<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>prasasti kamulan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/prasasti-kamulan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 31 Aug 2022 10:20:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>prasasti kamulan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Puncak Peringatan Harjad Ke-828 Trenggalek Disuguhi dengan Arak-arakan 31 Tumpeng dan Prasasti Kamulan</title>
		<link>https://memontum.com/puncak-peringatan-harjad-ke-828-trenggalek-disuguhi-dengan-arak-arakan-31-tumpeng-dan-prasasti-kamulan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 31 Aug 2022 08:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Jadi]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Jadi Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Prasasti]]></category>
		<category><![CDATA[prasasti kamulan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=174555</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Hari ini atau 31 Agustus 2022, tepat Kabupaten Trenggalek genap berusia 828 tahun. Peringatan itu, ditandai dengan upacara adat yang digelar secara khidmat dan kental dengan Budaya Jawa. Bertempat di Pendopo Manggala Praja Nugraha Trenggalek, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, didampingi Ketua TP PKK Trenggalek, Novita Hardiny, mengenakan pakaian adat Jawa berwarna [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Hari ini atau 31 Agustus 2022, tepat Kabupaten Trenggalek genap berusia 828 tahun. Peringatan itu, ditandai dengan upacara adat yang digelar secara khidmat dan kental dengan Budaya Jawa.</p>



<p>Bertempat di Pendopo Manggala Praja Nugraha Trenggalek, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, didampingi Ketua TP PKK Trenggalek, Novita Hardiny, mengenakan pakaian adat Jawa berwarna Ungu. Tampak terlihat pula, seluruh jajaran Forkopimda dan sejumlah tamu undangan, kompak mengenakan pakaian adat Jawa.</p>



<p>Prosesi Hari Jadi (Harjad) diawali dengan kirab pusaka yang dipimpin oleh Wakil Bupati Trenggalek, Syah Natanegara, beserta istri Fatihatur Rohmah dari Desa Kamulan ke Pendopo Kabupaten Trenggalek. Selanjutnya, pusaka dikirab mengelilingi Alun-alun, dengan iring-iringan puluhan foto bupati dan wakil bupati yang pernah memimpin Trenggalek, juga air suci dan tumpeng agung (raksasa).</p>



<p>&#8220;Prosesi Hari Jadi Trenggalek kali ini hampir sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Diawali dengan jamasan (pembersihan) pusaka Trenggalek, kemudian diinapkan semalam di Desa Kamulan. Dan hari ini diarak (kirab) dari Desa Kamulan ke Pendopo Trenggalek oleh Wakil Bupati Trenggalek beserta istri,&#8221; terang Bupati Arifin saat dikonfirmasi, Rabu (31/08/2022) siang.</p>



<p>Dalam rangkaian Hari Jadi Trenggalek tahun ini, tambahnya, juga tidak lepas dari arak-arakan tumpeng raksasa sebagai simbol kemakmuran masyarakat. Jika di tahun sebelumnya, tumpeng raksasa hanya ada satu, maka di tahun ini Pemerintah Daerah Trenggalek menyiapkan 30 tumpeng mini yang nantinya akan dipersembahkan kepada seluruh masyarakat Trenggalek.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-dan-dprd-kota-malang-jemput-dukungan-pusat-untuk-penanganan-pasar-besar">Pemkot dan DPRD Kota Malang Jemput Dukungan Pusat untuk Penanganan Pasar Besar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-pastikan-pembangunan-kkdmp-berjalan-tertib-dan-memiliki-kepastian-hukum">Bupati Lumajang Pastikan Pembangunan KKDMP Berjalan Tertib dan Memiliki Kepastian Hukum</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-masalah-incenerator-waste-to-energy-bupati-malang-audensi-bersama-rektor-universitas-brawijaya">Bahas Masalah Incenerator Waste To Energy, Bupati Malang Audensi bersama Rektor Universitas Brawijaya</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/peringatan-nuzulul-quran-sekda-kabupaten-malang-ingatkan-pentingnya-pembangunan-spiritual-masyarakat">Peringatan Nuzulul Quran, Sekda Kabupaten Malang Ingatkan Pentingnya Pembangunan Spiritual Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/masuki-pertengahan-ramadan-kiriman-uang-pmi-via-kantor-pos-malang-turun-rp-18-miliar">Masuki Pertengahan Ramadan, Kiriman Uang PMI via Kantor Pos Malang Turun Rp 1,8 Miliar</a></li>
</ul>


<p>&#8220;Selain satu tumpeng raksasa, kita juga tambah 30 tumpeng mini di tahun ini. Ini dilakukan, supaya jadi pengingat tanggal Hari Jadi Trenggalek yang jatuh tepat hari ini atau 31 Agustus. Dengan demikian, masyarakat yang hadir pun bisa kebagian keberkahan dari tumpeng-tumpeng yang sebelumnya sudah dilakukan doa bersama,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Adapun yang berbeda dari prosesi Hari Jadi tahun ini, ujarnya, adalah dalam pelaksanaan ini bisa memboyong pusaka yakni Prasasti Kamulan. Pusaka ini, sebelumnya ada di Museum Kabupaten Tulungagung. Dan tepat di Ulang Tahun ke 828 ini, prasasti itu sudah ada di Trenggalek.</p>



<p>&#8220;Kira juga sudah buatkan Joglo Kamulyan di area Pendopo Trenggalek. Semoga, ini bisa menjadi simbol kemuliaan bagi masyarakat di Trenggalek,&#8221; kata Mas Ipin-sapaan akrabnya.</p>



<p>Suami Novita Hardiny ini berharap, sesuai tema Hari Jadi Trenggalek tahun 2022 ini yakni &#8216;Natas Nitis Netes&#8217;. Yang artinya, semua rencana bisa tuntas (tatas) dan tepat sasaran (titis) sehingga membuahkan karya atau hasil yang terbaik (netes) untuk kemajuan Kabupaten Trenggalek.</p>



<p>Disinggung terkait kedatangan Sri Sultan Hamengku Buwono X ke Kota Keripik Tempe, Mas Ipin menjelaskan, akan hadir Kamis (01/09/2022) besok. &#8220;Sri Sultan Hamengku Buwono X (Ngarso Dalem) direncanakan hadir beserta rombongan besok (Kamis). Kemudian, akan menandai malam puncak kerja sama antar daerah yaitu Pemerintah Kabupaten Trenggalek dengan Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY),&#8221; paparnya.</p>



<p>Kerja sama yang dimaksud, sambungnya, dalam hal muhibah budaya yang tidak menutup kemungkinan akan ditindaklanjuti dengan berbagai macam kerja sama. Baik di bidang ekonomi, sosial dan lainnya.</p>



<p>&#8220;Salah satu yang spesial pada Hari Jadi kali ini, yaitu disupport dengan berbagai macam kegiatan yakni muhibah budaya dari Provinsi DIY,&#8221; terang Bupati Arifin. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">174555</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tandai Pemindahan Prasasti Kamulan, Pemkab Trenggalek Gelar Wayang Kulit dan Ruwatan Murwakala</title>
		<link>https://memontum.com/tandai-pemindahan-prasasti-kamulan-pemkab-trenggalek-gelar-wayang-kulit-dan-ruwatan-murwakala</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Dec 2021 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[pemkab trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Prasasti]]></category>
		<category><![CDATA[prasasti kamulan]]></category>
		<category><![CDATA[Wayang Kulit]]></category>
		<category><![CDATA[Wayang Ruwatan Murwokolo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=160826</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Menandai pemindahan Prasasti Kamulan yang menjadi dasar penetapan Hari Jadi Trenggalek yang telah resmi dipindahkan dari Museum Wajakensis Tulungagung ke Kabupaten Trenggalek, Pemkab Trenggalek mengadakan ruwatan murwakala melalui pagelaran wayang kulit secara daring dari Pendopo Manggala Praja Nugraha. Dalam sambutannya, Wakil Bupati Trenggalek, Syah Natanegara, menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Menandai pemindahan Prasasti Kamulan yang menjadi dasar penetapan Hari Jadi Trenggalek yang telah resmi dipindahkan dari Museum Wajakensis Tulungagung ke Kabupaten Trenggalek, Pemkab Trenggalek mengadakan ruwatan murwakala melalui pagelaran wayang kulit secara daring dari Pendopo Manggala Praja Nugraha.</p>



<p>Dalam sambutannya, Wakil Bupati Trenggalek, Syah Natanegara, menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu memulangkan Prasasti Kamulan. Termasuk dalam hal ini, Bupati Tulungagung yang telah berbesar hati memberi kesempatan Pemkab Trenggalek untuk merawat Prasasti Kamulan.</p>



<p>&#8220;Alhamdulillah, berkat kebesaran hati seluruh pejabat yang ada di Kabupaten Tulungagung, kita yang ada di Kabupaten Trenggalek ini diberi kesempatan untuk merawat dan memelihara (Prasasti Kamulan). Maka dari itu, kita memiliki tanggung jawab yang sangat besar untuk bisa memanfaatkan,&#8221; ungkap Wabup Syah, Senin (27/12/2021) pagi.</p>



<p>Dirinya berharap, ke depan keberadaan Prasasti Kamulan yang saat ini di letakkan di area Pendopo Manggala Praja Nugraha, juga dapat dijadikan sebagai sarana edukasi bagi masyarakat. Sehingga, lebih mengenal bahwa Trenggalek memiliki sejarah panjang yang tidak bisa hanya diceritakan dalam satu malam.</p>



<p>&#8220;Kita berharap, ke depan dengan hadirnya prasasti ini sejarah kita menjadi lebih terang, menjadi lebih detail dan juga memantik para sejarahwan, pegiat kebudayaan untuk bisa menulis sejarah kita yang lebih rinci dan lebih baik lagi,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Seperti yang diketahui, pemindahan prasasti sudah menjadi kesepakatan bersama. &#8220;Pemindahan prasasti ini, semata-mata karena kesepakatan antara Bupati Trenggalek dan Bupati Tulungagung. Yang sebenarnya, memang prasasti yang kita sebut Prasasti Kamulan itu berada di Museum Tulungagung,&#8221; kata Wabup Syah.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-dan-dprd-kota-malang-jemput-dukungan-pusat-untuk-penanganan-pasar-besar">Pemkot dan DPRD Kota Malang Jemput Dukungan Pusat untuk Penanganan Pasar Besar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-pastikan-pembangunan-kkdmp-berjalan-tertib-dan-memiliki-kepastian-hukum">Bupati Lumajang Pastikan Pembangunan KKDMP Berjalan Tertib dan Memiliki Kepastian Hukum</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-masalah-incenerator-waste-to-energy-bupati-malang-audensi-bersama-rektor-universitas-brawijaya">Bahas Masalah Incenerator Waste To Energy, Bupati Malang Audensi bersama Rektor Universitas Brawijaya</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/peringatan-nuzulul-quran-sekda-kabupaten-malang-ingatkan-pentingnya-pembangunan-spiritual-masyarakat">Peringatan Nuzulul Quran, Sekda Kabupaten Malang Ingatkan Pentingnya Pembangunan Spiritual Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/masuki-pertengahan-ramadan-kiriman-uang-pmi-via-kantor-pos-malang-turun-rp-18-miliar">Masuki Pertengahan Ramadan, Kiriman Uang PMI via Kantor Pos Malang Turun Rp 1,8 Miliar</a></li>
</ul>


<p>Suami Fatihatur Rohmah ini menjelaskan, prasasti ini memiliki sejarah panjang di mana kawasan di Daerah Trenggalek, khususnya Kamulan memang dulu wilayah Tulungagung. Pada zaman Kolonial Belanda, benda-benda itu dipindahkan ke Pendopo Kabupaten Tulungagung yang sekarang disimpan di Museum Tulungagung.</p>



<p>&#8220;Ini sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk menjaga dan melestarikan cagar budaya asli Trenggalek. Agar nantinya, anak cucu kita juga bisa ikut melihat dan menikmati budaya-budaya daerah,&#8221; paparnya.</p>



<p>Seperti yang diberitakan sebelumnya, Prasasti Kamulan ini merupakan peninggalan jaman Kerajaan Kediri. Oleh Raja Kertajaya, diperuntukkan untuk masyarakat disekitar Kamulan yang memiliki jasa membantu raja dalam peperangan ketika Raja Kediri diserang dari kawasan Timur. Atas jasa-jasa penduduk Kamulan dan sekitarnya, maka daerah ini mendapatkan tanah kemerdekaan dan dibebaskan dari pajak.</p>



<p>Sebelumnya, Pemkab Trenggalek telah melakukan berbagai upaya dan komunikasi baik dengan Pemkab Tulungagung maupun pihak BPCB Jawa Timur, terkait maksud pemindahan prasasti tersebut ke Kabupaten Trenggalek. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">160826</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Setelah Lama di Museum Wajakensis Tulungagung, Prasasti Kamulan Akhirnya Kembali ke Trenggalek</title>
		<link>https://memontum.com/setelah-lama-di-museum-wajakensis-tulungagung-prasasti-kamulan-akhirnya-kembali-ke-trenggalek</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Dec 2021 09:31:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Museum]]></category>
		<category><![CDATA[Museum Wajakensis]]></category>
		<category><![CDATA[Prasasti]]></category>
		<category><![CDATA[prasasti kamulan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=160499</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Setelah tersimpan cukup lama di Museum Daerah Wajakensis Tulungagung, Prasasti Kamulan atau penanda diperingatinya Hari Jadi Trenggalek, akhirnya diboyong kembali ke tempat asalnya. Prasasti Kamulan ini, rencananya akan ditempatkan khusus di sebuah bangunan di Depan Gedung Bhawarasa Trenggalek. Dimana, lokasinya masih diseputaran Pendopo Manggala Praja Nugraha. Kepulangan Prasasti Kamulan ini, tentunya tidak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Setelah tersimpan cukup lama di Museum Daerah Wajakensis Tulungagung, Prasasti Kamulan atau penanda diperingatinya Hari Jadi Trenggalek, akhirnya diboyong kembali ke tempat asalnya. Prasasti Kamulan ini, rencananya akan ditempatkan khusus di sebuah bangunan di Depan Gedung Bhawarasa Trenggalek. Dimana, lokasinya masih diseputaran Pendopo Manggala Praja Nugraha.</p>



<p>Kepulangan Prasasti Kamulan ini, tentunya tidak lepas dari peran serta Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta restu Bupati Tulungagung, yang memperbolehkan benda cagar budaya itu bisa diboyong ke Trenggalek. &#8220;Iya, kami turut berterimakasih kasih kepada Provinsi Jawa Timur dan juga Pemerintah Kabupaten Tulungagung. Juga oleh Wakil Bupati yang sudah melakukan komunikasi awal. Kemudian, melakukan komunikasi lanjutan dengan Bupati Tulungagung, yang akhirnya kita diperbolehkan untuk memboyong Prasasti Kamulan ini,&#8221; ungkapnya saat dikonfirmasi, Senin (20/12/2021) siang.</p>



<p>Kondisi ini, tambahnya, menjadi satu hal yang spesial. Pusaka Trenggalek bisa kembali ke Trenggalek. Sehingga, benar-benar membuktikan bahwa Trenggalek itu ada dan bukan Trenggalek itu di Tulungagung.</p>



<p>&#8220;Semoga nanti ini menjadi simbol kebangkitan Trenggalek. Karena pusakanya, jiwanya atau ruhnya kembali. Tentunya bukan hanya menjadi benda sejarah, tetapi ini bisa menjadi spirit baru dan awal kebangkitan dari Trenggalek. Dan nanti akan kita letakkan di Pendopo,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Sementara itu, Kordinator Wilayah Balai Pemeliharaan Cagar Budaya (BPCB) Jatim wilayah Tulungagung-Trenggalek, Haryadi, menambahkan pemindahan prasasti sudah menjadi kesepakatan bersama. &#8220;Pemindahan prasasti ini karena kesepakatan antara Bupati Trenggalek dan Bupati Tulungagung. Yang sebenarnya, memang prasasti yang kita sebut Prasasti Kamulan itu berada di Museum Tulungagung,&#8221; terang Haryadi.</p>



<p>Dirinya menerangkan, prasasti ini memiliki sejarah panjang di mana kawasan di Daerah Trenggalek, khususnya Kamulan memang dulu wilayah Tulungagung. Pada Jaman Kolonial Belanda, benda-benda itu dipindahkan ke Pendopo Kabupaten Tulungagung, yang sekarang disimpan di Museum Tulungagung.</p>



<p>&#8220;Karena memang atas permohonan Bupati Trenggalek, Prasasti Kamulan memiliki dasar berdirinya Kabupaten Trenggalek. Tentu permohonan itu, dipertimbangkan oleh Bupati Tulungagung. Kita ketahui, benda ini adalah milik atau pemeliharaan dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Trowulan. Namun, pengelolan dan perawatnya adalah Museum Tulungagung,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-dan-dprd-kota-malang-jemput-dukungan-pusat-untuk-penanganan-pasar-besar">Pemkot dan DPRD Kota Malang Jemput Dukungan Pusat untuk Penanganan Pasar Besar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-pastikan-pembangunan-kkdmp-berjalan-tertib-dan-memiliki-kepastian-hukum">Bupati Lumajang Pastikan Pembangunan KKDMP Berjalan Tertib dan Memiliki Kepastian Hukum</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-masalah-incenerator-waste-to-energy-bupati-malang-audensi-bersama-rektor-universitas-brawijaya">Bahas Masalah Incenerator Waste To Energy, Bupati Malang Audensi bersama Rektor Universitas Brawijaya</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/peringatan-nuzulul-quran-sekda-kabupaten-malang-ingatkan-pentingnya-pembangunan-spiritual-masyarakat">Peringatan Nuzulul Quran, Sekda Kabupaten Malang Ingatkan Pentingnya Pembangunan Spiritual Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/masuki-pertengahan-ramadan-kiriman-uang-pmi-via-kantor-pos-malang-turun-rp-18-miliar">Masuki Pertengahan Ramadan, Kiriman Uang PMI via Kantor Pos Malang Turun Rp 1,8 Miliar</a></li>
</ul>


<p>Menurut Haryadi, prasasti ini merupakan peninggalan Zaman Kerajaan Kediri. Oleh Raja Kertajaya, diperuntukkan untuk masyarakat di sekitar Kamulan, yang memiliki jasa membantu raja dalam peperangan ketika Raja Kediri diserang dari kawasan Timur. Atas jasa-jasa penduduk Kamulan dan sekitarnya, maka daerah ini mendapatkan tanah kemerdekaan dan dibebaskan dari pajak.</p>



<p>&#8220;Jadi daerah ini punya masa lalu yang sagat luar biasa dulunya,&#8221; katanya.</p>



<p>Pemindahan Prasasti Kamulan dari Museum Daerah Wajakensis ke Trenggalek, ternyata cukup memakan waktu yang panjang. Pasalnya, memang dibutuhkan kehati-hatian agar prasasti ini tidak mengalami kerusakan dalam proses pemindahan.</p>



<p>Sedangkan untuk teknis pemindahan prasasti ini, dilakukan secara manual. Karena, memang benda yang dipindahkan memang bukan seperti benda-benda biasa.</p>



<p>&#8220;Benda ini sangat dilindungi dan sangat dilestarikan oleh negara. Sehingga, harus dijamin keamanannya maupun keterawatannya,&#8221; papar Haryadi.</p>



<p>Diketahui, dari tim Pelestarian Cagar Budaya, Provinsi Jatim, memulai pemindahan pada Minggu (19/12/2021) siang kemarin sekira pukul 13.00 sampai jam 24.00. Itu pun, baru sebatas bisa naik ke atas kendaraan truk dan baru bisa dibawa ke Trenggalek.</p>



<p>Ditegaskan oleh Haryadi, memang ada kekhususan dalam merawat benda-benda cagar budaya seperti Prasasti Kamulan ini. &#8220;Teman-teman konservasi dari Pemprov Jatim, juga akan terus memantau keterawatan dari cagar budaya ini,&#8221; terangnya. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">160499</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kunjungi Bupati Tulungagung, Pemkab Trenggalek Berniat Pindahkan Prasasti Kamulan</title>
		<link>https://memontum.com/kunjungi-bupati-tulungagung-pemkab-trenggalek-berniat-pindahkan-prasasti-kamulan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Jun 2021 10:22:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[prasasti kamulan]]></category>
		<category><![CDATA[wabup syah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=145681</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Wakil Bupati Trenggalek Syah Muhamad Natanegara kunjungi Bupati Tulungagung dalam rangka ingin memindahkan Prasasti Kamulan ke Trenggalek. Prasasti ini menjadi dasar penetapan Hari Jadi Trenggalek dan memiliki nilai lebih dalam sejarah perjalanan kabupaten di ujung selatan Jatim tersebut. Saat ini, keberadaan Prasasti Kamulan sendiri disimpan dan dirawat di Museum Daerah Tulungagung. Karena [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek </strong>&#8211; Wakil Bupati Trenggalek Syah Muhamad Natanegara kunjungi Bupati Tulungagung dalam rangka ingin memindahkan Prasasti Kamulan ke Trenggalek. Prasasti ini menjadi dasar penetapan Hari Jadi Trenggalek dan memiliki nilai lebih dalam sejarah perjalanan kabupaten di ujung selatan Jatim tersebut.</p>



<p>Saat ini, keberadaan Prasasti Kamulan sendiri disimpan dan dirawat di Museum Daerah Tulungagung. Karena keberadaannya di Tulungagung, Wakil Bupati Syah mewakili Pemerintah Kabupaten Trenggalek bermaksud meminta ijin kepada Bupati Tulungagung untuk bisa memindahkan prasasti ini ke Trenggalek.</p>



<p>Baca juga: </p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pesona-banyu-kuwung-destinasi-wisata-pemandian-alami-di-kaki-gunung-ijen">Pesona Banyu Kuwung, Destinasi Wisata Pemandian Alami di Kaki Gunung Ijen</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/cukup-rp-79-ribu-nikmati-sensasi-keindahan-perairan-pantai-marina-boom-banyuwangi-dengan-kapal-listrik">Cukup Rp 79 Ribu, Nikmati Sensasi Keindahan Perairan Pantai Marina Boom Banyuwangi dengan Kapal Listrik</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/paralayang-dan-pantai-modangan-paket-keindahan-alam-eksotis-di-malang-selatan">Paralayang dan Pantai Modangan, Paket Keindahan Alam Eksotis di Malang Selatan</a></li>
</ul>


<p>Nilai historis dan arti yang sangat berharga bagi masyarakat Trenggalek, yang menjadi alasan kenapa Pemerintah Trenggalek sangat ingin memindahkan prasasti ini ke areal Pendopo Trenggalek.</p>



<p>&#8220;Prasasti Kamulan ini memiliki nilai lebih bagi Kabupaten Trenggalek. Hal ini dikarenakan menjadi dasar penetapan Hari Jadi Trenggalek,&#8221; ucap Wabup Syah, Sabtu (19/06/2021) siang.</p>



<p>Dikatakan Wabup, dengan berada di Trenggalek nilai sejarah Prasasti Kamulan ini akan kian terasa. &#8220;Kalau dekat pasti akan lebih terasa nilai sejarahnya. Sekaligus dapat digunakan sebagai sarana edukasi kepada masyarakat,&#8221; imbuh mantan anggota DPRD Trenggalek ini.</p>



<p>Menerima kunjungan Wabup Trenggalek dan jajarannya, Bupati Tulungagung Maryoto Birowo menangkap maksud dari Pemerintah Kabupaten Trenggalek.</p>



<p>Namun dalam kesempatan itu, Bupati Tulungagung menegaskan Prasasti Kamulan ini memiliki historis sejarah berdirinya Trenggalek dan Tulungagung.</p>



<p>&#8220;Dalam catatan sejarah Prasasti Kamulan ini diambil dari Desa Kamulan yang dulunya masih menjadi bagian dari Tulungagung,&#8221; tutur Bupati Maryoto.</p>



<p>Dijelaskan Bupati Tulungagung, awalnya Pemerintah Tulungagung tidak tahu jika prasasti ini adalah Prasasti Kamulan. Baru diketahui setelah kunjungan ahli Epigrapi Prof Arlo dari Perancis ke Tulungagung yang bertujuan meneliti dan mengkaji puluhan batu prasasti yang tersebar di wilayah Tulungagung.</p>



<p>&#8220;Pada awalnya ada 60 benda cagar budaya berupa batu prasasti, arca, dorpel dan yang lainnya berada di areal Pendopo. 60 benda cagar budaya kemudian dipindahkan dan disimpan di Museum Daerah Tulungagung,&#8221; terangnya.</p>



<p>Meski demikian, pemerintah Tulungagung nampak masih berat melepas prasasti ini karena ada sejarah perjalanan Tulungagung di dalam 2 prasasti yakni Lawadan di Besole dan Prasasti Kamulan yang saat ini berada di Museum Tulungagung.</p>



<p>&#8220;Yang menjadi alasan Tulungagung merasa berat dipindahkan karena isi dari Prasasti Kamulan ini memuat perincian anugerah Sri Tumandah dan Sri Rajakula berupa hak hak istimewa karena berjasa mengembalikan singgasana Kertajaya di Panjalu Kadiri,&#8221; jelas Bupati Maryoto.</p>



<p>Menurut kajian Pemerintah Tulungagung prasasti ini lebih diperuntukkan kepada daerah wilayah kekuasaan Ketandan Sekapat, Kalambret Tulungagung.</p>



<p>Bupati Tulungagung tidak menghalangi bila Trenggalek ingin memboyong prasasti ini ke Trenggalek. Namun karena ini sudah dikelola oleh BPCB Jatim dan Provinsi Jatim, Pemkab Trenggalek diarahkan mengajukan permohonan ke sana, karena ini menurutnya sudah menjadi kewenangan BPCB.</p>



<p>Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek, Drs Sunyoto menambahkan Prasasti Kamulan ini merupakan pusaka bagi masyarakat Trenggalek.</p>



<p>&#8220;Ibaratnya Prasasti Kamulan adalah pusaka bagi masyarakat Trenggalek, sehingga kami ingin bisa menyimpan pusaka ini,&#8221; kata Sunyoto.</p>



<p>Masih terang Kadin Pariwisata Trenggalek ini, akan lebih baik bila Tulungagung bisa ikut mendukung Trenggalek pusaka Trenggalek ini bisa di boyong ke daerah asalnya.<strong> (mil/syn)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">145681</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
