<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Prambon &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/prambon/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 10 Aug 2023 12:23:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Prambon &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Ajak Warga Tak Mudah Terprovokasi di Era Luapan Informasi, Kemenkominfo Gelar Diskusi di Prambon Nganjuk</title>
		<link>https://memontum.com/ajak-warga-tak-mudah-terprovokasi-di-era-luapan-informasi-kemenkominfo-gelar-diskusi-di-prambon-nganjuk</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Aug 2023 04:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nganjuk]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[diskusi]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[luapan]]></category>
		<category><![CDATA[Prambon]]></category>
		<category><![CDATA[terprovokasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=195482</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Nganjuk &#8211; Era digital ditandai dengan luapan informasi tidak terkendali. Infomasi baik dan bermanfaat, berbaur jadi satu dengan informasi jahat tak bermanfaat. Bahkan, banyak pula informasi hoaks yang sengaja dibuat untuk tujuan provokasi dan memecah belah persatuan bangsa. &#8220;Hoaks telah menjadi ’senjata’ bagi kaum radikalis untuk merusak mental dan moral bangsa melalui berita-berita bohong,&#8221; [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Nganjuk</strong> &#8211; Era digital ditandai dengan luapan informasi tidak terkendali. Infomasi baik dan bermanfaat, berbaur jadi satu dengan informasi jahat tak bermanfaat. Bahkan, banyak pula informasi hoaks yang sengaja dibuat untuk tujuan provokasi dan memecah belah persatuan bangsa.</p>



<p>&#8220;Hoaks telah menjadi ’senjata’ bagi kaum radikalis untuk merusak mental dan moral bangsa melalui berita-berita bohong,&#8221; tulis Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dalam rilisnya terkait rencana menggelar diskusi literasi digital di Desa Tanjungtani, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk, Jumat (11/08/2023) besok pukul 19.00 WIB.</p>



<p>Diskusi luring (offline) kolaborasi Kemenkominfo dengan PHBN Pemuda Bersatu Desa Tanjungtani itu, akan menghadirkan tiga nara sumber yang mengupas tema &#8216;Menghidupi Persatuan Indonesia: Jangan Mudah Terprovokasi di Era Luapan Informasi&#8217;. Mereka adalah Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jatim, Eko Pamuji, Chief Operating Regional ACSB East Java, Muhajir Sulthonul Aziz, dosen sekaligus Digital Enthusiast, M Adhi Prasnowo dan Mohammad Noviyanto selaku moderator.</p>



<p>”Diskusi literasi digital masuk desa ini digelar gratis. Bisa diikuti dengan cara mengisi link registrasi peserta di https://s.id/DaftarNganjuk1108. Peserta akan mendapat e-sertifikat, juga hadiah e-money senilai Rp 1 juta untuk 10 peserta yang beruntung,” tulis Kemenkominfo, Kamis (10/08/2023) tadi.</p>



<p>Terkait tema diskusi, Kemenkominfo menjelaskan, hoaks sudah menyebar dan menimbulkan keresahan di masyarakat. Bahkan banyak keluarga tak harmonis, perkawanan putus, dan terjadi kerusuhan di berbagai daerah akibat ’termakan’ berita hoaks. Bahaya hoaks akan mampu membuat perpecahan antaranak bangsa, sehingga mengganggu persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).</p>



<p>”Karena itu kami mengimbau marilah kita sama-sama menggunakan media sosial (medsos) untuk hal-hal yang sifatnya sinergis dan edukatif, jangan saling memecah belah,” sambung Kemenkominfo.</p>



<p>Kemenkominfo menambahkan, seperti diketahui bersama, saat ini bangsa Indonesia tengah menghadapi berbagai macam ancaman. Tidak hanya ancaman terorisme, bangsa Indonesia juga diuji keteguhannya sebagai bangsa dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>”Utamanya seiring dengan pelaksanaan hajatan nasional pemilu dan pilpres serentak yang banyak menimbulkan percikan perbedaan dan perpecahan di tengah masyarakat,” imbuh Kemenkominfo.</p>



<p>Suhu politik yang meningkat jelang hajatan politik lima tahunan, menurut Kemenkominfo, seringkali dimanfaatkan pihak-pihak yang ingin merusak kedamaian Indonesia, dengan membuat berita hoaks, baik di media massa, maupun medsos. ”Ironisnya, masyarakat Indonesia masih rentan dalam menghadapi serangan hoaks ini,” tegas Kemenkomnfo.</p>



<p>Diskusi yang digelar &#8216;chip in&#8217; di acara &#8216;Pengajian Akbar dan Sholawat&#8217; dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan RI di Desa Tanjungtani itu, bertujuan memberikan pemahaman mendalam terhadap latar belakang dan makna Kemerdekaan. ”Dengan begitu bangsa Indonesia dapat terus membangun semangat persatuan, kerja sama, dan pembangunan untuk masa depan yang lebih baik,” papar Kemenkominfo.</p>



<p>Sekadar catatan, diskusi literasi digital pada lingkup komunitas merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam program Indonesia #MakinCakapDigital (IMCD). IMCD diinisiasi Kemenkominfo untuk memberikan literasi digital kepada 50 juta orang masyarakat Indonesia hingga tahun 2024.</p>



<p>Tahun ini, program IMCD menargetkan 5,5 juta warga masyarakat sebagai peserta, khususnya mereka yang belum pernah mengikuti kegiatan literasi digital. IMCD sendiri bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif, produktif dan aman.</p>



<p>Program #literasidigitalkominfo tahun ini dilaksanakan sejak 27 Januari 2023. Program nasional yang berkolaborasi dengan Siber Kreasi dan 18 mitra jejaring ini membidik segmen pendidikan dan segmen kelompok masyarakat sebagai peserta.</p>



<p>Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan dan info literasi digital dapat diakses melalui media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Fan Page dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo serta website info.literasidigital.id. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">195482</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dampak Mobilitas Galian C, Warga Desa Prambon Trenggalek Minta Jalan Diperbaiki</title>
		<link>https://memontum.com/dampak-mobilitas-galian-c-warga-desa-prambon-trenggalek-minta-jalan-diperbaiki</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Feb 2022 09:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[dampak]]></category>
		<category><![CDATA[galian C]]></category>
		<category><![CDATA[perbaikan jalan]]></category>
		<category><![CDATA[Prambon]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=163591</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Menolak adanya penambangan galian C, puluhan warga Desa Prambon, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, melakukan aksi protes. Pasalnya, penambangan tersebut mengakibatkan kerusakan jalan desa akibat mobilitas truk pengangkut galian C. Mengingat, jalan tersebut merupakan akses utama masyarakat setempat serta jalur menuju salah satu sekolah. Warga menuntut, agar pihak pertambangan segera memperbaiki jalan tersebut. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Menolak adanya penambangan galian C, puluhan warga Desa Prambon, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, melakukan aksi protes. Pasalnya, penambangan tersebut mengakibatkan kerusakan jalan desa akibat mobilitas truk pengangkut galian C.</p>



<p>Mengingat, jalan tersebut merupakan akses utama masyarakat setempat serta jalur menuju salah satu sekolah. Warga menuntut, agar pihak pertambangan segera memperbaiki jalan tersebut.</p>



<p>Salah satu warga, Kiranto, mengatakan jika jalan ini rusak akibat lalu lalang truk bermuatan galian C. Hingga berdampak rusaknya jalan menuju perkampungan warga.</p>



<p>&#8220;Kita sebagai warga sangat terganggu atas mobilitas truk yang mengangkut muatan padas ini. Kami hanya meminta agar jalan ini segera diperbaiki,&#8221; ucapnya, Sabtu (12/02/2022).</p>



<p>Sementara itu, Kepala Desa Prambon, Suwarji, mengatakan jika hari ini warga sengaja menutup akses jalan. Warga meminta agar pihak penambang segera memperbaiki jalan tersebut.</p>



<p>&#8220;Selama ini pihak penambang belum ada realisasinya padahal dulu pihak penambang pernah menjanjikan perbaikan jalan ini,&#8221; terang Suwarji.</p>



<p>Namun tak berselang lama, pihak penambang datang ke lokasi dan berembug dengan warga terkait jalan rusak tersebut. &#8220;Dalam pertemuan yang berlangsung beberapa jam, akhirnya pihak penambang bersedia untuk memperbaiki jalan itu,&#8221; katanya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-dan-dprd-kota-malang-jemput-dukungan-pusat-untuk-penanganan-pasar-besar">Pemkot dan DPRD Kota Malang Jemput Dukungan Pusat untuk Penanganan Pasar Besar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-pastikan-pembangunan-kkdmp-berjalan-tertib-dan-memiliki-kepastian-hukum">Bupati Lumajang Pastikan Pembangunan KKDMP Berjalan Tertib dan Memiliki Kepastian Hukum</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-masalah-incenerator-waste-to-energy-bupati-malang-audensi-bersama-rektor-universitas-brawijaya">Bahas Masalah Incenerator Waste To Energy, Bupati Malang Audensi bersama Rektor Universitas Brawijaya</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/peringatan-nuzulul-quran-sekda-kabupaten-malang-ingatkan-pentingnya-pembangunan-spiritual-masyarakat">Peringatan Nuzulul Quran, Sekda Kabupaten Malang Ingatkan Pentingnya Pembangunan Spiritual Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/masuki-pertengahan-ramadan-kiriman-uang-pmi-via-kantor-pos-malang-turun-rp-18-miliar">Masuki Pertengahan Ramadan, Kiriman Uang PMI via Kantor Pos Malang Turun Rp 1,8 Miliar</a></li>
</ul>


<p>Pelaksana tambang galian C, Kukuh menyampaikan jika hal itu sudah direncanakan. Akan tetapi, mengingat saat ini masih masuk musim hujan. Pihaknya memperhitungkan secara teknis bagaimana dan kapan akan dilaksanakan perbaikan jalan itu</p>



<p>&#8220;Tadi setelah berbicara dengan warga, kami tentu tidak menutup mata dengan keadaan yang sekarang ini, secara teknis yang telah disepakati warga, jalan akan kami rambat dengan ukuran lebar 3,5 meter dan ketebalan 25 cm dan panjang 350 meter. Ini akan kami lakukan dua minggu kedepan,&#8221; jelas Kukuh.</p>



<p>Selain pihaknya akan memperbaiki jalan, bentuk kompensasi terhadap warga yang berdampak juga sudah dilakukan. Sementara kegiatan tambang sudah berjalan 4 tahun.</p>



<p>&#8220;Soal kompensasi dalam bentuk uang tentu kami sudah lakukan kepada warga yang berdampak, selain dari pada itu kami bangun juga gapura depan dan pos tempat berkumpul. Bahkan, ada sebagian warga yang kami pekerjakan di tempat pertambangan, ya setidaknya untuk membantu ekomoni masyarakat dan kelangsungan hidup berjalan dengan lancar,&#8221; paparnya.</p>



<p>Dalam aksinya ini, warga juga membentangkan spanduk yang bertuliskan &#8220;perbaiki jalan kami untuk kepentingan bersama, penuhi hak kami tepati janjimu&#8221;. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">163591</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Keluar Air Panas, Sumur di Makam Watutulis Prambon Mendadak Gemparkan Warga</title>
		<link>https://memontum.com/keluar-air-panas-sumur-di-makam-watutulis-prambon-mendadak-gemparkan-warga</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Dec 2019 13:07:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Air Panas]]></category>
		<category><![CDATA[Prambon]]></category>
		<category><![CDATA[Sumur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/102979-keluar-air-panas-sumur-di-makam-watutulis-prambon-mendadak-gemparkan-warga</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Area sumur yang ada di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Watutulis, Kecamatan Prambon, Sidoarjo mendadak dikunjungi ratusan warga. Ini menyusul, air sumur di makam itu yang biasanya terasa dingin (normal), kini terasa panas dan bahkan sempat mengeluarkan asap. Kondisi ini mendorong warga setempat dan desa sekitarnya berbondong-bondong ingin memastikan air panas itu. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo </strong>&#8211; Area sumur yang ada di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Watutulis, Kecamatan Prambon, Sidoarjo mendadak dikunjungi ratusan warga. Ini menyusul, air sumur di makam itu yang biasanya terasa dingin (normal), kini terasa panas dan bahkan sempat mengeluarkan asap.</p>
<p>Kondisi ini mendorong warga setempat dan desa sekitarnya berbondong-bondong ingin memastikan air panas itu. Sebagian digunakan mencuci tangan, kaki dan muka. Hingga malam ini, ratusan warga memadati makam yang ada di Dusun Watutulis Utara, Desa Watutulis, Kecamatan Prambob, Sidoarjo itu.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-102980" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191229-WA0123-copy.jpg?resize=740%2C444&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="444" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191229-WA0123-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191229-WA0123-copy.jpg?resize=300%2C180&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191229-WA0123-copy.jpg?resize=600%2C360&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191229-WA0123-copy.jpg?resize=200%2C120&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191229-WA0123-copy.jpg?resize=590%2C354&amp;ssl=1 590w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191229-WA0123-copy.jpg?resize=400%2C240&amp;ssl=1 400w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Memang terasa sangat panas. Setelah dicek dengan alat panasnya mencapai 42 derajat selsius,&#8221; kata Supriyadi yang sempat membuktikan panas air itu, Sabtu (28/12/2019) malam.</p>
<p>Sementara Kades Watutulis, Warsono menjelaskan perubahan kondisi air sumur di makam itu terjadi sejak Jumat (27/12/2019) sore. Bahkan sejumlah warga setempat sudah mencoba mengambil dengan timba. Hasilnya memang airnya terasa hangat. Namun saat itu, warga tidak menyikapi secara serius, karena mereka menduga hangatnya air ini karena terkena sinar matahari.</p>
<p>&#8220;Akan tetapi, setelah hari kedua, suhu air yang ada di sumur itu bertambah panas. Tidak hangat seperti sebelumnya. Seketika, kabar itu menyebar secara berantai. Hingga akhirnya banyak warga yang datang untuk melihat secara langsung fenomena alam di sumur itu. Makanya, sampai malam ini banyak warga datang berbondong-bondong melihat dan mengambil air dalam sumur itu,&#8221; tandasnya. <strong>Wan/yan</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">102979</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Forpimka  Prambon Gelar Gerak Jalan Peringati Kemerdekaan</title>
		<link>https://memontum.com/forpimka-prambon-gelar-gerak-jalan-peringati-kemerdekaan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Aug 2018 13:02:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[forpimka]]></category>
		<category><![CDATA[HUT RI]]></category>
		<category><![CDATA[Prambon]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/51644-forpimka-prambon-gelar-gerak-jalan-peringati-kemerdekaan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Gerak jalan dalam rangka memperingati kemerdekaan Republik Indonesian ke 73 di Kecamatan Prambon diikuti pelajar dan umum . Gerak jalan yang diikuti 293 regu ini dengan tujuan menanamkan rasa nasionalisme pada peserta dengan mengenal perjuangan para pahlawan bangsa. Gerak jalan diikuti pelajar dan umum dengan start di lapangan Desa Bulang. Peserta , [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8211; Gerak jalan dalam rangka memperingati kemerdekaan Republik  Indonesian  ke 73 di Kecamatan Prambon diikuti pelajar dan umum . Gerak jalan yang  diikuti 293 regu ini dengan tujuan menanamkan rasa nasionalisme pada peserta dengan mengenal perjuangan para pahlawan bangsa. </p>
<p>Gerak jalan diikuti pelajar dan umum dengan start   di lapangan Desa Bulang. Peserta ,  193 regu pelajar  dan 100 regu umum dan pemerintahan desa. Keikutsertaan warga umum menjadi cermin kepedulian terhadap perjalanan bangsa ini. </p>
<p>Sebagaimana dijelaskan oleh Camat Prambon Ainun Amalia. Menurutnya   peran serta warga umum adalah wujud perhatian dalam memeriahkan peringatan kemerdekaan, lebih jauh diharap  mereka peduli mengisi kemerdekaan dengan menjalani hidup bermasyarakat dan bernegara dengan baik.</p>
<p>&#8221; Tidak hanya sekedar mengikuti lomba, kami ingin para pelajar sebagai generasi penerus  lebih mencintai tanah airnya dengan menumbuhkan  rasa nasionalisme. Gerak jalan adalah napak tilas para pejuang dalam merebut kemerdekaan, sehingga mereka akan tahu susahnya perjuangan pendahulu kita, &#8221; papar Camat Prambon, Ainun Amalia.</p>
<p>Sementara itu  Kepala desa Bulang, Abdul Kodir,sebagai  ketua tim pelaksana menyampaikan ,  Pemerintah 20 desa se Kecamatan Prambon mendukung peringatan kemerdekaan bangsa ini , baik pikiran , tenaga ,dan materiil yang tidak sedikit, agar setiap warga  memahami rasa nasionalisme dan berperan aktif  mengisi kemerdekaan dengan pembangunan. <strong>(par/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">51644</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
