<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>virus &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/virus/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 18 Jul 2023 18:00:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>virus &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Komunitas Jati Kota Malang Minta Masyarakat Hapuskan Stigma Negatif dan Diskriminasi ORDHIV</title>
		<link>https://memontum.com/komunitas-jati-kota-malang-minta-masyarakat-hapuskan-stigma-negatif-dan-diskriminasi-ordhiv</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Dec 2022 11:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[HIV]]></category>
		<category><![CDATA[HIV/ AIDS]]></category>
		<category><![CDATA[komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[virus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=179228</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Orang dengan HIV/AIDS (ORDHIV) masih mendapatkan stigma negatif atau diskriminasi dari beberapa masyarakat. Itu terjadi, karena mereka masih keliru dalam menilai penularan virus HIV/AIDS yang terjadi. Hal itu, disampaikan oleh Perwakilan Komunitas Jaringan Lintas Isu (Jati) Kota Malang, Rika Wanda, Kamis (01/12/2022) tadi. Menurutnya, hal tersebut juga pernah terjadi pada siswa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Orang dengan HIV/AIDS (ORDHIV) masih mendapatkan stigma negatif atau diskriminasi dari beberapa masyarakat. Itu terjadi, karena mereka masih keliru dalam menilai penularan virus HIV/AIDS yang terjadi. Hal itu, disampaikan oleh Perwakilan Komunitas Jaringan Lintas Isu (Jati) Kota Malang, Rika Wanda, Kamis (01/12/2022) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, hal tersebut juga pernah terjadi pada siswa di salah satu sekolah di Kota Malang. Hal itu, tentu merubah mental anak menjadi down (turun). Karena itu, diperlukan edukasi pada para siswa-siswi terkait dengan HIV/AIDS.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Di Kota Malang ini masih ada beberapa orang yang menyalahartikan penularan virus HIV/AIDS. Seperti salah satunya ada siswa di sekolah, yang diketahui bahwa dirinya mengidap HIV/AIDS. Itu menyebar ke guru dan teman-temannya, bahkan tidak diperbolehkan untuk mengambil air wudhu. Sehingga ini diperlukan edukasi,” jelas Rika.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ganti-rugi-kerusakan-rumah-tak-kunjung-dipenuhi-karyawan-bank-di-kota-malang-digugat-tetangga">Ganti Rugi Kerusakan Rumah Tak Kunjung Dipenuhi, Karyawan Bank di Kota Malang Digugat Tetangga</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ketua-dprd-kota-malang-ingatkan-pemkot-tak-alihfungsikan-lsd-dan-rth-untuk-koperasi-merah-putih">Ketua DPRD Kota Malang Ingatkan Pemkot Tak Alihfungsikan LSD dan RTH untuk Koperasi Merah Putih</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/sertifikasi-aset-pemkot-malang-tembus-53-persen-kepala-bkad-kota-malang-targetkan-tuntas-sebelum-purna">Sertifikasi Aset Pemkot Malang Tembus 53 Persen, Kepala BKAD Kota Malang Targetkan Tuntas Sebelum Purna</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkab-pasuruan-gelar-rakor-peningkatan-kualitas-gizi-dan-kesehatan-program-mbg">Pemkab Pasuruan Gelar Rakor Peningkatan Kualitas Gizi dan Kesehatan Program MBG</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dollar-tembus-rp-18-ribu-ketum-pp-muhammadiyah-dan-muhadjir-ajak-publik-tetap-optimis">Dollar Tembus Rp 18 Ribu, Ketum PP Muhammadiyah dan Muhadjir Ajak Publik Tetap Optimis</a></li>
</ul>


<p class="wp-block-paragraph">Dikatakan Rika, bahwa komunitas Jati bersama dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) memberikan advokasi dan juga edukasi kepada para siswa dan guru. Agar, mereka tidak menjauhi para penderita ORDHIV. “Sebetulnya penderita HIV/AIDS itu sama saja, seperti mereka penderita penyakit jantung. Cuma butuh minum obat seumur hidup, dan itu nggak ada bedanya,” tegasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dijelaskannya, jika penularan penyakit HIV/AIDS, itu disebabkan karena perilaku seks yang tidak aman (bebas), penggunaan jarum suntik bersama, transfusi darah atau bentuk kontak lainnya yang melibatkan cairan tubuh. Bahkan, ORDHIV juga masih bisa mendapatkan vaksinasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“ORDHIV ini bisa divaksin, sampai booster tiga masih bisa mendapatkan. Jika melakukan pengobatan, mereka bisa beraktivitas normal, bisa punya anak dengan status HIV negatif. Mereka juga hidup sehat tidak ada masalah. Tidak ada bedanya dengan orang-orang yang sehat,” imbuhnya. <strong>(rsy/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">179228</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kenali Wabah Virus PMK dan Cara Penanganan, Ini Pesan Disnak Trenggalek</title>
		<link>https://memontum.com/kenali-wabah-virus-pmk-dan-cara-penanganan-ini-pesan-disnak-trenggalek</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 May 2022 16:58:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[disnaker trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Hewan]]></category>
		<category><![CDATA[PMK]]></category>
		<category><![CDATA[virus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=169188</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Adanya wabah virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang muncul akhir-akhir ini, membuat masyarakat harus peka dan waspada terhadap hewan ternak yang dimilikinya. Meski di tahun 1986 lalu, Indonesia pernah terbebas dari wabah virus PMK ini, namun di April 2022, wabah tersebut kembali muncul di beberapa kota/kabupaten di Jawa Timur. Diketahui, wabah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Adanya wabah virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang muncul akhir-akhir ini, membuat masyarakat harus peka dan waspada terhadap hewan ternak yang dimilikinya. Meski di tahun 1986 lalu, Indonesia pernah terbebas dari wabah virus PMK ini, namun di April 2022, wabah tersebut kembali muncul di beberapa kota/kabupaten di Jawa Timur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Diketahui, wabah virus ini menyerang sapi jenis pedaging dan perah serta domba. Meski demikian, masyarakat dihimbau untuk tidak khawatir jika ada gejala PMK yang menjangkit hewan ternaknya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepala Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Trenggalek, Nur Kholiq, menyampaikan wabah ini menyebabkan penyakit viral yang sangat menular dan menyerang semua hewan berkuku belah atau genap seperti sapi, kerbau, domba, kambing, rusa dan unta. &#8220;Kalau yang terjadi di Jawa Timur, virus ini menjangkit ternak jenis sapi dan domba. Sedangkan masa inkubasi dari penyakit ini adalah 1-14 hari. Yakni masa sejak hewan tertular penyakit hingga timbul gejala. Virus ini dapat bertahan lama di lingkungan dan bertahan hidup pada tulang, kelenjar, susu, serta produk susu,&#8221; ungkapnya saat dikonfirmasi, Selasa (17/05/2022) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ditambahkannya, penularan virus ke hewan ternak ini, ada beberapa cara. Diantaranya melalui kontak langsung antar hewan ternak yang terjangkit. Maupun kontak tidak langsung melalui benda hidup atau benda mati.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bahkan, tingkat penularan PMK ini dinilai cukup tinggi. Akan tetapi tingkat kematiannya hanya 1 hingga 5 persen. Sehingga, jika ditemukan ternak terlihat lemah, lesu, kaki pincang, air liur berlebihan, tidak mau makan, dan mulut melepuh diharapkan segera melaporkan ke petugas agar segera mendapatkan tindakan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kalau untuk ciri-ciri hewan yang terjangkit virus PMK ini diantaranya demam pada hewan ternak mencapai 41°C disertai menggigil. Kemudian mengalami penurunan produksi susu yang drastis pada sapi perah sejak 2-3 hari terakhir. Lalu, berat badan ternak turun drastis, air liur berlebih, hewan tidak semangat atau sering berbaring, serta mengalami luka pada kuku dan mulutnya,&#8221; jelas Nur Kholiq.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ganti-rugi-kerusakan-rumah-tak-kunjung-dipenuhi-karyawan-bank-di-kota-malang-digugat-tetangga">Ganti Rugi Kerusakan Rumah Tak Kunjung Dipenuhi, Karyawan Bank di Kota Malang Digugat Tetangga</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ketua-dprd-kota-malang-ingatkan-pemkot-tak-alihfungsikan-lsd-dan-rth-untuk-koperasi-merah-putih">Ketua DPRD Kota Malang Ingatkan Pemkot Tak Alihfungsikan LSD dan RTH untuk Koperasi Merah Putih</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/sertifikasi-aset-pemkot-malang-tembus-53-persen-kepala-bkad-kota-malang-targetkan-tuntas-sebelum-purna">Sertifikasi Aset Pemkot Malang Tembus 53 Persen, Kepala BKAD Kota Malang Targetkan Tuntas Sebelum Purna</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkab-pasuruan-gelar-rakor-peningkatan-kualitas-gizi-dan-kesehatan-program-mbg">Pemkab Pasuruan Gelar Rakor Peningkatan Kualitas Gizi dan Kesehatan Program MBG</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dollar-tembus-rp-18-ribu-ketum-pp-muhammadiyah-dan-muhadjir-ajak-publik-tetap-optimis">Dollar Tembus Rp 18 Ribu, Ketum PP Muhammadiyah dan Muhadjir Ajak Publik Tetap Optimis</a></li>
</ul>


<p class="wp-block-paragraph">Biasanya, terang Nur Kholiq, hewan ternak yang terjangkit PMK bisa dilihat di bagian mulutnya, semacam mengalami sariawan. Hal ini yang mengakibatkan ternak menjadi tidak nafsu makan. Ditambah kuku kaki yang luka, sehingga membuat ternak jadi tidak sering berdiri dan malah terlihat lumpuh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terkait pencegahan penularan dan penyebaran Virus PMK ini juga bisa dilakukan beberapa upaya. Seperti melakukan pemusnahan barang-barang yang terkontaminasi. Kemudian dekontaminasi yakni semua barang yang masuk kandang perlu disanitasi dengan melakukan desinfeksi, fumigasi, atau disinari lampu ultra violet.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Sedangkan pencegahan yang lain, yaitu dengan melakukan desinfeksi kandang dan peralatan secara berkala setelah selesai digunakan. Melakukan desinfeksi lingkungan sekitar kandang secara berkala dan Dekontaminasi yakni dengan cara mencuci kandang, peralatan, kendaraan, dan bahan-bahan lain yang memungkinkan bisa menularkan PMK dengan deterjen atau disinfektan,&#8221; terangnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seperti yang diberitakan sebelumnya, jika wabah Virus PMK ini mulai menyerang 4 kota/kabupaten di Jawa Timur yakni Gresik, Mojokerto, Lamongan dan Sidoarjo. Terkait hal ini, Dinas Peternakan Kabupaten Trenggalek beserta tim gabungan juga langsung melakukan upaya pencegahan dengan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah hewan ternak yang ada di pasar hewan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Alhasil, sampai saat ini semua hewan ternak yang ada di Kabupaten Trenggalek belum ada yang positif terjangkit virus PMK. &#8220;Meski hasilnya nihil, kita meminta kepada masyarakat yang memiliki hewan ternak untuk selalu waspada akan virus ini. Kita tidak berharap virus ini bisa masuk atau menjangkit hewan ternak di Trenggalek, akan tetapi antisipasi dan pencegahan juga perlu kita lakukan bersama-sama,&#8221; papar Nur Kholiq. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">169188</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Presiden Ingatkan Pentingnya Kerjasama Global Tangani Covid-19</title>
		<link>https://memontum.com/presiden-ingatkan-pentingnya-kerjasama-global-tangani-covid-19</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Feb 2021 04:23:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Kerjasama]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pandemi]]></category>
		<category><![CDATA[Pandemi Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden]]></category>
		<category><![CDATA[virus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=135283</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jakarta &#8211; Penanganan pandemi Covid-19 secara global memerlukan kerja sama erat antarnegara. Pandemi yang melanda setidaknya 215 negara di dunia tidak mengenal batas negara sehingga penanganan komprehensif dalam lingkup global sangat diperlukan. Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo secara virtual pada acara International Conference: Tackling The Covid-19 Pandemic (Health, Economics, Diplomacy, and Social Perspectives) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Jakarta</strong> &#8211; Penanganan pandemi Covid-19 secara global memerlukan kerja sama erat antarnegara. Pandemi yang melanda setidaknya 215 negara di dunia tidak mengenal batas negara sehingga penanganan komprehensif dalam lingkup global sangat diperlukan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo secara virtual pada acara International Conference: Tackling The Covid-19 Pandemic (Health, Economics, Diplomacy, and Social Perspectives) sebagaimana ditayangkan dalam akun YouTube Sekretariat Presiden pada Selasa, (23/02).</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Dunia tidak bisa sepenuhnya bebas dari virus ini jika masih ada satu negara saja yang belum bebas darinya. Oleh karena itu, yang paling penting agar kita dapat menangani pandemi ini adalah kerja sama, kerja sama, dan kerja sama,&#8221; ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selama satu tahun belakangan, negara-negara dunia berjibaku untuk menangani pandemi yang menimpa, termasuk Indonesia. Lebih dari 110 juta warga dunia terdampak pandemi dan hampir 2,5 juta orang kehilangan nyawa akibat virus korona.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain melakukan penanganan dari sisi kesehatan, negara-negara dunia juga masih harus mengupayakan pemulihan ekonomi yang terpuruk sebagai dampak dari adanya pandemi ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Masing-masing negara pasti sudah melakukan segala upaya untuk menanggulangi krisis ini. Namun, lebih dari itu, kita harus merancang secara akurat, lebih detail, apa yang harus kita lakukan bersama-sama dengan bangsa-bangsa lain di seluruh dunia,&#8221; kata Presiden.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Vaksin Covid-19 yang kini mulai tersedia menimbulkan harapan baru akan berakhirnya pandemi. Indonesia sendiri telah memulai pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang ditujukan bagi 181,5 juta rakyatnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski tengah disibukkan dengan upaya penanganan di dalam negeri, Indonesia tetap berupaya untuk dapat berkontribusi bagi negara-negara lainnya. Dalam tataran global misalnya, Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa Indonesia terus menyuarakan kesetaraan akses terhadap vaksin bagi semua negara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Indonesia adalah salah satu Co-Chair dari COVAX AMC (Advance Market Commitment) Engagement Group. Sudah menjadi tekad Indonesia untuk mengamankan akses vaksin bagi kebutuhan nasional. Namun, Indonesia selalu berupaya untuk berkontribusi bagi negara-negara lain dan bagi dunia,&#8221; ucapnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Presiden juga mengingatkan, vaksinasi bukanlah satu-satunya cara yang dapat dilakukan untuk keluar dari krisis akibat pandemi ini. Upaya tersebut harus turut disertai dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat serta penanganan pandemi melalui pemeriksaan, penelusuran, dan perawatan yang lebih baik bagi pihak-pihak yang terkonfirmasi positif Covid-19.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih jauh, Kepala Negara juga meyakini bahwa pembatasan atau pola penanganan dalam lingkup mikro dapat menjadi kunci untuk menekan laju penularan pandemi. Pemerintah Indonesia saat ini tengah mengedepankan upaya tersebut dengan melibatkan unit sosial komunitas yang berada di bawah untuk turut terlibat dalam upaya penanganan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Tahun 2021 adalah momentum untuk bangkit, tahun untuk menjawab berbagai peluang, dan tahun untuk bertransformasi menjadi kekuatan baru. Dunia harus terus memperkuat kerja sama untuk menyelesaikan permasalahan bersama dan bangkit bersama,&#8221; tandas Presiden.&nbsp;<strong>(Humas Kemensetneg)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">135283</post-id>	</item>
		<item>
		<title>New Normal Life, Hidup Bersama Corona dan Virus Lainnya, Beban Ganda Penyakit</title>
		<link>https://memontum.com/new-normal-life-hidup-bersama-corona-dan-virus-lainnnya-beban-ganda-penyakit</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 May 2020 17:09:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[beban]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[corona]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[ganda]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[kabar]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[Lainnya.....????]]></category>
		<category><![CDATA[life]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[normal]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[virus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/115240-new-normal-life-hidup-bersama-corona-dan-virus-lainnnya-beban-ganda-penyakit</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Pemerintah RI mulai menggulirkan tahapan new normal life, pasca PSBB di beberapa daerah, dalam menghadapi pendemi covid19. Ini dilakukan, karena hingga saat ini belum ada obat farmasi atau medis, untuk penyakit covid. Berikut ini analisa DR M Yusuf Alumudi yang disampaikan ke Januar Triwahyudi, wartawan memontum.com. SARS CoV 2 atau yang dikenal [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Pemerintah RI mulai menggulirkan tahapan new normal life, pasca PSBB di beberapa daerah, dalam menghadapi pendemi covid19. Ini dilakukan, karena hingga saat ini belum ada obat farmasi atau medis, untuk penyakit covid. Berikut ini analisa DR M Yusuf Alumudi yang disampaikan ke Januar Triwahyudi, wartawan memontum.com.</p>
<p>SARS CoV 2 atau yang dikenal dengan Covid 19, telah menginfeksi lebih dari 5 juta orang di lebih dari 120 negara, orang yang meninggal lebih dari 100 ribu orang dan lebih dari 1 juta orang sembuh dari Covid 19. Di Indonesia, Covid 19 telah menginfeksi lebih dari 20 ribu orang, lebih dari 1000 orang meninggal dan lebih dari 6000 orang sembuh dari Covid 19.</p>
<p>Lockdown merupakan salah satu kebijakan yang digunakan untuk memutus rantai penularan dan menurunkan kasus infeksi Covid 19. Ini disebabkan Covid 19 pola penularan memiliki kesamaan dengan influenza, menginfeksi antar manusia sangat cepat. Sehingga mengurangi aktifitas manusia sangat diperlukan dan diharapkan dapat menghentikan penularan Covid 19 di tengah-tengah masyarakat.</p>
<p>Beberapa negara di dunia telah membuka Lockdown, seiring terjadinya penurunan kasus Covid 19 pada orang, memulai sebuah kehidupan yang baru. Ketika Lockdown diterapkan, setiap orang wajib beraktifitas dari rumah termasuk bekerja, menggunakan teknologi informasi dalam berkomunikasi, bekerja dan menjalankan kehidupan sehari-hari, Negara memberikan berbagai fasilitas termasuk biaya kehidupan terhadap tiap penduduk yang terdampak Covid 19.</p>
<p>Februari 2020, Indonesia mengumumkan Covid 19 telah terjadi di Indonesia, menerapkan PSBB atau yang dikenal dengan Pembatasan Sosial Skala Besar. Tujuan dari PSBB adalah memutus rantai penularan Covid 19 dan jumlah infeksi Covid 19 pada orang/penduduk di Indonesia. PSBB berbeda dengan Lockdown, PSBB masih memungkinkan orang untuk melakukan aktifitas di luar rumah dan memungkinkan untuk terinfeksi oleh Covid 19 dan menambah jumlah kasus orang yang terinfeksi Covid 19.</p>
<p>Per tanggal 26 Mei 2020, Indonesia mulai mewacanakan New Normal atau memulai sebuah tatanan baru kehidupan. Adanya New Normal diharapkan ekonomi bangsa kembali berjalan normal dan aktifitas kehidupan berjalan seperti semula, termasuk sekolah, perguruan tinggi, tempat ibadah, Industri, pabrik, perkantoran bisa menjalankan aktifitasnya kembali dalam menopang kehidupan masyarakat dan negara.</p>
<p>Saat ini, Indonesia masih mengalami pertumbuhan kasus infeksi Covid 19 dan belum ada tanda-tanda terjadinya penurunan kasus infeksi Covid 19, termasuk kasus kematian masih bertambah. Kabar baik adalah, telah diadakan uji cepat terhadap Covid 19, hasil uji cepat menunjukkan hasil reaktif terhadap Covid 19. Hasil uji cepat ini memberikan makna secara imunologi, bahwa sistem kekebalan tubuh memberikan respon terhadap benda asing, dalam hal ini adalah Covid 19.</p>
<p>Semakin banyak yang memberikan hasil reaktif terhadap Covid 19, memberikan makna bahwa komunitas atau masyarakat, telah terdapat respon dari tubuh terhadap benda asing/agen infeksi yang masuk ke dalam tubuh. Meskipun observasi atau kajian lebih dalam dibutuhkan, uji cepat reaktif dan hasil PCR positif, orang tersebut memiliki gejala klinis yang ringan atau parah, dari aspek virology dibutuhkan kajian Covid 19 termasuk tipe yang virulensi/keganasannya tinggi atau rendah.</p>
<p>Penerapan New Normal Life membutuhkan syarat ketat dan masyarakat harus patuh terhadap persyaratan tersebut. Jika melanggar atau tidak mematuhi persyaratan tersebut, kemungkinan akan terinfeksi oleh Covid 19 bisa terjadi. Persyaratan tersebut antara lain : pembatasan penumpang pada moda transportasi, pemakaian masker ketika keluar rumah, penerapan protokol kesehatan pada fasilitas umum, tempat ibadah, terminal, bandara, stasiun kereta, Pusat Perbelanjaan, Pasar Tradisional, rumah sakit dan puskesmas maupun pada tempat-tempat yang berpotensi terjadi penularan agen infeksi termasuk Covid 19.</p>
<p>Ini disebabkan Indonesia memiliki beban ganda penyakit yaitu penyakit infeksi dan non infeksi, sehingga orang bisa memiliki lebih dari 1 penyakit dan menjadi pemberat ketika terinfeksi oleh Covid 19.</p>
<p>Dunia pernah mengalami pandemi, mulai dari spanish flu 1918, Flu Asia 1950- an, Flu Burung dan H1N1 pandemik, SARS, Mers CoV dan saat ini (2019-2020), SARS-CoV 2 atau yang lebih dikenal dengan covid 19. Di awal terjadinya kasus Covid 19, banyak sekali ditemukan kematian yg disebabkannya. Seiring dengan waktu, kematian semakin berkurang. Banyak ditemukan orang tanpa gejala (OTG) namun positif covid 19.</p>
<p>Fenomena ini memberikan sinyal, bahwa sistem kekebalan tubuh pada diri kita mulai beradaptasi dan mengenali covid 19, bukan benda asing lagi seperti di awal terjadinya kasus covid 19. Covid 19 saat ini belum ada obatnya. Hampir sama dengan virus-virus lain seperti HIV, Cytomegalovirus, Rubella. Salah satu bentuk pertahanan terhadap serangan virus adalah meningkatkan kekebalan tubuh. Nenek moyang kita sudah menerapkan budaya minum jamu maupun empon-empon. Kandungan jamu dan empon-empon mampu menjadi imunomodulator terhadap sistem kekebalan tubuh. Sehingga memiliki respon yang baik ketika ada benda asing/virus yang masuk ke dalam tubuh.</p>
<p>Budaya nenek moyang yang kedua adalah ilmu silat yang didampingi dengan teknik pernafasan. Berdasarkan hasil penelitian kekuatan fisik dan psikologi yang baik, memicu timbulnya interleukin pro inflamasi, yang berperan cukup penting dalam menangkal infeksi penyakit, khususnya virus. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Penulis/editor :</strong></p>
<p><em>Januar Triwahyudi</em></p>
<p><strong>Narasumber :</strong></p>
<p><em>DR M Yusuf Alamudi, S.Si,M.Trop.Med</em></p>
<p><strong>Pendidikan :</strong></p>
<p><em>S1: Biologi FST Unair<br />
S2: Ilmu Kedokteran Tropis FK Unair<br />
S3: Ilmu Kedokteran FK Unair</em></p>
<p><strong>Praktisi :</strong></p>
<p><em>Peneliti Senior di Professor Nidom Foundation<br />
Dosen UIN Sunan Ampel</em></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">115240</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hidup Bersama Corona, Mengenal Virus Basah dan Kering, Bisa Mati pada Suhu Tertentu</title>
		<link>https://memontum.com/hidup-bersama-corona-mengenal-virus-basah-dan-kering-bisa-mati-pada-suhu-tertentu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 May 2020 12:51:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[basah]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[bisa]]></category>
		<category><![CDATA[corona]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[kabar]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[kering,]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[mati,]]></category>
		<category><![CDATA[mengenal]]></category>
		<category><![CDATA[pada]]></category>
		<category><![CDATA[suhu]]></category>
		<category><![CDATA[tertentu]]></category>
		<category><![CDATA[virus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=114969</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Pada artikel sebelumnya, wartawan memontum.com, Januar Triwahyudi melakukan wawancara daring dengan DR Yusuf Alumudi, peneliti senior dari Professor Nidom Foundation. Melihat perkembangan sosial dalam masa darurat kesehatan nasional dan pemberlakuan PSBB di beberapa daerah, DR Yusuf menegaskan jika PSBB tidak akan efektif jika tidak dilakukan serentak secara nasional. Baca : Mengukur Efektifitas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Pada artikel sebelumnya, wartawan memontum.com, Januar Triwahyudi melakukan wawancara daring dengan DR Yusuf Alumudi, peneliti senior dari Professor Nidom Foundation. Melihat perkembangan sosial dalam masa darurat kesehatan nasional dan pemberlakuan PSBB di beberapa daerah, DR Yusuf menegaskan jika PSBB tidak akan efektif jika tidak dilakukan serentak secara nasional.</p>
<p><strong>Baca : <a href="https://kotamalang.memontum.com/5235-mengukur-efektifitas-psbb-dari-kajian-ilmu-virus-bersama-dr-yusuf-alumudi?PageSpeed=noscript" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Mengukur Efektifitas PSBB dari Kajian Ilmu Virus bersama DR Yusuf Alumudi</a></strong></p>
<p>Berdasarkan fakta sosial tersebut, sekiranya tidak ada salahnya, kita mempersiapkan diri untuk hidup bersama virus covid-19, seperti hidup bersama virus lainnya. Maka kita perlu mengenal lebih jauh karakter virus corona. Kajian virologi, mengenal dua jenia virus, yaitu virus basah dan kering.</p>
<p>&#8220;Dari aspek virologi, virus adalah mikroorganism. Yang dimaksud dengan virus basah adalah virus/mikroorganisme yang memiliki habitat atau siklus hidupnya di daerah sub tropis dan temperata. Berkembang biak atau bereplikasi dengan baik pada daerah di bawah suhu 25 derajat celsius. Virus kering adalah virus yang memiliki daya replikasi atau berkembang biak pada suhu 25 derajat celsius,&#8221; ujar DR Yusuf.</p>
<p>Alumni Unair ini melanjutkan, virus covid 19 adalah mikroorganisme yang termasuk pada virus basah. Ini dibuktikan, bahwa pada iklim bersuhu 56 derajat celsius selama 30 menit, virus covid-19 akan mati. Pada iklim bersuhu 30 derajat celsius, virus covid-19 akan mati kurang dari 60 menit.</p>
<p>Bukti lain bahwa virus covid-19 adalah virus basah, bisa dilihat dari orang yang terinfeksi virus ini, paling banyak ditemukan di negara-negara sub tropis. Begitu pula dengan penularan covid 19 yang sangat cepat pada wilayah sub tropis dibandingkan dengan negara-negara tropis.</p>
<p>Paling penting dari ulasan DR Yusuf ini, bahwa virus apapun itu, termasuk corona, bisa mati secara alami pada kondisi tertentu. Ini yang perlu dipahami bahwa virus corona itu adalah makhluk hidup yang bisa mati juga.</p>
<p>DR Yusuf, memastikan jika virus covid-19 dapat dimatikan dengan menggunakan pemanasan 56 derajat celsius selama 30 menit, menggunakan sabun dan deterjen kurang lebih 30 detik, menggunakan disinfectan, sinar UV dengan konsentrasi dan panjang gelombang tertentu. Meski demikian, kita harus tetap waspada. Karena penularan virus covid-19 secara harfiah melalui droplet.</p>
<p>WHO menyatakan virus Corona tidak dapat ditularkan melalui udara. Virus Corona umumnya dapat ditularkan melalui tetesan yang dihasilkan ketika orang yang terinfeksi batuk, bersin atau berbicara. Selanjutnya, virus covid-19 bereplikasi (berkembang biak) pada saluran pernafasan.</p>
<p>Dunia pernah mengalami pandemi, mulai dari Spanish flu 1918, flu Asia 1950- an, flu burung dan H1N1 pandemik, SARS, Mers dan saat ini (2019-2020) SARS-CoV 2 atau yg lebih dikenal dg covid 19. Di awal terjadinya kasus Covid 19, banyak ditemukan kematian.</p>
<p>&#8220;Seiring dengan waktu, bahwa kematian semakin berkurang. Banyak ditemukan orang tanpa gejala namun positif covid 19. Fenomena ini memberikan sinyal, bahwa sistem kekebalan tubuh manusia mulai beradaptasi. Tubuh manusia sudah mengenali covid-19, bukan sebagai benda asing lagi, seperti di awal-awal terjadinya kasus,&#8221; jelas DR Yusuf.</p>
<p>Maka, hidup bersama corona bukan hal yang tidak mungkin. Setiap saat manusia bisa menjalankan protokol kesehatan pribadi yang sama dengan hidup bersama virus influenza. <strong> (*)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em><strong>Penulis/editor :</strong><br />
Januar Triwahyudi</em></p>
<p><em><strong>Narasumber :</strong></em><br />
<em>DR M Yusuf Alamudi, S.Si,M.Trop.Med</em></p>
<p><em><strong>Pendidikan :</strong></em><br />
<em>S1: Biologi FST Unair</em><br />
<em>S2: Ilmu Kedokteran Tropis FK Unair</em><br />
<em>S3: Ilmu Kedokteran FK Unair</em></p>
<p><em><strong>Praktisi :</strong> Peneliti Senior di Professor Nidom Foundation</em></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">114969</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mengukur Efektifitas PSBB dari Kajian Ilmu Virus bersama DR Yusuf Alumudi</title>
		<link>https://memontum.com/mengukur-efektifitas-psbb-dari-kajian-ilmu-virus-bersama-dr-yusuf-alumudi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 May 2020 08:00:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[alumudi]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[dari]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[efektifitas]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[kabar]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[mengukur]]></category>
		<category><![CDATA[PSBB]]></category>
		<category><![CDATA[virus]]></category>
		<category><![CDATA[yusuf]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/114817-mengukur-efektifitas-psbb-dari-kajian-ilmu-virus-bersama-dr-yusuf-alumudi</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Virologi, ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang virus, mungkin belakangan ini menjadi perhatian masyarakat seiring dengan pendemi covid-19. Selama ini, masyarakat awam sebatas tahu tenaga medis dan dokter digarda depan menangani covid-19. Padahal masih ada keilmuan lain yang terkait erat dengan penanganan pendemi covid-19, yaitu Kesehatan Masyarakat dan Virologi Filosofi pencak silat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8211; Virologi, ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang virus, mungkin belakangan ini menjadi perhatian masyarakat seiring dengan pendemi covid-19. Selama ini, masyarakat awam sebatas tahu tenaga medis dan dokter digarda depan menangani covid-19. Padahal masih ada keilmuan lain yang terkait erat dengan penanganan pendemi covid-19, yaitu Kesehatan Masyarakat dan Virologi</p>
<p>Filosofi pencak silat menegaskan sebelum bertarung, seorang pesilat harus mengenal karakter lawan. Dikaitkan dengan penanganan covid-19 ini, Surabaya Raya termasuk Sidoarjo dan Malang Raya, telah menerapkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Wilayah tersebut memiliki keterikatan sosial dan emosional sangat tinggi. Karena banyak famili, kepetingan sekolah dan pekerjaan. Mobilitas dan aktivitas warga Surabaya Raya dan Malang Raya saling bersentuhan dan beririsan.</p>
<p>Lalu sejauh mana efektifitas PSBB dilihat dari sisi virologi? Karena faktanya PSBB tidak bisa dilakukan menyeluruh, orang luar kota dilarang masuk. Padahal virusnya sdh ada di dalam kota. Sementara aktifitas lokal, masih berjalan. Pasar tradisional dan pusat keramaian masih aktif.</p>
<p>Seorang virologi DR M Yusuf Alamudi S.Si M.Trop.Med berkesempatan menjelaskan. &#8220;PSBB merupakan salah satu cara untuk menekan penularan virus covid 19 di komunitas/masyarakat. Dengan adanya PSBB, diharapkan virus covid 19 mengalami perlambatan dlm bereplikasi di komunitas/masyarakat,&#8221; ujar Yusuf, Peneliti Senior di Professor Nidom Foundation ini.</p>
<p>&#8220;Secara alamiah replikasi virus covid 19 akan bisa dihambat oleh sistem kekebalan tubuh sesuai dengan masa hidup/inkubasi virus 7-21 hari. Permasalahan yang terjadi adalah pemerintah melonggarkan dan inkonsistensi dalam melaksanakan kebijakan PSBB,&#8221; tandas pakar penyakit tropis ini.</p>
<p>Pemegang gelar scientis biologi ini, melanjutkan selain itu, tidak satu komando antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi maupun pemerintah daerah. Dari aspek virologi, virus covid 19 antar satu daerah dengan daerah yang lain belum tentu sama.</p>
<p>Misal virus covid 19 dari Surabaya belum tentu sama dengan virus covid 19 yang berasal dari Malang. Perpindahaan virus covid 19 melalui mobilitas orang dari satu daerah ke daerah lain dari jalur transportasi, pertemuan orang di mall, pertemuan orang di pasar tradisional akan menyebabkan perubahaan pada materi genetik virus covid 19.</p>
<p>Apakah virus covid 19 akan memiliki daya bunuh yang lebih tinggi atau lebih rendah, disebabkan adanya pertemuan dan percampuran dua virus covid 19 yang berbeda, ini membutuhkan kajian lebih lanjut dari aspek virologi. Maka, DR Yusuf menekankan jika memutus mata rantai covid19 akan menjadi efektif jika PSBB diterapkan terpadu dan bersamaan di seluruh Indonesia.</p>
<p>&#8220;PSBB akan membatasi mobilitas manusia, yang merupakan salah satu rantai penularan virus covid 19 pada komunitas/masyarakat. Sebenarnya PSBB juga harus diterapkan pada penyakit lain. Misal malaria. Karena malaria juga ditularkan dari mobilitas manusia,&#8221; pungkas Ucup panggilan akrab DR Yusuf Alumudi. <strong>(yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em><strong>Narasumber :</strong></em></p>
<p><em>DR M Yusuf Alamudi, S.Si,M.Trop.Med</em></p>
<p><em><strong>Pendidikan :</strong></em></p>
<p><em>S1: Biologi FST Unair</em><br />
<em>S2: Ilmu Kedokteran Tropis FK Unair</em><br />
<em>S3: Ilmu Kedokteran FK Unair</em></p>
<p><em><strong>Praktisi :</strong> Peneliti Senior di Professor Nidom Foundation</em></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">114817</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Masalah Penyakit Flu Burung di Kalangan Masyarakat</title>
		<link>https://memontum.com/masalah-penyakit-flu-burung-di-kalangan-masyarakat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Jun 2019 09:01:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Flu Burung]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[virus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=86596</guid>

					<description><![CDATA[Wabah flu burung (Avian Influenza : AI ) merupakan penyakit viral akut pada ungags yang disebabkan oleh virus influenza tipe A subtype H5 dan H7. Saat ini telah menjadi isu global dikalangan masyarakat. Penyakit yang pertama kali diidentifikasi di Itali pada tahun 1978 dengan laporan bahwa wabah (AI) telah terjadi dan menyebabkan kematian pada unggas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Wabah flu burung (Avian Influenza : AI ) merupakan penyakit viral akut pada ungags yang disebabkan oleh virus influenza tipe A subtype H5 dan H7. Saat ini telah menjadi isu global dikalangan masyarakat. Penyakit yang pertama kali diidentifikasi di Itali pada tahun 1978 dengan laporan bahwa wabah (AI) telah terjadi dan menyebabkan kematian pada unggas yang cukup tinggi. Umumnya seluruh jenis unggas diketahui rentan terhadap infeksi avian influenza, meskipun terdapat beberapa spesies lebih tahan terhadap serangan penyakit ini di bandingkan dengan yang lain.</p>
<p>Di Indonesia pada bulan januari 2004 menerima laporan adanya kasus kematian ayam ternak yang luar biasa. Kasus secara bertahap menurun cukup signifikan setiap tahan yakni tahun 2007 sebanyak 2.751 kasus, tahun. 2008 sebanyak 1.413 kasus, tahun 2009 sebanyak 2.293 kasus, tahun 2010 sebanyak 1.502 kasus, Tahun 2011 sebanyak 1.411 kasus, tahun 2012 sebanyak 546 kasus, tahun 2013 sebanyak 470 kasus, tahun 2014 sebanyak 346 kasus dan tahun 2015 sebanyak 41 kasus (sumber : keswan.ditjennak.pertanian.go.id).</p>
<p>Hal ini harus mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah karena dampak yang di sebabkan dari virus ini sangat mebahayakan dan dapat merugikan peternak. Perlu di waspadai penularan penyakit ini dapat terjadi melalui kontak langsung, dan juga kontak langsung dengan lingkungan baik sesama manusia atupun melalui unggas dan mobilitas penduduk yang tinggi memudahkan penyebaran virus flu burung. Sebagian cara pemeliharaan unggas di kampung kampung masih dilakukan secara tradisional, di pelihara serumah dengan pemilik atau di belakang rumah tanpa kandang dan berkeliaran secara bebas. Untuk Mencegah meluasnya wabah, mata rantai penularan virus flu burung perlu dilakuan pemutusan.</p>
<p>Pemutusan matai rantai penularan virus flu burung juga harus di lakukan pada unggas unggas peliharaan rumah, sebab penderita kasus konfirmasi flu burung umunya dialami bukan peternak atau pekerja peternakan tersebut. Masalah ini disebabkan pengetahuan masyarakat yang masih kurang tentang bertenak yang sesuai prosedur, sikap untuk mencegah flu burung belum positif dalam mencegah penularan flu burung. Faktor-faktor yang melatar belakangi prilaku tersebut adalah kurangnya pengetahuan masyarakat tentang cara penularan dan pencegahan serta dilakukanya vaksinasi secara teratur agar tidak terjadinya wabah flu burung.</p>
<p>Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bukan saja menjadikan kehidupan manusia semakin mudah, semakin maju, tetapi nampaknya masyarakat juga di harapkan terhadap tantangan-tantangan dan juga peringatan yang terjadi di bidang kesehatan, dimana pada waktu tertentu terjadi masalah penyakit flu burung yang muncul. Di tinjau dari aspek religi mungkin hal ini merupakan peringatan bagi masyarakat di atas kemajuan ilmu pengetahuan dan cara akses informasi yang di permudah akan tetapi pengetahuan yang diperoleh masih saja ada suatu hal yang belum di ketahui.</p>
<p>Mengingat keseriusan dampak yang di sebabkan oleh virus flu burung sehingga perlu diambil langkah langkah yang sekirnya dapat menyumbangkan pengendalian penyakit serta memberikan perlindungan bagi masyarakat, perlu disadari juga kematian akibat flu burung lebih banyak disebabkan oleh keterlambatan penanganan karena tidak adanya pengetahuan itu.</p>
<p>Pada konteks ini, prilaku masyarakat menjadi sangat menentu karena meskipun telah disiapkan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan yang memadai dengan didukung oleh tenaga kesehatan yang andal, jatuhnya banyak korban sulit dihindari bila masyarakat kurang peka terhadap tanda tanda dini penyakit flu burung ini.</p>
<p>Masyarakat yang menyatakan pernah mendengar istilah flu burung, langkah selanjutnya adalah mengukur tingkat pengetahuan mereka dengan menanyakan soal penularan penyakit flu burung. Pengetahuan masyarakat dinyatakan memadai apabila menjawab cara penularan flu burung melalui kontak dengan unggas/pupuk kandang. Pengetahuan masyarakat dianggap tidak benar apabila mereka memberikan jawaban cara penularan melalui udara, berdekatan dengan unggas, lalat, makanan dan lain-lain.</p>
<p>Sikap masyarakat dinilai dengan pertanyaan tentang upaya yang dilakukan apabila menemukan unggas yang sakit atau mati mendadak. Sikap yang benar jika mengetahui hal itu melaporkan kepada dinas terkait, membersihkan kandang unggas atau menguburnya serta membakar unggas yang mati mendadak ini, dan jangan sampai melihat hal ini malah memasaknya atau menjual terhadap orang lain.</p>
<p>Tindakan vaksinasi dan mengobati unggas yang sakit perlu dilakukan oleh peternak maupun masyarakat yang mempunyai ternak selain untuk mencegah penularan flu burung pada unggas yang lain yang masih sehat, juga menggambarkan sikap dan prilaku sejauh mana kepedulian terhadap bahaya atau resiko unggas yang dimilikinya yang dapat menyebabkan virus flu burung secara luas di kalangan masyarakat maupun peternak. Sebagian peternak atau masyarakat masih enggan melakukan vaksinasi terhadap unggas peliharaanya, bahkan jika ada unggas peliharaanya yang sakit dibiarkan saja tidak segera dilakukan pengobatan hal itu dapat menyebabkan tertularnya kepada unggas yang lainya.</p>
<p>Penanganan yang tepat terhadap unggas yang sakit dan dilakukan pengobatan hingga sembuh dapat mencegah atau mengendalikan datangnya virus flu burung tersebut. Prilaku kesehatan seseorang merupakan fungsi dari beberapa keyakinan, meliputi persepsi tentang keseriusan terhadap penyakit yang mengancam kesehatan, persepsi tentang pencegahan penyakit tersebut atau prilaku protektif. Hubunganya dengan flu burung, yang mana umumnya responden mengetahui atau mempersepsikan bahwa penyakit flu burung di sebabkan oleh unggas, dengan demikian timbul keyakinan tentang kerentanan untuk mudah tertular flu burung melalui unggas. <strong>(*) </strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><div id="attachment_86599" style="width: 160px" class="wp-caption alignleft"><a href="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/06/IMG-20190624-WA0008-copy.jpg?ssl=1"><img data-recalc-dims="1" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-86599" class="size-full wp-image-86599" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/06/IMG-20190624-WA0008-copy.jpg?resize=150%2C185&#038;ssl=1" alt="Muhammad Rijal Masyur Amin" width="150" height="185" /></a><p id="caption-attachment-86599" class="wp-caption-text"><strong> Muhammad Rijal Masyur Amin,</strong></p></div></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang, Program Sarjana Program Studi Peternakan</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">86596</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
