<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>pengolahan sampah &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pengolahan-sampah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 24 Feb 2023 11:37:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>pengolahan sampah &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Minimalisir Sampah Plastik Kota Malang, Warga Bandungrejosari Maksimalkan Sampah Plastik Jadi Bahan Produksi Raket</title>
		<link>https://memontum.com/minimalisir-sampah-plastik-kota-malang-warga-bandungrejosari-maksimalkan-sampah-plastik-jadi-bahan-produksi-raket</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Feb 2023 11:37:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[DLH]]></category>
		<category><![CDATA[DLH Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pengelolaan sampah]]></category>
		<category><![CDATA[pengolahan sampah]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah Menumpuk]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah Plastik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=183854</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dalam catatan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, di tahun 2022 volume sampah warga Kota Malang, tiap harinya mencapai 500 ton. Karena itu, di tahun ini perlu adanya pemilahan sampah yang harus dilakukan, sebelum di buang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Seperti salah satunya, yang dilakukan warga di Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dalam catatan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, di tahun 2022 volume sampah warga Kota Malang, tiap harinya mencapai 500 ton. Karena itu, di tahun ini perlu adanya pemilahan sampah yang harus dilakukan, sebelum di buang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).</p>



<p>Seperti salah satunya, yang dilakukan warga di Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Dimana, warga memanfatkan sampah plastik untuk bahan produksi mata ayam pada raket.</p>



<p>Penanggungjawab dan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK), Edi S Bachrun, mengatakan jika sampah plastik itu didapatkan dari Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Reduse, Reuse, Recycle (3R). &#8220;Dalam proses produksi mata ayam itu, kita mengambil dari TPS 3R. Tentunya, itu mengurangi kapasitas sampah yang akan dikirim ke TPA. Kita pilah di situ, plastik kita daur ulang, kita crasher, kita hancurkan, setelah itu dibentuk plastik-plastik kecil,” jelas Edy, saat ditemui, Jumat (24/02/2023) tadi.</p>



<p>Kemudian, dikatakannya, jika sampah dari produksi mata ayam tersebut juga dilakukan daur ulang hingga benar-benar habis dan tidak tersisa sampah lagi. Tentu, hal itu dilakukan agar sampah yang dikirimkan ke TPA tidak menggunung.</p>



<p>“Sampah yang tadi dipraktekkan untuk produksi mata ayam, didaur ulang lagi sampai nanti benar-benar habis,” lanjutnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tersangka-pembunuhan-gadis-open-bo-dilimpahkan-ke-kejaksaan">Tersangka Pembunuhan Gadis Open BO Dilimpahkan ke Kejaksaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jelang-lebaran-dishub-kota-malang-petakan-titik-rawan-macet-di-pusat-perbelanjaan">Jelang Lebaran, Dishub Kota Malang Petakan Titik Rawan Macet di Pusat Perbelanjaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wujudkan-kota-atraktif-dprd-trenggalek-sebut-pembangunan-harus-libatkan-semua-elemen">Wujudkan Kota Atraktif, DPRD Trenggalek sebut Pembangunan Harus Libatkan Semua Elemen</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkab-malang-salurkan-bantuan-untuk-warga-terdampak-angin-kencang-di-gunungsari-tajinan">Pemkab Malang Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Angin Kencang di Gunungsari Tajinan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/nilai-investasi-capai-rp-250-miliar-pemkot-malang-kaji-proyek-kabel-bawah-tanah">Nilai Investasi Capai Rp 250 Miliar, Pemkot Malang Kaji Proyek Kabel Bawah Tanah</a></li>
</ul>


<p>Apalagi, dari TPS 3R tersebut, sampah plastik yang diambil per harinya, bisa mencapai 300 hingga 400 kilogram sampah. Terlebih, dalam melakukan produksi tersebut pihaknya juga mendapatkan bantuan alat dari Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Sehingga, hasil produksi bisa mencapai ratusan kilogram.</p>



<p>“Yang kami pilah, ada sekitar 300 sampai 400 kilogram plastik untuk produk mata ayam. Kemudian, itu akan menghasilkan 100 hingga 150 kilogram mata ayam dalam sekali produksi,” tuturnya.</p>



<p>Kemudian, tambahnya, dalam produksi yang telah dilakukan itu, di distribuskan untuk warga sekitar. Sebab, di Kelurahan tersebut, ada sebanyak ratusan pengrajin raket yang bisa memanfaatkan mata ayam.</p>



<p>“Kami hanya melayani untuk sekitar sini saja, karena mayoritas 60 hingga 70 persen masyarakat sini adalah pengrajin raket,” katanya.</p>



<p>Menanggapi hal tersebut, Kepala DLH Kota Malang, Noer Rahman Wijaya, mengatakan jika DLH akan terus mencanangkan terkait dengan program sosialisasi dan peningkatan kapasitas untuk mengurai atau memilah sampah dari hulu sampai hilir. &#8220;Harapannya bukan berhenti di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) saja. Tetapi mulai dari lingkungan dan warganya. Jadi, nanti bisa dipilah sampah organik dan nonorganik. Jadi pemilihan itu bisa dilakukan secepatnya dan tidak harus sampai ke TPS 3R,” papar Rahman. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">183854</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mulai Malam Ini Masyarakat di Kota Batu Berlakukan Buang Sampah di Malam Hari</title>
		<link>https://memontum.com/mulai-malam-ini-masyarakat-di-kota-batu-berlakukan-buang-sampah-di-malam-hari</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Jan 2023 09:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[DLH Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[kota batu]]></category>
		<category><![CDATA[pengelolaan sampah]]></category>
		<category><![CDATA[pengolahan sampah]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[Tempat Pembuangan Sampah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=182197</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Sejak hari ini atau Minggu (29/01/2023), warga Kota Batu tidak diperbolehkan membuang sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) dan tempat sampah pada siang hari. Atau, aktivitas hanya bisa dilakukan pada malam hari. Pemberlakuan ini, merupakan upaya untuk menjaga kebersihan kota dan mengurangi lalu lalang truk sampah di tengah kota pada siang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Sejak hari ini atau Minggu (29/01/2023), warga Kota Batu tidak diperbolehkan membuang sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) dan tempat sampah pada siang hari. Atau, aktivitas hanya bisa dilakukan pada malam hari. Pemberlakuan ini, merupakan upaya untuk menjaga kebersihan kota dan mengurangi lalu lalang truk sampah di tengah kota pada siang hari.</p>



<p>Dikatakan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, Aris Setiawan, bahwa pengambilan sampah tersebut mengalami pergeseran waktu. &#8220;Pengambilan sampah ini digeser. Pengumpulan sampah dari warga di tempat sampah dimulai pukul 18.00 WIB sampai pada pukul 00.00 WIB. Nah, setelah itu, tim dari DLH bergerak mengambil sampah mulai pukul 00.00 WIB sampai pukul 05.00 WIB, dari tempat sampah dan TPS langsung dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tlekung,&#8221; terangnya, Minggu (29/01/2023) tadi.</p>



<p>Praktik pengolahan dan pembuangan sampah, tambahnya, sudah didasari peraturan wali kota (Perwali). Dan, saat pagi hingga siang hari, tim melakukan penyisiran sampah.</p>



<p>&#8220;Kita sadar masih ada yang tidak tertib. Makanya, kita sisir sampah seperti daun yang jatuh, sampah yang terbang. Kita sisir pagi sampai siang,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Terkait dengan pemberlakuan ini, tambahnya, hanya di kawasan kota. Kebijakan itu, terfokus untuk membuang dan memilah sampah di rumah. Dan, berangsur diterapkan di desa.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tersangka-pembunuhan-gadis-open-bo-dilimpahkan-ke-kejaksaan">Tersangka Pembunuhan Gadis Open BO Dilimpahkan ke Kejaksaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jelang-lebaran-dishub-kota-malang-petakan-titik-rawan-macet-di-pusat-perbelanjaan">Jelang Lebaran, Dishub Kota Malang Petakan Titik Rawan Macet di Pusat Perbelanjaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wujudkan-kota-atraktif-dprd-trenggalek-sebut-pembangunan-harus-libatkan-semua-elemen">Wujudkan Kota Atraktif, DPRD Trenggalek sebut Pembangunan Harus Libatkan Semua Elemen</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkab-malang-salurkan-bantuan-untuk-warga-terdampak-angin-kencang-di-gunungsari-tajinan">Pemkab Malang Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Angin Kencang di Gunungsari Tajinan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/nilai-investasi-capai-rp-250-miliar-pemkot-malang-kaji-proyek-kabel-bawah-tanah">Nilai Investasi Capai Rp 250 Miliar, Pemkot Malang Kaji Proyek Kabel Bawah Tanah</a></li>
</ul>


<p>Ditegaskan Aris, beberapa hari yang lalu diberikan waktu untuk memprogres pelaksanaan pengolahan sampah selama satu minggu. Karena, pertama kali yang dilihat wali kota adalah kebersihan sehingga diberi waktu satu minggu untuk melakukan upaya penanganan sampah pada malam hari.</p>



<p>&#8220;Akhirnya, DLH mengkonsep dengan adanya Perwali. Semua sudah jelas bahwa malam ini saya monitor keliling, TPA Tlekung juga kerja malam hari. Saya sudah koordinasi dengan kepala desa dan perangkatnya, jadi siang tidak ada mobil besar pengangkut sampah yang lalu lalang di jalan raya. Hanya mobil kecil yang lakukan penyisiran sampah,&#8221; tutupnya.</p>



<p>Secara terpisah, Umi (32) salah satu warga Kelurahan Temas, disoal mengenai pembuangan sampah, diakuinya sudah dilakukan sosialisasi kepada warga bahwa hari ini, Minggu (29/01/2023), warga mengumpulkan sampah di rumah dan dibuang pada malam hari. &#8220;Iya, saya sudah paham. Saya dan keluarga diharuskan buang sampah nanti malam pukul 18.00 WIB sampai pukul 00.00 WIB. Itu, sampah saya di tas plastik saya simpan di samping rumah. Kalau infonya, tiga hari sekali yang mengandung plastik terus tiga hari kemudian yang organik,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Diketahui, pengelolaan sampah di kawasan perkotaan berdasarkan Peraturan Wali Kota Nomor 73 Tahun 2021 tentang perubahan atas Peraturan Wali Kota Batu Nomor 66 Tahun 2020 tentang Pedoman Pengelolaan Sampah. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">182197</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Yuhronur Resmikan Wisata Edukasi Inovasi Pengolahan Sampah di Sekaran</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-yuhronur-resmikan-wisata-edukasi-inovasi-pengolahan-sampah-di-sekaran</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Dec 2022 10:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[bupati lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Yuhronur]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[pengolahan sampah]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[Tempat Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Yuhronur Efendi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=179770</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, meresmikan secara langsung Wisata Edukasi Maggot Bumdes Sekar Sejaktera. Melalui peresmian itu, Bupati Yuhronur berharap bahwa melalui wisata edukasi budidaya maggot, ini tidak hanya mampu mengurangi sampah organik. Namun lebih dari itu, maggot bisa menjadi subsitusi pakan ternak hingga pupuk organik. &#8220;Alternatif pakan ini bisa menjadi subsitusi atau [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, meresmikan secara langsung Wisata Edukasi Maggot Bumdes Sekar Sejaktera. Melalui peresmian itu, Bupati Yuhronur berharap bahwa melalui wisata edukasi budidaya maggot, ini tidak hanya mampu mengurangi sampah organik. Namun lebih dari itu, maggot bisa menjadi subsitusi pakan ternak hingga pupuk organik.</p>



<p>&#8220;Alternatif pakan ini bisa menjadi subsitusi atau mengurangi pakan yang lain. Gampangannya, dengan pakan ini cepat kenyang dan cepet besar. Apalagi banyak peternak Lele, gulung tikar karena pakannya. Kalau maggot ini bisa jadi alternatif, maka bisa itu digunakan itu,&#8221; terang Bupati Yuhronur.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, dirinya juga mengapresiasi atas terwujudnya Wahana Edukasi Maggot. Bahkan, diharapkan ekonomi hijau (green ekonomic) ini bisa terus berkembang dan berjalan dengan baik.</p>



<p>&#8220;Ayo terus dikembangkan, supaya memberikan kemanfaatan yang luas. Karena, ini solusi baik bagi peternak ayam, Lele bahkan petani sayuran juga,&#8221; papar bupati.</p>



<p>Lebih diuraikan Ketua Matching Fund Unisla, Mufid Dahlan, bahwa selain mampu mengurangi sampah organik hingga 4 ton sampah organik pertahunnya, kini lokasi pembudidayaannya dibuat menjadi Wisata Edukasi Maggot (Semaggot) Bumdes Sekar Sejaktera.</p>



<p>&#8220;Untuk mengurangi penumpukan sampah organik yang ada di TPS 3R Desa Sekaran, Kecamatan Sekaran Kabupaten Lamongan, kami berinovasi mengolah sampah dengan maggot. Terbukti, bahwa sampah bisa berkurang hingga 2 sampai 4 ton pertahunnya,&#8221; terang Mufid.</p>



<p>Maggot sendiri, tambahnya, merupakan larva lalat Black Soldier Fly (BSF) atau Hermetia illucens yang diperoleh dari proses biokonversi Palm Kernel Meal. Biokonversi merupakan hasil fermentasi sampah-sampah organik menjadi sumber energi metan yang melibatkan organisme hidup.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tersangka-pembunuhan-gadis-open-bo-dilimpahkan-ke-kejaksaan">Tersangka Pembunuhan Gadis Open BO Dilimpahkan ke Kejaksaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jelang-lebaran-dishub-kota-malang-petakan-titik-rawan-macet-di-pusat-perbelanjaan">Jelang Lebaran, Dishub Kota Malang Petakan Titik Rawan Macet di Pusat Perbelanjaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wujudkan-kota-atraktif-dprd-trenggalek-sebut-pembangunan-harus-libatkan-semua-elemen">Wujudkan Kota Atraktif, DPRD Trenggalek sebut Pembangunan Harus Libatkan Semua Elemen</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkab-malang-salurkan-bantuan-untuk-warga-terdampak-angin-kencang-di-gunungsari-tajinan">Pemkab Malang Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Angin Kencang di Gunungsari Tajinan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/nilai-investasi-capai-rp-250-miliar-pemkot-malang-kaji-proyek-kabel-bawah-tanah">Nilai Investasi Capai Rp 250 Miliar, Pemkot Malang Kaji Proyek Kabel Bawah Tanah</a></li>
</ul>


<p>Di depan orang nomor satu di Pemkab Lamongan itu, Mufid juga menjelaskan langkah-langkah dalam membudidayakannya. Dimulai dari meletakkan bibit Maggot yang disebut pre-pupa di dalam ruangan perkembangbiakan selama 14 hari. Setelah itu, maka pre-pupa akan berubah menjadi BSF. Kemudian, lalat BSF betina akan menghasilkan telur pada media kayu yang ditumpuk, selanjutnya lalat-lalat itu akan mati.</p>



<p>“Ini bukan lalat hijau. Jadi, lalat ini hanya hidup 7 hari saja, setelah bertelur maka akan mati. Bertelurnya pun di media kayu yang sudah ditumpuk dan bukan makanan ataupun kotoran. Sehingga, kasus penyakit lebih aman,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Selanjutnya, telur-telur lalat BSF tersebut akan ditimbang untuk kemudian dipindahkan ke media dedak dan ditetaskan dalam waktu 4 sampai 5 hari. Setelah telur-telur menetas, barulah dipindahkan ke kotak biopond yang medianya berupa sampah organik basah selama 15 hari agar maggot bisa dipanen.</p>



<p>Selain menghasilkan pakan alternatif bagi unggas dan ikan, ungkapnya, di tempat ini juga menghasilkan produk pupuk organik yang selama ini masih didistribusikan untuk petani bawang di wilayah Sekaran. Hal ini dikarenakan, kandungan pupuk masih proses uji laboratorium.</p>



<p>&#8220;Meski masih uji lab, prakteknya tanaman yang diberi pupuk organik ini daunnya lebat dan lebih segar. Serta, lebih tahan terhadap hama,&#8221; terangnya.</p>



<p>Sarana prasarana Wahana Edukasi Maggot Sekaran, ini juga tergolong lengkap. Selain membudidayakan maggot untuk dijual sebagai pakan ternak, para pengunjung juga akan belajar cara mengolah sampah organik dari proses budidaya unggas dan ikan.</p>



<p>&#8220;Kami membudidayakan ayam kampung. Dari ayam, itu kami menjual telurnya. Jadi, menambah nilai ekonomi. Termasuk, kotoran ayam tersebut tidak dibawa kemana-mana dan kami selesaikan dengan maggot sampai menjadi pupuk organik. Sehingga, sering dikunjungi para pelajar untuk belajar mengolah sampah,&#8221; ujar Mufid. <strong>(zen/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">179770</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wali Kota Habib Hadi Ajak Masyarakat Kota Probolinggo Peduli Pengolahan Sampah</title>
		<link>https://memontum.com/wali-kota-habib-hadi-ajak-masyarakat-kota-probolinggo-peduli-pengolahan-sampah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Oct 2022 07:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[DLH Kota Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[pengolahan sampah]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Probolinggo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=176663</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin membuka sosialisasi pengolahan sampah bagi masyarakat di Kelurahan Pakistaji, Selasa (11/10/2022) siang. Kegiatan yang diinisiasi Pokmas Pakis Jaya, bertujuan untuk mengedukasi warga Kelurahan Pakistaji yang selama ini belum peduli dalam pengolahan sampah. Diharapkan, dengan adanya sosialisasi itu, masyarakat bisa lebih peduli lagi terhadap pengolahan sampah. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin membuka sosialisasi pengolahan sampah bagi masyarakat di Kelurahan Pakistaji, Selasa (11/10/2022) siang. Kegiatan yang diinisiasi Pokmas Pakis Jaya, bertujuan untuk mengedukasi warga Kelurahan Pakistaji yang selama ini belum peduli dalam pengolahan sampah.</p>



<p>Diharapkan, dengan adanya sosialisasi itu, masyarakat bisa lebih peduli lagi terhadap pengolahan sampah. Sehingga, dapat melestarikan lingkungan hidup di Kota Probolinggo.</p>



<p>“Jadi, minta tolong untuk masalah kebersihan persoalan sampah, itu menjadi tanggung jawab semua masyarakat Kota Probolinggo. Jadi, persoalan banjir akibat dari sampah, tidak bisa kita hindari jika masyarakat tidak kompak,” kata Wali Kota Habib Hadi.</p>



<p>Baca Juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tersangka-pembunuhan-gadis-open-bo-dilimpahkan-ke-kejaksaan">Tersangka Pembunuhan Gadis Open BO Dilimpahkan ke Kejaksaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jelang-lebaran-dishub-kota-malang-petakan-titik-rawan-macet-di-pusat-perbelanjaan">Jelang Lebaran, Dishub Kota Malang Petakan Titik Rawan Macet di Pusat Perbelanjaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wujudkan-kota-atraktif-dprd-trenggalek-sebut-pembangunan-harus-libatkan-semua-elemen">Wujudkan Kota Atraktif, DPRD Trenggalek sebut Pembangunan Harus Libatkan Semua Elemen</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkab-malang-salurkan-bantuan-untuk-warga-terdampak-angin-kencang-di-gunungsari-tajinan">Pemkab Malang Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Angin Kencang di Gunungsari Tajinan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/nilai-investasi-capai-rp-250-miliar-pemkot-malang-kaji-proyek-kabel-bawah-tanah">Nilai Investasi Capai Rp 250 Miliar, Pemkot Malang Kaji Proyek Kabel Bawah Tanah</a></li>
</ul>


<p>Dalam sosialisasi itu, menghadirkan nara sumber Kepala UPTD Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Robiatul Adawiyah. Sementara sosialisasi ini, diikuti sebanyak 50 orang dari RW 7 Kelurahan Pakistaji.</p>



<p>Wali Kota Habib Hadi berharap, urusan masalah sampah di Kelurahan Pakistaji, dapat dibuktikan dengan penanganan pengolahan sampah. “Apa yang menjadi kendala, silahkan untuk konsultasikan ke lurah, kecamatan dan PD terkait (DLH) untuk betul-betul terus dipantau hasil dari kegiatan ini,” tegasnya.</p>



<p>Di akhir sambutannya, Wali Kota Habib Hadi mengajak dan mengingatkan pada warga Pakistaji untuk ikut mendukung Kota Probolinggo dalam ajang We Love Cities. Turut dalam giat itu Kepala DPUPRKP, Setiorini Sayekti, Plt. Sekcam Wonoasih, Yudo Pratomo, Lurah Pakistaji, Zainul Khodin, Babinsa dan Babhinkantibmas setempat. <strong>(kom/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">176663</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wali Kota Probolinggo Buka Sosialisasi Pengolahan Sampah Bernilai Ekonomis</title>
		<link>https://memontum.com/wali-kota-probolinggo-buka-sosialisasi-pengolahan-sampah-bernilai-ekonomis</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Sep 2022 10:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[pengolahan sampah]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[Sosialisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Probolinggo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=174658</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Kelurahan Curah Grinting, Kecamatan Kanigaran, melalui Pokmas Guyub Rukun menggelar sosialisasi pengolahan sampah bagi masyarakat, Kamis (01/09/2022) tadi. Ketua Pokmas Guyub Rukun, Nafi’ah, dalam laporannya mengatakan bahwa tujuan kegiatan ini untuk mengedukasi masyarakat terkait masalah persampahan. Karena, ketika masyarakat tidak memiliki pedulinya, maka akan berakibat fatal bagi kelestarian lingkungan. &#8220;Karenanya, perlu mengedukasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Kelurahan Curah Grinting, Kecamatan Kanigaran, melalui Pokmas Guyub Rukun menggelar sosialisasi pengolahan sampah bagi masyarakat, Kamis (01/09/2022) tadi.</p>



<p>Ketua Pokmas Guyub Rukun, Nafi’ah, dalam laporannya mengatakan bahwa tujuan kegiatan ini untuk mengedukasi masyarakat terkait masalah persampahan. Karena, ketika masyarakat tidak memiliki pedulinya, maka akan berakibat fatal bagi kelestarian lingkungan.</p>



<p>&#8220;Karenanya, perlu mengedukasi warga tentang mengolah sampah agar menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi,” ujarnya.</p>



<p>Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin, saat membuka kegiatan ini mengatakan masyarakat masih melihat sampah sebagai sesuatu yang tidak membuahkan hasil secara ekonomi. &#8220;Padahal, kalau dikelola dan diolah, ditambah dengan sosialisasi ini bisa menambah wawasan dan pemahaman. Seperti botol air kemasan, setelah airnya habis, setelah itu dibuang. Padahal itu sangat besar nilainya jika kita berhasil untuk mengelola sehingga berdampak terhadap pertambahan ekonomi,” terangnya.</p>



<p>Wali Kota Habib Hadi berharap, kegiatan ini tidak sebatas kegiatan yang tidak ada tindak lanjutnya. Dirinya meminta, agar Pokmas berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) agar ada program berkesinambungan yang bisa dilakukan oleh perangkat daerah terkait.</p>



<p>&#8220;Karena kita ingin semangat yang ada, komitmen yang ada ini terus berlanjut sehingga bisa mengembangkan potensi-potensi baru. Saya mengapresiasi Pokmas ini yang mengajak masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan,” bebernya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tersangka-pembunuhan-gadis-open-bo-dilimpahkan-ke-kejaksaan">Tersangka Pembunuhan Gadis Open BO Dilimpahkan ke Kejaksaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jelang-lebaran-dishub-kota-malang-petakan-titik-rawan-macet-di-pusat-perbelanjaan">Jelang Lebaran, Dishub Kota Malang Petakan Titik Rawan Macet di Pusat Perbelanjaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wujudkan-kota-atraktif-dprd-trenggalek-sebut-pembangunan-harus-libatkan-semua-elemen">Wujudkan Kota Atraktif, DPRD Trenggalek sebut Pembangunan Harus Libatkan Semua Elemen</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkab-malang-salurkan-bantuan-untuk-warga-terdampak-angin-kencang-di-gunungsari-tajinan">Pemkab Malang Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Angin Kencang di Gunungsari Tajinan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/nilai-investasi-capai-rp-250-miliar-pemkot-malang-kaji-proyek-kabel-bawah-tanah">Nilai Investasi Capai Rp 250 Miliar, Pemkot Malang Kaji Proyek Kabel Bawah Tanah</a></li>
</ul>


<p>Wali Kota Habib Hadi menekankan, jika persoalan sampah tidak hanya menjadi urusan pemerintah saja. Karena pemerintah sudah berusaha menyiapkan tenaga dan sebagainya untuk menjaga kelestarian lingkungan di Kota Probolinggo. Namun tanpa adanya kesadaran dari warga akan sulit untuk mengatasi masalah sampah.</p>



<p>“Tidak ada istilah terlambat asal ada kemauan sebagai langkah awal untuk menjadikan komitmen dan pola pikir kita bahwa sampah bisa menjadi berguna dan akan dirasakan manfaatnya. Mudah-mudahan ke depannya dari kelurahan dan kecamatan dapat berkoordinasi dengan DLH. Misal di lingkungan ini butuh gerobak sampah, tempat sampah atau pelatihan komposting dan sebagainya supaya bisa disupport. Karena tanpa didukung masyarakat mustahil jika hanya pemerintah saja yang melakukan,” ungkapnya.</p>



<p>Dengan kebersamaan maka sebesar apapun tantangan yang dihadapi akan terasa ringan karena warganya ikut serta menjaga dan melakukan yang terbaik sesuai dengan harapan pemerintah. “Tetap semangat, terus melakukan yang terbaik minimal untuk lingkungan kita sendiri dan nantinya Insyaallah akan menjadi percontohan dari daerah lainnya. Mudah-mudah kegiatan ini berjalan lancar dan hasilnya akan dirasakan manfaatnya, sekarang dan selamanya,” pesan wali kota.</p>



<p>Ditemui usai acara, Camat Kanigaran, Agus Riyanto mengatakan pelaksanaan sosialisasi didasari kondisi sampah yang ada di wilayah Kelurahan Curah Grinting. “Di Kelurahan Curah Grinting ada TPST di Jalan Citarum yang sebenarnya sudah ditutup, tetapi kenyataannya masyarakat masih membuang sampah disitu. Inilah salah satunya yang melatarbelakangi kita mengadakan kegiatan sosialisasi ini untuk merubah perilaku masyarakat. Sebenarnya sudah sebagian besar masyarakat berubah, tetapi masih ada saja masyarakat yang membuang sampah sembarangan,” harapnya.</p>



<p>Sosialisasi pengelolaan sampah ini juga dihadiri Lurah Curah Grinting dan diikuti oleh 45 peserta terdiri dari Dasawisma, petugas sampah, Babinsa dan Babinkamtibmas serta pengurus Pokja Kampung KB di wilayah Kelurahan Curah Grinting. <strong>(kom/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">174658</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kabupaten Malang, Pilot Project Penerapan Sistem Pengelolaan Sampah Organik Jadi Energi</title>
		<link>https://memontum.com/kabupaten-malang-pilot-project-penerapan-sistem-pengelolaan-sampah-organik-jadi-energi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Apr 2018 18:17:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[pengolahan sampah]]></category>
		<category><![CDATA[Pilot Project]]></category>
		<category><![CDATA[sampah organik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=39672</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kabupaten Malang &#8212; Kabupaten Malang menjadi yang pertama menjadi percontohan sistem pengelolaan sampah organik menjadi kompos dan energi listrik IRRC (Integrated Resource Recovery Center). Pasar Mantung yang berada di Desa Ngroto, Kecamatan Pujon dinilai menjadi lokasi yang cocok. Rendra Kresna Bupati Kabupaten Malang mengaku sangat beruntung jika daerah yang dia pimpin menjadi tempat pertama [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kabupaten Malang</strong> &#8212; Kabupaten Malang menjadi yang pertama menjadi percontohan sistem pengelolaan sampah organik menjadi kompos dan energi listrik IRRC (Integrated Resource Recovery Center). Pasar Mantung yang berada di Desa Ngroto, Kecamatan Pujon dinilai menjadi lokasi yang cocok. </p>
<p>Rendra Kresna Bupati Kabupaten Malang mengaku sangat beruntung jika daerah yang dia pimpin menjadi tempat pertama di Jatim. Rendra yang memang dikenal sebagai pemerhati sampah ini berharap pedagang dan masyarakat bisa memaksimalkan pembangunan demi meminimalisir pengeluaran biaya agar pedagang dan warga sekitar lebih sejahtera. </p>
<p><div id="attachment_39675" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://memontum.com/39672-kabupaten-malang-pilot-project-penerapan-sistem-pengelolaan-sampah-organik-jadi-energi/img-20180426-wa0007-copy-2" rel="attachment wp-att-39675"><img aria-describedby="caption-attachment-39675" decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/IMG-20180426-WA0007-copy-1.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="Bupati Malang Rendra Kresna saat meninjau lokasi pembangunan" width="650" height="366" class="size-full wp-image-39675" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/IMG-20180426-WA0007-copy-1.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/IMG-20180426-WA0007-copy-1.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/IMG-20180426-WA0007-copy-1.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/IMG-20180426-WA0007-copy-1.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a><p id="caption-attachment-39675" class="wp-caption-text"><em><strong>Bupati Malang Rendra Kresna saat meninjau lokasi pembangunan</strong></em></p></div></p>
<p>Rendra juga memiliki alasan yang kuat tentang pentingnya mengatasi sampah. Sebab hanya karena sampah bisa menciptakan gesekan antar daerah, antar masyarakat dan sebagainya.</p>
<p>&#8220;Sampah itu bisa menjadi masalah atau berkah bagi masyarakat tergantung kita bagaimana mengelolanya. Sampah harus segera diatasi demi terjaganya kebersihan lingkungan sekitar, &#8221; ungkap Rendra usai meresmikan dan meninjau bangunan, Kamis (26/4/2018).</p>
<p><a href="https://memontum.com/39672-kabupaten-malang-pilot-project-penerapan-sistem-pengelolaan-sampah-organik-jadi-energi/img-20180426-wa0008-copy-2" rel="attachment wp-att-39676"><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/IMG-20180426-WA0008-copy-1.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" class="aligncenter size-full wp-image-39676" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/IMG-20180426-WA0008-copy-1.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/IMG-20180426-WA0008-copy-1.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/IMG-20180426-WA0008-copy-1.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/IMG-20180426-WA0008-copy-1.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p>Kemudian, Ir Budi Ismoyo, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang menjelaskan jika unit pengolahan sampah ini dibangun dari dana hibah United Cities and Local Goverments Asia Pasific (UCLG ASPAC). Diharapkan, IRRC Mantung bisa mengatasi sampah di sekitar Pasar Mantung/Kecamatan Pujon. </p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">39672</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
