<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Seminar Kebangsaan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/seminar-kebangsaan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 15 Nov 2022 12:03:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Seminar Kebangsaan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Ajak Milenial Kediri Rawat Idealisme, Mas Dhito Gelar Seminar Kebangsaan</title>
		<link>https://memontum.com/ajak-milenial-kediri-rawat-idealisme-mas-dhito-gelar-seminar-kebangsaan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Nov 2022 09:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[bupati kediri]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Kaum Milenial]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Mas Dhito]]></category>
		<category><![CDATA[Seminar]]></category>
		<category><![CDATA[Seminar Kebangsaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=178379</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, menggelar seminar kebangsaan untuk menjaga eksistensi Indonesia melalui nilai kebangsaan di Convention Hall Simpang Lima Gumul (SLG), Selasa (15/11/2022) tadi. Melalui seminar bertajuk merawat nilai-nilai kebangsaan di era digitalisasi, bupati yang akrab disapa Mas Dhito tersebut mengajak kaum milenial untuk memegang idealisme mengenai nilai kebangsaan. Hal ini, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, menggelar seminar kebangsaan untuk menjaga eksistensi Indonesia melalui nilai kebangsaan di Convention Hall Simpang Lima Gumul (SLG), Selasa (15/11/2022) tadi. Melalui seminar bertajuk merawat nilai-nilai kebangsaan di era digitalisasi, bupati yang akrab disapa Mas Dhito tersebut mengajak kaum milenial untuk memegang idealisme mengenai nilai kebangsaan.</p>



<p>Hal ini, disampaikan oleh Pelaksana tugas Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Kediri, Mohamad Solikin. Menurutnya, tantangan bagi milenial di Indonesia cukup berat dengan berkembangnya digitalisasi.</p>



<p>“Ke depan, milenial tantangannya makin berat. Maka, pentingnya membangun kreatifitas dalam mengaktualisasikan dan memegang idealisme dalam menerapkan nilai kebangsaan,” ujarnya.</p>



<p>Dalam berbangsa dan bernegara, tambah Solikin, nasib masa depan Indonesia ditentukan oleh para pemuda. Terlebih, dengan bonus demografi yang di alami tanah air di tahun 2030 mendatang.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-malang-rencanakan-bangun-skywalk-di-dua-lokasi-dari-dana-bank-dunia">Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/objek-wisata-banyuwangi-2026-perkuat-seni-dan-budaya-masyarakat">Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/cara-unik-umkm-malang-kenalkan-gamis-bordir-gandeng-petugas-kebersihan-jadi-model-ramadan">Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kecamatan-lumbang-dan-potensi-produksi-madu-yang-dihasilkan">Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-pewarna-makanan-berlebih-wali-kota-malang-siapkan-tes-sampel-di-pasar-takjil">Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil</a></li>
</ul>


<p>Dikatakan Solikin, bahwa selain merawat nilai-nilai kebangsaan, masyarakat juga dapat menjaga dan meraat harapan kepercayaan diri. Serta, optimisme terhadap bangsa ini.</p>



<p>Seminar yang dihadiri oleh Wakil Bupati Kediri, Dewi Mariya Ulfa, serta perwakilan mahasiswa, pemuda, tokoh agama dan tokoh masyarakat ini menghadirkan empat nara sumber. Yakni, Agus Wahyudi, selaku Kepala Pusat Studi Pancasila UGM, Irene Camelyn sebagai Direktur Pengkajian Implementasi PIP BPIP, Marlan Salim selaku Ketua FKDM Kabupaten Kediri serta Ketua DPRD Kabupaten Kediri, Dodi Purwanto.</p>



<p>Selain seminar tersebut, dua hari sebelumnya Pemerintah Kabupaten Kediri, juga menggelar panggung kebangsaan ada kolaborasi seni serta lomba baris berbaris untuk siswa se Kabupaten Kediri.</p>



<p>Masih menurut Solikin, melalui kegiatan ini dirinya berharap untuk terus merawat rasa cinta terhadap tanah air. Karena, kegiatan semacam ini dapat rutin dilakukan serta terus dikembangkan dengan melibatkan partisipan yang lebih banyak lagi.</p>



<p>“Bagi Bakesbangpol, diharapkan ke depan kegiatan semcam ini bisa dikembangkan dengan melibatkan sebanyak mungkin segmen masyarakat,” paparnya. <strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">178379</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Masyarakat Lamongan Diminta Tak Salah Kaprah Menterjemahkan Arti Berjuang Dalam Agama</title>
		<link>https://memontum.com/masyarakat-lamongan-diminta-tak-salah-kaprah-menterjemahkan-arti-berjuang-dalam-agama</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Nov 2019 12:04:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Seminar Kebangsaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/100635-masyarakat-lamongan-diminta-tak-salah-kaprah-menterjemahkan-arti-berjuang-dalam-agama</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Bupati Lamongan, H. Fadeli, SH., MM berharap betul, masyarakat Lamongan yang dikenal agamis, tidak salah kaprah dalam menerjemahkan berjuang dalam agama. Karena itu, harus ada pendekatan-pendekatan yang lebih humanis, kepada mereka yang terpapar radikalisme. Hal itu disampaikannya saat membuka Seminar Kebangsaan bertajuk Bersama Menangkal Bahaya Radikalisme atau Terorisme di Pendopo Lokatantra, Rabu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Bupati Lamongan, H. Fadeli, SH., MM berharap betul, masyarakat Lamongan yang dikenal agamis, tidak salah kaprah dalam menerjemahkan berjuang dalam agama. Karena itu, harus ada pendekatan-pendekatan yang lebih humanis, kepada mereka yang terpapar radikalisme.</p>
<p>Hal itu disampaikannya saat membuka Seminar Kebangsaan bertajuk Bersama Menangkal Bahaya Radikalisme atau Terorisme di Pendopo Lokatantra, Rabu (27/11/2019).</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-100636" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/seminarkebangsaan2-1024x683-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/seminarkebangsaan2-1024x683-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/seminarkebangsaan2-1024x683-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/seminarkebangsaan2-1024x683-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/seminarkebangsaan2-1024x683-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Hadir dalam seminar yang digelar Dandim 0812 Letkol Inf Sidik Wiyono itu diantaranya Kapolres Lamongan, AKBP Feby DP Hutagalung dan Direktur Yayasan Lingkar Perdamaian (YLP) Ali Fauzi Manzi.</p>
<p>Bupati Fadeli mengapresiasi penuh usaha yang telah dilakukan pihak TNI, Polri dan seluruh elemen masyarakat yang terus berupaya mencegah timbulnya paham-paham radikalisme terorisme, sehingga menciptakan suasana aman dan kondusif di Kabupaten Lamongan.</p>
<p>“Terima kasih kepada seluruh tokoh masyarakat, tokoh agama, khususnya jajaran TNI dan Polri yang bekerja 24 jam non stop demi mempertahankan Lamongan tetap aman dan nyaman,” ungkapnya.</p>
<p>Sementara, sebagai salah satu orang yang terlibat langsung dalam aksi radikaslime dan terorisme, Ali Fauzi Manzi menuturkan bahwasanya akar terorisme tidaklah tunggal, bahkan saling berkaitan.</p>
<p>Karena itu cara penanganannya juga tidak bisa dilakukan dengan metode tunggal. Harus melalui banyak aspek, perspektif dan metodologi.</p>
<p>“Sebagai orang yang pernah terlibat secara langsung, penanganan terorisme tidak dapat dilakukan dengan metode tunggal. Ibarat sebuah penyakit, terorisme ini termasuk penyakit yang sudah mengalami komplikasi, butuh dokter spesialis dan juga kampanye pencegahan dari orang yang pernah mengalami penyakit ini,” tuturnya</p>
<p>Dandim Letkol Inf Sidik Wiyono di kesempatan itu mengajak seluruh elemen masyarakat meningkatkan pemahaman tentang kehidupan berbangsa dan bernegara dalam kerangka NKRI.</p>
<p>Dia mengajak untuk menanamkan rasa nasionalisme dalam kehidupan sehari-hari serta berperan aktif dalam sistem kewaspadaan dini dan cegah dini. Yakni dengan berperan aktif mengatasi dan melaporkan gejala-gejala yang mengarah kepada radikalisme terorisme.</p>
<p>Seminar sehari tersebut diikuti ratusan pemuda mulai dari mahasiswa dan perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Lamongan.</p>
<p>Kemudian pemuda dari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Banser dan Kokam, perwakilan perguruan pencak silat, serta perwakilan sejumlah takmir masjid.<strong> (Aju/zen/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">100635</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
