<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Produksi Garam &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/produksi-garam/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 07 Oct 2021 12:01:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Produksi Garam &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Jaga Kualitas Produksi Garam Petani agar Lebih Meningkat, Ini Langkah Pemkot Surabaya</title>
		<link>https://memontum.com/jaga-kualitas-produksi-garam-petani-agar-lebih-meningkat-ini-langkah-pemkot-surabaya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Oct 2021 12:01:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kota surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Produksi Garam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=155389</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Warga di beberapa wilayah Kota Surabaya, masih terus eksis menggarap tambak sebagai lahan pertanian. Salah satunya, adalah kelompok petani garam yang berada di pesisir pantai Kampung Greges, Kelurahan Tambak Sarioso, Kecamatan Asemrowo, Kota Surabaya. Camat Asemrowo Surabaya, Bambang Udi Ukoro, mengatakan bahwa di Kecamatan Asemrowo masih ada petani tambak garam. Sementara luas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Warga di beberapa wilayah Kota Surabaya, masih terus eksis menggarap tambak sebagai lahan pertanian. Salah satunya, adalah kelompok petani garam yang berada di pesisir pantai Kampung Greges, Kelurahan Tambak Sarioso, Kecamatan Asemrowo, Kota Surabaya.</p>



<p>Camat Asemrowo Surabaya, Bambang Udi Ukoro, mengatakan bahwa di Kecamatan Asemrowo masih ada petani tambak garam. Sementara luas lahan yang digarap, ada sekitar 20 hektar.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tersangka-pembunuhan-gadis-open-bo-dilimpahkan-ke-kejaksaan">Tersangka Pembunuhan Gadis Open BO Dilimpahkan ke Kejaksaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/terdakwa-dugaan-penggelapan-emas-rp-33-miliar-minta-diskon-hukuman">Terdakwa Dugaan Penggelapan Emas Rp 3,3 Miliar Minta &#8216;Diskon&#8217; Hukuman</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/polres-situbondo-ungkap-praktik-pembuatan-petasan-dan-amankan-51-kg-bubuk-mercon">Polres Situbondo Ungkap Praktik Pembuatan Petasan dan Amankan 5,1 Kg Bubuk Mercon</a></li>
</ul>


<p>&#8220;Setiap 1 tahun, mereka bisa panen sampai 10 ton (per petak) dan panen ini dilaksanakan secara periodik antara lima sampai tujuh hari sekali,&#8221; kata Bambang, Kamis (07/10/2021).</p>



<p>Selain itu, tambah Bambang, mengenai pengolahannya bagaimana, itu telah dirinya lihat langsung. Karenanya, mensikapi itu, dirinya bakal berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DKPP) agar ada pembinaan yang lebih masif kepada petani garam di wilayahnya.</p>



<p>“Saat ini para petani membutuhkan bantuan geomembran atau terpal agar kualitas produksinya meningkat. Kami akan coba menghimpun dulu jumlah dari petani garam yang ada di Kecamatan Asemrowo untuk diteruskan ke DKPP,&#8221; terangnya.</p>



<p>Lebih lanjut Bambang menjelaskan, kalau dirinya siap memfasilitasi warganya yang membutuhkan pembinaan seperti pelatihan dan pendampingan agar kualitas produksi garam lebih meningkat. Karena bagaimana pun, ke depan petani di wilayahnya diharapkan dapat memiliki produk garam sendiri.</p>



<p>&#8220;Tentunya kami berharap,.para petani ini bisa membuat produksi sendiri. Baik itu mekanisme mulai dari pembibitan sampai dengan panen. Hasil panen itupun kalau bisa diproduksi (dikemas) sendiri. Karena selama ini hasil panen langsung masuk ke pabrik,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Sementara itu, Salah satu petani garam di Kelurahan Tambak Sarioso, Kecamatan Asemrowo, Surabaya, Heri Susanto, mengungkapkan bahwa sejak puluhan tahun, dirinya bersama rekan-rekannya menggarap lahan tambak untuk pengolahan garam. &#8220;Untuk meningkatkan produktivitas garam, kita membutuhkan geomembran atau terpal. Kalau pakai geomembran, itu kualitas dan mutu garam bisa lebih bagus dan halus,&#8221; kata Heri Susanto.</p>



<p>Menurut Heri, jika menggunakan geomembran atau terpal, kualitas garam yang dihasilkan juga lebih bersih. Sehingga garam tersebut tidak tercampur dengan tanah. Dengan hasil produksi yang bersih itu, maka nilai jual garam bisa lebih tinggi.</p>



<p>&#8220;Ada dua jenis garam yang kita produksi, geomembran dan langsung tanah. Kalau pakai geomembran (terpal), kualitasnya bagus, kalau alasnya tanah itu hasilnya garam grosok. Kita sebagai petani garam diusahakan pakai terpal atau geomembran,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Di tempat terpisah, Kabid Kelautan dan Perikanan DKPP Kota Surabaya, M Aswan, juga mengakui bahwa kualitas garam akan lebih bagus jika menggunakan geomembran. &#8220;Kita akan bantu geomembran agar kualitas garam mereka (petani) lebih bagus. Kita sesuaikan juga dengan kondisi anggaran. Insya Allah di tahun depan (2022), kita usulkan,&#8221; Aswan.</p>



<p>Saat ini, kata Aswan, di Surabaya ada sebanyak 10 kelompok petani garam dengan jumlah sekitar 100 orang. Untuk lokasinya, mereka tersebar di beberapa wilayah kecamatan, yakni Benowo, Pakal dan Asemrowo.&nbsp;</p>



<p>&#8220;Ada sekitar 10 kelompok petani garam di Surabaya dengan jumlah sekitar 100 orang,&#8221; jelasnya.&nbsp;</p>



<p>Lebih lanjut dirinya menambahkan, bahwa pihaknya akan menyediakan fasilitas gudang untuk menyimpan garam di Samemi itu gratis.&nbsp;</p>



<p>&#8220;Mereka (petani) bisa menyimpan garam di sana, kapasitasnya hingga 30 ribu karung,&#8221; tambahnya. <strong>(ade/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">155389</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tradisi Nyadar, Warisan Budaya yang Harus Dilestarikan</title>
		<link>https://memontum.com/tradisi-nyadar-warisan-budaya-yang-harus-dilestarikan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Nov 2020 05:59:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Nyadar]]></category>
		<category><![CDATA[Produksi Garam]]></category>
		<category><![CDATA[Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi Nyadar]]></category>
		<category><![CDATA[Warisan Budaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=128618</guid>

					<description><![CDATA[Berharap Hasil Produksi Garam Melimpah dan Berkah Memontum Sumenep &#8211; Warga petani garam yang berada di Desa Pinggir Papas, Marengan dan sekitarnya terus melestarikan upacara atau ritual adat nyadar termasuk warga Desa Kebundadap Barat, Kecamatan Saronggi. Bagi mereka yang berpegang teguh pada adat, ritual Nyadar merupakan tradisi sakral yang diperingati dalam setiap tahunnya. Salah seorang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h3>Berharap Hasil Produksi Garam Melimpah dan Berkah</h3>
<p><span id="more-128618"></span></p>
<p><strong>Memontum Sumenep</strong> &#8211; Warga petani garam yang berada di Desa Pinggir Papas, Marengan dan sekitarnya terus melestarikan upacara atau ritual adat nyadar termasuk warga Desa Kebundadap Barat, Kecamatan Saronggi.</p>
<p>Bagi mereka yang berpegang teguh pada adat, ritual Nyadar merupakan tradisi sakral yang diperingati dalam setiap tahunnya.</p>
<p>Salah seorang tokoh masyarakat Kebundadap Barat, Kiai Moh Hayyi mengatakan ritual Nyadar hakikatnya memohon doa kepada Tuhan agar Mbah atau Syekh Anggasuto, Syekh Kabasa, Syekh Dukun, Nyai Kabasa, dan Nyai Bangsa agar amalnya diterima disisiNYA. Selain itu, mereka juga berharap hasil produksi garam rakyat atau petani bisa melimpah dan dapat berkahnya.</p>
<p>Menurut Kiai Hayyi, upacara atau ritual nyadar digelar setelah warga berduyun-duyun membawa makanan yang disimpan dalam panjang (tumpeng). Terdapat sebanyak 700 panjang yang berisi makanan. Panjang tersebut diletakkan di sebelah selatan bujuk atau asta.</p>
<p>Selain itu warga juga membawa kembang tujuh rupa untuk ditaburkan ke makam para mbah atau syekh itu.</p>
<p>&#8220;Lalu, upacara dimulai ketika para ketua adat, juru kunci asta, sesepuh dan tokoh masyarakat hadir di asta tersebut. Ketua adat, juru kunci asta dan para sesepuh  duduk di depan asta. Sementara masyarakat umum berada di sebelah selatan asta,&#8221; kata kaia muda Kebundadap Barat itu.</p>
<p>Upacara Nyadar itu dipimpin para sesepuh yang masih keturunan Mbah Anggasuto. Lalu warga diberikan air minum dan bedak yang dioleskan pada wajah, leher dan lengan. Diyakini bahwa air dan bedak tersebut mengandung barokah. Seperti bisa dijauhkan dari penyakit dan kemudahan dalam mencari nafkah rezeki atau usaha.</p>
<p>Dijelaskan lebih jauh, setelah ritual nyadar itu sudah selesai lalu baca doa bersama. Tujuannya agar warga diberikan kesehatan, terhindar dari musibah dan mengharap barokah agar usaha tani garamnya bisa sukses. Lalu dilanjutkan dengan acara makan-makan meski makanan tersebut tak harus dihabiskan.</p>
<p>Saat ini tradisi Nyadar sudah diminati oleh pengunjung luar kota sebagai obyek wisata  lokal berlatar belakang tradisi. <strong>(adv/edo/ono)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">128618</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
