wilayah Jawa, saya lebih senang memancing di Banyuwangi. Di sini surganya mancing mania,” ujarnya.</p>



<p>Menurut Cepy, Pantai Bimorejo menawarkan sensasi memancing yang luar biasa. Selain pemandangan yang indah, pantai ini juga memiliki fishing ground (spot memancing) yang bagus. “Spotnya tidak terlalu dalam, tapi potensi ikannya variatif. Lengkap, mulai ikan karang, ikan plagis (permukaan) ada semua,” ujarnya.</p>



<p>Selain Pantai Bimorejo, Cepy sebelumnya sudah beberapa kali memancing di perairan Banyuwangi. “Mancing di Banyuwangi banyak alternatif spot-nya. Para angler bisa punya banyak pilihan. Kalau mancing di pantai Pancer pas ikannya kosong, kita bisa pindah ke Pantai Muncar atau pantai yang lain,” urainya.</p>



<p>Sementara itu, Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyampaikan ada banyak titik fishing ground di kawasan Banyuwangi. Banyuwangi memiliki garis pantai sepanjang 175 km dengan potensi perikanan tangkap dan wisata bahari.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Ajang ini merupakan salah satu cara untuk memperkenalkan potensi perikanan Banyuwangi,&#8221; kata Bupati Ipuk.</p>



<p>Dalam gelaran yang memasuki tahun ke lima ini, Fishing Festival digelar di wilayah pantai utara Banyuwangi. Hal ini dimaksudkan, untuk mengeksplorasi spot mancing di wilayah utara pantai Banyuwangi yang kaya dengan berbagai jenis ikan.</p>



<p>Bupati Ipuk sendiri dalam kesempatan itu juga mengajak para nelayan dan warga pesisir Pantai Bimorejo, untuk menjaga kelestarian lingkungan laut. Sedangkan Pemkab, akan terus berupaya memperbaiki infrastruktur di kawasan pesisir untuk memperlancar lalu lintas logistik di kawasan pesisir.</p>



<p>Termasuk, Pemkab juga akan terus menggeber berbagai program peningkatan kapasitas keluarga nelayan. Misalnya, pelatihan diversifikasi pangan bagi istri nelayan. Mereka juga difasilitasi pengurusan izin usaha dan sertifikat halal, hingga dilatih pemasaran dan manajemen keuangannya.</p>



<p>Fishing Festival 2024 ini dimenangkan oleh Tim Gajah Suro dari Solo yang berhasil mendapatkan ikan Tengiri seberat 8,4 kg.</p>



<p>&#8220;Ini termasuk yang paling bagus spotnya. Ombaknya tidak terlalu besar, jaraknya juga tidak terlalu jauh tapi ikannya banyak,&#8221; ujar Ketua Tim Gajah Suro, Aries Windarto.</p>



<p>Dalam gelaran itu, posisi kedua diraih tim dari Kudus dengan tangkapan ikan Amber Jack berbobot 5,2 kg. Di posisi ketiga, ada tim tuan rumah Banyuwangi yang berhasil mendapatkan ikan Amber Jack seberat 4,4 kg. Dalam kesempatan itu, juga dilakukan peluncuran Topi Sampadan, yakni topi memancing yang dimodifikasi menyerupai bentuk udeng (topi khas masyarakat Banyuwangi). <strong>(kom/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">209325</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Satu Meregang Nyawa dan Dua Selamat saat Perahu Pemancing di Situbondo Diterjang Gelombang</title>
		<link>https://memontum.com/satu-meregang-nyawa-dan-dua-selamat-saat-perahu-pemancing-di-situbondo-diterjang-gelombang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Jun 2022 13:54:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Diterjang Gelombang Tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Meregang Nyawa]]></category>
		<category><![CDATA[Pemancing]]></category>
		<category><![CDATA[perahu]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=170496</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Pemancing bernama Wahyu (32) warga Desa Perante, Kecamatan Asembagus, Situbondo, Kamis (09/06/2022) tadi, meregang nyawa setelah perahu yang dinaikinya diterjang gelombang laut. Sementara dua rekannya, Dani (34) dan Hendrik Yulianto, berhasil selamat, dengan memegang styrofoam atau tempat ikan yang digunakannya sebagai pelampung saat perahunya tenggelam. Insiden tenggelamnya perahu pemancing itu, terjadi sekitar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Pemancing bernama Wahyu (32) warga Desa Perante, Kecamatan Asembagus, Situbondo, Kamis (09/06/2022) tadi, meregang nyawa setelah perahu yang dinaikinya diterjang gelombang laut. Sementara dua rekannya, Dani (34) dan Hendrik Yulianto, berhasil selamat, dengan memegang styrofoam atau tempat ikan yang digunakannya sebagai pelampung saat perahunya tenggelam.</p>



<p>Insiden tenggelamnya perahu pemancing itu, terjadi sekitar pukul 06.00, saat ketiga warga itu menaiki perahu untuk memancing ikan di laut. Namun saat sedang asyik memancing, tiba tiba perahu yang dinaikinya oleng setelah diterjang gelombang besar.</p>



<p>Akibat hilang keseimbangan, perahu fiber langsung terbalik dan tenggelam ke dasar laut. Beruntung, selang beberapa menit kedua korban berhasil diselamatkan pemancing yang tengah melintas tak jauh dari lokasi kejadian. Selanjutnya, kedua korban langsung dievakusi ke atas perahu.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-malang-rencanakan-bangun-skywalk-di-dua-lokasi-dari-dana-bank-dunia">Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/objek-wisata-banyuwangi-2026-perkuat-seni-dan-budaya-masyarakat">Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/cara-unik-umkm-malang-kenalkan-gamis-bordir-gandeng-petugas-kebersihan-jadi-model-ramadan">Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kecamatan-lumbang-dan-potensi-produksi-madu-yang-dihasilkan">Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-pewarna-makanan-berlebih-wali-kota-malang-siapkan-tes-sampel-di-pasar-takjil">Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil</a></li>
</ul>


<p>Salah seorang pemancing yang menyelematkan korban berusaha berenang untuk mencari keberadaan Wahyu. &#8220;Korban berhasil ditemukan sudah dalam kondisi memgambang, jaraknya sekitar 50 meter dari lokasi dua rekannya yang berhasil diselamatkan pemancing itu,&#8221; ujar Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo, Puriyono.</p>



<p>Berdasarkan keterangan korban selamat, kejadian itu bermula saat mereka duduk di bagian kanan perahu hingga kondisi perahunya miring karena bebannya tidak imbang. &#8220;Jadi saat diterjang gelombang, perahunya yang miring langsung terbalik,&#8221; kata Puriyono</p>



<p>Selanjutnya, para korban dievakuasi ke pinggir pantai dan dibawa ke Puskesmas untuk mendapatkan pertolongan medis. &#8220;Dari tiga pemancing itu, satu orang meninggal dan dua selamat,&#8221; ujarnya. <strong>(her/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">170496</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Terseret Arus, Pemancing Situbondo Ditemukan Tak Bernyawa di Pantai Ketapang Indah</title>
		<link>https://memontum.com/terseret-arus-pemancing-situbondo-ditemukan-tak-bernyawa-di-pantai-ketapang-indah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Apr 2022 13:33:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan Tak Bernyawa]]></category>
		<category><![CDATA[Pemancing]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[terseret arus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=166835</guid>

					<description><![CDATA[Situbondo memontum &#8211; Seorang pemancing bernama Eko Yulianton (31) warga Kampung Tengah RT001/ RW004, Desa Asembagus, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, Jumat (01/04/2022), hanyut di Pantai Ketapang Indah, Dusun Cotek, Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo. Saat ditemukan, Eko sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Kejadian itu, selanjutnya dilaporkan ke Polsek Banyuputih. Petugas kemudian bersama warga melakukan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Situbondo memontum</strong> &#8211; Seorang pemancing bernama Eko Yulianton (31) warga Kampung Tengah RT001/ RW004, Desa Asembagus, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, Jumat (01/04/2022), hanyut di Pantai Ketapang Indah, Dusun Cotek, Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo.</p>



<p>Saat ditemukan, Eko sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Kejadian itu, selanjutnya dilaporkan ke Polsek Banyuputih. Petugas kemudian bersama warga melakukan evakuasi dan membawa jenazah korban di pinggir pantai.</p>



<p>Informasi Memontum.com, bahwa sebelum kejadian, Eko Yulianton memancing di Pantai Ketapang Indah. Berdasarkan keterangan warga setempat, korban Eko jalan kaki menuju laut untuk memancing ikan sekira jarak 25 meter dari bibir pantai. Sesampainya di tengah pantai, tiba-tiba warga melihat korban Eko meminta tolong.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-malang-rencanakan-bangun-skywalk-di-dua-lokasi-dari-dana-bank-dunia">Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/objek-wisata-banyuwangi-2026-perkuat-seni-dan-budaya-masyarakat">Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/cara-unik-umkm-malang-kenalkan-gamis-bordir-gandeng-petugas-kebersihan-jadi-model-ramadan">Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kecamatan-lumbang-dan-potensi-produksi-madu-yang-dihasilkan">Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-pewarna-makanan-berlebih-wali-kota-malang-siapkan-tes-sampel-di-pasar-takjil">Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil</a></li>
</ul>


<p>&#8220;Selanjutnya warga bergegas hendak menolong korban. Namun berhubung kondisi arus Pantai Ketapang Indah cukup deras, tubuh korban pun terseret. Warga belum sempat sampai titik lokasi, korban mengambang dan sudah tidak bernyawa,” jelas Kapolsek Banyuputih, AKP Heru.</p>



<p>Jenazah Eko, tambahnya, kemudian di evakuasi ke pinggir pantai. “Menurut keterangan warga setempat, korban melewati palung laut dan kesulitan untuk berenang sehingga tenggelam. Kemudian warga mengevakuasi korban kepinggir pantai. Jenasah korban di bawa kerumah duka untuk dimakamkan,” ujar Kapolsek Banyuputih. <strong>(her/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">166835</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kodim Probolinggo Bersama Yayasan Peduli Bangsa Yukata Bhakti Sosial pada Warga Terdampak Banjir</title>
		<link>https://memontum.com/kodim-probolinggo-bersama-yayasan-peduli-bangsa-yukata-bhakti-sosial-pada-warga-terdampak-banjir</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2021 08:51:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Anak Yatim]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[bhakti sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Dampak Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Pemancing]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[protokol kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[UPT PPP Mayangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=136307</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Beberapa hari kebelakang ini intensitas hujan di wilayah Jawa Timur tepatnya wilayah Probolinggo Raya dan Lumajang tinggi dan durasi hujannya cukup lama. Pembuangan air atau saluran drainase yang ada tidak mampu menahan debit air sehingga mengakibatkan banjir ke pemukiman warga. Panti Asuhan Al-Umah yang mengasuh sekitar 45 anak yatim berada dibawah binaan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Beberapa hari kebelakang ini intensitas hujan di wilayah Jawa Timur tepatnya wilayah Probolinggo Raya dan Lumajang tinggi dan durasi hujannya cukup lama. Pembuangan air atau saluran drainase yang ada tidak mampu menahan debit air sehingga mengakibatkan banjir ke pemukiman warga.</p>



<p>Panti Asuhan Al-Umah yang mengasuh sekitar 45 anak yatim berada dibawah binaan Koramil 0820/02 Wonoasih Jalan&nbsp; Prof. Dr. Hamka, Kelurahan Kareng Lor, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo merupakan salah satu panti asuhan yang terkena dampak banjir.</p>



<p>Berdasarkan laporan Babinsa Koramil 0820/02 Wonoasih yang dilaporkan ke satuan atasnya yaitu Kodim 0820/Probolinggo, dengan cepat mengambil tindakan atau langkah-langkah koordinasi dengan pihak-pihak terkait yaitu Yayasan Yukata Peduli Bangsa yang kemudian mengadakan Bhakti Sosial dengan pemberian santunan di Panti Asuhan Al-Umah Kelurahan Kareng Lor, Kecamatan Kedupok, Kota Probolinggo, Senin (08/03).</p>



<p>Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Tamu Asing atau Pembina Yayasan, Mr. Kenichi Morita, Pabung 0820, Mayor Inf Puguh Jatmiko, mewakili Dandim 0820, Danramil 0820/02 Wonoasih, Kapten Inf Abu Kuswari, Kapolsek Wonoasih, Kompol H. Kuzaini, Camat Kedopok, Imam Cahyadi S.Sos, M.Si, Lurah Kareng Lor, Ali Mutadho dan Pengasuh Panti Asuhan Al-Umah beserta anak anak yatim dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.</p>



<p><strong><a href="https://memontum.com/136246-petugas-patroli-jalan-kaki-upt-ppp-mayangan-gelar-peneguran-kepada-pemancing-nekat#ixzz6oVaYFwSJ" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Baca Juga : Petugas Patroli Jalan Kaki UPT PPP Mayangan Gelar Peneguran Kepada Pemancing Nekat</a></strong></p>



<p>Pada sambutannya Ketua yayasan peduli bangsa Yukata menyampaikan apresiasi kepada Kodim 0820/Probolinggo yang telah berkoordinasi dengan cepat untuk membantu warganya. Ketua yayasan juga menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk rasa persaudaraan kepedulian untuk saling membantu meringankan beban warga yang tertimpa musibah banjir khususnya Panti Asuhan Al Umah ini.</p>



<p>Pada kesempatan yang sama Pabung Kodim 0820/Probolinggo, Mayor Inf Puguh Jatmiko yang mewakili Komandan Kodim 0820 /Probolinggo menyampaikan permintaan maaf dari Komandan Kodim 0820 /Probolinggo, Letkol Inf Imam Wibowo, yang tidak bisa hadir dalam kegiatan tersebut dikarenakan ada kegiatan di Kodam V Brawijaya dan mengucapkan banyak banyak terima kasih kepada Ketua yayasan Yukata beserta rombongan yang telah membantu meringankan beban anak anak yang ada di Panti Al Umah ini.</p>



<p>Mayor Inf Puguh menambahkan, bahwa Kami Kodim 0820 /Probolinggo, “Apabila ada kejadian yang terjadi pada warga masyarakat Probolinggo baik siang, malam maupun pagi akan direspon secepatnya agar meminimalisir kerugian yang diakibatkan oleh kejadian tersebut,&#8221; ucapnya. <strong>(geo/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">136307</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Brakk! Joran Roboh, Pemancing Tebing Tewas Terjatuh di Tanjung Celeng Sempu</title>
		<link>https://memontum.com/brakk-joran-roboh-pemancing-tebing-tewas-terjatuh-di-tanjung-celeng-sempu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Jan 2020 14:42:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Pemancing]]></category>
		<category><![CDATA[Sempu]]></category>
		<category><![CDATA[Tanjung Celeng]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/104419-brakk-joran-roboh-pemancing-tebing-tewas-terjatuh-di-tanjung-celeng-sempu</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Naas dialami seorang pemancing saat berada di tebing sekitar Tanjung Celeng Pulau Sempu, Minggu (19/01/2020) dini hari. Misterius, mendadak korban terjatuh. Musibah menimpa Adi Cahyono alias cas (33) warga Tulungrejo RT 16/05, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang. Tidak ada yang melihat langsung jatuhnya korban atau penyebab ia terjatuh. Ia tidak sendirian saat memancing. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Naas dialami seorang pemancing saat berada di tebing sekitar Tanjung Celeng Pulau Sempu, Minggu (19/01/2020) dini hari. Misterius, mendadak korban terjatuh.</p>
<p>Musibah menimpa Adi Cahyono alias cas (33) warga Tulungrejo RT 16/05, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang. Tidak ada yang melihat langsung jatuhnya korban atau penyebab ia terjatuh.</p>
<p>Ia tidak sendirian saat memancing. Korban Adi bersama 6 temannya. Rombongan pemancing ini bertempat spot sekitar Tanjung Celeng atau tepatnya di Patuk Amben. Ketinggian tebing, lebih dari 10 meter.</p>
<p>Informasi didapat Memontum.com dari Satpolairud Sendangbiru, rombongan berangkat Sabtu (18/01/2020) siang. Pukul 14.30 rombongan tiba di Pasar Ikan dan membeli umpan. Kemudian bersama-sama naik perahu milik Pak Mul ke Pulau Sempu.</p>
<p>Rombongan ini diantaranya, Dadang Nyarwito (38), Sapari (30), M Aldiansyah (14), Nanang Eko Prasetyo (40) keempatnya warga Sumbermanjing Kulon Pagak. Kemudian 2 warga Banjarejo Donomulyo yakni Heri Hermansyah (29) dan Lukito (34).</p>
<p>Pukul 14.45 rombongan tiba di Teluk Semut dan dilanjutkan berjalan kaki ke arah selatan menuju spot mancing berjarak sekitar 3 Km dari Teluk Semut. Di lokasi, rombongan terbagi menjadi 2 kelompok kecil.</p>
<p>Pukul 22.00, saksi Heri mendengar suara tenda jatuh ke air. Bareng disorot senter, korban sudah tidak ada ditempatnya dan joran pancing roboh. Ia langsung memberitahu rekan lainnya.</p>
<p>Alhasil rekan-rekan pemancing mencarinya. Baru sekitar pukul 01.00, korban sempat terlihat dalam kondisi terapung. Jaraknya 50 m dari titik spot. Kondisinya sudah tengkurap.</p>
<p>Pukul 05.30, Posal Sendangbiru menerima informasi dari Polair Polres Malang. Pukul 06.00, anggota Posal Sendangbiru dan Ketua SAR Pantai Selatan Rescue beserta 1 anggota langsung melaksanakan pencarian korban.</p>
<p>Pukul 07.45 korban dapat ditemukan di sebelah baratnya teluk Semut Pulau Sempu. Jaraknya sekitar 1 Km dari spot awal atau titik jatuhnya koeban. Pagi itu, tim pencari mengevakusi jenazah korban.</p>
<p>Terkait kejadian Humas Polres Malang, AKP Ainun membenarkan adanya kejadian. Pihaknya menerima laporan dari Satpolair Sendangbiru yang menyebutkan, korban telah dilakukan visum luar di Puskesmas Sitiarjo.</p>
<p>Informasi lain didapat, jenazah langsung dibawa menuju rumah duka. Keluarga menandatangani surat pernyataan tidak melanjutkan penyelidikan dan menilai kejadian itu merupakan musibah atau kecelakaan murni. <strong>(sos/tim)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">104419</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ombak Perahu Mesin Gulingkan Perahu Getek Penjala Ikan, Satu Meninggal, Satu selamat</title>
		<link>https://memontum.com/ombak-perahu-mesin-gulingkan-perahu-getek-penjala-ikan-satu-meninggal-satu-selamat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Oct 2017 12:09:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Ngantang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemancing]]></category>
		<category><![CDATA[Selorejo]]></category>
		<category><![CDATA[tenggelam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/1637-ombak-perahu-mesin-gulingkan-perahu-getek-penjala-ikan-satu-meninggal-satu-selamat</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8212; Musibah menimpa seorang penjala ikan, Senin (23/10/2017) pukul 11.45 di area bendungan Selorejo Ngantang. Satu korban meninggal, satu selamat. Berdasar rilis Humas Polres Batu, musibah menimpa Yulianto (17) warga Dusun Laju RT08/RW02 Desa Banjarejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Korban naik perahu saat hendak menepi dan pulang usai mencari ikan. Korban mencari ikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang </strong>&#8212; Musibah menimpa seorang penjala ikan, Senin (23/10/2017) pukul 11.45 di area bendungan Selorejo Ngantang. Satu korban meninggal, satu selamat. </p>
<p>Berdasar rilis Humas Polres Batu, musibah menimpa Yulianto (17) warga Dusun Laju RT08/RW02 Desa Banjarejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Korban naik perahu saat hendak menepi dan pulang usai mencari ikan. </p>
<p>Korban mencari ikan di bendungan Selorejo sejak pagi bersama Mas Ud (31) warga Dusun Laju, Desa Banjarejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Korban tidak bisa berenang sedangkan Mas Ud sanggup berenang. </p>
<p>Informasi yang diperoleh Memontum, korban bersama Mas Ud naik perahu getek atau perahu kecil. Siang itu, perahu berusaha menuju tepian. Lalu lewat perahu mesin sehingga mengakibatkan gelombang atau ombak yang menghempas perahu korban. </p>
<p>Perahu terguling dan perlahan air masuk ke perahy. Akibatnya, perahu pelan-pelan tenggelam. Mas Ud berusa menyelamatkan diri. Ia berteriak minta tolong. Hanis (35) warga Mulyorejo Ngantang yang melihatnya segera menolong korban. </p>
<p>Namun tidak sempat untuk menolong korban Yulianto. Saat berusaha mendekati titik terakhir korban, hanya topi korban yang ditemukan warga. Selang beberapa menit kemudian, pertolongan datang. Korban dievakuasi dari dalam air. Kondisinya sudah tidak memungkinkan untuk terselamatkan. </p>
<p>Wita CMS terkait kejadian, dalam akun profilnya menyebutkan jika titik lokasinya berada di dekat sebelah kapal keruk. Wita juga menyebut informasi dari sekuriti pihak lokasi bahwa korban bukanlah pemancing melainkan penjala ikan.  </p>
<p>Dikonfirmasi melalui ponsel, Kapolsek Ngantang, AKP Sahraku, membenarkan bahwa kejadian menimpa seorang pencari ikan. &#8220;Keduanya masih bersaudara. Korban yang mulanya mengajak mencari ikan. Mencarinya pakai jala (jaring&#8211;red),&#8221; urai Sahraku. </p>
<p>Mantan Kapolsek Gondanglegi ini juga menjelaskan bahwa pihak keluarga menerima kejadian sebagai musibah dan tidak menuntut proses penyelidikan. Tidak ada tanda kekerasan dalam peristiwa itu. Apa sebab perahu itu terbalik? </p>
<p>&#8220;Di situ kan bukan hanya perahu kecil seperti dinaiki perahu. Lokasi wisata, ada perahu yang lewat, ya seperti itulah. Korban juga tidak bisa berenang, &#8221; urai Sahraku kepada memontum.com, Senin (23/10/2017) sore. <strong>(sos) </strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1637</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
