<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>video dokumenter &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/video-dokumenter/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 06 Dec 2022 12:21:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>video dokumenter &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Lewat Film Dokumenter CICA, Mas Dhito Angkat Perjuangan Disabilitas Kediri</title>
		<link>https://memontum.com/lewat-film-dokumenter-cica-mas-dhito-angkat-perjuangan-disabilitas-kediri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Dec 2022 11:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[bupati kediri]]></category>
		<category><![CDATA[disabilitas]]></category>
		<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten kediri]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Mas Dhito]]></category>
		<category><![CDATA[pemkab kediri]]></category>
		<category><![CDATA[video dokumenter]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=179503</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Sosial (Dinsos) dan Tim Penggerak PKK Kabupaten Kediri, menggelar lomba film dokumenter Cipta, Inspirasi, Cita dan Asa (CICA). Gelaran event ini, diikuti oleh puluhan sineas lokal yang mengisahkan perjuangan disabilitas sebagai inspirasi dalam karya. Ajang tersebut, sengaja digelar guna memperlihatkan bentuk nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Kediri, dalam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Sosial (Dinsos) dan Tim Penggerak PKK Kabupaten Kediri, menggelar lomba film dokumenter Cipta, Inspirasi, Cita dan Asa (CICA). Gelaran event ini, diikuti oleh puluhan sineas lokal yang mengisahkan perjuangan disabilitas sebagai inspirasi dalam karya.</p>



<p>Ajang tersebut, sengaja digelar guna memperlihatkan bentuk nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Kediri, dalam memberikan perhatian khusus terhadap penyandang disabilitas untuk mewujudkan wilayah inklusif. &#8220;Ada beberapa orang (difabel) yang berani melawan dan mengalahkan dirinya sendiri, bahwa mereka punya kelebihan yang bisa dibanggakan,&#8221; terang Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, pada malam penganugerahan di Gedung Bagawanta Bhari.</p>



<p>Hal ini, tambah Mas Dhito-sapaan Bupati Kediri, ditunjukkan dalam film-film dokumenter yang dilombakan. Dimana dalam film tersebut, ditampilkan puluhan difabel yang berjuang untuk bertahan hidup dan berkarya dengan kelebihannya masing-masing.</p>



<p>Dengan semangat talenta yang ada dalam film dokumenter, Mas Dhito berpesan kepada difabel untuk tidak berkecil hati dengan keterbatasan yang dimiliki. &#8220;Di setiap satu kekurangan, pasti Tuhan akan memberikan 10 kelebihan lainnya,” tutur bupati muda berkacamata tersebut, Selasa (06/12/2022) tadi.</p>



<p>Dalam ajang ini, film berjudul Pinisi Harapan, mendapatkan juara pertama dengan menokohkan Mohammad Sobirin dari Kecamatan Plosoklaten. Mohammad Sobirin merupakan seorang difabel yang berjuang dengan membuat kerajinan miniatur.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-dan-dprd-kota-malang-jemput-dukungan-pusat-untuk-penanganan-pasar-besar">Pemkot dan DPRD Kota Malang Jemput Dukungan Pusat untuk Penanganan Pasar Besar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-pastikan-pembangunan-kkdmp-berjalan-tertib-dan-memiliki-kepastian-hukum">Bupati Lumajang Pastikan Pembangunan KKDMP Berjalan Tertib dan Memiliki Kepastian Hukum</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-masalah-incenerator-waste-to-energy-bupati-malang-audensi-bersama-rektor-universitas-brawijaya">Bahas Masalah Incenerator Waste To Energy, Bupati Malang Audensi bersama Rektor Universitas Brawijaya</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/peringatan-nuzulul-quran-sekda-kabupaten-malang-ingatkan-pentingnya-pembangunan-spiritual-masyarakat">Peringatan Nuzulul Quran, Sekda Kabupaten Malang Ingatkan Pentingnya Pembangunan Spiritual Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/masuki-pertengahan-ramadan-kiriman-uang-pmi-via-kantor-pos-malang-turun-rp-18-miliar">Masuki Pertengahan Ramadan, Kiriman Uang PMI via Kantor Pos Malang Turun Rp 1,8 Miliar</a></li>
</ul>


<p>Adapun Juara II dan Juara III, dimenangkan oleh Aderay Putra Perdana dan Rizqi Taufiqi Tsani. Sedangkan Sineas Edi Irawan dan Adam Mahardika masing-masing dinobatkan sebagai sineas Favorit I dan II dalam ajang tersebut.</p>



<p>Secara terpisah, Juara III Film Dokumenter CICA, Rizqi Taufiqi Tsani, mengaku senang mendapatkan penghargaan di ajang itu. Terlebih, dalam proses pembuatannya, pria asal Desa Damarwulan, Kecamatan Kepung, ini dapat memetik pelajaran dengan melihat bagaimana kaum difabel berjuang bertahan hidup.</p>



<p>“Event CICA ini menarik, karena jarang mengangkat isu sosial untuk menumbuhkan ekosistem dan ruang diskusi yang bagus,” terangnya.</p>



<p>Rizqi juga berharap, dengan diawalinya lomba film semacam ini, maka dapat menumbuhkan sineas di Kabupaten Kediri untuk berkarya di Bumi Panjalu. Karena menurutnya, selama ini banyak sineas asli Kabupaten Kediri yang memilih berkarya di luar daerah.</p>



<p>“Harapannya, Mas Dhito bisa lebih memberikan film maker dan sineas di Kediri, karena banyak sineas memilih berkarya di luar Kediri,” ujarnya.<strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">179503</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dikbud Siapkan Video Dokumenter Budaya Kota Malang Jelang Hardiknas</title>
		<link>https://memontum.com/dikbud-siapkan-video-dokumenter-budaya-kota-malang-jelang-hardiknas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 May 2021 09:05:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Disdikbud Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[hardiknas]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[video dokumenter]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=141661</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Menyambut Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada 2 Mei 2021, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) sedang mempersiapkan sebuah film dokumenter. Projek sarat bermuatan budaya Kota Malang tersebut, disampaikan Kepala Dikbud Kota Malang, Suwarjana, akan dilaunching bertepatan dengan Hardiknas. &#8220;Tanggal 7 April 2021 kemarin, Pemkot bersama [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8211; Menyambut Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada 2 Mei 2021, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) sedang mempersiapkan sebuah film dokumenter. Projek sarat bermuatan budaya Kota Malang tersebut, disampaikan Kepala Dikbud Kota Malang, Suwarjana, akan dilaunching bertepatan dengan Hardiknas.</p>



<p>&#8220;Tanggal 7 April 2021 kemarin, Pemkot bersama dengan para seniman Kota Malang telah menggelar Ruwat Nagari. Ini kami masih memproses sebuah video dokumentasi yang rencananya akan diluncurkan 2 Mei besok. Nantinya dokumenter itu akan disebarluaskan kepada anak didik kita,&#8221; kata Kadikbud Kota Malang, Sabtu (01/05) tadi.</p>



<p><strong><span style="text-decoration: underline">Baca juga:</span></strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-dan-dprd-kota-malang-jemput-dukungan-pusat-untuk-penanganan-pasar-besar">Pemkot dan DPRD Kota Malang Jemput Dukungan Pusat untuk Penanganan Pasar Besar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-pastikan-pembangunan-kkdmp-berjalan-tertib-dan-memiliki-kepastian-hukum">Bupati Lumajang Pastikan Pembangunan KKDMP Berjalan Tertib dan Memiliki Kepastian Hukum</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-masalah-incenerator-waste-to-energy-bupati-malang-audensi-bersama-rektor-universitas-brawijaya">Bahas Masalah Incenerator Waste To Energy, Bupati Malang Audensi bersama Rektor Universitas Brawijaya</a></li>
</ul>


<p>Di dalam film dokumentasi itu, dikonsep akan memuat jalannya Ruwat Nagari dari awal hingga akhir. Dimana, memperkenalkan punden-punden, sumber mata air, dan tempat-tempat budaya yang ada di Kota Malang.</p>



<p>&#8220;Kemudian, termasuk di Ruwat Nagari kita mempersatukan tiga mantan Wali Kota Malang dan Wali Kota saat ini. Jadi, nanti kita minta pendapatnya Pak Suyitno, Pak Peni Suparto, Abah Anton, dan Pak Sutiaji,&#8221; paparnya.</p>



<p>Tak hanya itu, disampaikan pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah (Dispussipda) itu, dalam film dalam dokumenter juga akan ada budayawan sesepuh.</p>



<p>&#8220;Para budayawan sesepuh seniman nanti juga kita libatkan untuk mereka mengapresiasikan dan menyampaikan bahwa di Kota Malang kaya sejarah,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Berdasarkan keterangan Suwarjana, salah satu tempat bersejarah di Kota Malang yang mungkin masih belum banyak diketahui oleh anak didik saat ini adalah Alun-Alun Tugu.</p>



<p>&#8220;Alun-Alun Tugu depan Balaikota itu sangat bersejarah. Mungkin adik-adik kita tidak tahu bahwa peletakan batu pertama di Alun-Alun Tugu adalah Presiden Pertama Republik Indonesia, Soekarno,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Oleh karena itu, Suwarjana berharap, dengan adanya film dokumenter itu mampu memberi pengetahuan lebih pada generasi muda di Kota Malang.</p>



<p>&#8220;Kita mengajak anak didik kita untuk mengerti, bahkan mengenal bahwa banyak sejarah di Kota Malang. Begini jalannya ruwatan dari awal hingga akhir. Agar mereka punya kecintaan pada sejarah kotanya sendiri,&#8221; paparnya.<strong> (mus/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">141661</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
