<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Tradisi Megengan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/tradisi-megengan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 22 Mar 2023 11:10:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Tradisi Megengan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Semarakkan Ramadan, Kampung Budaya Polowijen Kota Malang Lakukan Tradisi Megengan dan Nyadran</title>
		<link>https://memontum.com/semarakkan-ramadan-kampung-budaya-polowijen-kota-malang-lakukan-tradisi-megengan-dan-nyadran</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Mar 2023 10:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung Budaya Polowijen]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Nyadran]]></category>
		<category><![CDATA[Polowijen]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi Megengan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=185517</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sebagai wujud syukur dalam menyambut Bulan Ramadan, warga Kampung Budaya Polowijen (KBP) Kota Malang, menggelar tradisi megengan dan nyadran, Rabu (22/03/2023) sore. Dalam gelaran megengan tersebut, terlihat masyarakat mengenakan pakaian adat tradisional jawa dan juga membaca doa jawa. Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Tempatik Kota Malang, Isa Wahyudi, mengatakan jika [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sebagai wujud syukur dalam menyambut Bulan Ramadan, warga Kampung Budaya Polowijen (KBP) Kota Malang, menggelar tradisi megengan dan nyadran, Rabu (22/03/2023) sore. Dalam gelaran megengan tersebut, terlihat masyarakat mengenakan pakaian adat tradisional jawa dan juga membaca doa jawa.</p>



<p>Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Tempatik Kota Malang, Isa Wahyudi, mengatakan jika megengan sendiri memiliki arti menahan. Tentunya, menahan dari hawa nafsu yang menggugurkan dari ibadah puasa. Selain itu, megengan juga sebagai salah satu cara untuk merekatkan kembali masyarakat sekitar atau pegiat seni budaya.</p>



<p>“Kampung Budaya Polowijen ini berkepentingan untuk mengembalikan gerakan kegiatan masyarakat dalam melestarikan adat istiadat. Dimana, megengan ini juga untuk saling maaf maafan. Sehingga, kita bisa mendapatkan pertolongan, perlindungan, dan menjalankan ibadah puasa secara khusyuk,” jelas Ki Demang-sapannya.</p>



<p>Dalam tradisi tersebut juga telah disajikan makanan khas, seperti apem, dan pisang raja. Tentunya, dalam menyajikan itu juga memiliki makna tersendiri. Menurutnya, apem sendiri menandakan simbol permohon maaf, kemudian pisang raja diharapkan bisa memberikan perlindungan saat bulan Ramadan.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dalami-laporan-pelayanan-mbg-dprd-kota-malang-akan-panggil-sppg">Dalami Laporan Pelayanan MBG, DPRD Kota Malang Akan Panggil SPPG</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-sampaikan-lkpj-2025-dprd-akan-dalami-sumber-surplus-anggaran">Wali Kota Malang Sampaikan LKPJ 2025, DPRD Akan Dalami Sumber Surplus Anggaran</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antrean-pasar-murah-membludak-meski-munculkan-kecewa-diskopindag-kota-malang-bakal-lakukan-evaluasi">Antrean Pasar Murah Membludak Meski Munculkan Kecewa, Diskopindag Kota Malang Bakal Lakukan Evaluasi</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kualitas-indek-pelayanan-publik-pemkab-lumajang-kian-meningkat-dan-masuk-kategori-sangat-tinggi">Kualitas Indek Pelayanan Publik Pemkab Lumajang Kian Meningkat dan Masuk Kategori Sangat Tinggi</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-probolinggo-lantik-67-pejabat-administrator-dan-pengawas">Wali Kota Probolinggo Lantik 67 Pejabat Administrator dan Pengawas</a></li>
</ul>


<p>“Apem itu selain karena artinya permintaan maaf, juga waktu itu yang paling gampang dibuat dan bisa dimakan orang banyak. Sehingga tradisi itu sampai saat ini masih berkembang di tengah masyarakat. Kemudian jika digabungkan dengan pisang raja, menggambarkan seperti payung, yang harapannya bisa memberikan perlindungan dari godaan dalam menjalani ibadah puasa,” katanya.</p>



<p>Kemudian, tradisi nyadran ke makam salah satu Mpu Pembuat Topeng KBP, Mbah Reni, juga dilakukan. Tentunya tradisi tersebut, dilakukan dengan tujuan untuk menghormati para leluhur dan mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan. Nyadran, menurutnya menjadi acara yang penting bagi masyarakat Jawa dan hampir tidak pernah terlewat.</p>



<p>“Nyadran itu untuk membangun masyarakat menjadi seimbang dan sesuai ruh Islam. Lewat nyadran, masyarakat mampu menciptakan kemesraan rohani, antara manusia, alam, dan Tuhan. Nyadran tak hanya urusan religi, namun erat kaitannya dengan budaya, nasionalisme, bahkan pariwisata. Selain itu juga sebagai bentuk syukur kepada Tuhan, dan agar terhindar dari penyakit,” lanjutnya.</p>



<p>Sebagai informasi, dalam kegiatan tersebut, usai dilakukan megengan dilanjutkan dengan doa bersama menggunakan tembang macapat dan penampilan Tari Sadran. Kemudian, dilanjutkan nyadran ke makam. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">185517</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kampung Budaya Polowijen Laksanakan Tradisi Megengan</title>
		<link>https://memontum.com/kampung-budaya-polowijen-laksanakan-tradisi-megengan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Apr 2021 08:12:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung Budaya Polowijen]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi Megengan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=139605</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Komuitas Perempuan Bersanggul Nusantara Malang dan Surabaya selenggarakan tradisi Megengan Mapag Wulan Poso. Bertempat di Kampung Budaya Polowijen, lebih dari 30 perempuan bersanggul lakukan ritual tradisi dan pelestarian budaya, Sabtu (10/04) ini. Penggagas Kampung Budaya Polowijen, Isa Wahyudi, mengatakan bahwa Komunitas Sanggul Nusantara awalnya sengaja datang untuk melakukan studi budaya. &#8220;Nah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Komuitas Perempuan Bersanggul Nusantara Malang dan Surabaya selenggarakan tradisi Megengan Mapag Wulan Poso. Bertempat di Kampung Budaya Polowijen, lebih dari 30 perempuan bersanggul lakukan ritual tradisi dan pelestarian budaya, Sabtu (10/04) ini.</p>



<p>Penggagas Kampung Budaya Polowijen, Isa Wahyudi, mengatakan bahwa Komunitas Sanggul Nusantara awalnya sengaja datang untuk melakukan studi budaya.</p>



<p>&#8220;Nah kebetulan pas dengan Mapag Wulan Poso, maka acara megengan ini kita selenggarakan,&#8221; jelasnya.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dalami-laporan-pelayanan-mbg-dprd-kota-malang-akan-panggil-sppg">Dalami Laporan Pelayanan MBG, DPRD Kota Malang Akan Panggil SPPG</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-sampaikan-lkpj-2025-dprd-akan-dalami-sumber-surplus-anggaran">Wali Kota Malang Sampaikan LKPJ 2025, DPRD Akan Dalami Sumber Surplus Anggaran</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antrean-pasar-murah-membludak-meski-munculkan-kecewa-diskopindag-kota-malang-bakal-lakukan-evaluasi">Antrean Pasar Murah Membludak Meski Munculkan Kecewa, Diskopindag Kota Malang Bakal Lakukan Evaluasi</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kualitas-indek-pelayanan-publik-pemkab-lumajang-kian-meningkat-dan-masuk-kategori-sangat-tinggi">Kualitas Indek Pelayanan Publik Pemkab Lumajang Kian Meningkat dan Masuk Kategori Sangat Tinggi</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-probolinggo-lantik-67-pejabat-administrator-dan-pengawas">Wali Kota Probolinggo Lantik 67 Pejabat Administrator dan Pengawas</a></li>
</ul>


<p>Megengan Mapag Wulan Poso, dijelaskan pria yang akrab disapa Ki Demang ini, merupakan salah satu tradisi orang Jawa yang memeluk agama Islam. Dimana selalu dilaksanakan pada saat bulan akhir menjelang bulan Ramadhan.</p>



<p>&#8220;Megengan dilaksanakan dalam rangka mempersiapkan diri dan melakukan pensucian agar siap menyambut bulan puasa. Sebelum masuk bulan puasa, setidak-tidaknya orang sudah berserah dan mawas diri siap untuk melaksanakan ibadah puasa,&#8221; bebernya.</p>



<p>Lebih lanjut Ki Demang juga menjelaskan bahwa kesiapan itu dilakukan dengan meminta maaf pada sesama. Dan jajanan apem menjadi simbol saling maaf memaafkan.</p>



<p>Setelah melakukan prosesi megengan, dilanjutkan dengan nyadran atau ziarah ke makam nenek moyang dan leluhur.</p>



<p>&#8220;Itu sebagai salah satu wujud membersihkan diri kita, sekaligus meminta doa agar para pendahulu kita dilapangkan kuburnya dan diterima amalannya,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Tak hanya itu, dalam prosesi tersebut juga memohon doa untuk keselamatan, kemudahan, ketabahan, serta kesehatan untuk seluruh masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini.</p>



<p>Sementara itu, Ketua Komunitas Perempuan Bersanggul Nusantara, Sani Repriandini, menyatakan bahwa keikutsertaan pihaknya disini adalah bentuk dukungan akan pelestarian budaya.</p>



<p>&#8220;Kita sebagai Perempuan Bersanggul Nusantara mendukung penuh adanya pelestarian budaya, salah satunya Megengan, Mapag Wulan Poso. Kita mendukung dengan tetap berkostum kebaya dan bersanggul, yang selama ini sudah hampir tidak pernah dipakai,&#8221; terangnya. <strong>(mus/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">139605</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
