<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Ritual &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/ritual/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Jun 2025 06:02:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Ritual &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Wakil Bupati Banyuwangi Apresiasi Keguyuban dalam Ritual Adat Keboan Aliyan</title>
		<link>https://memontum.com/wakil-bupati-banyuwangi-apresiasi-keguyuban-dalam-ritual-adat-keboan-aliyan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Jun 2025 04:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[aliyan]]></category>
		<category><![CDATA[apresiasi]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[keboan]]></category>
		<category><![CDATA[keguyuban]]></category>
		<category><![CDATA[Ritual]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223456</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, bersama ribuan orang menyaksikan ritual adat Keboan Aliyan, di Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, Minggu (29/06/2025) tadi. Tradisi sakral yang digelar setiap Bulan Suro ini, sudah menjadi magnet wisatawan setiap tahunnya. Meski prosesi pelaksanaan sendiri sempat diguyur hujan, namun antusiasme pengunjung tidak surut. Bahkan, sisi kanan-kiri Lapangan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, bersama ribuan orang menyaksikan ritual adat Keboan Aliyan, di Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, Minggu (29/06/2025) tadi. Tradisi sakral yang digelar setiap Bulan Suro ini, sudah menjadi magnet wisatawan setiap tahunnya.</p>



<p>Meski prosesi pelaksanaan sendiri sempat diguyur hujan, namun antusiasme pengunjung tidak surut. Bahkan, sisi kanan-kiri Lapangan Desa Aliyan, atau yang pusat pelaksanaan ritual adat masyarakat Osing, tetap padat menjadi konsentrasi wisatawan dan warga.</p>



<p>Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, mengapresiasi keguyuban warga. Selain menjaga gotong royong, tradisi ini menurutnya menjadi salah satu daya tarik wisatawan untuk datang ke Desa Aliyan.</p>



<p>“Tradisi seperti ini sangat penting untuk dilestarikan. Selain menjaga warisan budaya, juga bisa menjadi daya tarik wisata yang memberi dampak ekonomi bagi masyarakat,” kata Wabup Mujiono.</p>



<p>Keboan Aliyan sendiri, merupakan tradisi turun-temurun sebagai bentuk syukur atas panen, sekaligus permohonan kelimpahan hasil bumi di musim tanam berikutnya. Dalam prosesi ini, sejumlah warga yang telah mengalami kerasukan bertingkah seperti kebo (kerbau), lengkap dengan tingkah laku membajak sawah dan berkubang di lumpur.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Tradisi ini sudah turun temurun sejak ratusan tahun. Sebagai bentuk ungkapan syukur kami atas hasil panen yang diberikan Allah SWT, sekaligus tolak balak dan memohon agar hasil panen berikutnya lebih melimpah,” ujar Kepala Desa Aliyan, Agus Robani Yusuf.</p>



<p>Ritual sendiri, diawali dengan selamatan dan Ider Bumi (berkeliling desa) ke 4 penjuru mata angin. Warga yang kerasukan kemudian mulai berkeliling desa, bertingkah mirip kerbau yang tengah mengolah sawah. Selain itu mereka juga mengairi, hingga menabur benih padi, layaknya siklus cocok tanam. Mereka bahkan membawa alat bajak di punggung.</p>



<p>Terdapat dua kelompok warga yang melakukan arak-arakan Keboan Aliyan. Dari sisi timur kantor desa, berasal dari warga Dusun Krajan, Cempokosari, Bolot dan Temurejo. Lalu disusul kemudian dari sisi barat, oleh rombongan dari Dusun Sukodono dan Kedawung. Keduanya mempertontonkan atraksi di hadapan para tamu dan wisatawan.</p>



<p>Salah satu wisatawan asal Rusia, Aleksei, yang datang ke festival tersebut mengaku kagum atas semangat pelestarian budaya masyarakat Banyuwangi. “Ini pertama kalinya saya ke sini. Saya diberitahu teman saya yang menyukai budaya Indonesia. (Ritual keboan) Ini sangat menarik bagi saya. Budayanya berbeda dan saya suka cara warga menjaga tradisi selama ratusan tahun. Saya bangga bisa ke sini,” ujar Aleksei.</p>



<p>Diketahui, Keboan Aliyan sendiri dirangkai dengan berbagai kegiatan pendukung lainnya sejak Jumat (27/06/2025) lalu. Seperti bazar UMKM dan pentas seni. Keboan Aliyan konon dilaksanakan sejak era kerajaan Blambangan adalah warisan Buyut Wongso Kenongo, yang lokasi makam berada di Dusun Cempokosari, Desa Aliyan. Ritual ini dilaksanakan oleh masyarakat setempat yang berkultur Osing setiap memasuki Bulan Suro penanggalan Jawa. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223456</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ritual Larung Saji di Kondang Merak, Tradisi Simbol Penghormatan untuk Laut dan Sang Pencipta</title>
		<link>https://memontum.com/ritual-larung-saji-di-kondang-merak-tradisi-simbol-penghormatan-untuk-laut-dan-sang-pencipta</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Jun 2025 08:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[kondang]]></category>
		<category><![CDATA[Larung]]></category>
		<category><![CDATA[merak,]]></category>
		<category><![CDATA[pencipta]]></category>
		<category><![CDATA[penghormatan]]></category>
		<category><![CDATA[Ritual]]></category>
		<category><![CDATA[simbol]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223447</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Bertepatan dengan 1 Suro 1447 H, para nelayan dan warga Desa Sumber Bening, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, menggelar ritual Larung Saji di Pantai Kondang Merak, Sabtu (28/06/2025) tadi. Gelaran ini dilakukan, sebagai ungkapan syukur dan doa keselamatan dalam menjalani kehidupan laut yang penuh tantangan. Meski langit mendung dan ombak bergulung hebat sejak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Bertepatan dengan 1 Suro 1447 H, para nelayan dan warga Desa Sumber Bening, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, menggelar ritual Larung Saji di Pantai Kondang Merak, Sabtu (28/06/2025) tadi. Gelaran ini dilakukan, sebagai ungkapan syukur dan doa keselamatan dalam menjalani kehidupan laut yang penuh tantangan.</p>



<p>Meski langit mendung dan ombak bergulung hebat sejak dini hari, namun prosesi ritual tetap berjalan dengan lancar. Cuaca yang tak bersahabat, menurut nelayan justru menegaskan keteguhan hati warga, bahwa momen ini lebih dari sekadar tradisi.</p>



<p>Rangkaian tradisi sendiri, diawali dengan pembacaan khataman Al-Quran dan makan bersama di Balai Nelayan, tempat para warga berkumpul dalam suasana kebersamaan. Doa-doa dipanjatkan oleh sesepuh nelayan, memohon perlindungan dan limpahan rezeki.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Prosesi pun, berlanjut dengan arak-arakan menuju laut, membawa sesaji berisi hasil bumi dan makanan tradisional untuk dilarungkan sebagai simbol penghormatan kepada laut dan Sang Pencipta. &#8220;Semua itu berkah,&#8221; ujar Ketua Nelayan Bina Karya Mina Kondang Merak, Aral Subagyo.</p>



<p>Diketahui, bahwa Larung Saji merupakan warisan budaya masyarakat pesisir Jawa yang telah hidup turun-temurun. Istilah larung bermakna menghanyutkan, sedangkan saji berarti persembahan.</p>



<p>Di banyak wilayah Pantai Selatan Jawa, tradisi ini menjadi jembatan spiritual antara nelayan dan lautan yang menjadi sumber hidup mereka. Selain doa dan syukur, Larung Saji juga memperkuat ikatan sosial antar warga dan menyemai kebanggaan atas warisan leluhur.</p>



<p>Hadir dalam prosesi ini, perangkat Desa Sumber Bening, LMDH Wonoraharjo, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta NGO Sahabat Alam Indonesia yang turut menyaksikan kekuatan budaya lokal dalam menjaga harmoni antara manusia dan alam. <strong>(had/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223447</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pj Sekda Banyuwangi Buka Acara Tradisi Ritual Doa bersama Sambut Awal Musim Tanam</title>
		<link>https://memontum.com/pj-sekda-banyuwangi-buka-acara-tradisi-ritual-doa-bersama-sambut-awal-musim-tanam</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Sep 2024 06:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[Ritual]]></category>
		<category><![CDATA[sambut]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=214796</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Banyuwangi, Guntur Priambodo, hadir dan membuka acara Tradisi Bubak Bumi yang digelar para petani di Banyuwangi, di Dam Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi, Senin (30/09/2024) tadi. Tradisi Bubak Bumi sendiri, adalah sebuah ritual doa bersama menyambut awal musim tanam. Selain memohon doa untuk kelancaran pertanian, tradisi ini juga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Banyuwangi, Guntur Priambodo, hadir dan membuka acara Tradisi Bubak Bumi yang digelar para petani di Banyuwangi, di Dam Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi, Senin (30/09/2024) tadi. Tradisi Bubak Bumi sendiri, adalah sebuah ritual doa bersama menyambut awal musim tanam. Selain memohon doa untuk kelancaran pertanian, tradisi ini juga digelar sebagai cara memupuk keguyuban dan persaudaraan petani.</p>



<p>Prosesi Tradisi Bubak Bumi tersebut, diikuti 275 petani yang tergabung dalam Himpunan Petani Pemakai Air (Hippa) se Banyuwangi. Dalam tradisi ini, para petani membawa bekal makanan berupa tumpeng untuk dimakan bersama usai pembacaan doa.</p>



<p>“Bubak Bumi adalah tradisinya para petani saat memulai masa tanam. Tidak hanya dilakukan di Dam besar seperti Dam Karangdoro ini, tapi petani di dam-dam kecil juga ikut melakukannya,” kata Pj Sekda Guntur, saat membuka acara.</p>



<p>Dirinya juga mengatakan, Tradisi Bubak Bumi ini dipusatkan di Dam Karangdoro, karena Dam ini merupakan dam terbesar di Banyuwangi. Dam ini mampu mengairi 16.165 hektar sawah di 9 kecamatan di Banyuwangi. Yakni Tegalsari, Bangorejo, Pesanggaran, Siliragung, Cluring, Purwoharjo, Muncar, Gambiran dan Tegaldlimo.</p>



<p>“Dam Karangdoro ini melayani kebutuhan air bagi pertanian di 9 wilayah tersebut agar produktivitasnya terus meningkat. Karenanya keberadaaan dam ini sangat vital maka perlu kita jaga bersama debit airnya maupun kebersihannya,” tambah Pj Sekda Guntur.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pada kesempatan itu, dirinya juga menerangkan sejarah berdirinya Dam Karangdoro. &#8220;Dam ini dibangun pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1921. Namun meski dibangun pemerintah Hindia Belanda, tapi pimpinan proyeknya adalah orang Indonesia asli, Ir Sutedjo,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sempat terjadi bencana banjir pada tahun 1929, ungkapnya, yang menyebabkan kerusakan di Dam Karangdoro hingga dikenang sebagai &#8216;Belabur Senin Legi&#8217;. Pembangunan kembali dilaksankan pada tahun 1935 dan diresmikan pada masa penjajahan Jepang pada tahun 1942.</p>



<p>“Bencana banjir tersebut sebagai salah satu awal dilakukannya Ritual Bubak Bumi dan digelar pada hari Senin. Untuk memohon kelancaran pertanian dan terhindar dari bencana serupa,” terang Pj Sekda Guntur.</p>



<p>Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan, Riza Al Fahrobi, menambahkan bahwa dam atau Bendung Karangdoro adalah sungai yang mampu mengairi baku sawah terbesar di Banyuwangi dan Jawa Timur. “Baku sawah yang dilayani Dam Karangdoro ini terbesar di Banyuwangi dan Jawa Timur, luasnya capai 16.165 hektar. Operasional dan pemeliharaannya digarap bareng Dinas PU Pengairan Banyuwangi, Balai Besar Brantas dan Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (Pusda) wilayah Sungai Sampean Baru, karena Dam Karangdoro juga merupakan kewenangan pemerintah pusat,” ujar Reza.</p>



<p>Selanjutnya dilakukan prosesi menuangkan dawet ke sungai sebagai harapan agar air melimpah ruah dan alirannya bisa menyuburkan pertanian. Kemudian para petani bersama-sama menikmati makan tumpeng sejumlah 100 tumpeng sebagai tanda syukur kepada sang pencipta. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">214796</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peduli Kelestarian Budaya Banyuwangi, Bupati Ipuk Hadiri Ritual Adat Seblang Bakungan</title>
		<link>https://memontum.com/peduli-kelestarian-budaya-banyuwangi-bupati-ipuk-hadiri-ritual-adat-seblang-bakungan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Jun 2024 15:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bakungan]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[hadiri]]></category>
		<category><![CDATA[kelestarian]]></category>
		<category><![CDATA[peduli]]></category>
		<category><![CDATA[Ritual]]></category>
		<category><![CDATA[seblang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=211102</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyaksikan ritual adat Seblang Bakungan yang digelar masyarakat Osing Banyuwangi. Tradisi yang telah berlangsung selama ratusan tahun tersebut, digelar di Sanggar Seblang, Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah, Minggu (23/06/2024) malam. Seblang Bakungan sendiri, dikenal sebagai ritual tarian yang dibawakan oleh wanita berumur dalam kondisi kehilangan kesadaran. Seblang Bakungan digelar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyaksikan ritual adat Seblang Bakungan yang digelar masyarakat Osing Banyuwangi. Tradisi yang telah berlangsung selama ratusan tahun tersebut, digelar di Sanggar Seblang, Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah, Minggu (23/06/2024) malam.</p>



<p>Seblang Bakungan sendiri, dikenal sebagai ritual tarian yang dibawakan oleh wanita berumur dalam kondisi kehilangan kesadaran. Seblang Bakungan digelar setiap 17 Dzulhijjah atau sepekan setelah Hari Raya Idul Adha atau Lebaran Haji.</p>



<p>Tariannya yang magis, membuat ritual ini menjadi tontonan menarik yang mampu memikat masyarakat dan para wisatawan.Tahun ini, Seblang ditarikan oleh Isni, wanita berusia 52 tahun. Ini merupakan kali pertama bagi ditinya menjadi Seblang, menggantikan Aisah atau Mbah Isah yang berusia 76 tahun. Mbah Isah telah pensiun sebagai Seblang karena kondisi kesehatannya menurun. Isni terpilih sebagai pengganti dan masih memiliki hubungan keluarga dengan Aisah.</p>



<p>Sebelum ritual seblang dimainkan, warga menggelar tumpengan bersama di sepanjang jalan desa. Warga kemudian Salat Maghrib dan Salat Hajat berjamaah di masjid setempat. Ritual dilanjutkan dengan parade obor keliling desa (Ider Bumi). Selanjutnya di bawah temaram api obor, warga desa makan tumpeng bersama di sepanjang jalan desa.</p>



<p>Ritual dilanjutkan dengan membacakan mantra untuk si penari Seblang agar ia dirasuki roh leluhur. Dalam kondisi trance, penari Seblang tampil menari dengan iringan musik gending seperti Kodok Ngorek dan Seblang Lukinto.</p>



<p>Bupati Ipuk Fiestiandani hadir menyaksikan tradisi tersebut. Bupati menjelaskan bahwa Pemkab terus mendukung penguatan tradisi dan seni budaya Banyuwangi. Salah satunya dengan memasukkan ke dalam agenda Banyuwangi Festival (B-Fest) setiap tahunnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Menurut Bupati Ipuk, festival bukan sekadar cara untuk mendatangkan wisatawan, tapi juga upaya menguatkan gotong-royong dan pelestarian budaya. Sehingga, tradisi dan budaya lokal tetap tumbuh subur di tengah modernitas.</p>



<p>&#8220;Di sisi lain, ini adalah cara untuk meregenerasi pelaku seni budaya. Jadi ini bukan sekedar hiburan, namun juga edukasi bagaimana kita semua harus memiliki semangat melestarikan adat tradisi dan budaya kita,&#8221; kata Bupati Ipuk.</p>



<p>Gelaran ritual ini, pun memukau wisatawan. Egor Danilove, wisatawan asal Rusia yang datang ke pertunjukan tersebut mengaku terpukau saat menyaksikan tarian Seblang.</p>



<p>&#8220;Sempat kaget dan merinding saat tahu kalau penarinya dalam kondisi trance. Tapi saya terhibur,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Hal senada diungkapkan Amelia Putri, wisatawan dari Jogjakarta. Menurutnya, tradisi ini kental akan semangat gotong-royong. &#8220;Saya terkesan dengan budaya gotong-royong warga di sini. Ini tradisi yang harus dilestarikan,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Sebelum pentas Seblang, warga telah menyiapkan berbagai kegiatan sejak Jumat (21/06/2024). Mulai dari pentas seni hingga bazar UMKM. Selain Seblang Bakungan, di Banyuwangi juga terdapat ritual Seblang Olehsari. Bedanya, Sebalng Olehsari dimainkan oleh remaja perempuan dan digelar hari ketiga Bulan Syawal selama lima hari. <strong>(kom/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">211102</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Internasional Durio Festival 2024, Bupati Trenggalek Ikuti Ritual Metri Durian</title>
		<link>https://memontum.com/internasional-durio-festival-2024-bupati-trenggalek-ikuti-ritual-metri-durian</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Apr 2024 06:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[durian]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Ritual]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=208583</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Bupati Trenggalek, Mochammad Nur Arifin, mengikuti ritual Metri Durian dalam rangkaian kegiatan Internasional Durio Festival tahun 2024. Metri atau sedekah selamatan durian sendiri, dilakukan dalam rangka mengembalikan kembali adat istiadat yang dilakukan para pendahulu. Bersedekah hasil bumi, dalam hal ini buah durian. Di balik sedekah itu, ada pesan yang dititipkan oleh pemimpin [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Bupati Trenggalek, Mochammad Nur Arifin, mengikuti ritual Metri Durian dalam rangkaian kegiatan Internasional Durio Festival tahun 2024. Metri atau sedekah selamatan durian sendiri, dilakukan dalam rangka mengembalikan kembali adat istiadat yang dilakukan para pendahulu. Bersedekah hasil bumi, dalam hal ini buah durian.</p>



<p>Di balik sedekah itu, ada pesan yang dititipkan oleh pemimpin muda Kabupaten Trenggalek ini. Diantaranya ketika menjaga alam dan lingkungan, maka alam dan lingkungan akan memberikan kembali keberkahan, hasil panen yang melimpah.</p>



<p>&#8220;Terima kasih sekali bisa terselenggara. Harusnya Ramadan kemarin. Tapi karena panen raya bertepatan Ramadan, akhirnya agak mundur,&#8221; kata Bupati Arifin, Senin (22/04/2024) tadi.</p>



<p>Menurutnya, konsep kegiatan ini sebenarnya lebih kepada mengembalikan kebiasaan adat berupa bersedekah akan produk-produk atau hasil panen durian. Termasuk, dengan upacara metri memulai sesuatu dengan menanamnya kembali.</p>



<p>&#8220;Alhamdulillah, semua rangkaian kegiatan ini bisa berjalan dengan lancar. Dan support dari pemerintah provinsi, kemudian dari PT Astra dan kemudian beberapa sponsor, masyarakat, LMDH dan petani-petani yang bersedekah durian. Saya ucapkan terima kasih,&#8221; tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dijelaskannya, bahwa konsep sebenarnya lebih kepada mengembalikan lagi adat istiadat, bersedekah akan produk-produk atau hasil panen berupa durian. Termasuk dengan Upacara Metri memulai sesuatu menanamnya kembali. &#8220;Pesannya, ketika kita menjaga alam, lingkungan, maka alam dan lingkungan akan memberikan kembali berupa buah atau semuanya yang kita tanam,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Dikatakan suami Novita Hardiny ini, panen raya durian tahun ini cukup melimpah. Namun, karena momentnya bertepatan Ramadan, maka orang-orang yang berwisata sedikit berkurang. Alasan kedua, buah berkulit tajam dan beraroma khas ini tidak cocok dinikmati saat berbuka atau sahur.</p>



<p>&#8220;Maka ke depannya, kita atur semoga panennya nanti bisa lebih terjadwal. Karena sekarang masyarakat tanamnya juga mulai berjenjang. Tahun dan bulannya tidak sama, sehingga harapannya panen tidak sama,&#8221; tutur Mas Ipin-sapaan akrabnya.</p>



<p>Bahkan saat ini, lanjutnya, sudah banyak permintaan untuk membuat pasta durian sendiri. &#8220;Semoga yang kualitas bagus, bisa kita kirim ke luar kota dan lain sebagainya. Sedangkan di sini, yang kualitasnya kurang bisa kita bikin untuk flavour,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Diketahui, bahwa Kabupaten Trenggalek sendiri merupakan salah satu kabupaten penghasil buah durian. Apalagi di Trenggalek, terdapat hutan durian luas lahan mencapai 650 hektar yang ada di Desa Sawahan, Kecamatan Watulimo. <strong>(mil/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">208583</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kemeriahan Ritual Bersih Desa dan Larung Sesaji di Pantai Lenggoksono Curi Perhatian Wisatawan Mancanegara</title>
		<link>https://memontum.com/kemeriahan-ritual-bersih-desa-dan-larung-sesaji-di-pantai-lenggoksono-curi-perhatian-wisatawan-mancanegara</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Aug 2023 11:44:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[bersih]]></category>
		<category><![CDATA[kemeriahan]]></category>
		<category><![CDATA[Larung]]></category>
		<category><![CDATA[Lenggoksono]]></category>
		<category><![CDATA[Mancanegara]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai]]></category>
		<category><![CDATA[perhatian]]></category>
		<category><![CDATA[Ritual]]></category>
		<category><![CDATA[sesaji]]></category>
		<category><![CDATA[Wisatawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=194946</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Pemerintah desa (Pemdes) dan masyarakat Desa Wisata Bowele Purwodadi, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, mengadakan Ritual Bersih Desa dan Larung Sesaji di Pantai Lenggoksono. Prosesi itu, sedikitnya diikuti sekitar 8 ribu masyarakat yang turt menyaksikan berjalannya ritual. Ketua Pokdarwis Desa Wisata Bowele Purwodadi, Mukhlis, mengatakan kegiatan ini untuk mohon keselamatan, berkah, rahmat Allah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Malang</strong> &#8211; Pemerintah desa (Pemdes) dan masyarakat Desa Wisata Bowele Purwodadi, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, mengadakan Ritual Bersih Desa dan Larung Sesaji di Pantai Lenggoksono. </p>



<p>Prosesi itu, sedikitnya diikuti sekitar 8 ribu masyarakat yang turt menyaksikan berjalannya ritual.</p>



<p>Ketua Pokdarwis Desa Wisata Bowele Purwodadi, Mukhlis, mengatakan kegiatan ini untuk mohon keselamatan, berkah, rahmat Allah SWT atas limpahan hasil bumi. Termasuk, kesehatan warga dan karunia lainnya selama ini.</p>



<p>&#8220;Alhamdulillah bahwa ini sebagai refleksi rasa syukur kami mengadakan bersih desa dan larungan,&#8221; ujar Mukhlis, Jumat (04/08/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-kerawanan-libur-lebaran-polresta-malang-kota-gelar-operasi-ketupat-semeru-2026">Antisipasi Kerawanan Libur Lebaran, Polresta Malang Kota Gelar Operasi Ketupat Semeru 2026</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pastikan-produk-lebaran-aman-pemkot-malang-cek-kedaluwarsa-parsel-di-pusat-perbelanjaan">Pastikan Produk Lebaran Aman, Pemkot Malang Cek Kedaluwarsa Parsel di Pusat Perbelanjaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/aspal-di-jember-mulus-sambut-pemudik-pulang-kampung-jadi-makin-nyaman">Aspal di Jember Mulus Sambut Pemudik, Pulang Kampung Jadi Makin Nyaman</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/evaluasi-pasar-murah-dprd-kota-malang-dorong-pelaksanaan-hingga-tingkat-kelurahan">Evaluasi Pasar Murah, DPRD Kota Malang Dorong Pelaksanaan hingga Tingkat Kelurahan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/beri-kenyamanan-pemudik-dishub-jember-ramp-check-bus-di-terminal-tawang-alun">Beri Kenyamanan Pemudik, Dishub Jember Ramp Check Bus di Terminal Tawang Alun</a></li>
</ul>


<p>Event yang penuh dengan nilai kearifan budaya lokal ini, tambahnya, sudah ke-41 kalinya diadakan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT. Adapun kegiatan yang dilakukan, diantaranya di hari pertama, istigosah yang dikemas juga ada jaranan. Hari kedua, istighotsah dan atraksi pencak silat.</p>



<p>&#8220;Harapannya, dengan kegiatan ini semakin banyak karunia rejeki, warga sehat selamanya, serta dihindarkan dari berbagai bencana,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Acara yang digelar sangat apik ini, pun menyita perhatian wisatawan dari mancanegara. Diantaranya, Matthias dan Vanessa, asal Jerman. Keduanya tampak antusias melihat berjalannya kegiatan ini. Bahkan, keduanya juga sesekali mengabadikan moment-moment inspiratif di Pantai Lenggoksono. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">194946</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Vakum Dua Tahun, Mas Dhito Berangkatkan Kirab Ritual 1 Suro Sri Aji Joyoboyo</title>
		<link>https://memontum.com/vakum-dua-tahun-mas-dhito-berangkatkan-kirab-ritual-1-suro-sri-aji-joyoboyo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 31 Jul 2022 05:07:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[1 Suro]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[bupati kediri]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Kirab]]></category>
		<category><![CDATA[Mas Dhito]]></category>
		<category><![CDATA[Ritual]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=172940</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Kejayaan Kerajaan Kediri tidak lepas dari kemasyhuran Prabu Sri Aji Joyoboyo. Raja yang memerintah pada 1135-1157 Masehi, itu namanya begitu dikenal luas oleh masyarakat Jawa, bahkan nusantara salah satunya lewat kitab Jangka Jayabaya. Raja Joyoboyo dengan kejernihan batinnya, dipercaya mampu melihat jauh ke depan, membaca peristiwa atau gejala alam dengan menembus dimensi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Kejayaan Kerajaan Kediri tidak lepas dari kemasyhuran Prabu Sri Aji Joyoboyo. Raja yang memerintah pada 1135-1157 Masehi, itu namanya begitu dikenal luas oleh masyarakat Jawa, bahkan nusantara salah satunya lewat kitab Jangka Jayabaya.</p>



<p>Raja Joyoboyo dengan kejernihan batinnya, dipercaya mampu melihat jauh ke depan, membaca peristiwa atau gejala alam dengan menembus dimensi waktu ratusan hingga ribuan tahun yang akan datang. Mengenang kebesaran Sri Aji Joyoboyo, setiap awal tahun baru Islam diperingati dengan kirab upacara ritual 1 Suro di Pamuksan Sri Aji Joyoboyo. Upacara adat yang dimulai dari Desa Menang, Kecamatan Pagu, itu diberangkatkan Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana.</p>



<p>&#8220;Saya selaku kepala daerah sangat mensuport kegiatan-kegiatan yang sifatnya untuk instropeksi diri, untuk melihat apa yang sudah kita lakukan dan akan kita lakukan,&#8221; kata Mas Dhito-sapaan akrab Bupati Kediri, Minggu (31/07/2022) tadi.</p>



<p>Upacara adat yang pertama kalinya digelar setelah tiga tahun, itu tidak diadakan akibat Pandemi Covid-19, pun menarik minat masyarakat untuk datang. Sepanjang jalur, dipenuhi masyarakat yang ingin melihat lebih dekat jalannya kirab.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-kerawanan-libur-lebaran-polresta-malang-kota-gelar-operasi-ketupat-semeru-2026">Antisipasi Kerawanan Libur Lebaran, Polresta Malang Kota Gelar Operasi Ketupat Semeru 2026</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pastikan-produk-lebaran-aman-pemkot-malang-cek-kedaluwarsa-parsel-di-pusat-perbelanjaan">Pastikan Produk Lebaran Aman, Pemkot Malang Cek Kedaluwarsa Parsel di Pusat Perbelanjaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/aspal-di-jember-mulus-sambut-pemudik-pulang-kampung-jadi-makin-nyaman">Aspal di Jember Mulus Sambut Pemudik, Pulang Kampung Jadi Makin Nyaman</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/evaluasi-pasar-murah-dprd-kota-malang-dorong-pelaksanaan-hingga-tingkat-kelurahan">Evaluasi Pasar Murah, DPRD Kota Malang Dorong Pelaksanaan hingga Tingkat Kelurahan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/beri-kenyamanan-pemudik-dishub-jember-ramp-check-bus-di-terminal-tawang-alun">Beri Kenyamanan Pemudik, Dishub Jember Ramp Check Bus di Terminal Tawang Alun</a></li>
</ul>


<p>Usai melakukan prosesi di Pamuksan Sri Aji Joyoboyo, kirab dilanjutkan menuju Sendang Tirto Kamandanu yang berjarak sekitar 200 meter. Sendang ini disebut patirtan, atau mata air yang dianggap suci dan digunakan pada masa pemerintahan Prabu Sri Aji Joyoboyo.</p>



<p>Sendang Tirto Kamandanu yang tetap dilestarikan hingga saat ini, itu berdasarkan keyakinan masyarakat digunakan oleh Prabu Sri Aji Joyoboyo untuk bersuci sebelum parama mokhsa atau kembali menghadap Tuhan beserta raganya. &#8220;Insyaallah, Pemerintah Kabupaten Kediri akan memperbaiki baik itu tempat kaputren maupun untuk yang putra, itu nanti akan kita rehab,&#8221; ujar Mas Dhito.</p>



<p>Perwakilan dari Yayasan Hondodento Yogyakarta, Chatarina Etty, yang merupakan pemrakarsa dan pemandu jalannya upacara mengakui dua tahun selama pandemi kirab 1 Suro tidak dapat diadakan. Beruntung, tahun 2022 ini upacara kirab 1 Suro sudah diperbolehkan untuk diadakan. Sehingga, dapat membangunkan kembali semangat berbudaya masyarakat.</p>



<p>&#8220;Dengan peringatan 1 Suro ini, kita sangat berharap masyarakat di nusantara guyub rukun, toleransi dan gotong royongnya semakin tinggi,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Dirinya meyakini, peserta yang mengikuti upacara ritual 1 Suro sangat peduli dengan budaya di nusantara. Sehingga, semua dapat belajar dari keteladanan Prabu Sri Aji Joyoboyo yang merakyat, membawa kebaikan kepada rakyat dan kemakmuran bagi kerajaannya. <strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">172940</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lakukan Ritual Budaya di Blitar Tanpa Paspor, Warga India Diamankan Petugas Imigrasi</title>
		<link>https://memontum.com/lakukan-ritual-budaya-di-blitar-tanpa-paspor-warga-india-diamankan-petugas-imigrasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Mar 2022 14:25:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[blitar]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[imigrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Paspor]]></category>
		<category><![CDATA[Ritual]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=164827</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Blitar &#8211; Seorang warga negara asing (WNA) asal India diamankan petugas Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas II Non TPI Blitar. Awalnya, pria bernama Mohan Murjani (45) tersebut, diamankan karena melebihi izin tinggal. Namun setelah diperiksa, Mohan tidak bisa menunjukkan dokumen perjalanan termasuk paspor, melainkan hanya foto copy paspornya saja. Kepala Kanim Kelas II Non TPI [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Blitar</strong> &#8211; Seorang warga negara asing (WNA) asal India diamankan petugas Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas II Non TPI Blitar. Awalnya, pria bernama Mohan Murjani (45) tersebut, diamankan karena melebihi izin tinggal. Namun setelah diperiksa, Mohan tidak bisa menunjukkan dokumen perjalanan termasuk paspor, melainkan hanya foto copy paspornya saja.</p>



<p>Kepala Kanim Kelas II Non TPI Blitar, Arief Yudistira, saat rilis mengatakan, selama di Blitar, Mohan tinggal di Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar. Keberadaannya di Kota Blitar, adalah untuk menjalankan ritual budaya.</p>



<p>“Mohan masuk ke wilayah Indonesia sejak 28 Juni 2018 dengan visa kunjungan yang berlaku 30 hari sampai dengan 27 Juli 2018. Petugas Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora), mendapati laporan warga atas keberadaan Mohan di Plosokerep, Kota Blitar, awal Februari 2022,” kata Arief Yudistira, Rabu (02/03/2022).</p>



<p>Lebih lanjut Arief Yudistira menyampaikan, Mohan masuk ke wilayah Indonesia menggunakan dokumen perjalanan atau paspor melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi Soekarno Hatta, pada 28 Juni 2018 dengan diberikan bebas visa kunjungan yang berlaku sampai dengan 27 Juli 2018. &#8220;Yang bersangkutan tidak dapat menunjukkan dokumen perjalanan dan izin tinggal yang sah dan masih berlaku. Saat berada di Cilacap pada September 2018, Mohan mengaku dengan sengaja memusnahkan dokumennya dengan cara dibakar. Karena tidak punya biaya untuk mengurus perpanjangan,” jelasnya.</p>



<p>Arief menambahkan, saat memusnahkan dokumennya, keberadaan Mohan sudah overstay. Selama berpindah-pindah tempat, yang bersangkutan hanya menunjukkan foto copy dokumen yang dipalsukan tanggal dan tahunnya.</p>



<p>“Pada saat itu (2018), Mohan diketahui menikah siri dengan seorang perempuan Jawa Tengah. Kemudian mereka berpindah-pindah ke beberapa lokasi untuk menjalankan ritual budaya. Diantarnya di Kebumen, Cilacap, Pangadaran, Medan, Banten, Bali, Malang. Dan baru tertangkap di Kota Blitar,” imbuhnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-kerawanan-libur-lebaran-polresta-malang-kota-gelar-operasi-ketupat-semeru-2026">Antisipasi Kerawanan Libur Lebaran, Polresta Malang Kota Gelar Operasi Ketupat Semeru 2026</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pastikan-produk-lebaran-aman-pemkot-malang-cek-kedaluwarsa-parsel-di-pusat-perbelanjaan">Pastikan Produk Lebaran Aman, Pemkot Malang Cek Kedaluwarsa Parsel di Pusat Perbelanjaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/aspal-di-jember-mulus-sambut-pemudik-pulang-kampung-jadi-makin-nyaman">Aspal di Jember Mulus Sambut Pemudik, Pulang Kampung Jadi Makin Nyaman</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/evaluasi-pasar-murah-dprd-kota-malang-dorong-pelaksanaan-hingga-tingkat-kelurahan">Evaluasi Pasar Murah, DPRD Kota Malang Dorong Pelaksanaan hingga Tingkat Kelurahan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/beri-kenyamanan-pemudik-dishub-jember-ramp-check-bus-di-terminal-tawang-alun">Beri Kenyamanan Pemudik, Dishub Jember Ramp Check Bus di Terminal Tawang Alun</a></li>
</ul>


<p>Akibat perbuatannya, Mohan dikenakan pasal 116 dan pasal 119 Ayat (1) Undang-Undang RI</p>



<p>Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian. &#8220;Saat ini, kami masih mengumpulkan barang bukti yang dapat menguatkan dugaan tindak pidana Keimigrasian Mohan,&#8221; ujar Kepala Kanim Kelas II Non TPI Blitar.</p>



<p>Arief menegaskan, selain Mohan, Kanim Kelas II Non TPI Blitar juga mengamankan satu WNA Nigeria atas nama Osondu Daniel Okafor. Dia memiliki dokumen perjalanan berupa Paspor dengan nomor A07489917 masa berlaku sampai dengan 05 Juni 2021 (telah habis masa berlaku). Selain itu, juga pemegang Visa Kunjungan B211 No V6C130450 yang dikeluarkan di Abuja Nigeria dan telah diberikan tanda masuk melalui TPI Soekarno Hatta pada tanggal 08 Februari 2018.</p>



<p>“Osondu telah melebihi batas waktu izin tinggal, yang diberikan selama 1444 hari oleh Kementerian Hukum dan HAM RI Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Blitar,” terangnya.</p>



<p>Lebih lanjut Arief menyampaikan, selanjutnya Osondu telah diberikan tindakan Administratif Keimigrasian pada tanggal 22 Februari 2022, berupa pendetensian pada ruang detensi Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Blitar. &#8220;Osondu diduga telah melanggar orang asing pemegang izin tinggal yang telah berakhir masa berlakunya dan masih berada di wilayah Indonesia lebih dari 60 hari dari batas waktu izin tinggal. Dia dikenakan tindakan administratif Keimigrasian berupa deportasi dan penangkalan,” jelasnya.</p>



<p>Akibat perbuatannya, Osondu diduga melanggar Pasal 78 Ayat (3) Undang-Undang RI Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian. &#8220;Pada saat ini, kami telah melakukan koordinasi dengan Kedutaan Besar Nigeria di Jakarta perihal dokumen perjalanan Osondu Daniel Okafor yang telah habis masa berlaku nya dan akan dilanjutkan dengan proses Pendeportasian serta Penangkalan,” paparnya. <strong>(jar/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">164827</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tujuh Kali Padepokan Tunggal Jati Nusantara Jember Gelar Ritual di Laut Selatan Sejak 2015</title>
		<link>https://memontum.com/tujuh-kali-padepokan-tunggal-jati-nusantara-jember-gelar-ritual-di-laut-selatan-sejak-2015</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Feb 2022 14:01:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Ritual]]></category>
		<category><![CDATA[ritual maut]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=163871</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Ketua Kelompok Tunggal Jati Nusantara Nurhasan (35), warga Dusun Botosari, Desa Dukuhmencek, Kecamatan Sukorambi itu ditetapkan sebagai tersangka atas kasus yang menyebabkan 11 nyawa anggotanya melayang. Dari penyelidikan polisi, Nurhasan ditetapkan sebagai tersangka, karena menginisiasi kegiatan ritual maut yang dilakukan di Pantai Payangan Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Minggu (13/02/2022), Nurhasan mengajak 20 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Ketua Kelompok Tunggal Jati Nusantara Nurhasan (35), warga Dusun Botosari, Desa Dukuhmencek, Kecamatan Sukorambi itu ditetapkan sebagai tersangka atas kasus yang menyebabkan 11 nyawa anggotanya melayang.</p>



<p>Dari penyelidikan polisi, Nurhasan ditetapkan sebagai tersangka, karena menginisiasi kegiatan ritual maut yang dilakukan di Pantai Payangan Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Minggu (13/02/2022),</p>



<p>Nurhasan mengajak 20 lebih anggotanya melaksanakan ritual berendam di laut pantai selatan. Padahal sebelumnya diperingatkan jika ombak laut saat itu sedang tinggi. Dari penyelidikan polisi, Nurhasan mengakui adanya Kelompok Tunggal Jati Nusantara. Bahwa lokasi rumahnya menjadi padepokan sejak tahun 2015 lalu.</p>



<p>&#8220;Dari penyelidikan polisi, diketahui adanya padepokan dari keterangan N. Berawal saat pulang dari Malaysia Tahun 2011. Kemudian membuat tempat pengobatan alternatif,&#8221; kata Kapolres Jember, AKBP Hery Purnomo saat konferensi pers di Mapolres Jember, Rabu (16/02/2022).</p>



<p>Awalnya hanya pengobatan alternatif hingga akhirnya berkembang menjadi Tunggal Jati Nusantara.&#8221;Kemudian pada tahun 2015, barubah berkembang dengan nama Tunggal Jati Nusantara dan berjalan hingga saat ini,&#8221; sambungnya.</p>



<p>Untuk kegiatan pengobatan alternatif yang dilakukan dan kegiatan pengajian yang diterapkan, lanjut AKBP Hery, diakui oleh Nurhasan ada yang mengajari. &#8220;Tapi (gurunya) sudah meninggal. Namun masih kami selidiki. Untuk mencari keterangan dan mendalami (kasus dan pernyataan dari Nurhasan),&#8221; ucap Hery.</p>



<p>AKBP Hery juga menjelaskan, dalam kegiatan Kelompok Tunggal Jati Nusantara, menggabungkan antara unsur keagamaan dengan aliran kepercayaan. &#8220;Yakni menggunakan bahasa-bahasa Jawa dalam ritualnya. Baik itu kidung atau mantra-mantra. Tapi masih kami selidiki lebih lanjut dan pelajari. Apa maksud mantra-mantra ini,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-kerawanan-libur-lebaran-polresta-malang-kota-gelar-operasi-ketupat-semeru-2026">Antisipasi Kerawanan Libur Lebaran, Polresta Malang Kota Gelar Operasi Ketupat Semeru 2026</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pastikan-produk-lebaran-aman-pemkot-malang-cek-kedaluwarsa-parsel-di-pusat-perbelanjaan">Pastikan Produk Lebaran Aman, Pemkot Malang Cek Kedaluwarsa Parsel di Pusat Perbelanjaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/aspal-di-jember-mulus-sambut-pemudik-pulang-kampung-jadi-makin-nyaman">Aspal di Jember Mulus Sambut Pemudik, Pulang Kampung Jadi Makin Nyaman</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/evaluasi-pasar-murah-dprd-kota-malang-dorong-pelaksanaan-hingga-tingkat-kelurahan">Evaluasi Pasar Murah, DPRD Kota Malang Dorong Pelaksanaan hingga Tingkat Kelurahan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/beri-kenyamanan-pemudik-dishub-jember-ramp-check-bus-di-terminal-tawang-alun">Beri Kenyamanan Pemudik, Dishub Jember Ramp Check Bus di Terminal Tawang Alun</a></li>
</ul>


<p>Dari penyelidikan polisi, terungkap pula fakta motivasi dari para anggota bergabung dengan Kelompok Tunggal Nusantara itu. Menurut AKBP Hery, motivasi dari para anggota berbeda-beda. &#8220;Mereka ada yang latar belakang ekonomi, ada latar belakang suatu penyakit ingin sembuh, sehingga bermaksud berobat lewat jalur pengobatan alternatif. Jadi motivasi untuk bergabung dengan kelompok itu, berbeda-beda,&#8221; katanya.</p>



<p>Untuk perekrutan anggota, AKBPHery menjelaskan, tidak ada paksaan untuk bergabung. Semuanya berawal dari anggota yang tergabung dalam kelompok itu, meyakini kemampuan spiritual dari Nurhasan yang memiliki kelebihan untuk menyembuhkan dengan pengobatan alternatif.</p>



<p>&#8220;Jadi saat ada pasien yang meyakini sembuh dan merasa sembuh saat berobat, menyampaikan kepada yang lain. Dari mulut ke mulut akhirnya tersiar (sehingga banyak yang ingin tahu dan bergabung dengan kelompok itu). Tidak ada paksaan untuk ikut kelompok itu. Yang yakin dengan kehebatan ilmunya, akhirnya ikut bergabung dalam kelompok itu,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Untuk perekrutan anggota, lanjut AKBP Hery, Nurhasan tidak membuka pendaftaran atau menyebarkan surat edaran. &#8220;Jadi calon anggota datang, saat tahu kemampuan tersangka N, yang informasinya menyebar hanya dari mulut ke mulut. Kemudian ada ketertarikan untuk bergabung. Basanya (calon anggota) ingin bergabung karena ada masalah,&#8221; sambungnya.</p>



<p>Terkait ritual di pantai, AKBP Hery menyampaikan, sudah dilakukan kesekian kalinya. &#8220;Untuk kegiatan ritual sudah 7 kali, yang sebelum-sebelumnya hanya di pinggiran pantai. Nah yang terakhir kemarin itu sampai masuk ke dalam air,&#8221; ucapnya.</p>



<p>&#8220;Untuk kegiatan selama ini ada iuran Rp 20 ribu, termasuk kemarin untuk sewa mobil juga ada, tapi tidak ada iuran lain diluar itu. Iuran hanya untuk kegiatan sesama anggota. Tapi masih kami selidiki lebih dalam,&#8221; imbuhnya.<strong>(ark/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">163871</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
