<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Rumput Laut &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/rumput-laut/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 21 Apr 2022 12:48:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Rumput Laut &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Potensi Ekspor Rumput Laut Tinggi, Desa di Sidoarjo Didorong Menteri Kelautan dan Perikanan sebagai Kawasan Penghasil Devisa</title>
		<link>https://memontum.com/potensi-ekspor-rumput-laut-tinggi-desa-di-sidoarjo-didorong-menteri-kelautan-dan-perikanan-sebagai-kawasan-penghasil-devisa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Apr 2022 12:48:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri Kelautan dan Perikanan]]></category>
		<category><![CDATA[Rumput Laut]]></category>
		<category><![CDATA[sidoarjo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=168072</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Pencanangan Kampung Perikanan Budidaya Rumput Laut di Dusun Tanjungsari, Desa Kupang, Kecamatan Jabon, Sidoarjo, dilakukan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sakti Wahyu Trenggono, bersama Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali. Kampung rumput laut di Kawasan Jabon tersebut, memiliki luas area 750 hektare dengan 167 pelaku utama Rumah Tangga Pembudidaya (RTP). Selain itu, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8211; Pencanangan Kampung Perikanan Budidaya Rumput Laut di Dusun Tanjungsari, Desa Kupang, Kecamatan Jabon, Sidoarjo, dilakukan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sakti Wahyu Trenggono, bersama Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali.</p>



<p>Kampung rumput laut di Kawasan Jabon tersebut, memiliki luas area 750 hektare dengan 167 pelaku utama Rumah Tangga Pembudidaya (RTP). Selain itu, didalamnya juga terdapat kegiatan budidaya bandeng dan udang, Kamis (21/04/2022) tadi.</p>



<p>Adapun tujuannya, adalah agar ekonomi masyarakat terangkat. Sebab, di tempat budi daya itu, selain areanya yang luas, jenis rumput laut yang dibudidayakan punya harga mahal. &#8220;Jenisnya Gracilaria atau rumput laut merah. Nilainya tinggi untuk industri, baik pangan maupun nonpangan,” ujar Menteri Trenggono di Tanjung Sari Jabon Sidoarjo.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-pastikan-harga-bahan-pangan-turun">Wali Kota Malang Pastikan Harga Bahan Pangan Turun</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-ajak-masyarakat-taat-pajak-dan-tertib-laporan-spt-tahunan">Bupati Lumajang Ajak Masyarakat Taat Pajak dan Tertib Laporan SPT Tahunan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/1-270-pedagang-pasar-induk-gadang-direlokasi-swadaya-ke-lahan-sewa">1.270 Pedagang Pasar Induk Gadang Direlokasi Swadaya ke Lahan Sewa</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/soroti-masalah-pendidikan-di-kabupaten-malang-bupati-sanusi-terima-audiensi-bersama-bem">Soroti Masalah Pendidikan di Kabupaten Malang, Bupati Sanusi Terima Audiensi bersama BEM</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tinjau-relokasi-pasar-induk-gadang-pemkot-malang-pastikan-pedagang-pindah-usai-lebaran">Tinjau Relokasi Pasar Induk Gadang, Pemkot Malang Pastikan Pedagang Pindah Usai Lebaran</a></li>
</ul>


<p>Sementara harga jual produksi rumput laut tersebut, tambahnya, kurang lebih Rp 6000 perkilogram. Produksi perbulan dapat mencapai sekitar 200 hingga 300 ton. Untuk hasil perbulan bisa mencapai 1-3 Miliar.</p>



<p>Hal tersebut, sangat di Amini oleh Bupati Sidoarjo, Ahmad Mudhlor, yang juga hadir sambil panen rumput laut hingga pengemasannya bersama Menteri KKP. &#8220;Terima kasih atas supportnya Pak Menteri Trenggono dan jajaran. Atas nama Pemkab Sidoarjo, kami merasa senang dan tidak akan berhenti sampai disini, kami masih butuh banyak masukan dan support dari Kementerian Kelautan dan Perikanan,&#8221; ujar Gus Muhdlor-sapaan akrab Bupati Sidoarjo.</p>



<p>Rumput laut berjenis Gracilaria, tambahnya, merupakan salah satu potensi ekspor. Sidoarjo sendiri, bisa dapat menjadi daerah Desa Devisa. &#8220;Yang tidak kalah penting adalah market atau pemasaran yang harus ditata. Selain itu, yang terpenting adalah faktor permodalan, termasuk kredit usaha daerah (kurda) yang sekarang ini masih terus digalakkan. Kami juga siap untuk membangun infrastruktur yang ada di wilayah ini,&#8221; paparnya. <strong>(zal/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">168072</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kunker Menteri KKP Saat Panen di Tambak MSF Situbondo</title>
		<link>https://memontum.com/kunker-menteri-kkp-saat-panen-di-tambak-msf-situbondo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Mar 2021 14:17:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Art Farming]]></category>
		<category><![CDATA[berbasis]]></category>
		<category><![CDATA[Budidaya]]></category>
		<category><![CDATA[CCTV]]></category>
		<category><![CDATA[Digitalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor]]></category>
		<category><![CDATA[industri 4.0]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Kelautan dan Perikanan]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Petambak]]></category>
		<category><![CDATA[Rumput Laut]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=137021</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Situbondo merupakan program percontohan budidaya udang vaname dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang melibatkan kaum milenial. Melalui Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP), tambak milenial atau Millenial Shrimp Farming (MSF) Situbondo ini mampu menggerakkan ekonomi masyarakat di Dusun Gundil, Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo,&#160;Jawa Timur.&#160; Berdasarkan keterangan Kepala BPBAP Situbondo, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Situbondo merupakan program percontohan budidaya udang vaname dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang melibatkan kaum milenial. Melalui Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP), tambak milenial atau Millenial Shrimp Farming (MSF) Situbondo ini mampu menggerakkan ekonomi masyarakat di Dusun Gundil, Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo,&nbsp;Jawa Timur.&nbsp;</p>



<p>Berdasarkan keterangan Kepala BPBAP Situbondo, Nono Hartanto, target produksi tambak MSF di Situbondo ini sebanyak 1,5 ton per kolam atau 30 ton per hektare per siklus. Nono menjelaskan bahwa pihaknya berupaya mewujudkan usaha budidaya rakyat dalam bentuk klaster dengan skala ekonomi.&nbsp;</p>



<p>&#8220;Minimal 60 unit kolam dengan 60 pembudidaya, dan hal itu diharapkan dapat menjamin peningkatan kesejahteraan pembudidaya dengan pendapatan Rp 5 juta per bulan,&#8221; jelas Nono, Selasa (16/03) saat panen tambak milenial yang dihadiri Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono.&nbsp;</p>



<p>Selain itu, BPBAP Situbondo juga membentuk kelembagaan usaha profesional (corporate farming) dimana shareholdernya adalah rakyat&nbsp;atau pembudidaya, yang tergabung dalam Koperasi, BUMDES dan Swasta Profesional.&nbsp;</p>



<p>MSF&nbsp;Situbondo ini menerapkan inovasi teknologi budidaya kolam bundar dengan diameter 20 m yang dapat dibongkar pasang dengan padat tebar mulai dari 250 ekor per meter persegi.&nbsp;</p>



<p>Lebih lanjut, Nono menjelaskan bahwa MSF Situbondo berinovasi melalui digitalisasi tambak yang meliputi penyediaan CCTV, pengukur kualitas air, automatic feeder serta ruang data.&nbsp;</p>



<p>&#8220;Inovasi yang dilakukan dengan memanfaatkan teknologi berbasis industri 4.0, terdapat automatic feeder, water quality monitoring, nanobuble, oksigen murni yang dilengkapi aplikasi budidaya berbasis data atau smart farming,&#8221; terang Nono.</p>



<p>Sementara itu, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto menegaskan bahwa konsep tambak milenial ini memiliki beberapa keunggulan dengan tetap&nbsp;memperhitungkan keberlanjutan lingkungan dan juga keberlanjutan usaha.</p>



<p><strong><a href="https://memontum.com/136637-2-ton-pupuk-urea-bersubsidi-dari-bondowoso-diamankan-di-tengah-jalan-berikut-pickup-oleh-polres-situbondo#ixzz6pHh6A1yn" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Baca Juga : 2 Ton Pupuk Urea Bersubsidi dari Bondowoso Diamankan di Tengah Jalan Berikut Pickup oleh Polres Situbondo</a></strong></p>



<p>&#8220;MSF ini memiliki beberapa keunggulan, diantaranya konstruksi lebih murah kalau dibandingkan dengan tambak konvensional, operasionalnya juga mudah, manajemen risikonya lebih rendah, sudah menerapkan digitalisasi data operasional, dan yang tak kalah penting, memperhitungkan keberlanjutan usaha dan lingkungan. Karena dalam satu klasternya harus memiliki unit pengolahan limbah,&nbsp;kolam tandon dan juga kolam sedimentasi,&#8221; urai Dirjen Slamet.</p>



<p>Program tambak milenial tersebut sejalan dengan program Menteri Trenggono, yaitu pengembangan perikanan budidaya untuk menggerakkan ekonomi masyarakat. Diperlukan pengembangan perikanan budidaya yang didukung kajian ilmiah dan perencanaan bisnis yang matang.&nbsp;</p>



<p>&#8220;Seperti kita ketahui, perikanan budidaya mendapat perhatian Presiden Joko Widodo. KKP mendapat mandat untuk mengoptimalkan produksi perikanan budidaya, sebanding dengan potensi yang dimiliki,&#8221; ujar Menteri Trenggono.&nbsp;</p>



<p>Menteri Trenggono juga memaparkan bahwa KKP fokus pada produk ekspor komoditas unggulan Indonesia yang memiliki nilai ekonomis tinggi, yaitu udang, lobster dan rumput laut.&nbsp;</p>



<p>Menurutnya, komoditas udang dipilih menjadi prioritas berdasarkan data ekspor periode 2020. Diketahui, volume ekspor udang Indonesia mencapai 239.227 ton, dengan nilai US$2,04 miliar.&nbsp;</p>



<p>&#8220;Diperlukan para kaum milenial yang memiliki kreativitas dan inovasi yang tinggi terutama dalam dunia industri 4.0. Kita ini punya potensi besar, sehingga perlu kita libatkan kaum milenial untuk mengenal dan terjun langsung dalam dunia akuakultur,&#8221; terang Trenggono.</p>



<p>Menanggapi hal tersebut, BPBAP Situbondo senantiasa berupaya mengoptimalkan produksi perikanan budidaya, serta bertekad untuk mencetak semakin banyak petambak milenial yang diharapkan akhirnya dapat terus meningkatkan taraf ekonomi masyarakat sekitar dan bisa menjadi percontohan bagi daerah lain. <strong>(her/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">137021</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Menteri Susi Sambangi Petani Rumput Laut Tanjungsari</title>
		<link>https://memontum.com/menteri-susi-sambangi-petani-rumput-laut-tanjungsari</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Feb 2019 14:04:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Kelautan dan Perikanan]]></category>
		<category><![CDATA[Petani]]></category>
		<category><![CDATA[Rumput Laut]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=77689</guid>

					<description><![CDATA[Memontum SIdoarjo &#8211; Produktifitas petani rumput laut di Dusun Tanjungsari, Desa Kupang, Kecamatan Jabon terhambat. Terhambatnya produksi rumput laut, lantaran faktor akses jalan puluhan kilometer tidak beraspal yang kini masih berupa tanah liat, bergelombang, berlubang menyisahkan kubangan air. Kondisi ini mengundang perhatian Menteri Perikanan dan Kelautan, Susi Pudjiastuti, ketika Sabtu (9/02/2019) siang bersama rombongan mengujungi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum SIdoarjo </strong>&#8211; Produktifitas petani rumput laut di Dusun Tanjungsari, Desa Kupang, Kecamatan Jabon terhambat. Terhambatnya produksi rumput laut, lantaran faktor akses jalan puluhan kilometer tidak beraspal yang kini masih berupa tanah liat, bergelombang, berlubang menyisahkan kubangan air.</p>
<p>Kondisi ini mengundang perhatian Menteri Perikanan dan Kelautan, Susi Pudjiastuti, ketika Sabtu (9/02/2019) siang bersama rombongan mengujungi petani hingga . memberikan BLU (Bantuan Langsung Umum) berupa pinjaman lunak, bagi para petani rumput laut.</p>
<p><a href="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG_20190209_132648-copy.jpg?ssl=1"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-77694" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG_20190209_132648-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG_20190209_132648-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG_20190209_132648-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG_20190209_132648-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG_20190209_132648-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG_20190209_132648-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p>Menteri Perikanan dan Kelautan yang akrab disapa Susi menjelaskan jika Desa ini penduduknya mayoritas berpenghasilan dari rumput laut. Dan kesehariannya, hidup bertopang dari penjualan rumput laut. Adanya musim penghujan, produksi rumput laut semakin berkurang. Dikarenakan proses pengeringan rumput laut, membutuhkan sinar panas matahari.</p>
<p>Kondisi tersebut ditambah adanya infrastrukur, atau akses jalan yang tidak mendukung. Kerusakan jalan, belum teraspal, bergelombang, berlumbang serta banyaknya &#8211; kubangan-kubangan air. Itu juga faktor penyebab menurunnya produksi, dan penghasilan petani.</p>
<p><a href="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG_20190209_131837-copy.jpg?ssl=1"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-77695" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG_20190209_131837-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG_20190209_131837-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG_20190209_131837-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG_20190209_131837-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG_20190209_131837-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG_20190209_131837-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p>&#8221; Kami disini di Dusun Tanjungsari, Desa Kupang Jabon, guna melihat dari dekat, keseharian petani rumput laut. Saya kesini usai menghadiri acara puncak Hari Pers Nasional, yang berlangsung di Surabaya. Keluh kesah para petani rumput laut, mulai menurun penghasilanya,&#8221; katanya.</p>
<p>Untuk meringankan beban merek, pemerintah mengucurkan BLU (Bantuan Lunak Umum), berupa pinjaman lunak sebesar Rp. 10 juta per-Kepala Keluarga. Ini untuk peningkatan ekonomi para petani rumput laut, agar kedepannya bisa berproduksi seperti sediakala.</p>
<p>Sementara itu , H. Mustofa salah satu perwakilan petani rumput laut menyambut gembira atensi dan bantuan dari Menteri Perikanan dan Kelautan, Susi Pudjiastuti. Tidak hanya itu, Ia meminta kepada Menter agar i jalan penghubung masih berupa tanah liat, segera diperbaiki, dan dinaikkan menjadi jalan aspal beserta lampu Penerangan Jalan Umum.</p>
<p>&#8221; Atas kedatangan Menteri Perikanan dan Kelautan, Susi Pudjiastuti di Dusun Tanjungsari, Desa Kupang, Jabon, kami dan petani, sangat bersyukur dan akan menggunakan bantuan tersebu, untuk mendongkrak produktifitas, rumput laut di Jabon, Sidoarjo ini &#8220;, pungkas H Mustofa <strong>(gus/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">77689</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
