<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>pendem &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pendem/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 17 Mar 2024 18:41:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>pendem &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Permudah Adminduk, Desa Pendem Kota Batu Luncurkan Si Polo Pendem</title>
		<link>https://memontum.com/permudah-adminduk-desa-pendem-kota-batu-luncurkan-si-polo-pendem</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Feb 2024 11:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[adminduk]]></category>
		<category><![CDATA[luncurkan]]></category>
		<category><![CDATA[pendem]]></category>
		<category><![CDATA[permudah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=206178</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, secara resmi meluncurkan aplikasi desa digital yang dinamakan &#8216;Sistem Informasi Pelayanan Online Desa Pendem&#8217; atau Si Polo Pendem), Rabu (07/02/2024) tadi. Pelaksanaan launching Si Polo Pendem itu, dilakukan di Pendopo Balai Desa Pendem dan dihadiri langsung oleh Pj Wali Kota Batu yang diwakili oleh Kepala [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, secara resmi meluncurkan aplikasi desa digital yang dinamakan &#8216;Sistem Informasi Pelayanan Online Desa Pendem&#8217; atau Si Polo Pendem), Rabu (07/02/2024) tadi. Pelaksanaan launching Si Polo Pendem itu, dilakukan di Pendopo Balai Desa Pendem dan dihadiri langsung oleh Pj Wali Kota Batu yang diwakili oleh Kepala Diskominfo, Onny Ardianto, Kepala DP3AP2KB, Aditya Prasaja, Camat Junrejo, Dian Saraswati dan Kepala Desa Pendem, Tri Wahyuwono Effendi.</p>



<p>Kepala Desa Pendem, Tri Wahyuwono Effendi, mengatakan bahwa peluncuran Si Polo Pendem ini untuk memberikan pelayanan yang mudah bagi masyarakat. Khususnya, dalam hal ini pengurusan administrasi kependudukan (Adminduk) mulai surat atau dokumen seperti keterangan usaha, izin keramaian, surat domisili dan lainnya.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>&#8220;Warga yang ingin mengurus keperluannya, itu tidak harus datang ke kantor desa. Namun, bisa mengurus melalui smartphone. Intinya, ini bisa dilakukan di mana saja. Masyarakat tinggal mendownload aplikasinya di playstore atau website milik Desa Pendem,&#8221; kata Tri.</p>



<p>Ditambahkan Tri, bahwa pemohon juga bisa mengetahui progres surat-surat yang mereka urus melalui aplikasi tersebut. Apakah sudah jadi atau belum. Jika memang semua persyaratan sudah lengkap, maka masyarakat bisa mencetak sendiri melalui file PDF yang dikirimkan melalui WhatsApp masing-masing pemohon.</p>



<p>&#8220;Jadi, surat sudah berbentuk file PDF. Sehingga bisa dicetak sendiri atau diambil langsung ke kantor desa. Ada dua barcode tanda tangan kades secara online dan barcode Kota Batu untuk menunjukkan keaslian surat yang tercatat di database pemdes,&#8221; terangnya.</p>



<p>Aplikasi Si Polo Pendem sendiri, lanjutnya, terbilang cukup lengkap. Selain pelayanan, juga berisi beragam informasi penting seperti informasi kebencanaan, pelaporan tindak kriminal, jasa dan lainnya. Termasuk masyarakat juga bisa mengunggah produksi UMKM miliknya untuk ditawarkan di aplikasi tersebut.</p>



<p>Sementara itu, Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Diskominfo, Onny Ardianto, mengatakan bahwa peluncuran aplikasi ini merupakan sebuah langkah konkret dalam menjawab tantangan zaman yang terus berkembang. Serta, peluang-peluang baru yang terbuka lebar di era digital.</p>



<p>“Peluncuran aplikasi ini adalah untuk menghadirkan akses teknologi informasi dan komunikasi yang merata bagi setiap warga Desa Pendem. Kita percaya, bahwa dengan memperkuat infrastruktur digital, memberdayakan masyarakat untuk menguasai teknologi serta mengembangkan layanan-layanan publik yang berbasis digital. Sehingga, kita dapat menciptakan sebuah ekosistem yang lebih inklusif, efisien dan inovatif,” kata Pj Wali Kota melalui Kadiskominfo.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Pj Wali Kota Batu juga berpesan bahwa sebuah perubahan besar tidak akan terjadi tanpa dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, dirinya mengajak semua warga Desa Pendem untuk turut serta dalam perjalanan menuju Desa Digital ini.</p>



<p>&#8220;Bersama-sama mengasah keterampilan teknologi, menggali potensi-potensi lokal serta mendukung inisiatif-inisiatif yang akan membawa pada sebuah kemajuan. <strong>(kom/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">206178</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kemarau Panjang Jadi Pemandangan Beda Bunga Tabebuya yang Bermekaran di Sepanjang Jalan Pendem</title>
		<link>https://memontum.com/kemarau-panjang-jadi-pemandangan-beda-bunga-tabebuya-yang-bermekaran-di-sepanjang-jalan-pendem</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Oct 2023 07:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[bermekaran]]></category>
		<category><![CDATA[Kemarau]]></category>
		<category><![CDATA[panjang]]></category>
		<category><![CDATA[pemandangan]]></category>
		<category><![CDATA[pendem]]></category>
		<category><![CDATA[sepanjang]]></category>
		<category><![CDATA[Tabebuya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=199435</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Bunga Tabebuya banyak bermekaran indah memasuki Oktober 2023 ini. Kecantikan Bunga Tabebuya, ini bisa dijumpai di sepanjang Jalan Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Bahkan, seiring bermekarannya bunga ini, tidak sedikit remaja yang memanfaatkannya untuk swafoto latar belakang Bunga Tabebuya, nan kuning yang bermekaran. Keberadaan Bunga Tabebuya yang berada di Desa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Batu</strong> &#8211; Bunga Tabebuya banyak bermekaran indah memasuki Oktober 2023 ini. Kecantikan Bunga Tabebuya, ini bisa dijumpai di sepanjang Jalan Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.</p>



<p>Bahkan, seiring bermekarannya bunga ini, tidak sedikit remaja yang memanfaatkannya untuk swafoto latar belakang Bunga Tabebuya, nan kuning yang bermekaran. Keberadaan Bunga Tabebuya yang berada di Desa Pendem, ini diketahui ditanam sejak 2019 yang lalu. Setiap Oktober, mekarnya bunga ini menjadi pemandangan yang indah bagi warga yang melintas di lokasi.</p>



<p>Kepala Desa Pendem, Tri Wahyuono Efendi, mengatakan dari tahun pertama ditanam, baru pertama kali berbunga maksimal. &#8220;Ya, karena setelah tahun 2019, tepat Bulan Oktober memasuki musim hujan. Nah, masuk Oktober 2023 ini musim kemarau. Makanya, Bunga Tabebuya mekarnya maksimal,&#8221; terangnya saat di sekitar Markas Pusdik Arhanud, Desa Pendem, Minggu (08/10/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dengan semakin membesarnya tanaman Bunga Tabebuya, ujarnya, menjadikan kawasan Desa Pendem, lebih dikenal masyarakat. Apalagi, para kaum milenial yang sering kali swafoto bersama temannya di sekitar bunga itu.</p>



<p>&#8220;Ini menjadi potensi, apalagi saat musim kemarau seperti ini. Bunga Tabebuya mekarnya maksimal. Terus, banyak ditemui remaja swafoto. Terutama, di Markas Pusdik Arhanud Jalan Wijaya Kusuma sepanjang kurang lebih 500 meter,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Yukhana Ninka Tungga Pertiwi (21), mahasiswi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) merasakan sensasi di Negara Sakura melihat Bunga Tabebuya bermekaran dan berguguran. &#8220;Karena warnanya yang mencolok dan jarang ada, ini jadi tempat yang instagramable. Ditambah dengan bunga yang berguguran rasanya seperti sedang di Jepang,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Hal yang sama juga dirasakan oleh Yunaida Dwi Permata (21) mahasiswi Biologi Universitas Negeri Malang (UM). Bahwa, dia ingin merasakan sensasinya setelah mengetahui informasi dari sosial medianya. &#8220;Terus terang, saya tahu dari banyaknya postingan di Instagram, jadi mau ke sini. Di sini bagus kaya lagi di Korea atau Jepang cuma berwarna kuning,” urainya.<strong> (put/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">199435</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ekskavasi Situs Pendem Bakal Berlanjut, Tim Appraisal Putuskan Harga Rp 1,790 Juta Permeter</title>
		<link>https://memontum.com/ekskavasi-situs-pendem-bakal-berlanjut-tim-appraisal-putuskan-harga-rp-1790-juta-permeter</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Sep 2023 07:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[appraisal]]></category>
		<category><![CDATA[berlanjut,]]></category>
		<category><![CDATA[ekskavasi]]></category>
		<category><![CDATA[pendem]]></category>
		<category><![CDATA[permeter]]></category>
		<category><![CDATA[putuskan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=198469</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Rencana ekskavasi Situs Pendem di Desa Pendem, Kecamatan Pendem, Kota Batu, bakal berlanjut. Itu karena, tim appraisal telah menentukan harga senilai Rp 1,790 juta, untuk permeter persegi di lokasi itu. Sehingga, dengan luasan lahan total sekitar 100 meter persegi, maka Pemkot Batu akan mengganti lahan itu senilai Rp 179 juta. Kepala [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Batu</strong> &#8211; Rencana ekskavasi Situs Pendem di Desa Pendem, Kecamatan Pendem, Kota Batu, bakal berlanjut. Itu karena, tim appraisal telah menentukan harga senilai Rp 1,790 juta, untuk permeter persegi di lokasi itu. Sehingga, dengan luasan lahan total sekitar 100 meter persegi, maka Pemkot Batu akan mengganti lahan itu senilai Rp 179 juta.</p>



<p>Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Disparta Kota Batu, Sintiche Agustina Pamungkas, mengatakan kesepakatan harga untuk pembebasan lahan di Situs Pendem, berdasarkan perhitungan dari tim appraisal. Dimana, lahan seluas 100 meter persegi, dihitung harga permeter persegi Rp 1,79 juta.</p>



<p>&#8220;Pembebasan lahan Situs Pendem, sudah diputuskan harganya. Hasilnya, dari luas lahan 100 meter persegi, Pemkot Batu akan membelinya Rp 179 juta,&#8221; terangnya, Selasa (19/09/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkannya, keputusan harga dari pembebasan lahan itu, juga didampingi inspektorat, kejaksaan, Bagian Hukum, Kasun dan RT/RW, juga sudah bertemu dengan beberapa ahli waris lahan. &#8220;Saat ini, kami melakukan proses administrasi sesuai dengan prosedur pelepasan lahan. Setelah proses administrasi atau akte jual beli selesai, maka uang pembebasan lahan akan ditransfer langsung ke rekening ahli waris yang dikuasakan atas nama Bapak Sutrisno,” jelasnya.</p>



<p>Iche menambahkan, setelah lahan Situs Pendem resmi dimiliki oleh Pemkot Batu, maka akan ditata ulang dan kembali dilakukan ekskavasi. Nantinya, ekskavasi dilakukan oleh Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Batu, yang berjumlah lima orang dengan bantuan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI Jawa Timur.</p>



<p>&#8220;Setelah lahan sudah resmi menjadi milik Pemkot Batu, ekskavasi Situs Pendem segera dilanjutkan,&#8221; jelasnya. <strong>(put/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198469</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Usai Tetiba Dipindah dari TPA Tlekung ke Pendem, Mesin Pirolisis Ganti Berada di Temas</title>
		<link>https://memontum.com/usai-tetiba-dipindah-dari-tpa-tlekung-ke-pendem-mesin-pirolisis-ganti-berada-di-temas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Sep 2023 08:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[berada]]></category>
		<category><![CDATA[dipindah]]></category>
		<category><![CDATA[pendem]]></category>
		<category><![CDATA[pirolisis]]></category>
		<category><![CDATA[tetiba]]></category>
		<category><![CDATA[tlekung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=197768</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Mesin Pirolisis yang dahulunya digunakan untuk mengolah sampah di TPA Tlekung dengan kapasitas kecil 30 sampai 50 ton perhari, kini keberadaannya telah berpindah lagi di lahan samping TPS Temas di Kelurahan Temas, Kecamatan/Kota Batu. Di mana seperti yang telah diberitakan, paska penutupan (pembatasan menurut DLH, red) TPA Tlekung, mesin itu secara [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Mesin Pirolisis yang dahulunya digunakan untuk mengolah sampah di TPA Tlekung dengan kapasitas kecil 30 sampai 50 ton perhari, kini keberadaannya telah berpindah lagi di lahan samping TPS Temas di Kelurahan Temas, Kecamatan/Kota Batu. Di mana seperti yang telah diberitakan, paska penutupan (pembatasan menurut DLH, red) TPA Tlekung, mesin itu secara tetiba di Halaman Kantor Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.</p>



<p>Lurah Temas, Adi Santoso, membenarkan bahwa Mesin Pirolisis itu sekarang posisinya ada di wilayah desanya. Sementara status Mesin Pirolisis tersebut, masih dalam penitipan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu.</p>



<p>&#8220;Memang benar ada mesin pengolah sampah dan sepertinya milik swasta di Temas. Kalau tidak salah, Sabtu (02/09/2023) atau Minggu (03/09/2023) yang lalu waktu malam hari, dibawa ke Temas. Saat itu, DLH menghubungi saya dan mengatakan akan ditempatkan di lahan luas sebelah TPS Temas,&#8221; terangnya, saat dihubungi lewat ponsel, Jumat (08/09/2023) tadi.</p>



<p>Ditanya apakah Mesin Pirolisis itu akan digunakan di TPS3R Kelurahan Temas, dirinya mengatakan, jika sampai hari ini (Jumat, red), masih belum ada pembicaraan lebih lanjut dari DLH. &#8220;Saya tidak mengetahui, apakah mesin itu akan digunakan di Temas untuk mengolah sampah. Karena, berita acara yang menjelaskan penggunaannya juga belum ada,&#8221; tuturnya.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Bahkan, tambah Adi, untuk saat ini Kelurahan Temas masih belum memiliki TPS3R. Dikarenakan, lahan dan bangunan yang rencana digunakan untuk TPS3R, masih dipakai DLH Kota Batu, yakni untuk parkir kendaraan pengangkut sampah.</p>



<p>&#8220;Kalau memang Mesin Pirolisis itu diperuntukkan TPS3R Kelurahan Temas, maka pastinya harus dibicarakan dahulu dengan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang mengelola TPS3R. Karena, di sini menyangkut besaran biaya operasional,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Terkait keberadaan mesin, dirinya menjelaskan, akan membicarakan dengan DLH. Sehingga, semuanya bisa clear. &#8220;Sekarang masih dibicarakan sama DLH. Karena, keberadaan mesin Pirolisis itu belum ada serah terima,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, menurut salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya, membenarkan bahwa Mesin Pirolisis yang berada di daerah Kelurahan Temas, itu dibawa oleh DLH Kota Batu. Hanya saja, untuk peruntukannya masih belum jelas. Apakah dipinjam pakaikan atau bagaimana.</p>



<p>&#8220;Yang membawa Mesin Pirolisis dari Pendem (Balai Desa, red) ke Temas, itu DLH. Untuk statusnya, saya tidak tahu,&#8221; paparnya.</p>



<p>Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Mesin Pirolisis yang awalnya di TPA Tlekung, tetiba pindah di Pendem. Kades Pendem saat dikonfirmasi, mengatakan bahwa keberadaan mesin hanya dititipkan seorang warganya, yang mengaku sebagai pihak ke tiga dari DLH. Warga yang teridentifikasi bernama Imron, pun mengaku kalau kontrak mesin sudah habis. Sehingga, dikeluarkan dari TPA Tlekung. Sementara DLH, mengaku kalau mesin akan dimanfaatkan di Temas. Hanya saja, status mesin tidak dijelaskan. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">197768</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Respon Surat Edaran Tentang TPS3R, Kades Pendem Minta DLH Sosialisasi ke Masyarakat</title>
		<link>https://memontum.com/respon-surat-edaran-tentang-tps3r-kades-pendem-minta-dlh-sosialisasi-ke-masyarakat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Aug 2023 09:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[edaran]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[pendem]]></category>
		<category><![CDATA[respon]]></category>
		<category><![CDATA[Sosialisasi]]></category>
		<category><![CDATA[tentang]]></category>
		<category><![CDATA[TPS3R]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=196707</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu diminta turun ke desa untuk memberikan pemahaman terkait fungsi dan kegunaan Tempat Pengolahan Sampah Reuse Reduce Recycle (TPS3R). Sedangkan, untuk pelaksanaan pengolahannya, juga diperlukan regulasi supaya tepat sasaran. Kepala Desa Pendem, Effendi Triwahyono, mengatakan bahwa selama ini masyarakat dinilai masih belum memahami tentang TPS3R. Yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu diminta turun ke desa untuk memberikan pemahaman terkait fungsi dan kegunaan Tempat Pengolahan Sampah Reuse Reduce Recycle (TPS3R). Sedangkan, untuk pelaksanaan pengolahannya, juga diperlukan regulasi supaya tepat sasaran.</p>



<p>Kepala Desa Pendem, Effendi Triwahyono, mengatakan bahwa selama ini masyarakat dinilai masih belum memahami tentang TPS3R. Yang diketahui masyarakat, bahwa TPS3R adalah tempat pembuangan sampah yang digambarkan seperti TPA Tlekung.</p>



<p>&#8220;Terkait TPS3R, kami minta DLH Kota Batu sosialisasi terlebih dahulu. Turun ke desa untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat,&#8221; terangnya, Jumat (25/08/2023) tadi.</p>



<p>Mengapa masyarakat harus diberikan pemahaman dahulu terkait TPS3R, ujarnya, karena apabila masyarakat belum memahami maka akan sulit membangun TPS3R di desa. Meskipun, sebenarnya lahan sudah tersedia.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/sasar-224-pemudik-dishub-kota-malang-tambah-kuota-mudik-gratis-jadi-enam-bus">Sasar 224 Pemudik, Dishub Kota Malang Tambah Kuota Mudik Gratis Jadi Enam Bus</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/musrenbang-rkpd-2027-bupati-ipuk-sebut-fokus-penguatan-sdm-ekonomi-berbasis-hirilisasi-dan-pariwisata">Musrenbang RKPD 2027, Bupati Ipuk Sebut Fokus Penguatan SDM, Ekonomi Berbasis Hirilisasi dan Pariwisata</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-pastikan-sanksi-tegas-untuk-sppg-yang-langgar-sop">Wali Kota Malang Pastikan Sanksi Tegas untuk SPPG yang Langgar SOP</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/diduga-korupsi-pengadaan-jasa-outsourcing-kpk-tetapkan-bupati-pekalongan-sebagai-tersangka">Diduga Korupsi Pengadaan Jasa Outsourcing, KPK Tetapkan Bupati Pekalongan sebagai Tersangka</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/terdakwa-dugaan-penggelapan-emas-rp-33-miliar-minta-diskon-hukuman">Terdakwa Dugaan Penggelapan Emas Rp 3,3 Miliar Minta &#8216;Diskon&#8217; Hukuman</a></li>
</ul>

<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/sasar-224-pemudik-dishub-kota-malang-tambah-kuota-mudik-gratis-jadi-enam-bus">Sasar 224 Pemudik, Dishub Kota Malang Tambah Kuota Mudik Gratis Jadi Enam Bus</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/musrenbang-rkpd-2027-bupati-ipuk-sebut-fokus-penguatan-sdm-ekonomi-berbasis-hirilisasi-dan-pariwisata">Musrenbang RKPD 2027, Bupati Ipuk Sebut Fokus Penguatan SDM, Ekonomi Berbasis Hirilisasi dan Pariwisata</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-pastikan-sanksi-tegas-untuk-sppg-yang-langgar-sop">Wali Kota Malang Pastikan Sanksi Tegas untuk SPPG yang Langgar SOP</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/diduga-korupsi-pengadaan-jasa-outsourcing-kpk-tetapkan-bupati-pekalongan-sebagai-tersangka">Diduga Korupsi Pengadaan Jasa Outsourcing, KPK Tetapkan Bupati Pekalongan sebagai Tersangka</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/terdakwa-dugaan-penggelapan-emas-rp-33-miliar-minta-diskon-hukuman">Terdakwa Dugaan Penggelapan Emas Rp 3,3 Miliar Minta &#8216;Diskon&#8217; Hukuman</a></li>
</ul>


<p>&#8220;Memang di desa kami belum ada TPS3R. Sebenarnya, lahan sudah ada tetapi masyarakat sulit menerima pembangunan TPS3R. Karena memang belum memahami fungsi dan kegunaannya. Untuk itu, kami berharap DLH segera turun lapangan. Supaya masalah sampah segera teratasi di Kota Batu,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Lebih dari itu, jelas Effendi, dalam pengelolaan TPS3R yang sudah terbangun tersebut juga dibutuhkan regulasi. Setidaknya, di setiap desa sudah ada peraturan desa (Perdes) tentang pengelolaan TPS3R.</p>



<p>&#8220;Setelah TPS3R itu dibangun di desa, maka kami menindaklanjuti peraturan pemerintah tentang pengelohan sampah. Ini diperlukan regulasi untuk memperkuat. Paling tidak, di desa ada Perdes yang sudah dibentuk,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Mengenai pengelolaan TPS3R, tambahnya, sebenarnya tidak mudah. Meskipun, persoalan sampah adalah masalah bersama tetapi harus dipertegas dengan peraturan.</p>



<p>&#8220;Masalah sampah ini masalah bersama. Maka, DLH sebagai leading sektor harus turun lapangan untuk selalu sosialisasi bagaimana pengolahan sampah dengan benar. Kemudian, juga memberikan pemahaman mengenai TPS3R. Lalu, juga dibutuhkan regulasi seperti Perdes karena dari hasil pengelohan sampah menghasilkan anggaran. Sehingga, tidak ada masalah baru lagi terkait sampah,&#8221; paparnya.&nbsp;<strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">196707</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Enam Ahli Waris Pemilik Lahan Situs Pendem Menunggu Janji Pemkot Batu</title>
		<link>https://memontum.com/enam-ahli-waris-pemilik-lahan-situs-pendem-menunggu-janji-pemkot-batu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Jun 2023 06:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[ahli]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[enam]]></category>
		<category><![CDATA[janji]]></category>
		<category><![CDATA[kabar]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[lahan]]></category>
		<category><![CDATA[menunggu]]></category>
		<category><![CDATA[pemilik]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[pendem]]></category>
		<category><![CDATA[Situs]]></category>
		<category><![CDATA[waris]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191399</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Sebanyak enam ahli waris dari pemilik lahan di ekskavasi Situs Pendem di Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, menunggu janji Pemkot Batu. Itu karena, Pemkot Batu melalui Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu, berencana merealisasi atas pembelian lahan seluas sekitar 100 meter persegi dengan nominal sebesar Rp 100 juta. Lahan itu sendiri, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Sebanyak enam ahli waris dari pemilik lahan di ekskavasi Situs Pendem di Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, menunggu janji Pemkot Batu. Itu karena, Pemkot Batu melalui Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu, berencana merealisasi atas pembelian lahan seluas sekitar 100 meter persegi dengan nominal sebesar Rp 100 juta. Lahan itu sendiri, bagian dari ekskavasi situs, yang sebelumnya adalah lahan produktif ditanami padi.</p>



<p>Salah satu cucu dari pemilik lahan yang terdapat Situs Pendem, Anton Adi Wibowo, menjelaskan lahan yang secara keseluruhan seluas kurang lebih 1.500 meter persegi dan didalamnya seluas 100 meter persegi yang terdapat Situs Pendem, itu sebenarnya milik Mbah Wiji yang sudah lama meninggal. Kemudian, Mbah Wiji memiliki enam anak sebagai ahli waris yang sekarang masih hidup. Diantaranya, Ngateni, Sugianti, Sulik, Sumiatun, Sulis dan Sutrisno.</p>



<p>&#8220;Saya cucu dari Mbah Wiji, yaitu anak ahli waris Sumiatun. Memang, di sini pihak ahli waris menunggu realisasi dari Disparta, untuk segera dibayarkan pembelian lahan Situs Pendem yang sekarang proses ekskavasi,&#8221; terangnya, saat berada dikediamannya, Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Selasa (20/06/2023) tadi.</p>



<p>Sebulan yang lalu, ujarnya, tepatnya 22 Mei 2023, tim penafsir dari Disparta Kota Batu memang sudah mendatangi pihak ahli waris. Kendati demikian, untuk proses pembelian lahan memang tidak semudah yang dilihat, karena harus melalui beberapa proses.</p>



<p>&#8220;Kalau harga tafsir saya memang belum tahu, karena NJOP disini lebih kurang Rp 1 juta. Memang tidak semudah yang dilihat, artinya disini masih lewat banyak proses juga. Tetapi, kalau tim tafsir sudah mendatangi bulan Mei lalu, setidaknya bulan Juni atau Juli seharusnya sudah realisasi pembayarannya. Tapi, sampai hari ini belum ada kabar,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Sebenarnya, jelas Anton, sebelum ditemukan Situs Pendem dan selanjutnya dilakukan ekskavasi, lahan itu sangat produktif. Hingga, saat itu sebelum Desember 2019, ditemukannya situs itu disewakan pertahun sebesar Rp 700 ribu untuk ditanami padi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sedangkan, tambahnya, dari 1.300 meter persegi total luasan lahan yang dimiliki 6 ahli waris ini ternyata 800 meter persegi yang paling produktif termasuk didalamnya ada 100 meter persegi yang terdapat galian situs itu.</p>



<p>&#8220;Jadi, terhitung sudah 4 tahun tanah yang dimiliki 6 ahli waris yang terdapat Situs Pendem nganggur. Bahkan, saat ditemukan situs kami mengembalikan uang sewa sisa dua tahun. Dan, sampai sekarang nganggur tidak ada yang berani menyewa,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sejak awal adanya komunikasi antara Disparta Kota Batu dengan enam ahli waris, tegasnya, memang di luar yang diperkirakan. Untuk itu, dirinya berharap Disparta untuk segera merealisasikan pembayaran yang tidak terlalu lama sampai bulan Desember 2023.</p>



<p>&#8220;Saya memang khawatir, kalau Juni sampai Juli ini tidak segera direalisasikan, maka bakal mundur di Desember 2023. Saya tidak ingin seperti itu, karena ini menurut saya kalau sampai bulan depan belum ada kabar, berarti ikut Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) dan Desember 2023 baru diberikan atau malah tahun depan. Ya, ahli waris jelas tidak mau,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Maka, imbuh Anton, dalam permasalahan tersebut pihak Disparta Kota Batu diinginkan untuk kooperatif selalu memberikan informasi perkembangan proses pembayaran lahan. Meski disadari, dinas tersebut memiliki kesibukan yang tidak bisa ditunda.</p>



<p>&#8220;Yang jelas, saya juga berharap Disparta Kota Batu kooperatif selalu memberikan informasi terkait perkembangan pembayaran atas lahan ekskavasi Situs Pendem. Masak kalau nggak ditanya tidak memberikan kabar. Jelas, ahli waris menunggu kepastian,&#8221; paparnya. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191399</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
