<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Curah Hujan Tinggi &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/curah-hujan-tinggi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 29 Apr 2023 12:41:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Curah Hujan Tinggi &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>13 Rumah di Kelurahan Tanjungrejo Kota Malang Terdampak Longsor Akibat Hujan Tinggi</title>
		<link>https://memontum.com/13-rumah-di-kelurahan-tanjung-kota-malang-terdampak-longsor-akibat-hujan-tinggi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Apr 2023 06:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Curah Hujan Tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[hujan tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[tanah longsor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=187600</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi pada Jumat (28/04/2023) kemarin, mengakibatkan tanah longsor yang terjadi di tiga titik wilayah kelurahan di Kota Malang. Diantaranya wilayah yang terdampak itu, yakni di Kelurahan Kasin, Kelurahan Bunulrejo dan Kelurahan Tanjungrejo. Dari pantauan Memontum.com saat meninjau lokasi di Kelurahan Tanjungrejo, Jalan Gempol Marga Bakti 2 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi pada Jumat (28/04/2023) kemarin, mengakibatkan tanah longsor yang terjadi di tiga titik wilayah kelurahan di Kota Malang. Diantaranya wilayah yang terdampak itu, yakni di Kelurahan Kasin, Kelurahan Bunulrejo dan Kelurahan Tanjungrejo.</p>



<p>Dari pantauan Memontum.com saat meninjau lokasi di Kelurahan Tanjungrejo, Jalan Gempol Marga Bakti 2 RT06 RW10, Sabtu (29/04/2023) siang tadi, ada sebanyak 13 rumah dan 52 korban yang terdampak. Sehingga, mereka diharuskan untuk mengungsi sementara waktu dan meninggalkan rumah tempat tinggalnya.</p>



<p>Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, Prayitno, mengatakan jika bencana yang terjadi di Kelurahan Tanjungrejo tersebut merupakan tanah longsor susulan, yang terjadi pukul 07.00 WIB. &#8220;Mengetahui kejadian tersebut, warga langsung tanggap dengan melaporkan kejadian ke Ketua RW yang kemudian diteruskan pada kelurahan tangguh. Setelah mendapat informasi tersebut, tim kaji cepat BPBD Kota Malang turun mengasessement dan berkoordinasi pada pihak terkait untuk penanganan,” jelas Prayitno, Sabtu (29/04/2023) tadi.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-malang-rencanakan-bangun-skywalk-di-dua-lokasi-dari-dana-bank-dunia">Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/objek-wisata-banyuwangi-2026-perkuat-seni-dan-budaya-masyarakat">Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/cara-unik-umkm-malang-kenalkan-gamis-bordir-gandeng-petugas-kebersihan-jadi-model-ramadan">Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kecamatan-lumbang-dan-potensi-produksi-madu-yang-dihasilkan">Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-pewarna-makanan-berlebih-wali-kota-malang-siapkan-tes-sampel-di-pasar-takjil">Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil</a></li>
</ul>


<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="13 Rumah di Kelurahan Tanjung Kota Malang Terdampak Longsor Akibat Hujan Tinggi" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/X0U4Yxw-XUo?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Menurut Prayit, data yang telah diterimanya tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut. Namun, delapan rumah tembok warga bagian belakang ambrol, dan sebagian perabotan warga rusak jatuh ke sungai.</p>



<p>“Kerusakannya itu pada lereng belakang, yaitu rusak kurang lebih panjangnya 55 meter, kemiringan 90 derajat dan tinggi 15 meter. Kemudian, tembok rumah belakang ambrol dan perabotan sebagian jatuh ke sungai. Untuk kerugiannya masih dalam tahap perhitungan,” katanya.</p>



<p>Kemudian, untuk upaya yang dilakukan yakni mengassessment kerusakan, kerugian dan sumber daya yang terdampak di lokasi kejadian. Kemudian, juga mengimbau kepada warga untuk selalu waspada terhadap bencana disekitar lokasi tempat tinggalnya.</p>



<p>“Kami mengimbau untuk mengosongkan rumah sementara karena rawan longsor susulan. Lalu, melakukan evakuasi pada penghuni rumah terdampak longsor ke gedung Depasi dan Panti Jompo Titus Brasma dan evakuasi pada barang-barang yang masih bisa diselamatkan,” lanjutnya.</p>



<p>Sementara itu, Lurah Tanjungrejo, Muhammad Abdul Azis, menyampaikan hingga saat ini data masih terus dikumpulkan. Pihaknya juga melakukan koordinasi bersama Babinsa, Babinkamtibmas, serta Satlinmas, untuk menentukan titik lokus relokasi bencana tersebut.</p>



<p>“Tahun kemarin juga longsor, kalau musim penghujan yang agak lebat itu sangat rawan longsor. Untuk sementara ini pengungsian masih di wilayah kami sendiri, sambil menunggu kebijakan dari para pihak terkait. Karena di sini bersinggungan dengan gereja dan masih ada tempat, halamannya luas, sementara bisa digunakan,” ujar Azis.</p>



<p>Lebih lanjut, dalam bencana tanah longsor tersebut juga tidak ada korban jiwa. Namun, menurutnya ada salah satu anak kecil yang sakit dan sudah dilakukan evakuasi.</p>



<p>“Ada salah satu KK yang masih punya bayi, itu juga sudah diatasi. Alhamdulillah, dalam bencana ini juga tidak ada korban jiwa,” imbuhnya.</p>



<p>Sebagai informasi, untuk di kedua kelurahan yang juga terdampak tanah longsor, juga tidak memakan korban jiwa. Namun, untuk di Jalan Kasin Gang Keramat, Kelurahan Kasin, Kota Malang, rumah korban tembok semi permanen yang ada di ruang dapur dan ruang tidur ambrol. Selain itu, untuk di Jalan Memberamo, Kelurahan Bunulrejo, Kota Malang, sebagian lantai mengalami keretakan, atap rumah ambrol, dan sebagian sisi rumah rusak. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">187600</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Curah Hujan Tinggi Untungkan Petani Tomat Sayur di Kota Batu</title>
		<link>https://memontum.com/curah-hujan-tinggi-untungkan-petani-tomat-sayur-di-kota-batu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Mar 2023 05:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Curah Hujan Tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[kota batu]]></category>
		<category><![CDATA[Petani]]></category>
		<category><![CDATA[Tomat Sayur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=184422</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Intensitas hujan tinggi yang berlangsung selama beberapa hari terakhir, membawa dampak tersendiri untuk petani Tomat Sayur di Kota Batu. Dimana, varietas tomat jenis ini, harganya mulai merangkak naik di pasaran. Bahkan saat ini, harga perkilogram dari petani mencapai Rp 4 ribu dibandingkan bulan Februari 2023 yang lalu, hanya Rp 700 perkilogram [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Intensitas hujan tinggi yang berlangsung selama beberapa hari terakhir, membawa dampak tersendiri untuk petani Tomat Sayur di Kota Batu. Dimana, varietas tomat jenis ini, harganya mulai merangkak naik di pasaran. Bahkan saat ini, harga perkilogram dari petani mencapai Rp 4 ribu dibandingkan bulan Februari 2023 yang lalu, hanya Rp 700 perkilogram dari petani.</p>



<p>Dijelaskan salah sutu petani tomat, warga Dukuh Kekep, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Anto (45), bahwa penyebab naiknya harga Tomat Sayur ini memang dipengaruhi intensitas hujan tinggi. Artinya, di saat sering terjadi hujan, maka perawatan terhadap tomat itu juga ekstra.</p>



<p>&#8220;Yang jelas, saat hujan yang tinggi setiap hari, kitapun merawat tomat juga ekstra. Tetapi, meski tomatnya tidak bagus, tapi sudah mencukupi ongkos pengeluarannya,&#8221; terang Anto, saat ditemui di lahan pertanian, Desa Tulungrejo, Minggu (05/03/2023) siang.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-malang-rencanakan-bangun-skywalk-di-dua-lokasi-dari-dana-bank-dunia">Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/objek-wisata-banyuwangi-2026-perkuat-seni-dan-budaya-masyarakat">Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/cara-unik-umkm-malang-kenalkan-gamis-bordir-gandeng-petugas-kebersihan-jadi-model-ramadan">Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kecamatan-lumbang-dan-potensi-produksi-madu-yang-dihasilkan">Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-pewarna-makanan-berlebih-wali-kota-malang-siapkan-tes-sampel-di-pasar-takjil">Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil</a></li>
</ul>


<p>Proses tanam hingga panen untuk tomat jenis ini, urainya, selama 70 hari tomat tersebut sudah mulai bisa dipetik. Satu musim, dari tanaman yang berjumlah hingga 2 ribu batang dengan perawatan bagus, maka bisa menghasilkan 4 sampai 5 kwintal.</p>



<p>&#8220;Satu panenan dari perbatang tanamannya, bisa sebanyak 2 ribu biji. Hasilnya, pun bisa 4 sampai 5 kwintal, selama 70 hari panen. Tapi, kalau perawatannya telat, maka masa panen mundur menjadi 90 hari,&#8221; terangnya.</p>



<p>Dari kenaikan harga mencapai Rp 4 ribu seperti sekarang ini, dikatakannya, bahwa petani masih mendapatkan keuntungan. Tetapi, apabila tomat sayur tersebut ada di harga ratusan, maka akan alami kerugian.</p>



<p>Dijelaskannya, bahwa baru seminggu ini harga tomat sayur naik menjadi Rp 4 ribu. Harga seminggu sebelumnya, hanya mencapai Rp 1.500. Bahkan, pada Februari 2023 harga sangat murah sebesar Rp 700.</p>



<p>&#8220;Bulan lalu, harga tomat sayur Rp 700. Lalu, menjadi Rp 1.500 dan seminggu ini Rp 4 ribu. Harga itu, langsung dari petani. Dari harga Rp 4 ribu ini, sudah menutup biaya perawatan perbatang sebesar Rp 3 ribu sampai Rp 5 ribu. Nah, kalau pupuk mahal biaya perawatan perbatangnya Rp 6 ribu,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Dengan kondisi naiknya harga tomat ini, Anto berharap, untuk harga pupuk masih bisa dijangkau. Tetapi, kalau bisa pupuk kimia non subsidi yang digunakan bisa turun sehingga petani perekonomiannya pun bisa stabil. &#8220;Ya, kami terus berharap kepada pemerintah tidak menaikkan harga pupuk non subsidi. Semoga harga sayuran salah satunya tomat bisa merangkak naik menjelang Ramadan,&#8221; harapnya. <strong>(put/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">184422</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dihajar Longsor, Jalur Kota Batu &#8211; Kediri dan Blitar Ditutup Sementara</title>
		<link>https://memontum.com/dihajar-longsor-jalur-kota-batu-kediri-dan-blitar-ditutup-sementara</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Feb 2023 15:42:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Curah Hujan Tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[hujan tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[kota batu]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[tanah longsor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=184119</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Curah hujan tinggi sejak siang hingga Selasa (28/02/2023) malam hari, membuat jalur kendaraan dari Kota Batu menuju Kediri, ditutup total. Penutupan itu, akibat longsor yang terjadi di beberapa titik di sepanjang jalan provinsi, yakni mulai wilayah kawasan Kota Batu dan Kabupaten Malang. Titik pertama, berlokasi di Payung 1, yakni ada pohon [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Curah hujan tinggi sejak siang hingga Selasa (28/02/2023) malam hari, membuat jalur kendaraan dari Kota Batu menuju Kediri, ditutup total. Penutupan itu, akibat longsor yang terjadi di beberapa titik di sepanjang jalan provinsi, yakni mulai wilayah kawasan Kota Batu dan Kabupaten Malang.</p>



<p>Titik pertama, berlokasi di Payung 1, yakni ada pohon tumbang. Kemudian di Payung 3, ada luapan lumpur yang meluber ke jalan raya.</p>



<p>Tidak berhenti sampai di situ, di Desa Kedungrejo, Kecamatan Pujon, pun dilaporkan terjadi longsor yang cukup parah. Atas peristiwa yang berlangsung hingga malam, akhirnya dilakukan penutupan sementara.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-malang-rencanakan-bangun-skywalk-di-dua-lokasi-dari-dana-bank-dunia">Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/objek-wisata-banyuwangi-2026-perkuat-seni-dan-budaya-masyarakat">Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/cara-unik-umkm-malang-kenalkan-gamis-bordir-gandeng-petugas-kebersihan-jadi-model-ramadan">Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kecamatan-lumbang-dan-potensi-produksi-madu-yang-dihasilkan">Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-pewarna-makanan-berlebih-wali-kota-malang-siapkan-tes-sampel-di-pasar-takjil">Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil</a></li>
</ul>


<p>Kepala BPBD Kota Batu, Agung Sedayu, mengatakan bahwa untuk sementara jalan provinsi dari jalur Kota Batu menuju Kediri, ditutup total. &#8220;Intensitas hujan yang tinggi, menyebabkan longsor. Kejadian ini, juga berlangsung di Desa Kedungrejo, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Sementara di TKP Payung 1, ada pohon tumbang. Karenanya, untuk sementara kami tutup jalur dari Kota Batu menuju Kediri,&#8221; terang Agung, saat dihubungi lewat ponselnya, Selasa (28/02/2023) malam.</p>



<p>Untuk kondisi di wilayah Payung 1 dan Payung 3 , tambahnya, khusus di Payung 1 kondisi jalan sudah bersih. Namun, di Payung 3 masih tahap pembersihan.</p>



<p>&#8220;Karena dilakukan penutupan, untuk malam ini kondisi jalan sepi. Untuk Payung 3, malam ini masih proses pembersihan,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Sementara itu, musibah longsor juga terjadi di Jalur Ngantang menuju ke Blitar, atau persisnya Dusun Celaket, Desa Pagersari, Kecamatan Ngantang. Akibat kejadian itu, matrik tanah menutup jalan. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">184119</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Akibat Curah Hujan Tinggi, Jembatan Bambu di Desa Tulungrejo Kota Batu Terputus</title>
		<link>https://memontum.com/akibat-curah-hujan-tinggi-jembatan-bambu-di-desa-tulungrejo-kota-batu-terputus</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Feb 2023 05:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD]]></category>
		<category><![CDATA[Curah Hujan Tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[jembatan rusak]]></category>
		<category><![CDATA[kota batu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=183074</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Hujan deras yang mengguyur Kota Batu dan sekitarnya pada Minggu (12/02/2023) kemarin, membuat Jembatan Gardu penghubung RT01 dan RT02, Dusun Gardu, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, terputus. Disampaikan Kepala BPBD Kota Batu, Agung Sedayu, bahwa jembatan bambu tersebut merupakan akses warga setempat sebagai penghubung dua RT di Dusun Gardu. &#8220;Kejadian [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Hujan deras yang mengguyur Kota Batu dan sekitarnya pada Minggu (12/02/2023) kemarin, membuat Jembatan Gardu penghubung RT01 dan RT02, Dusun Gardu, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, terputus.</p>



<p>Disampaikan Kepala BPBD Kota Batu, Agung Sedayu, bahwa jembatan bambu tersebut merupakan akses warga setempat sebagai penghubung dua RT di Dusun Gardu. &#8220;Kejadian itu pada Minggu, saat hujan deras mulai pukul 12.00 hingga malam hari,&#8221; terang Sedayu, saat dihubungi lewat ponselnya, Senin (13/02/2023) tadi.</p>



<p>Baca Juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-malang-rencanakan-bangun-skywalk-di-dua-lokasi-dari-dana-bank-dunia">Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/objek-wisata-banyuwangi-2026-perkuat-seni-dan-budaya-masyarakat">Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/cara-unik-umkm-malang-kenalkan-gamis-bordir-gandeng-petugas-kebersihan-jadi-model-ramadan">Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kecamatan-lumbang-dan-potensi-produksi-madu-yang-dihasilkan">Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-pewarna-makanan-berlebih-wali-kota-malang-siapkan-tes-sampel-di-pasar-takjil">Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil</a></li>
</ul>


<p>Penyebab kejadian itu, ditambahkannya, bahwa plengsengan non teknis sebagai penyangga jembatan bambu itu ambrol terkena derasnya hempasan air. Sedangkan, ukuran jembatan itu mempunyai dimensi panjang 15 meter dan lebar 10 meter serta memiliki ketinggian 8 meter.</p>



<p>&#8220;Saat ini, petugas sudah memasang garis penanda keamanan agar warga tidak melintas. Upaya yang dilakukan saat ini, mengkaji secara cepat penanganannya, dengan melakukan koordinasi dengan perangkat setempat,&#8221; tegas Agung.</p>



<p>Kepala Desa Tulungrejo, Suliyono, saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa hari ini warga setempat melakukan pembersihan di sekitar putusnya jembatan bambu tersebut. &#8220;Saat ini, warga kerja bakti memperbaiki Jembatan Gardu. Warga juga melakukan pembersihan area,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sedangkan, terkait limpahan air itu, Suliyono mengatakan, bahwa saat kejadian aliran deras bercampur lumpur dari dari area pertanian sehingga membuat luapan banjir bawah jembatan. &#8220;Saya berharap masyarakat di musim hujan ini waspada dan hati-hati. Terus, jangan melintasi jembatan itu dulu sebelum perbaikan selesai dan dinyatakan aman,&#8221; jelasnya. <strong>(put/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">183074</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pengerjaan Drainase Tak Berefek saat Hujan, Warga Keluhkan Banjir Masih Terjadi di Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/pengerjaan-drainase-tak-berefek-saat-hujan-warga-keluhkan-banjir-masih-terjadi-di-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Feb 2023 11:40:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Curah Hujan Tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Drainase]]></category>
		<category><![CDATA[Hujan Lebat]]></category>
		<category><![CDATA[hujan tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek Drainase]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=183016</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, telah merilis prakiraan cuaca dalam akun sosial medianya. Diketahui, jika hujan dengan intensitas ringan secara terus menerus atau dengan jeda waktu tertentu serta disertai petir dan angin, akan terjadi pada siang hingga sore hari di wilayah Kota Malang, pada Sabtu (11/02/2023) tadi. Dan benar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, telah merilis prakiraan cuaca dalam akun sosial medianya. Diketahui, jika hujan dengan intensitas ringan secara terus menerus atau dengan jeda waktu tertentu serta disertai petir dan angin, akan terjadi pada siang hingga sore hari di wilayah Kota Malang, pada Sabtu (11/02/2023) tadi.</p>



<p>Dan benar saja, hujan dengan intensitas tinggi atau hujan deras, terjadi mulai pukul 15.00 hingga saat ini. Tentunya, hal itu menyebabkan banjir di beberapa titik. Seperti yang telah terjadi di wilayah Mergan atau sekitar Jalan Jupri, Kota Malang.</p>



<p>Salah satu warga Mergan, Dewi Ratna Sari, pun mengeluhkan tingginya curah hujan yang berdampak terjadinya banjir. Meskipun, pada beberapa bulan yang lalu, sempat dibangun saluran drainase, untuk mengurangi genangan air hujan.</p>



<p>&#8220;Selalu saja kalau hujan deras, di sini banjir. Meskipun sudah dibangun drainase, tetapi tetap saja banjir. Tidak ada pengaruhnya dan mengganggu pengendara,” keluh Ratna.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-malang-rencanakan-bangun-skywalk-di-dua-lokasi-dari-dana-bank-dunia">Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/objek-wisata-banyuwangi-2026-perkuat-seni-dan-budaya-masyarakat">Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/cara-unik-umkm-malang-kenalkan-gamis-bordir-gandeng-petugas-kebersihan-jadi-model-ramadan">Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kecamatan-lumbang-dan-potensi-produksi-madu-yang-dihasilkan">Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-pewarna-makanan-berlebih-wali-kota-malang-siapkan-tes-sampel-di-pasar-takjil">Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil</a></li>
</ul>


<p>Pembangunan drainase yang telah dilakukan oleh Pemkot Malang, menurutnya tidak membuahkan hasil yang maksimal. Sehingga, menurut Ratna perlu dilakukan evaluasi dan pembenahan ulang terkait dengan pembangunan drainase tersebut.</p>



<p>“Perlu dilakukan evaluasi, dan pembenahan ulang. Tapi saya rasa hal ini tidak dapat teratasi dengan baik, karena selalu saja banjir,” katanya.</p>



<p>Senada dengan itu, Fandy Bagus, warga Bandulan, juga merasakan dampak dari pembangunan drainase yang telah dilakukan oleh Pemkot Malang pada bulan Desember 2022 lalu. Menurutnya, pembangunan yang telah memakan waktu cukup lama dan kemacetan terjadi begitu panjang, ternyata tidak dapat mengatasi persoalan banjir dengan baik, justru malah membuang anggaran. “Seharusnya pemerintah memikirkan pembangunan dengan matang. Agar tidak membuang anggaran,” imbuh Fandy. <strong>(rsy/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">183016</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Diguyur Hujan Semalaman, Pos Satpam Perum Bumi Mondoroko Raya Singosari Longsor dan Timbun Seorang Satpam</title>
		<link>https://memontum.com/diguyur-hujan-semalaman-pos-satpam-perum-bumi-mondoroko-raya-singosari-longsor-dan-timbun-seorang-satpam</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Dec 2021 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Curah Hujan Tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Diguyur Hujan]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<category><![CDATA[perumahan]]></category>
		<category><![CDATA[Singosari]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=160594</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Intensitas hujan tinggi yang terjadi selama sehari semalam, mengakibatkan tanah longsor di Perumahan Bumi Mondoroko Raya, Desa Watugede, Kabupaten Malang, Selasa (21/12/2021). Imbas dari longsor tersebut, terdapat satu orang yang harus dilarikan ke UGD Prima Husada, karena mengalami luka berat lantaran tertimbun tanah longsor. Kepala Seksi Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Desa Watugede, Yudi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Intensitas hujan tinggi yang terjadi selama sehari semalam, mengakibatkan tanah longsor di Perumahan Bumi Mondoroko Raya, Desa Watugede, Kabupaten Malang, Selasa (21/12/2021). Imbas dari longsor tersebut, terdapat satu orang yang harus dilarikan ke UGD Prima Husada, karena mengalami luka berat lantaran tertimbun tanah longsor.</p>



<p>Kepala Seksi Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Desa Watugede, Yudi Purwono, menyampaikan jika longsor yang terjadi disebabkan adanya intensitas hujan yang terjadi sejak Senin (20/12/2021), kemarin. Hal tersebut, mengakibatkan debit air Sungai Kalimati mengalami peningkatan hingga menggerus tepi sungai.</p>



<p>&#8220;Saat itu, korban Rudianto (58) tengah stadby di dalam Pos Satpam. Sementara rekannya, Pak Edy sedang melakukan patroli keliling komplek,&#8221; kata Yudi Purwono kepada Memontum.com, Selasa (21/12/2021) siang.</p>



<p>Yudi menambahkan, setelah Edy melakukan patroli, dirinya pun bermaksud kembali. Namun tidak berselang lama, terdengar suara retakan pada bangunan pos yang didalamnya terdapat Rudianto. Namun, saat itu Rudianto belum sempat keluar dari pos, hingga ambrolnya pos satpam akibat longsor secara tiba-tiba.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-malang-rencanakan-bangun-skywalk-di-dua-lokasi-dari-dana-bank-dunia">Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/objek-wisata-banyuwangi-2026-perkuat-seni-dan-budaya-masyarakat">Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/cara-unik-umkm-malang-kenalkan-gamis-bordir-gandeng-petugas-kebersihan-jadi-model-ramadan">Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kecamatan-lumbang-dan-potensi-produksi-madu-yang-dihasilkan">Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-pewarna-makanan-berlebih-wali-kota-malang-siapkan-tes-sampel-di-pasar-takjil">Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil</a></li>
</ul>


<p>&#8220;Saat itu Edy yang melihat kejadian, langsung secara spontan meminta pertolongan warga sekitar. Dan saat itu juga, sempat terdengar teriakan korban yang meminta pertolongan,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Sedangkan imbas dari longsornya pos satpam tersebut, membuat korban mengalami luka-luka hingga bagian dagu dan tulang punggung yang mengalami retak. &#8220;Selang beberapa waktu kejadian, akhirnya korban berhasil dievakuasi dan dilarikan ke Prima Husada oleh beberapa pihak terkait,&#8221; tambah Yudi.</p>



<p>Kesra Desa Watugede tersebut juga menghimbau, agar warga yang melintas dijembatan agar tetap berhati-hati. &#8220;Karena dikhawatirkan, bisa terjadi longsor susulan. Kemudian untuk proses pembenahan, sudah komunikasi dengan pihak pengembang,&#8221; terangnya.</p>



<p>Akibat musibah itu, hingga tadi masih dilakukan proses evakuasi dan pembersihan puing-puing oleh beberapa pihak terkait. <strong>(cw1/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">160594</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jembatan Palengaan Pamekasan Ambruk Diterjang Banjir</title>
		<link>https://memontum.com/jembatan-palengaan-pamekasan-ambruk-diterjang-banjir</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Feb 2021 01:00:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pamekasan]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ambruk]]></category>
		<category><![CDATA[Curah Hujan]]></category>
		<category><![CDATA[Curah Hujan Tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Renovasi]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=133721</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pamekasan &#8211; Curah hujan tinggi di wilayah pantura Pamekasan, mengakibatkan jembatan ambruk di Dusun Kalompang Roppo, Desa Palengaan, pada Minggu (31/01) minggu. Jembatan yang putus tersebut, merupakan akses utama penghubung Desa Palengaan, yang dilalui warga setiap harinya. &#160; Selain karena derasnya terjangan banjir, putusnya jembatan tidak lepas dari kurangnya perawatan dan usia jembatan yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Pamekasan</strong> &#8211; Curah hujan tinggi di wilayah pantura Pamekasan, mengakibatkan jembatan ambruk di Dusun Kalompang Roppo, Desa Palengaan, pada Minggu (31/01) minggu. Jembatan yang putus tersebut, merupakan akses utama penghubung Desa Palengaan, yang dilalui warga setiap harinya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain karena derasnya terjangan banjir, putusnya jembatan tidak lepas dari kurangnya perawatan dan usia jembatan yang sudah tua. Jembatan ambruk yang terjadi Minggu malam sekitar pukul 22.00, mengagetkan warga karena dentuman suara keras puing-puing jembatan yang menghempas aliran sungai.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Saksi mata, Hj Faiz, mengatakan bahwa awalnya jembatan tersebut baik-baik saja. Setelah hujan, tidak ada tanda-tanda jembatan mau ambruk. Tetapi sekitar jam 22.00, saat warga setempat sedang istirahat, tiba-tiba ada suara keras di sekitar jembatan itu. Setelah diperiksa, ternyata jembatan itu ambruk, tapi hanya separuh.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Faiz menambahkan, untuk sementara waktu warga bernisiatif membangun jembatan baru yang terbuat dari bambu, agar jembatan itu dapat dilalui oleh sepeda motor. Karena jembatan itu merupakan jembatan yang sering dilewati oleh warga setempat, sambil menunggu renovasi secara total yang akan dilakukan oleh desa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Untungnya tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, dan semoga saja pihak pemerintah lekas mengambil tindakan,&#8221; kata Faiz mengakhiri keterangannya. <strong>(adi/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">133721</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sikapi Curah Hujan Tinggi dan Covid-19, Kades Ngrimbi Jombang Ingatkan Kewaspadaan</title>
		<link>https://memontum.com/sikapi-curah-hujan-tinggi-dan-covid-19-kades-ngrimbi-jombang-ingatkan-kewaspadaan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Jan 2021 05:25:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Curah Hujan Tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[desa ngrimbi]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten jombang]]></category>
		<category><![CDATA[kades ngrimbi]]></category>
		<category><![CDATA[Prokes]]></category>
		<category><![CDATA[Rawan Longsor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=132420</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang &#8211; Kepala Desa Ngrimbi, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, Samsul Hadi, mengingatkan masyarakatnya agar senantiasa sigap dan mawas diri dalam menghadapi curah hujan tinggi. Hal itu disampaikan, karena selama beberapa hari bahkan minggu terakhir, Kabupaten Jombang menjadi salah satu wilayah yang selalu diguyur hujan dengan curah hujan tinggi. Kepala Desa Ngrimbi juga menjelaskan, secara [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jombang </strong>&#8211; Kepala Desa Ngrimbi, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, Samsul Hadi, mengingatkan masyarakatnya agar senantiasa sigap dan mawas diri dalam menghadapi curah hujan tinggi.</p>



<p>Hal itu disampaikan, karena selama beberapa hari bahkan minggu terakhir, Kabupaten Jombang menjadi salah satu wilayah yang selalu diguyur hujan dengan curah hujan tinggi.</p>



<p>Kepala Desa Ngrimbi juga menjelaskan, secara geografis desanya berada di dataran tinggi. Bahkan, terdapat titik rawan bencana alam longsor.</p>



<p>&#8220;Masyarakat yang berada di zona rawan, saya himbau untuk menghindari pergeseran tanah yang dapat mengakibatkan tanah longsor. Ini sifatnya antisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Menyinggung penyebaran Covid-19, Samsul Hadi menambahkan, terkait antisipasi penyebaran Covid, di mana Jombang berada pada zona Orange, Desa Ngrimbi melakukan antisipasi dengan meminimalis kegiatan masyarakat.</p>



<p>Utamanya, yang menimbulkan kerumunan seperti yasinan serta kegiatan lainnya dengan cara memfokuskan kegiatan di masing-masing mushola atau masjid. Dengan pertimbangan, lokasi mushola dan masjid memiliki area lebih luas di bandingkan melaksanakan di rumah warga. Termasuk, ventilasi udara juga jauh lebih memadai sebagai bagian sirkulasi udara.</p>



<p>&#8220;Guna menghadapi dan memutus rantai persebaran Covid-19 di Desa Ngrimbi, protokol kesehatan harus tetap di laksanakan. Sebenarnya, sejak dahulu protokol kesehatan sudah di laksanakan di masyarakat dengan cara menyediakan gentong di depan rumah, untuk mencuci tangan sebelum masuk ke rumah. Termasuk, memakai masker saat aktifitas keluar rumah,&#8221; ujar Samsul Hadi. <strong>(azl/sit)</strong></p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">132420</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Curah Hujan Tinggi, BPBD Himbau Masyarakat Waspada</title>
		<link>https://memontum.com/curah-hujan-tinggi-bpbd-himbau-masyarakat-waspada</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Nov 2018 09:44:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Himbau Masyarakat Waspada]]></category>
		<category><![CDATA[Curah Hujan Tinggi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=63686</guid>

					<description><![CDATA[Memontum-Malang&#8211;Musim hujan mulai tiba. Kejadian diluar dugaan kerap kali terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Malang. Seperti halnya tanah longsor dan banjir. Salah satunya Desa Pujiharjo Kecamatan Tirtoyudo dan Sitiarjo Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Dari pantauan BPBD Kabupaten Malang, titik baru yang juga kerap memicu longsor untuk tahun ini ada dua Kecamatan diantaranya Lawang dan Jabung. Kepala [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="auto"><strong>Memontum-Malang&#8211;</strong>Musim hujan mulai tiba. Kejadian diluar dugaan kerap kali terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Malang. Seperti halnya tanah longsor dan banjir. Salah satunya Desa Pujiharjo Kecamatan Tirtoyudo dan Sitiarjo Kecamatan Sumbermanjing Wetan.</p>
<p dir="auto">
<p dir="auto">Dari pantauan BPBD Kabupaten Malang, titik baru yang juga kerap memicu longsor untuk tahun ini ada dua Kecamatan diantaranya Lawang dan Jabung.</p>
<p dir="auto">
<p dir="auto">Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Bambang Istiawan mengatakan. Banyak hal terjadi secara tiba-tiba saat musim hujan seperti banjir dan tanah longsor. Untuk itu dirinya mengimbau agar seluruh masyarakat Kabupaten Malang tetap waspada dan selalu tanggap, terutama yang bertempat tinggal di lereng-lereng gunung.</p>
<p dir="auto">
<p dir="auto">“Meski belum ada kejadian yang serius, namun saya mengimbau agar masyarakat tetap selalu waspada dan tanggap terhadap apapun. Karena bencana memang datangnya selalu tiba-tiba,” ujarnya ketika dikonfirmasi, Minggu (11/11/2018) siang.</p>
<p dir="auto">
<p dir="auto">Mantan kasatpol PP Kabupaten Malang itu</p>
<p dir="auto">menuturkan bahwa intensitas hujan yang tinggi dapat memicu pergerakan tanah dikawasan yang labil dan mengakibatkan longsor.</p>
<p dir="auto">
<p dir="auto">Sementara itu staff bidang kedaruratan dan logistik, Suhartanto menambahkan jika berdasarkan pengalaman tahun lalu, beberapa kecamatan seperti Tumpang, Poncokusumo, Kecamatan Pujon, Kecamatan Ngantang, Tirtoyudo, Sumbermanjing Wetan selalu diwaspadai.</p>
<p dir="auto">
<p dir="auto">Namun dari pengalaman pada bulan Februari kemarin, Desa Taji, Kecamatan Jabung juga terjadi longsor. Tanah setinggi 20 meter amblas dan menutup akses jalan.</p>
<p dir="auto">
<p dir="auto">“Kalau untuk titik rawan sebenarnya banyak ya, karena topografi tanah di Kabupaten Malang yang merupakan dataran tinggi. Namun kali untuk saat ini, Kecamatan Jabung khususnya di Desa Taji dan Sidorejo kami imbau agar selalu waspada. Selain itu Desa Turirejo, Kecamatan Lawang juga diharapkan selalu siaga, ”imbuhnya.</p>
<p dir="auto">
<p dir="auto">Terpisah, menanggapi hal tersebut, Kepala Stasiun Klimatologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Karangploso, Joko Budi Utomo mengatakan jika intensitas curah hujan di Kabupaten Malang terbilang cukup normal. Selama Musim Hujan 2018/2019 di sebagian besar Zona Musim (ZOM) diprakirakan berkisar antara 1001 – 1500 mm.</p>
<p dir="auto">
<p dir="auto">Namun, dua Kecamatan di Kabupaten Malang memiliki curah hujan diatas normal. Diantaranya Kecamatan Lawang dan Jabung, hal ini patut diwaspadai karena dua Kecamatan tersebut juga masuk kategori rawan longsor.</p>
<p dir="auto">
<p dir="auto">“Memang dua Kecamatan tersebut memiliki intensitas curah hujan yang tinggi, biasanya hujan yang mengguyur sebegitu sering dapat mengikis tanah dan mengakibatkan longsor. Untuk itu warga masyarakat harus tetap waspada,”pungkas Bambang. (sur/oso)</p>
<p class="yj6qo">
<p class="adL" dir="auto">
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">63686</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
