<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Gajah Mada &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/gajah-mada/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 17 Mar 2022 12:21:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Gajah Mada &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Sidoarjo Bakal Gelar Gajah Mada Street Night Festival</title>
		<link>https://memontum.com/sidoarjo-bakal-gelar-gajah-mada-street-night-festival</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Mar 2022 12:21:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Gajah Mada]]></category>
		<category><![CDATA[Gajah Mada Street Night Festival]]></category>
		<category><![CDATA[sidoarjo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=165862</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Pemkab Sidoarjo bakal menggelar &#8216;Sidoarjo Tempo Doeloe-Gajah Mada Street Night Festival&#8217;. Festival yang digagas Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor (Gus Muhdlor), itu akan digelar disepanjang jalan utama Gajah Mada setiap Sabtu mulai pukul 18.00 hingga 24.00. Dimulai dari Jembatan Buk Legi Sidoarjo hingga pertigaan Jasem, nantinya bakal ada street food, street art, street [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8211; Pemkab Sidoarjo bakal menggelar &#8216;Sidoarjo Tempo Doeloe-Gajah Mada Street Night Festival&#8217;. Festival yang digagas Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor (Gus Muhdlor), itu akan digelar disepanjang jalan utama Gajah Mada setiap Sabtu mulai pukul 18.00 hingga 24.00.</p>



<p>Dimulai dari Jembatan Buk Legi Sidoarjo hingga pertigaan Jasem, nantinya bakal ada street food, street art, street walking dan street show dengan mengusung konsep Sidoarjo Tempo Doeloe. Dimana, akan menonjolkan budaya Sidoarjo yang dikemas kekinian.</p>



<p>Rencana digelarnya festival yang bakal meramaikan pusat kota dan menggeliatkan lagi ekonomi kerakyatan warga Sidoarjo, itu akan mengikuti perkembangan aturan PPKM. &#8220;Semoga tidak terbentur aturan PPKM. Karena menyangkut izin, harus dipatuhi bersama,&#8221; terang Gus Muhdlor, Kamis, (17/03/2022) seusai meresmikan Puskesmas Tarik 2.</p>



<p>Rencananya, tambah Gus Muhdlor, untuk meramaikan festival ini, Pemkab Sidoarjo akan menggandeng para seniman dan budayawan lokal Sidoarjo. Salah satunya, dalam menghadirkan berbagai kuliner khas kota delta juga untuk suguhan pengunjung. Festival itu, sekaligus memberi ruang kreasi bagi para muda-mudi untuk mengekspresikan hobi dan bakatnya lewat street show.</p>



<p>Ada live musik, pameran lukisan dan makanan khas seperti rujak cingur, kelepon, kupang lontong dan masih banyak lagi kuliner dan budaya yang sudah menjadi ciri khas kota delta unjuk gigi di festival itu.</p>



<p>Digelarnya Sidoarjo Tempo Doeloe-Gajah Mada Street Night Festival, kata Gus Muhdlor, akan menjadi pusat berkumpulnya warga Sidoarjo untuk menghabiskan malam minggunya dengan menikmati kuliner dan budaya dengan suasana tempo doeloe.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dpc-pdi-perjuangan-situbondo-gelar-aksi-berbagi-sembako">DPC PDI-Perjuangan Situbondo Gelar Aksi Berbagi Sembako</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wakil-presiden-ke-6-meninggal-pemkot-malang-kibarkan-bendera-setengah-tiang">Wakil Presiden Ke 6 Meninggal, Pemkot Malang Kibarkan Bendera Setengah Tiang</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/19-pasar-takjil-di-kota-malang-disampling-dinkes-temukan-99-persen-sampel-terkontaminasi-bakteri">19 Pasar Takjil di Kota Malang Disampling, Dinkes Temukan 9,9 Persen Sampel Terkontaminasi Bakteri</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-potensi-pelanggaran-perusahaan-disnaker-pmptsp-kota-malang-buka-posko-pengaduan-thr">Antisipasi Potensi Pelanggaran Perusahaan, Disnaker PMPTSP Kota Malang Buka Posko Pengaduan THR</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/relawan-kresna-384-wagir-bagi-takjil-gratis-di-jalan-raya-kebonagung">Relawan Kresna 384 Wagir Bagi Takjil Gratis di Jalan Raya Kebonagung</a></li>
</ul>


<p>Hal tersebut, merupakan salah satu pusat festival yakni di kawasan Masjid Jami&#8217; Al Abror. Sebab, lokasi ini pada zaman dulu merupakan pusat pemerintahan kabupaten Sidoarjo.</p>



<p>&#8220;Sepanjang Jalan Gajah Mada ini syarat akan nilai sejarah Sidoarjo tempo doeloe,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Di kawasan Jalan Gajah Mada, ini ada bangunan tua yang menjadi rumah dinas Bupati Sidoarjo. Sekarang, bekasnya masih ada dan sudah menjadi pertokoan. Kalau di kawasan Masjid Al Abror, itu dulunya merupakan Alun-Alun Sidoarjo, sebelum akhirnya pusat pemerintahannya dipindah ke Jalan A. Yani yang sekarang.</p>



<p>Ditempat terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo, M Bahrul Amig, yang ditugasi Bupati Sidoarjo dalam merancang festival itu, menyampaikan bahwa konsep umumnya di sepanjang Jalan Gajah Mada nanti steril dari kendaraan bermotor. Arus lalu lintas akan dialihkan karena disepanjang Jalan Gajah Mada diperuntukkan khusus pejalan kaki.</p>



<p>Selain DLHK, tambahnya, dinas yang telibat diantaranya Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Koperasi dan UMKM dan Dinas Perhubungan yang akan bertugas mengatur rekayasa lalu lintas.</p>



<p>Ketiga OPD itu akan kolaborasi, seperti DLHK akan mensupport hiasan untuk mempercantik di kawasan Jalan Gajah Mada. Sedangkan Disperindag dan Dinkop UMKM, terkait dengan pengaturan pedagang.</p>



<p>&#8220;Kemarin sudah dirapatkan Pak Bupati, kalau bisa memang sebelum puasa festival ini sudah berjalan. Sekarang, masih kita godok lintas OPD,&#8221; jelas Amig. <strong>(zal/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">165862</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wali Kota Sutiaji Belum Tertarik Membeli GeNose UGM</title>
		<link>https://memontum.com/wali-kota-sutiaji-belum-tertarik-membeli-genose-ugm</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Jan 2021 15:42:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Gajah Mada]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenkes RI]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[memontum]]></category>
		<category><![CDATA[pengajuan anggaran]]></category>
		<category><![CDATA[sutiaji]]></category>
		<category><![CDATA[UGM]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=133090</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; GeNose, alat pendeteksi Covid-19 buatan UGM (Universitas Gajah Mada), akhir-akhir ini cukup menarik perhatian. Bagaimana tidak, alat ini diklaim memiliki akurasi di atas 90 persen dan sudah mendapat izin edar dari Kemenkes RI (Kementrian Kesehatan Republik Indonesia). Meski begitu, Wali Kota Malang, Sutiaji, tidak ingin terburu-buru merencanakan untuk membeli alat skrining [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum <a href="https://memontum.com/132863-ppkm-malang-bertambah-2-pekan-ini-penyebabnya" data-type="URL" data-id="https://memontum.com/132863-ppkm-malang-bertambah-2-pekan-ini-penyebabnya" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Kota Malang</a></strong> &#8211; GeNose, alat pendeteksi Covid-19 buatan UGM (Universitas Gajah Mada), akhir-akhir ini cukup menarik perhatian. Bagaimana tidak, alat ini diklaim memiliki akurasi di atas 90 persen dan sudah mendapat izin edar dari <a href="https://memontum.com/132920-prakarsai-donor-plasma-konvalesen-sutiaji-koordinasi-dengan-tim-peneliti" data-type="URL" data-id="https://memontum.com/132920-prakarsai-donor-plasma-konvalesen-sutiaji-koordinasi-dengan-tim-peneliti" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Kemenkes RI </a>(Kementrian Kesehatan Republik Indonesia).</p>



<p>Meski begitu, Wali Kota Malang, Sutiaji, tidak ingin terburu-buru merencanakan untuk membeli alat skrining dan diagnostik <a href="https://memontum.com/132920-prakarsai-donor-plasma-konvalesen-sutiaji-koordinasi-dengan-tim-peneliti" data-type="URL" data-id="https://memontum.com/132920-prakarsai-donor-plasma-konvalesen-sutiaji-koordinasi-dengan-tim-peneliti" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Covid-19</a> berbasis hembusan nafas itu. Dengan alasan, ingin lebih mengetahui kevalidan alat.</p>



<p>&#8220;Kita lihat kevalidannya dahulu. Kalau dari tim ahli sudah menyampaikan bahwa alat itu valid, ya enak. Semua orang jadinya bisa melakukan deteksi dini sendiri,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sutiaji menambahkan, dirinya dalam hal ini Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, tidak ingin tergesa-gesa merencanakan pengadaan alat <a href="https://memontum.com/133081-10-240-vaksin-sinovac-tiba-di-kota-malang" data-type="URL" data-id="https://memontum.com/133081-10-240-vaksin-sinovac-tiba-di-kota-malang" target="_blank" rel="noreferrer noopener">GeNose,</a> sebelum adanya rekomendasi. &#8220;Kalau belum ada rekomendasi, ya salah nanti kita. Bisa-bisa, BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) keluar dan kita kena KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi),&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sutiaji menuturkan, bahwa pihaknya hanya merekomendasikan sesuatu jika sudah teruji. &#8220;Maka di kami itu relatif, BTT (Belanja Tidak Terduga) kami relatif. Saya tidak dengan gampangnya, memberi persetujuan pengajuan anggaran. Saya lihat, bagaimana dan buat apa,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Sutiaji berharap, jangan sampai ada oknum pejabat yang menyalahgunakan.</p>



<p>&#8220;Belajar dari kasus Bansos itu lah, ya. Dan kalau tidak ada edaran, ya belum rencana membeli alat tersebut,&#8221; ujarnya. <strong>(cw1/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">133090</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkab Gelar Seminar Sejarah Gajah Mada Putra Lamongan, Ketua Lesbumi PBNU Agus Sunyoto Ungkap fakta-fakta Baru Gajah Mada di Lamongan</title>
		<link>https://memontum.com/pemkab-gelar-seminar-sejarah-gajah-mada-putra-lamongan-ketua-lesbumi-pbnu-agus-sunyoto-ungkap-fakta-fakta-baru-gajah-mada-di-lamongan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Dec 2019 12:03:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Gajah Mada]]></category>
		<category><![CDATA[LESBUMI]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Seminar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/101179-pemkab-gelar-seminar-sejarah-gajah-mada-putra-lamongan-ketua-lesbumi-pbnu-agus-sunyoto-ungkap-fakta-fakta-baru-gajah-mada-di-lamongan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Siapa tak kenal Gajah Mada? sosok yang selalu mengingatkan orang pada Sumpah Amukti Palapa, penaklukan Nusantara, hingga peristiwa berdarah di alun-alun Bubat. Namun siapa sangka sosok Perdana Menteri Kemaharajaan Majapahit yang dikenal sebagai panglima perang yang selalu unggul dalam pertempuran adalah seorang negarawan, intelektual hukum dan birokrat yang ulung. Menurut hasil penelitian [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Siapa tak kenal Gajah Mada? sosok yang selalu mengingatkan orang pada Sumpah Amukti Palapa, penaklukan Nusantara, hingga peristiwa berdarah di alun-alun Bubat. Namun siapa sangka sosok Perdana Menteri Kemaharajaan Majapahit yang dikenal sebagai panglima perang yang selalu unggul dalam pertempuran adalah seorang negarawan, intelektual hukum dan birokrat yang ulung.</p>
<p>Menurut hasil penelitian yang telah dilakukan sejarawan yang juga Ketua Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PBNU Agus Sunyoto, terungkap fakta-fakta baru Gajah Mada.</p>
<p>Versi Agus Sunyoto, aturan hukum Kerajaan Majapahit dibuat dari pemikiran Gajah Mada. Itu disampaikannya saat hadir sebagai pembicara dalam Seminar Sejarah PU Gajah Mada Putra Lamongan di Pendopo Lokatantra, Rabu (4/12/2019).</p>
<p>Hal ihwal Gajah Mada sebagai putra Lamongan juga sudah dibukukannya dengan judul yang sama. Menurut dia, Gajah Mada yang membuat berbagai norma hukum di era Majapahit. Mulai dari hukum ekonomi pasar, hukuman bagi yang melakukan perzinahan, hingga aturan hukum perlindungan terhadap kaum perempuan.</p>
<p>Perdana Menteri Gajah Mada menurutnya membuat aturan dengan sangat detail. Mulai dari hukum perdagangan, yakni bagi penjual yang melakukan kecurangan akan mendapat hukuman setimpal.</p>
<p>Selain itu juga ada hukuman bagi yang melakukan zina, dan hukuman berat terhadap pelecehan seksual.</p>
<p>“Perlindungan terhadap perempuan di masa Gajah Mada luar biasa tingginya, hingga pelaku pemerkosa di hukum mati,” ungkapnya.</p>
<p>Sementara itu Bupati Fadeli berharap penuh untuk terus berupaya mengungkap fakta dibalik sejarah yang banyak ditulis selama ini.</p>
<p>Fakta Gajah Mada lahir di Lamongan dengan nama kecil Joko Modo ditunjukkanya dengan adanya makam ibundanya, Nyi Andong Sari di Dusun Cancing Desa Sendangrejo Kecamatan Ngimbang.</p>
<p>Kemudian adanya Situs Sitinggil di Desa Mojorejo Kecamatan Modo yang diyakni tempat Joko Modo melakukan ritual ibadah. Serta adanya Prasasti Biluluk yang menegaskan arti penting dna strategis Lamongan di masa lalu.</p>
<p>Dia berharap fakta siapa sebenarnya Gajah Mada. Terutama semangatnya, dari orang berkasta rendah hingga menjadi menteri besar agar dipahami oleh generasi muda saat ini.</p>
<p>“Upaya menyakinkan bahwa Gajah Mada putra Lamongan tidak boleh berhenti sampai seminar ini saja. Sampaikan kepada masyarakat siapa sebenarnya Gajah Mada, Anak-anak Lamongan harus bangga dengan Lamongan yang memiliki arti penting dan strategis di masa Airlangga dan Majapahit.” ujar Fadeli.<strong> (aju/zen/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">101179</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
