<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Screening &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/screening/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 03 Jun 2026 13:18:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Screening &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Sasar 200 Warga, Dinkes Kota Malang Gencarkan Screening TBC dengan Mobile X-Ray</title>
		<link>https://memontum.com/sasar-200-warga-dinkes-kota-malang-gencarkan-screening-tbc-dengan-mobile-x-ray</link>
					<comments>https://memontum.com/sasar-200-warga-dinkes-kota-malang-gencarkan-screening-tbc-dengan-mobile-x-ray#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2026 06:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[gencarkan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[mobile]]></category>
		<category><![CDATA[Screening]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232844</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang menggencarkan deteksi dini Tuberkulosis (TBC) melalui layanan Mobile X-Ray, yang keliling ke berbagai kelurahan Kota Malang. Program tersebut, ditargetkan berlangsung hingga September 2026, dengan sasaran 200 warga menjalani pemeriksaan setiap harinya. Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Malang, Meifta Eti Winindar, mengatakan bahwa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Malang</strong> – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang menggencarkan deteksi dini Tuberkulosis (TBC) melalui layanan Mobile X-Ray, yang keliling ke berbagai kelurahan Kota Malang. Program tersebut, ditargetkan berlangsung hingga September 2026, dengan sasaran 200 warga menjalani pemeriksaan setiap harinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Malang, Meifta Eti Winindar, mengatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat, sekaligus mempercepat penemuan kasus TBC di Kota Malang. &#8220;Hari ini kami melaksanakan deteksi dini melalui screening, untuk kontak erat pasien TBC dan kelompok masyarakat yang berisiko. Kegiatan ini dilakukan, untuk mendekatkan layanan sehingga masyarakat lebih mudah mendapatkan pemeriksaan,&#8221; ujar Meifta, dalam kegiatan screening TBC di Balai RW Sukun, Rabu (03/06/2026) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ditambahkannya, bahwa pemeriksaan tidak hanya menyasar keluarga yang tinggal serumah dengan penderita TBC. Namun, juga penderita diabetes melitus, anak usia di atas tiga tahun yang mengalami gizi buruk, serta kelompok rentan lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam sehari, ujarnya, Mobile X-Ray ditargetkan mampu melayani sekitar 200 warga dengan pemeriksaan foto rontgen dada atau thoraks. Hasil pemeriksaan dapat diketahui pada hari yang sama dan peserta yang terindikasi TBC akan menjalani pemeriksaan lanjutan di puskesmas menggunakan Tes Cepat Molekuler (TCM).</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Hasilnya langsung keluar. Kalau ditemukan indikasi TBC, akan dilakukan pemeriksaan lanjutan di puskesmas,&#8221; tambahnya</p>



<p class="wp-block-paragraph">Program tersebut, telah berjalan sejak April 2026 dan menjangkau 28 kelurahan di Kota Malang. Ke depan, Dinkes akan melanjutkan kegiatan serupa ke kelurahan lainnya secara bertahap. Bahkan, beberapa kelurahan lain berpotensi mendapatkan kunjungan lebih dari satu kali.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Itu karena menyesuaikan jumlah warga berisiko yang perlu menjalani pemeriksaan,&#8221; katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meifta berharap, masyarakat bisa memanfaatkan layanan tersebut untuk mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini, terutama bagi mereka yang mengalami gejala seperti batuk berkepanjangan, penurunan berat badan, hingga riwayat kontak erat dengan penderita TBC. &#8220;Deteksi dini menjadi kunci. Semakin cepat ditemukan, semakin cepat ditangani dan peluang penularan bisa ditekan,&#8221; tuturnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, warga RT 02 RW 03 Kelurahan Sukun, Aril, mengaku memanfaatkan layanan screening karena ingin mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini. Terlebih, dia pernah memiliki anggota keluarga yang mengalami penyakit serupa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Sebagai orang awam, minimal kita harus tahu kondisi kesehatan sejak dini. Apalagi dengan cuaca seperti sekarang, penularan TBC atau penyakit batuk lainnya cukup rentan,&#8221; imbuh Aril. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/sasar-200-warga-dinkes-kota-malang-gencarkan-screening-tbc-dengan-mobile-x-ray/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232844</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Screening Gratis dan Pola Hidup Sehat Jadi Bidikan Dinkes Kabupaten Malang dalam Optimalkan Kesehatan</title>
		<link>https://memontum.com/screening-gratis-dan-pola-hidup-sehat-jadi-bidikan-dinkes-kabupaten-malang-dalam-optimalkan-kesehatan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Oct 2024 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[gratis]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[optimalkan]]></category>
		<category><![CDATA[Screening]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=215079</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Gelaran pendekatan layanan masyarakat melalui Subuh Keliling (Suling) di sejumlah kecamatan di Kabupaten Malang, boleh jadi untuk sementara pasif, selama momen Pilkada 2024 ini. Hanya saja, program kegiatan yang sasarannya untuk masyarakat itu, akan terus dikawal oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, dalam meningkatkan pelayanan kesehatan. Hal ini, sebagaimana disampaikan Sekretaris Dinkes [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Gelaran pendekatan layanan masyarakat melalui Subuh Keliling (Suling) di sejumlah kecamatan di Kabupaten Malang, boleh jadi untuk sementara pasif, selama momen Pilkada 2024 ini. Hanya saja, program kegiatan yang sasarannya untuk masyarakat itu, akan terus dikawal oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, dalam meningkatkan pelayanan kesehatan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal ini, sebagaimana disampaikan Sekretaris Dinkes Kabupaten Malang, Puji Hadi Prasetyo. Dijelaskannya, bahwa salah satu pendekatan yang dilakukan dinas (Dinkes, red) selain dengan menyediakan sarana dan prasarana kesehatan mulai Puskesmas dan Puskesmas Pembantu (Pustu) di masing-masing kecamatan, juga melalui program yang bersentuhan dengan masyarakat. Salah satunya, seperti program Suling, dimana setiap pelaksanaan selalu menstandbykan tenaga kesehatan (Nakes) untuk menjangkau pemeriksaan kesehatan masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Untuk program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat seperti Suling, ini akan terus kita kawal. Karena dalam pelaksanaan ini, masyarakat bisa memeriksakan langsung kondisi kesehatannya. Sehingga, dinas bisa langsung menjangkau kesehatan yang ada di masyarakat, selain keberadaan Puskesmas dan Pustu disetiap kecamatan,&#8221; kata Puji, Minggu (06/10/2024) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk memaksimalkan layanan ini, tambah Puji, dinas akan senantiasa menstandbykan petugas tenaga kesehatan (Nakes). Sementara untuk layanan kesehatan gratis bagi seluruh jamaah Salat Subuh dan masyarakat yang diberikan, mulai pemeriksaan hingga pengobatan awal.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">“Screening kesehatan ini sifatnya semua. Jadi, layanan yang diberikan beragam. Seperti pemeriksaan gula darah, tekanan darah, kolesterol atau kondisi kesehatan hingga lingkar perut. Jadi, semua dilakukan pemeriksaan secara gratis,&#8221; tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Agar pelaksanaan ini efektif, imbuhnya, dalam setiap gelaran akan ada sekitar 10 Nakes yang standby. Sehingga, masyarakat bisa dengan mudah dan lancar terlayani.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Untuk tenaga medisnya, itu melibatkan tenaga di Puskesmas. Karenanya, layanan yang diberikan terus ada di setiap pelaksanaan kegiatan Suling Bupati. Sementara jumlah Nakes yang diturunkan, bisa mencapai 10 atau lebih. Tergantung dari kondisi di lapangan,” terangnya</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain pemeriksaan kesehatan, ujarnya, hal yang tidak kalah pentingnya juga sosialisasi mengenai pola hidup sehat. Sehingga, masyarakat menjadi paham, bagaimana pola yang harus dilakukan. Dengan begitu, kondisi kesehatan masyarakat bisa senantiasa baik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Bagaimana pola hidup sehat, itu juga menjadi bagian penting untuk diberikan kepada masyarakat. Dengan begitu, masyarakat bisa mulai menata dan menghindari hal-hal yang kurang mendukung kesehatan mereka,&#8221; ujarnya. <strong>(sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215079</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dukung Gelaran Suling Bupati Malang, Dinkes Siapkan Screening hingga Pengobatan Gratis Masyarakat</title>
		<link>https://memontum.com/dukung-gelaran-suling-bupati-malang-dinkes-siapkan-screening-hingga-pengobatan-gratis-masyarakat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Aug 2024 10:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[dukung]]></category>
		<category><![CDATA[gelaran]]></category>
		<category><![CDATA[gratis]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[pengobatan]]></category>
		<category><![CDATA[Screening]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<category><![CDATA[suling]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=214948</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang terus mendorong masyarakat untuk bisa hidup sehat. Salah satunya, yakni menyediakan tempat pemeriksaan gratis di setiap pelaksanaan program subuh keliling (Suling) yang dilakukan Bupati Malang, HM Sanusi. Sekretaris Dinkes Kabupaten Malang, Puji Hadi Prasetyo, mengatakan bahwa pihaknya sengaja menstandbykan petugas tenaga kesehatan (Nakes), untuk menyediakan cek kesehatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang terus mendorong masyarakat untuk bisa hidup sehat. Salah satunya, yakni menyediakan tempat pemeriksaan gratis di setiap pelaksanaan program subuh keliling (Suling) yang dilakukan Bupati Malang, HM Sanusi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sekretaris Dinkes Kabupaten Malang, Puji Hadi Prasetyo, mengatakan bahwa pihaknya sengaja menstandbykan petugas tenaga kesehatan (Nakes), untuk menyediakan cek kesehatan gratis bagi seluruh jamaah Salat Subuh dan masyarakat. Ini dilakukan, sebagai upaya untuk mengetahui kondisi kesehatan dari pada warga serta mendukung hidup sehat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Dalam pengobatan gratis ini, sifatnya screening kesehatan. Jadi, layanan yang diberikan beragam. Seperti gula darah, tekanan darah, kolesterol atau kondisi kesehatan hingga lingkar perut. Jadi, semua dilakukan pemeriksaan secara gratis,&#8221; kata Puji, Kamis (15/08/2024) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Selain mengenai pemeriksaan kesehatan massal dan gratis, tambahnya, masyarakat juga akan dilayani untuk penanganan awal. Artinya, seperti obat-obatan juga sudah disediakan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Obat-obatan juga kita siapkan. Jadi, selain pemeriksaan kesehatan juga kita berikan obat,” tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk Nakes di setiap gelaran Suling, ujar Sekretaris Dinkes ini, disesuaikan dengan lokasi pelaksanaan. Sehingga, salah satu yang dilibatkan adalah tenaga kesehatan di setiap Puskesmas yang tersebar di Kabupaten Malang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Untuk tenaga medisnya, salah satunya itu melibatkan tenaga di Puskesmas. Karenanya, layanan yang diberikan terus ada di setiap pelaksanaan kegiatan Suling Bupati. Sementara jumlah Nakes yang diturunkan, bisa mencapai 10 atau lebih. Tergantung dari kondisi di lapangan,” terangnya. <strong>(sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">214948</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peduli Kesehatan WBP, Lapas Kelas 1 Malang Lakukan Deteksi Dini dengan Screening TBC</title>
		<link>https://memontum.com/peduli-kesehatan-wbp-lapas-kelas-1-malang-lakukan-deteksi-dini-dengan-screening-tbc</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Aug 2023 08:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[deteksi]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[peduli]]></category>
		<category><![CDATA[Screening]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=196691</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Lapas Kelas I Malang Kanwil Kemenkumhan Jawa Timur, peduli dengan kesehatan para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Selain rajin melakukan dan mengajak olah raga bersama, petugas Lapas Kelas 1 Malang juga rutin melakukan pemeriksaan kesehatan WBP. Salah satunya, pencegahan dini terhadap Virus Tuberkulosis (TBC). Seperti yang terlihat pada Selasa (22/08/2023) tadi, petugas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Lapas Kelas I Malang Kanwil Kemenkumhan Jawa Timur, peduli dengan kesehatan para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Selain rajin melakukan dan mengajak olah raga bersama, petugas Lapas Kelas 1 Malang juga rutin melakukan pemeriksaan kesehatan WBP. Salah satunya, pencegahan dini terhadap Virus Tuberkulosis (TBC).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seperti yang terlihat pada Selasa (22/08/2023) tadi, petugas Lapas Kelas 1 Malang melakukan kegiatan screenning TBC pada 120 WBP dari blok Bukit Barisan di Klinik Pratama Paricara Lapas Kelas I Malang. Kegiatan ini, dilaksanakan dalam rangka deteksi dini penyebaran Virus TBC. Perlu diketahui, bahwa TBC adalah salah satu penyakit infeksi pada paru yang penularannya disebabkan oleh droplet atau percikan ludah. Jenis penyakit ini diperlukan penanganan yang khusus dan tepat.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga:</strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-malang-siapkan-pks-pengelolaan-velodrom-untuk-kejar-perbaikan-jelang-porprov-2027">Pemkot Malang Siapkan PKS Pengelolaan Velodrom untuk Kejar Perbaikan Jelang Porprov 2027</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/respon-sikap-ketua-dprd-kota-malang-moreno-sebut-mbg-perlu-dievaluasi-bukan-dihentikan">Respon Sikap Ketua DPRD Kota Malang, Moreno Sebut MBG Perlu Dievaluasi Bukan Dihentikan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ketua-dpc-gerindra-malang-minta-polemik-mbg-tak-berujung-kebencian-dan-ajak-fokus-evaluasi-program">Ketua DPC Gerindra Malang Minta Polemik MBG Tak Berujung Kebencian dan Ajak Fokus Evaluasi Program</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ribuan-simpatisan-mbg-malang-raya-apel-akbar-deklarasi-dukungan">Ribuan Simpatisan MBG Malang Raya Apel Akbar Deklarasi Dukungan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/boon-pring-kabupaten-malang-wisata-telaga-dengan-beragam-wahana-di-area-hutan-bambu">Boon Pring Kabupaten Malang, Wisata Telaga dengan Beragam Wahana di Area Hutan Bambu</a></li>
</ul>


<p class="wp-block-paragraph">Kalapas Kelas 1 Malang, Heri Azhari, menjelaskan bahwa pelaksanaan screening diawali dengan pemeriksaan kesehatan WBP. Satu persatu diperiksa terkait kondisi kesehatan dan beberapa pertanyaan terkait indikasi gejala TBC oleh Tim Screening Klinik Pratama Paricara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;WBP mengikuti dengan tertib menunggu antrian untuk melakukan screening. Ini merupakan kegiatan screening massal yang dilakukan bergantian antar blok-blok hunian WBP di Lapas Kelas I Malang,&#8221; ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kegiatan ini juga merujuk pada UU 22 tahun 2022 tentang Pemasyarakatan pada Pasal 9 yang mengatur tentang hak pelayanan kesehatan WBP. &#8220;Skrining TBC kepada WBP ini merupakan salah satu upaya pencegahan terhadap virus TBC. Dari hasil screening bagi yang terindikasi TBC akan segera untuk diobati dengan tindakan lanjutan,&#8221; tegas Heri Azhari. (gie)Peduli Kesehatan WBP, Lapas Kelas 1 Malang Lakukan Deteksi Dini dengan Screening TBC</p>



<p class="wp-block-paragraph">Memontum Kota Malang &#8211; Lapas Kelas I Malang Kanwil Kemenkumhan Jawa Timur, peduli dengan kesehatan para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Selain rajin melakukan dan mengajak olah raga bersama, petugas Lapas Kelas 1 Malang juga rutin melakukan pemeriksaan kesehatan WBP. Salah satunya, pencegahan dini terhadap Virus Tuberkulosis (TBC).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seperti yang terlihat pada Selasa (22/08/2023) tadi, petugas Lapas Kelas 1 Malang melakukan kegiatan screenning TBC pada 120 WBP dari blok Bukit Barisan di Klinik Pratama Paricara Lapas Kelas I Malang. Kegiatan ini, dilaksanakan dalam rangka deteksi dini penyebaran Virus TBC. Perlu diketahui, bahwa TBC adalah salah satu penyakit infeksi pada paru yang penularannya disebabkan oleh droplet atau percikan ludah. Jenis penyakit ini diperlukan penanganan yang khusus dan tepat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalapas Kelas 1 Malang, Heri Azhari, menjelaskan bahwa pelaksanaan screening diawali dengan pemeriksaan kesehatan WBP. Satu persatu diperiksa terkait kondisi kesehatan dan beberapa pertanyaan terkait indikasi gejala TBC oleh Tim Screening Klinik Pratama Paricara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;WBP mengikuti dengan tertib menunggu antrian untuk melakukan screening. Ini merupakan kegiatan screening massal yang dilakukan bergantian antar blok-blok hunian WBP di Lapas Kelas I Malang,&#8221; ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kegiatan ini juga merujuk pada UU 22 tahun 2022 tentang Pemasyarakatan pada Pasal 9 yang mengatur tentang hak pelayanan kesehatan WBP. &#8220;Skrining TBC kepada WBP ini merupakan salah satu upaya pencegahan terhadap virus TBC. Dari hasil screening bagi yang terindikasi TBC akan segera untuk diobati dengan tindakan lanjutan,&#8221; tegas Heri Azhari. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">196691</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Permudah Peternak Sapi, Bupati Kediri Perketat Lalu Lintas Ternak dengan Screening dan SKKH</title>
		<link>https://memontum.com/permudah-peternak-sapi-bupati-kediri-perketat-lalu-lintas-ternak-dengan-screening-dan-skkh</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Jun 2022 08:58:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[bupati kediri]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Mas Dhito]]></category>
		<category><![CDATA[Peternak]]></category>
		<category><![CDATA[sapi]]></category>
		<category><![CDATA[Screening]]></category>
		<category><![CDATA[SKKH]]></category>
		<category><![CDATA[ternak]]></category>
		<category><![CDATA[ternak sapi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=170960</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Lalu lintas ternak di Kabupaten Kediri, diperketat dan harus melewati screening petugas kesehatan untuk bisa mengantongi surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) yang dikeluarkan Pemerintah Daerah (Pemda). Aturan tata niaga ternak itu, dikeluarkan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri, dalam merespon wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) sekarang ini. Dikeluarkannya SKKH [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Lalu lintas ternak di Kabupaten Kediri, diperketat dan harus melewati screening petugas kesehatan untuk bisa mengantongi surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) yang dikeluarkan Pemerintah Daerah (Pemda). Aturan tata niaga ternak itu, dikeluarkan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri, dalam merespon wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) sekarang ini. Dikeluarkannya SKKH itu, juga sebagai bentuk jaminan kesehatan hewan ternak yang mau keluar atau masuk wilayah lain. &#8220;Sesuai arahan Mas Dhito (Bupati Kediri, red), kita keluarkan aturan itu untuk memberikan solusi kepada peternak di masa PMK, serta memberikan jaminan bahwa hewan ternak yang dijual belikan itu sehat,&#8221; kata Kepala DKPP Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, Sabtu(18/06/2022) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelum dikeluarkannya aturan tata niaga hewan ternak itu, tambahnya, transaksi jual beli hewan masih bebas. Sehingga, penyebaran kasus PMK di Kabupaten Kediri, relatif menjadi cepat dan masif. Setidaknya, hingga saat ini terdapat 1726 kasus PMK.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menyikapi penyebaran PMK itu, lanjut Tutik, bupati sebelumnya telah melakukan kebijakan penutupan sementara pasar hewan. Menyusul penutupan pasar hewan itu, juga dilakukan penjagaan lalu lintas hewan supaya tetap bisa berjalan mendekati Idul Adha dikeluarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) tata niaga ternak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Ini upaya kami untuk tracing juga, untuk meminimalisir penularan,&#8221; ungkapnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-malang-siapkan-pks-pengelolaan-velodrom-untuk-kejar-perbaikan-jelang-porprov-2027">Pemkot Malang Siapkan PKS Pengelolaan Velodrom untuk Kejar Perbaikan Jelang Porprov 2027</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/respon-sikap-ketua-dprd-kota-malang-moreno-sebut-mbg-perlu-dievaluasi-bukan-dihentikan">Respon Sikap Ketua DPRD Kota Malang, Moreno Sebut MBG Perlu Dievaluasi Bukan Dihentikan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ketua-dpc-gerindra-malang-minta-polemik-mbg-tak-berujung-kebencian-dan-ajak-fokus-evaluasi-program">Ketua DPC Gerindra Malang Minta Polemik MBG Tak Berujung Kebencian dan Ajak Fokus Evaluasi Program</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ribuan-simpatisan-mbg-malang-raya-apel-akbar-deklarasi-dukungan">Ribuan Simpatisan MBG Malang Raya Apel Akbar Deklarasi Dukungan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/boon-pring-kabupaten-malang-wisata-telaga-dengan-beragam-wahana-di-area-hutan-bambu">Boon Pring Kabupaten Malang, Wisata Telaga dengan Beragam Wahana di Area Hutan Bambu</a></li>
</ul>


<p class="wp-block-paragraph">Adapun SOP tata niaga yang diatur mulai keluar masuk hewan antar desa, kecamatan, kabupaten dalam provinsi, maupun antar provinsi. Secara garis besar, pemohon melapor kepada gugus tugas yang ada di desa atau kecamatan untuk diteruskan ke petugas teknis peternakan untuk dilakukan pemeriksaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hewan ternak yang dinyatakan sehat, akan dikeluarkan SKKH. Namun, jika ternak dinyatakan sakit, maka dilakukan langkah pengobatan. Pengobatan hewan ternak ini dikawal langsung oleh petugas kesehatan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berbeda dengan tingkat desa atau kecamatan, SOP untuk keluar masuk ternak antar kabupaten permohonan rekomendasi ditujukan kepada DKPP. Sedang antar provinsi rekomendasi ditujukan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, baru kemudian ke kantor pelayanan perizinan di provinsi untuk diteruskan ke DKPP Kabupaten Kediri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Sejauh ini, sudah mulai banyak warga yang mengurus surat ini. Bahkan, kemarin masuk surat rekomendasi dari Surabaya peternak kita mau kirim 100 ekor sapi ke sana,&#8221; terangnya.<strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">170960</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sebanyak 313 Anggota TNI Kesatuan Kodim 0820/Probolinggo Jalani Vaksinasi</title>
		<link>https://memontum.com/sebanyak-313-anggota-tni-kesatuan-kodim-0820-probolinggo-jalani-vaksinasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Mar 2021 13:38:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Kodim 0820/Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[protokol kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Screening]]></category>
		<category><![CDATA[Tentara]]></category>
		<category><![CDATA[TNI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=135913</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Untuk meyakinkan pelaksanaan Vaksin Covid-19 berjalan sesuai perintah komando atas, Komandan Kodim 0820/Probolinggo, Letkol Inf Imam Wibowo, memastikan anggotanya melaksanakan perintah tersebut sesuai arahan pimpinan dengan hadir secara langsung ditengah-tengah anggotanya yang sedang melaksanakan Vaksin Covid-19 di Polkes 05.09.17/DKT, Jalan dr. Moch. Saleh 24 Kota Probolinggo, Rabu (03/03). Sebagai bentuk dan upaya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Untuk meyakinkan pelaksanaan Vaksin Covid-19 berjalan sesuai perintah komando atas, Komandan Kodim 0820/Probolinggo, Letkol Inf Imam Wibowo, memastikan anggotanya melaksanakan perintah tersebut sesuai arahan pimpinan dengan hadir secara langsung ditengah-tengah anggotanya yang sedang melaksanakan Vaksin Covid-19 di Polkes 05.09.17/DKT, Jalan dr. Moch. Saleh 24 Kota Probolinggo, Rabu (03/03).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai bentuk dan upaya pimpinan untuk menjaga dan menghindari serta melindungi anggotanya agar tidak terjangkit virus corona, sebanyak 313 personil anggota Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dari Kesatuan Kodim 0820/Probolinggo sejak kemarin menjalankan penyuntikan Vaksin di Polkes 05.09.17/DKT Probolinggo, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota dan Kabupaten Probolinggo.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="https://memontum.com/135709-tni-bersama-warga-kecamatan-dringu-kerja-bakti-bersihkan-sisa-banjir#ixzz6o3ViqpMZ" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Baca Juga : TNI Bersama Warga Kecamatan Dringu Kerja Bakti Bersihkan Sisa Banjir</a></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat anggota tim Liput Komandan Kodim 0820/Probolinggo, Letkol Inf Imam Wibowo mengatakan, pelaksanaan vaksinasi dibagi 2 gelombang untuk menghindari kerumunan demi menjaga Protokol Kesehatan, sebelum disuntik vaksin Covid-19, seluruh peserta vaksinasi harus Antri untuk registrasi data diri, dilanjutkan Screening pemeriksaan kesehatan, untuk mengetahui riwayat kesehatan, dan dilanjutkan pemeriksaan tekanan darah, dan penyakit penyerta lainnya, setelah dinyatakan lulus Screening, peserta baru boleh menjalani vaksinasi. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Komandan Kodim 0820/Probolinggo, Letkol Inf Imam Wibowo, juga berpesan meskipun telah menjalani vaksinasi, Kita harus tetap mematuhi aturan protokol kesehatan 5 M, yakni selalu menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun pada air yang mengalir, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan membatasi mobilitas. “Setelah 14 hari ke depan setelah penyuntikan ini akan mengikuti vaksin lagi di tahap ke dua setelah 14 hari,” ucap orang nomor satu di Kodim 0820/Probolinggo ini. “Semoga dengan adanya vaksin Covid-19 ini dapat menjadikan kekebalan tubuhnya dari serangan Virus Corona,&#8221; tambahnya. <strong>(geo/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">135913</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Penyintas Belum Genap 3 Bulan Belum Bisa Terima Vaksin</title>
		<link>https://memontum.com/penyintas-belum-genap-3-bulan-belum-bisa-terima-vaksin</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Feb 2021 11:22:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[nakes]]></category>
		<category><![CDATA[pelatihan]]></category>
		<category><![CDATA[pelayan publik]]></category>
		<category><![CDATA[Puskesmas]]></category>
		<category><![CDATA[Screening]]></category>
		<category><![CDATA[tenaga kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[vaksinasi]]></category>
		<category><![CDATA[Virus Corona]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=135356</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Vaksinasi tahap dua dimulai Rabu (24/02) yang menyasar petugas pelayan publik, memperbolehkan penyintas (adalah orang yang pernah terpapar virus corona atau pasien positif Covid-19 yang telah berhasil sembuh dari penyakitnya) mendapat vaksin. Namun ada persyaratan yang harus dipenuhi penyintas, seperti minimal harus sudah sembuh selama 3 bulan. Jika kurang dari 3 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Vaksinasi tahap dua dimulai Rabu (24/02) yang menyasar petugas pelayan publik, memperbolehkan penyintas (adalah orang yang pernah terpapar virus corona atau pasien positif Covid-19 yang telah berhasil sembuh dari penyakitnya) mendapat vaksin. Namun ada persyaratan yang harus dipenuhi penyintas, seperti minimal harus sudah sembuh selama 3 bulan. Jika kurang dari 3 bulan, dipastikan penyintas gagal terima vaksin. Seperti yang terjadi di Puskesmas Arjuno, dimana terdapat peserta yang merupakan penyintas, namun gagal menerima vaksin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Tadi ada beberapa calon penerima yang tidak jadi divaksin. Karena mereka penyintas dan belum 3 bulan sembuh, kalau tidak salah ada yang masih 1 bulan. Jadi mau tidak mau vaksinasinya harus ditunda,&#8221; terang Kepala Puskesmas Arjuno, dr Ida Megawati.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain penyintas yang belum genap 3 bulan sembuh dari Covid-19, ada beberapa ASN yang gagal vaksin hari ini di Puskesmas Arjuno. Dikarenakan sedang program hamil (promil), maupun miliki tekanan darah tinggi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Hari ini total 49 yang hadir untuk vaksinasi. Tapi 20 tidak lolos screening di meja 2,&#8221; tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="https://memontum.com/135175-sutiaji-perintahkan-fokus-tekan-angka-pengangguran-dalam-renja-disnaker-pmptsp#ixzz6nO2JruvA" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Baca Juga : Sutiaji Perintahkan Fokus Tekan Angka Pengangguran Dalam Renja Disnaker PMPTSP</a></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Padahal diakui dr Ida, pihaknya menargetkan bisa memvaksin 100 hingga 125 petugas pelayan publik hingga Jumat nanti. Pasalnya, sasaran vaksinasi Puskesmas Arjuno sebanyak 280 petugas pelayanan publik dari lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Malang di bagian Umum, Kesra, Hukum, Humas, Perekonomian dan Modal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Sebenarnya kami targetkan paling tidak hari ini harus 100 ya, besok 100, sisanya hari Jumat 80. Tapi juga tergantung dari mereka sendiri, mungkin ada yang sedang dinas luar atau jadwal padat,&#8221; imbuhnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk vaksinator yang siap di Puskesmas Arjuno sebanyak 10 orang. Dimana 5 tenaga kesehatan (nakes) sudah ikuti pelatihan yang diberikan oleh Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes), sedangkan 5 lainnya mengikuti On Job Training (OJT).</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Jadi tahap pertama dulu pelatihan dari Bapelkes ada saya sebagai kepala puskesmas, koordinator imunisasi, 1 dokter, 1 perawat, dan 1 bidan. Kemudian 5 vaksinator lainnya itu kami melakukan OJT ya kepada teman-teman disini,&#8221; tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu dirinya menuturkan bahwa meski biasanya jam pelayanan di Puskesmas Arjuno hanya sampai pukul 13.00 WIB, untuk periode vaksinasi ini akan buka hingga 14.00 WIB. <strong>(cw1/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">135356</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Vaksinasi Pada 78 Nakes Puskesmas Panarukan Hilangkan Kecemasan dalam Memberikan Pelayanan Kesehatan</title>
		<link>https://memontum.com/vaksinasi-pada-78-nakes-puskesmas-panarukan-hilangkan-kecemasan-dalam-memberikan-pelayanan-kesehatan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Jan 2021 13:06:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Layanan Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[pelayanan kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Screening]]></category>
		<category><![CDATA[tenaga kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[vaksin covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[vaksinasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=133538</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo – Puskesmas Panarukan melaksanakan vaksinasi pada 78 tenaga kesehatan (nakes), Sabtu, (30/01). Penyuntikan yang berlangsung di aula Puskesmas Penarukan tersebut, disaksikan Kepala Puskesmas, dr. H. Imam Hariyono, Plt Kadinkes Situbondo, H. Imam Hidayat, Komandan Koramil 05/Panarukan, Kapten Inf. Margoto, Kapolsek Panarukan, Iptu Efendi SH, dan pihak terkait lainnya. Pantauan, memontum.com, nakes pertama yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Situbondo</strong> – Puskesmas Panarukan melaksanakan vaksinasi pada 78 tenaga kesehatan (nakes), Sabtu, (30/01). Penyuntikan yang berlangsung di aula Puskesmas Penarukan tersebut, disaksikan Kepala Puskesmas, dr. H. Imam Hariyono, Plt Kadinkes Situbondo, H. Imam Hidayat, Komandan Koramil 05/Panarukan, Kapten Inf. Margoto, Kapolsek Panarukan, Iptu Efendi SH, dan pihak terkait lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pantauan, memontum.com, nakes pertama yang menjalani vaksinasi adalah paramedis Puskemas Panarukan disusul dokter, perawat serta apoteker.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Sebagai garda terdepan penanganan Covid-19, maka nakes di Puskesmas Panarukan siap di suntik vaksin. Dari 78 Nakes di Puskesmas Panarukan yang di vaksin, ada 6 nakes yang gagal, diantaranya 2 orang hamil dan 4 orang hipertensi,” terang dr. H. Imam Hariyono.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kendati demikian proses vaksinasi ini bisa dikatakan lancar, walau ada beberapa nakes yang terpaksa tidak bisa mendapatkan vaksinasi Covid-19.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pasalnya, ada beberapa tenaga kesehatan yang tidak lolos screening. Dikarenakan menderita flu, tensi tinggi dan beberapa penyakit lain,&#8221; ungkapnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca Juga :</strong> <strong><a href="https://memontum.com/133258-vaksinasi-perdana-forkopimda-situbondo-imbau-warga-tidak-ragu#ixzz6l2HEguaX" data-type="URL" data-id="https://memontum.com/133258-vaksinasi-perdana-forkopimda-situbondo-imbau-warga-tidak-ragu#ixzz6l2HEguaX" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Vaksinasi Perdana, Forkopimda Situbondo Imbau Warga Tidak Ragu dan Takut</a></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih lanjut, dr. Imam Hariyono menjelaskan bahwa, Kecamatan Panarukan merupakan peringkat ke 3 penyebaran Covid-19, maka dengan dilaksanakan penyuntikan vaksinasi kepada nakes di Puskesmas Panarukan sebagai garda terdepan penanganan Covid-19 tidak lagi merasa cemas dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nakes Puskesmas Panarukan tak pernah mengenal lelah dalam tracing, mengisolasi masyarakat terkonfirmasi Covid-19 dan melakukan penanganan lainnya. Oleh karena itu, dengan adanya vaksinasi ini merupakan harapan baru bagi nakes dan masyarakat,” kata dr. Imam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, dr Imam Hariyono menghimbau kepada masyarakat di wilayah Kecamatan Panarukan agar tidak ragu dan takut jika nanti mendapat suntikan vaksin Covid-19 Sinovac. Sebab, sudah mendapat lebel halal dan aman dari MUI dan BPOM.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dikatakan oleh Dr. Reny Wahyuningrum, selaku Ketua Tim Vaksinasi Covid-19 di Puskemas Panarukan, awalnya ada 13 nakes yang akan divaksin, dari 13 nakes tersebut ada 6 orang tidak lolos, pada saat dilakukan screening ada 4 orang tekanan darah tinggi dan 2 orang sedang menyusui. “Tim kami ada 12 orang anggota vaksinator dan sudah ikut pelatihan 5 orang&nbsp; vaksinator selebih nya 7 orang kami lakukan semacam OJT ( on job training ) di intern puskesmas,&#8221; ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebanyak 78 nakes tersebut dibagi 2 tahap, Gelombang pertama diberikan pada 50 nakes, Sementara sisanya 28 orang pada hari minggu gelombang kedua, diberikan kepada tenaga kesehatan pendukung, mulai dari dokter praktek mandiri hingga apoteker.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo, H. Imam Hidayat, S.Kep., M. Kes., Ners., mengatakan, penyuntikan vaksin untuk nakes harus sesuai dengan target yang telah ditentukan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Hampir seluruh nakes yang ada di 20 Puskesmas dan 2 Rumah Sakit yakni Rumah Sakit Elizabeth dan Rumah Sakit Mitra Sehat Kabupaten Situbondo telah melakukan suntik vaksin,” jelas Imam Hidayat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Targetnya, sambung Imam Hidayat, nakes yang harus mendapat suntikan vaksin mencapai 95 persen. “Bagi nakes yang tidak lolos screening, maka ada penundaan penyuntikan vaksin. Jika ada nakes yang mempunyai hipertensi dan ginjal juga akan ditunda vaksinasinya,” ujarnya. <strong>(her/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">133538</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Usai Hadiri Pemakaman Saudara di Pujon, Puluhan Warga Sumberejo Jalani Screening</title>
		<link>https://memontum.com/usai-hadiri-pemakaman-saudara-di-pujon-puluhan-warga-sumberejo-jalani-screening</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Apr 2020 13:48:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Covid 19]]></category>
		<category><![CDATA[pemakaman]]></category>
		<category><![CDATA[Screening]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/113282-usai-hadiri-pemakaman-saudara-di-pujon-puluhan-warga-sumberejo-jalani-screening</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Sekitar 50-70 orang dilakukan screening yang diduga terpapar Covid-19 di Kantor Desa Sumberejo, Kecamatan Batu, Rabu (29/4/2020), hal ini diduga usai menghadiri pemakaman/takziah pada sanak saudaranya warga Dusun Watugong, Desa Pujon Lor, Kecamatan Pujon yang dinyatakan positif Covid-19. Kepala Puskesmas Kota Batu, Kartini Kristalina membenarkan hal itu, screening dilakukan kepada keluarga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Batu </strong>&#8211; Sekitar 50-70 orang dilakukan screening yang diduga terpapar Covid-19 di Kantor Desa Sumberejo, Kecamatan Batu, Rabu (29/4/2020), hal ini diduga usai menghadiri pemakaman/takziah pada sanak saudaranya warga Dusun Watugong, Desa Pujon Lor, Kecamatan Pujon yang dinyatakan positif Covid-19.</p>
<p>Kepala Puskesmas Kota Batu, Kartini Kristalina membenarkan hal itu, screening dilakukan kepada keluarga yang kontak langsung dengan jenazah/pasien pada saat itu. Pengecekan meliputi suhu tubuh, mendata untuk mencari tahu riwayat perjalanan serta penelusuran (tracking).</p>
<p><img data-recalc-dims="1" fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-113283" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200429-WA0102-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200429-WA0102-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200429-WA0102-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200429-WA0102-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200429-WA0102-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /></p>
<p>&#8220;Jadi ada screening suhu tubuh, lalu kita tanyai riwayat perjalanan satu persatu, berangkat sama siapa, disana ketemu siapa, dan yang dilakukan apa saja. Kita juga dibantu pihak desa karena mereka yang memiliki datanya,&#8221; jelas Kartini, Rabu (29/4/2020).</p>
<p>Ada beberapa tahapan saat screening dan tracking, dari hasil itu pihaknya bisa memastikan nanti siapa saja yang kontak langsung untuk menentukan rapidnya. Dalam proses tersebut, Kartini menegaskan tidak ada kendala apapun, sebab kerjasama dari Pemdes Sumberejo sangat bagus, masyarakat pun juga menerima dengan baik.</p>
<p>&#8220;Untuk hasil kita data hari ini juga dan melaporkan ke Kadinkes. Lalu untuk tindak lanjutnya akan kita data terlebih dahulu mana-mana yang kami prioritaskan mengikuti rapid test. Kalau riwayatnya tidak ada kontak langsung mungkin ada tindakan lain pemantauan saja. Tapi yang merawat almarhum, memandikan akan jadi prioritas untuk rapidtest,&#8221; tambah Kartini.</p>
<p>Untuk itu ia menghimbau supaya mereka yang terlibat dan hadir mengisolasi dirinya selama 14 hari. Pihaknya juga bekerjasama dengan Satgas Covid-19 Desa Sumberjo untuk menempelkan stiker pemantauan di rumah masing-masing demi memudahkan pengawasan.</p>
<p><img data-recalc-dims="1" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-113229" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200429-WA0104-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200429-WA0104-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200429-WA0104-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200429-WA0104-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200429-WA0104-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /></p>
<p>&#8220;Selain kami himbau mengisolasi mandiri, dalam pemantauan kita juga dibantu oleh pihak desa. Kalau ada keluhan misalnya ada yang sakit atau keluhan apapun kami meminta langsung menghubungi bidan desa/puskesmas,&#8221; tegas Kartini.<br />
Kemudian, Kepala Desa Sumberejo Riyanto menerangkan saat itu keluarga yang hadir tidak mengetahui jika almarhum ternyata dinyatakan positif Covid-19. Sebab belum ada hasil tes dari RS.</p>
<p>&#8220;Jadi tadi ada screening, pasalnya pihak keluarga tidak mengetahui jika almarhum Pak Sutikno ini positif Covid-19. Setelah dimakamkan, selang beberapa hari tepatnya tanggal 24 April hasil swab muncul,&#8221; terang Riyanto.</p>
<p>Dia menghimbau supaya masyarakat yang terlibat melakukan isolasi mandiri demi keselamatan bersama baik untuk dirinya, keluarga, dan tetangga. Dari yang discreening didominasi saudara, baik keponakan atau saudara kandung almarhum, kemudian tetangga, kedatangan mereka karena budaya takziah. Jadi bukan hanya di RT 3 RW 1, tapi menyeluruh di Dusun Sumberjo, Sumbersari, dan Santrean.</p>
<p>&#8220;Itu yang saya harapkan, desa sangat prihatin dengan semua ini, sekarang bagaimana caranya agar semua bisa selamat. Sementara yang kami lakukan sebatas pendataan dan pemantauan,&#8221; katanya.</p>
<p>Upaya lain yaitu, lanjut Riyanto, dalam waktu dekat akan ada penyemprotan disinfektan dan memerintahkan masyarakat memenuhi protokol kesehatan seperti tidak keluar rumah, membatasi interaksi sosial, penggunaan masker, dan rajin cuci tangan.</p>
<p>&#8220;Sejauh ini desa selalu menindaklanjuti perintah dari pemerintah kota/pusat. Kemudian demi membatasi akses, selain pencegahan juga menekan angka kriminalitas beberapa ruas jalan masuk Sumberejo dibatasi. Misal jalan tembus Metro dan Sidomulyo. Sekarang masuk Sumberejo hanya melalui ruas jalan utama,&#8221; urai Riyanto.</p>
<p>Terkait kejadian ini apakah ada lockdown wilayah, Riyanto belum bisa memutuskan sebab menunggu saran dari dinas apa yang diperintahkan. Intinya pihak desa berharap warga bisa patuh dan memahami himbauan pemerintah demi keselamatan semua.</p>
<p>&#8220;Untuk itu sudah kami sarankan tadi malam setelah di telepon Bapak wawali supaya segera kumpulkan satgas Covid-19 desa untuk gerak cepat sembari menunggu arahan kota/pusat,&#8221; tegas dia kembali.</p>
<p>Langkah berikutnya jika terjadi isolasi mandiri, maka desa harus mampu menanggung kebutuhan pokok warga. Desa wajib mensuplai dan memperhatikan, jangan sampai ada warga yang dilarang keluar tapi kekurangannya apalagi kelaparan.</p>
<p>&#8220;Kami siap membackup apapun, berapapun kita siap yang penting warga selamat. Nanti kita bakal melayangkan surat himbauan ke RT dan RW agar berhati-hati dan mematuhi SOP kesehatan,&#8221; tutupnya. <strong>(bir/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">113282</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
