<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>rawan banjir &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/rawan-banjir/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 18 Oct 2022 13:24:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>rawan banjir &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Siaga Bencana, BPBD Bondowoso Minta Sembilan Kecamatan Rawan Banjir dan 11 Rawan Longsor Waspada</title>
		<link>https://memontum.com/siaga-bencana-bpbd-bondowoso-minta-sembilan-kecamatan-rawan-banjir-dan-11-rawan-longsor-waspada</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Oct 2022 13:24:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bondowoso]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Bondowoso]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<category><![CDATA[rawan banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Rawan Longsor]]></category>
		<category><![CDATA[siaga bencana]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=177060</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Bondowoso &#8211; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso mengimbau kepada seluruh warga untuk selalu siaga bencana, selama memasuki musim penghujan. Itu karena, pada musim ini potensi bencana sangat besar. Sesuai ramalan Hidrometeorologi, potensi bencana di Bumi Ki Ronggo ini sangat besar dan kejadiannya tidak bisa diprediksi. Oleh karena itu, pihaknya meminta masyarakat untuk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Bondowoso</strong> &#8211; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso mengimbau kepada seluruh warga untuk selalu siaga bencana, selama memasuki musim penghujan. Itu karena, pada musim ini potensi bencana sangat besar.</p>



<p>Sesuai ramalan Hidrometeorologi, potensi bencana di Bumi Ki Ronggo ini sangat besar dan kejadiannya tidak bisa diprediksi. Oleh karena itu, pihaknya meminta masyarakat untuk selalu memantau informasi cuaca serta kebencanaan instansi terkait.</p>



<p>“Hujan deras, angin puting beliung, banjir dan tanah longsor, merupakan bencana yang berpotensi terjadi di sejumlah titik di Bondowoso,” kata Kalaksa BPBD Bondowoso, Dadan Kurniawan, Selasa (18/10/2022) tadi.</p>



<p>Dijelaskannya, lokasi rawan bencana banjir adalah Kecamatan Bondowoso, Botolinggo, Cermee, Grujugan, Klabang, Prajekan, Tapen, Tenggarang dan Kecamatan Tlogosari. Sedangkan angin puting beliung, berpotensi terjadi di seluruh wilayah Kabupaten Bondowoso.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-pastikan-harga-bahan-pangan-turun">Wali Kota Malang Pastikan Harga Bahan Pangan Turun</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-ajak-masyarakat-taat-pajak-dan-tertib-laporan-spt-tahunan">Bupati Lumajang Ajak Masyarakat Taat Pajak dan Tertib Laporan SPT Tahunan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/1-270-pedagang-pasar-induk-gadang-direlokasi-swadaya-ke-lahan-sewa">1.270 Pedagang Pasar Induk Gadang Direlokasi Swadaya ke Lahan Sewa</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/soroti-masalah-pendidikan-di-kabupaten-malang-bupati-sanusi-terima-audiensi-bersama-bem">Soroti Masalah Pendidikan di Kabupaten Malang, Bupati Sanusi Terima Audiensi bersama BEM</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tinjau-relokasi-pasar-induk-gadang-pemkot-malang-pastikan-pedagang-pindah-usai-lebaran">Tinjau Relokasi Pasar Induk Gadang, Pemkot Malang Pastikan Pedagang Pindah Usai Lebaran</a></li>
</ul>


<p>Dijelaskan pula, bahwa di Bondowoso juga rawan terjadi longsor. Adapun kecamatan yang rawan longsor, adalah Kecamatan Binakal, Curahdami, Grujugan, Ijen, Klabang, Maesan, Pakem, Sumber Wringin,Taman Krocok, Tlogosari dan Kecamatan Wringin.</p>



<p>“BPBD membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana). Karena di Bondowoso, ini sering terjadi anomali cuaca. Diharapkan, masyarakat bergabung dengan Destana, karena di dalamnya ada mitigasi untuk mengetahui jenis bencana yang mungkin terjadi,” jelasnya.</p>



<p>Dengan mitigasi, lanjutnya, maka warga bisa mengenali daerah rawan bencana, menyusun rencana evakuasi, menyiapkan tempat mengungsi.dan memantau berita kondisi cuaca. &#8220;Dengan demikian, kita mengetahui ancaman atau terjadinya bencana Hidrometeorologi,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Jika terjadi bencana, dirinya berharap, agar masyarakat bisa segera melaporkannya ke Posko Siaga Darurat Bencana Kabupaten Bondowoso. <strong>(zen/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">177060</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Relokasi Warga di Rawan Banjir Masih Wacana, Pemkot Malang Bangun Drainase Blueprint untuk Atasi Banjir</title>
		<link>https://memontum.com/relokasi-warga-di-rawan-banjir-masih-wacana-pemkot-malang-bangun-drainase-blueprint-untuk-atasi-banjir</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Nov 2021 05:19:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Blueprint]]></category>
		<category><![CDATA[Darurat Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Drainase]]></category>
		<category><![CDATA[pemkot malang]]></category>
		<category><![CDATA[rawan banjir]]></category>
		<category><![CDATA[siaga banjir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=158215</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus berupaya meminimalisir penyebab terjadinya banjir. Selain melalui Gerakan Angkat Sampah dan Sedimen (GASS), Wali Kota Malang, Sutiaji, menekankan bahwa pihaknya kuatkan zero tolerance terhadap bangunan yang menghambat saluran aliran air. Meski begitu, hingga kini belum ada rencana untuk merelokasi warga yang bermukim di wilayah rawan banjir. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus berupaya meminimalisir penyebab terjadinya banjir. Selain melalui Gerakan Angkat Sampah dan Sedimen (GASS), Wali Kota Malang, Sutiaji, menekankan bahwa pihaknya kuatkan zero tolerance terhadap bangunan yang menghambat saluran aliran air. Meski begitu, hingga kini belum ada rencana untuk merelokasi warga yang bermukim di wilayah rawan banjir.</p>



<p>&#8220;Karena melibatkan banyak orang, relokasi masih wacana,&#8221; tegas Wali Kota Sutiaji, Senin (15/11/2021).</p>



<p>Oleh sebab itu, pihaknya saat ini tengah mencari solusi lain. Yakni, berupa pembangunan drainase blueprint. &#8220;Yang dilakukan Pemkot, kita lagi bangun drainase blueprint. Sistem di sini yang dipakai adalah irigasi. Kalau irigasi kan bentuk alirannya dari besar ke kecil,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Tak hanya itu, dengan mengetahui data eksisting drainase di Kota Malang, pihaknya menelusuri dari hulu ke hilir dimana letak penyebab banjir. &#8220;Sehingga ini harapannya bisa mengurangi volume air dan bisa tidak banjir. Terlebih ketika jacking di Tidar bisa difungsikan, akan mengurangi banjir di daerah Klaseman, Tidar, dan Galunggung,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-pastikan-harga-bahan-pangan-turun">Wali Kota Malang Pastikan Harga Bahan Pangan Turun</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-ajak-masyarakat-taat-pajak-dan-tertib-laporan-spt-tahunan">Bupati Lumajang Ajak Masyarakat Taat Pajak dan Tertib Laporan SPT Tahunan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/1-270-pedagang-pasar-induk-gadang-direlokasi-swadaya-ke-lahan-sewa">1.270 Pedagang Pasar Induk Gadang Direlokasi Swadaya ke Lahan Sewa</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/soroti-masalah-pendidikan-di-kabupaten-malang-bupati-sanusi-terima-audiensi-bersama-bem">Soroti Masalah Pendidikan di Kabupaten Malang, Bupati Sanusi Terima Audiensi bersama BEM</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tinjau-relokasi-pasar-induk-gadang-pemkot-malang-pastikan-pedagang-pindah-usai-lebaran">Tinjau Relokasi Pasar Induk Gadang, Pemkot Malang Pastikan Pedagang Pindah Usai Lebaran</a></li>
</ul>


<p>Beberapa titik banjir lainnya, diakui Sutiaji, sebenarnya sudah ada solusi. Seperti di Jalan Bareng Raya yang rencananya dilakukan penyudetan dengan biaya Rp 20 miliar, namun anggaran tersebut harus direfocusing.</p>



<p>&#8220;Kemudian di Jalan Kedawung itu kami sudah minta kepala dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPRPKP) dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas dengan Pemerintah Provinsi. Nanti dibelokkan, kita buat besar dari Ringin Asri sampai ke Sungai Brantas, sehingga bisa mengurangi mulai Suhat, Lowokwaru, sampai Kedawung. Detail Engineering Design (DED) sudah, kurang lebih kemarin anggarannya Rp 128 miliar, tapi dari Pemprov,&#8221; bebernya.</p>



<p>Namun, untuk sektor Sawojajar, pihaknya masih mencari solusi berkaitan dengan penataan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). &#8220;Kita kan hanya bisa menginventarisir beberapa wilayah seperti itu. Apa yang bisa dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kerjasama dengan DPUPRPKP untuk penanganan sementara. Staff dari BPBD juga ada yanga menjadi satgas di beberapa titik,&#8221; terangnya.</p>



<p>Di samping itu, untuk penyelesaian plengsengan, Sutiaji menyatakan bahwa itu bukan otoritas Pemkot Malang, melainkan BBWS Brantas. <strong>(hms/mus/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">158215</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mulai Diguyur Hujan, Ini Titik Rawan Banjir Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/mulai-diguyur-hujan-ini-titik-rawan-banjir-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Sep 2021 09:06:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Diguyur Hujan]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[rawan banjir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=153707</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kota Malang akhir-akhir ini sering diguyur hujan hampir setiap hari. Warga Kota Malang nampaknya perlu waspada terlebih yang tinggal di area rawan banjir. Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait pun terus berupaya mengantisipasi banjir yang menghantui beberapa wilayah langganan. &#8220;Saat ini sudah mulai musim hujan. Untuk mengantisipasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kota Malang akhir-akhir ini sering diguyur hujan hampir setiap hari. Warga Kota Malang nampaknya perlu waspada terlebih yang tinggal di area rawan banjir. Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait pun terus berupaya mengantisipasi banjir yang menghantui beberapa wilayah langganan.</p>



<p>&#8220;Saat ini sudah mulai musim hujan. Untuk mengantisipasi kejadian banjir ya kita akan terus kerja,&#8221; ujar Wali Kota Malang, Sutiaji, Jumat (17/09).</p>



<p><strong><em>Baca Juga:</em></strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-pastikan-harga-bahan-pangan-turun">Wali Kota Malang Pastikan Harga Bahan Pangan Turun</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/1-270-pedagang-pasar-induk-gadang-direlokasi-swadaya-ke-lahan-sewa">1.270 Pedagang Pasar Induk Gadang Direlokasi Swadaya ke Lahan Sewa</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tinjau-relokasi-pasar-induk-gadang-pemkot-malang-pastikan-pedagang-pindah-usai-lebaran">Tinjau Relokasi Pasar Induk Gadang, Pemkot Malang Pastikan Pedagang Pindah Usai Lebaran</a></li>
</ul>


<p>Ia menegaskan, untuk penanganan dan antisipasi banjir tidak bisa hanya bekerja secara tentatif.</p>



<p>&#8220;Kerja kita tidak tentatif tapi reguler,&#8221; tegas orang nomor satu di Kota Malang itu.</p>



<p>Terlebih peran Gerakan Angkat Sampah dan Sedimen (GASS) sangat dibutuhkan.</p>



<p>&#8220;Yang namanya GASS itu terus dilakukan dan terus berjalan,&#8221; ujar Sutiaji.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Diah Ayu Kusumadewi, menjelaskan bahwa ada 10 titik rawan banjir baru.</p>



<p>&#8220;Titik rawan banjir sewaktu lelang kinerja ada 26 di tahun 2020. Insyaallah sudah tuntas. Saat ini muncul 10 titik baru yang akan kita selesaikan di tahun 2021,&#8221; terangnya.</p>



<p>Kesepuluh titik tersebut antara lain di Jalan Danau Kerinci, Jalan Mayjen Sungkono Gang 6, Jalan KH Malik Dalam, Jalan Pekalongan Dalam, Kelurahan Bareng Rw 7 dan Rw 8, Pasar Besi, area Pasar Gadang, Jalan Kedawung, Jalan Akordion, serta Jalan Taman Siswa.</p>



<p>&#8220;Dari 10 titik itu sebagian sudah dikerjakan, ada 6 titik kalau tidak salah,&#8221; sambung Diah.</p>



<p>Meski begitu pihaknya menegaskan tidak ada jaminan Kota Malang bebas banjir atau genangan saat musim hujan.</p>



<p>&#8220;Selama warga masih buang sampah sembarangan, terutama di badan air, ya tidak ada jaminan bebas genangan dan banjir. Perlu ada kesadaran juga di masyarakat,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Menurutnya, kepedulian masyarakat terhadap wilayah sekitarnya penting, mengingat di sejumlah titik banjir beberapa waktu lalu penyelesaiannya cukup sulit.</p>



<p>&#8220;Seperti dulu di daerah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menyebabkan banjir sampai Jalan Kedawung, itu penanganan harus khusus. Karena tidak bisa satu titik saja dan wajib tersistem. Selain itu rencana pembangunan drainase sepanjang Jalan Seokarno Hatta juga batal dilakukan. Tidak ada anggarannya di Pemerintah Provinsi,&#8221; urainya.</p>



<p>Sehingga, sejalan dengan apa yang disampaikan Wali Kota Sutiaji, untuk saat ini antisipasi yang bisa dilakukan adalah terus bekerja dan mengandalkan GASS.</p>



<p>&#8220;Selain menyelesaikan titik-titik rawan banjir, sementara teman-teman satgas kan selalu keliling. Ya saat ini andalannya teman-teman satgas,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Ditanya mengenai prediksi titik tambahan, wanita yang juga menjabat sebagai Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Malang tersebut menjawab sambil tertawa. &#8220;Prediksi tidak ada , setiap hari berdoa jangan sampai nambah,&#8221; tutup Diah. <strong>(mus/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">153707</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Penahan Air Pinggir Sungai Ambrol, Resahkan Warga Wonokerto Lumajang</title>
		<link>https://memontum.com/penahan-air-pinggir-sungai-ambrol-resahkan-warga-wonokerto-lumajang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Nov 2017 05:38:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[ambrol]]></category>
		<category><![CDATA[rawan banjir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/7889-penahan-air-pinggir-sungai-ambrol-resahkan-warga-wonokerto-lumajang</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8212; Pasca ambrolnya plengsengan yang menjadi penahan luapan air, Warga Panebasan Desa Wonokerto, Kecamatan Tekung Kabupaten Lumajang resah, ditakutkan Rumah warga yang berjajar di pinggiran sungai itu akan terkena luapan air, apalagi pada musim penghujan saat ini. Ambrolnya tangkis air menurut keterangan warga sekitar selain akhir-akhir ini intensitas curah hujan tinggi kualitas bangunan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lumajang </strong>&#8212; Pasca ambrolnya plengsengan yang menjadi penahan luapan air, Warga Panebasan Desa Wonokerto, Kecamatan Tekung Kabupaten Lumajang resah, ditakutkan Rumah warga yang berjajar di pinggiran sungai itu akan terkena luapan air, apalagi pada musim penghujan saat ini.</p>
<p>Ambrolnya tangkis air menurut keterangan warga sekitar selain akhir-akhir ini intensitas curah hujan tinggi kualitas bangunan tersebut sangat buruk.</p>
<p>Riaman warga sekitar menyampaikan pada media ini, Rabu (22/11/2017) bahwa pembangunan plengsengan di desanya tersebut baru di bangun belum lama.</p>
<p>&#8220;Bangunannya belum lama, apalagi hujan akhir-akhir ini sangat deras, lha wong yang menahan air kan bisa kita lihat pak, cuma numpang di atasnya plengsengan, kayaknya kurang semen juga,&#8221; ujar Riaman.</p>
<p>Kini plengsengan sungai yang tepatnya di hulu Dam glinding Tersebut membuat warga setempat merasa was-was dikhawatirkan bila hujan turun dengan intensitas tinggi air sungai akan meluap dan membanjiri rumah warga, dikarenakan tidak ada yang membendung lagi.</p>
<p>Hal senada di katakan Muhammad iksan, Warga setempat, kalau dirinya dan warga sekitar was-was dengan amblolnya tangkis penahan air tersebut.</p>
<p>&#8220;Ini sangat meresahkan warga mas, dulu sebelum ambrol saja air sungai itu meluap, apalagi sudah ambrol, beruntung pihak pengairan cepat bertindak dengan membuka pintu dam saat itu, kalau terlambat bisa membahayakan rumah kami,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Sementara itu Kepala Desa (Kades) Wonokerto, Kecamatan Tekung, Slamet Purwanto mengatakan pada media kalau pihaknya selaku pemerintah desa sudah mengkoordinasikan hal tersebut pada pihak terkait agar secepat mungkin segera ada penanganan</p>
<p>&#8220;Saya sebagai Kepala Desa sudah mengkoordinasikan pada pemerintah terkait dengan Harapan semoga pelengsengan yang ambrol itu segera di benahi, biar warga tidak terus-terusan merasa was-was,&#8221; terang Kepala Desa.</p>
<p>Kepala UPT pengairan wilayah Yosowilangun SUMADI yang sempat di hubungi Via Seluler membenarkan jika pihak Desa sudah memberi tahu akan hal ini.</p>
<p>&#8220;Benar pak, pihak desa sudah memberitahu saya terkait dengan ambrolnya pelengsengan itu, dan saya sudah melaporkan ke kantor PU&#8221;pungkasnya.<strong> (adi/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">7889</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
