<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Gizi Buruk &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/gizi-buruk/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2023 12:20:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Gizi Buruk &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Tekan Gizi Buruk, Dinkes Kota Batu Kampanyekan Program Isi Piringku</title>
		<link>https://memontum.com/tekan-gizi-buruk-dinkes-kota-batu-kampanyekan-program-isi-piringku</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Feb 2023 10:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[Gizi Buruk]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[kota batu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=182716</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Dalam upaya menekan terjadinya gizi buruk, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu mengkampanyekan Program Isi Piringku. Disampaikan Kepala Dinkes Kota Batu, Kartika Trisulandari, bahwa upaya ini semakin gencar dilakukan saat menginjak bulan timbang pada Februari dan Agustus. &#8220;Saat bulan timbang dilakukan, itu pemantauan tumbuh kembang anak di tiap-tiap Posyandu. Balita juga mendapatkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Dalam upaya menekan terjadinya gizi buruk, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu mengkampanyekan Program Isi Piringku. Disampaikan Kepala Dinkes Kota Batu, Kartika Trisulandari, bahwa upaya ini semakin gencar dilakukan saat menginjak bulan timbang pada Februari dan Agustus.</p>



<p>&#8220;Saat bulan timbang dilakukan, itu pemantauan tumbuh kembang anak di tiap-tiap Posyandu. Balita juga mendapatkan imunisasi dan vitamin A. Disertai pula edukasi gizi Program Isi Piringku,&#8221; terang Kartika, saat berada di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Selasa (07/02/2023) tadi.</p>



<p>Program tersebut, ujarnya, telah menyasar masyarakat, khususnya ibu-ibu. Dengan tujuan agar sadar akan pentingnya konsumsi gizi yang seimbang. Juga sebagai upaya untuk menghindari gizi buruk kepada Balita. &#8220;Memilih menu buah dan sayur bagi Balita harus selalu ada setiap makan. Itu, salah satu upaya untuk menghindari gizi buruk pada Balita,&#8221; tutur Kartika.</p>



<p>Sedangkan Kampanye Isi Piringku, imbuhnya, menekankan untuk membatasi gula, garam dan lemak dalam konsumsi sehari-hari. Dalam perkembangan ilmu gizi yang baru, pedoman 4 Sehat 5 Sempurna berubah menjadi pedoman gizi seimbang yang terdiri dari 10 pesan tentang menjaga gizi.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kota-malang-masuk-31-besar-program-lsdp-kemendagri-proyek-rdf-ditarget-mulai-2027">Kota Malang Masuk 31 Besar Program LSDP Kemendagri, Proyek RDF Ditarget Mulai 2027</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/polres-situbondo-ungkap-praktik-pembuatan-petasan-dan-amankan-51-kg-bubuk-mercon">Polres Situbondo Ungkap Praktik Pembuatan Petasan dan Amankan 5,1 Kg Bubuk Mercon</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/mudik-lebaran-2026-diprediksi-turun-dishub-kota-malang-siapkan-7-pos-dan-rekayasa-lalin-situasional">Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Turun, Dishub Kota Malang Siapkan 7 Pos dan Rekayasa Lalin Situasional</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ramadan-kondusif-rutan-situbondo-perketat-pengamanan-lewat-sidak-blok-hunian">Ramadan Kondusif, Rutan Situbondo Perketat Pengamanan Lewat Sidak Blok Hunian</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/evaluasi-penataan-lalin-jalan-merdeka-selatan-dishub-kota-malang-tak-tutup-permanen-saat-ramadan">Evaluasi Penataan Lalin Jalan Merdeka Selatan, Dishub Kota Malang Tak Tutup Permanen saat Ramadan</a></li>
</ul>


<p>Porsi Isi Piringku terdiri makanan pokok yakni sumber karbohidrat dengan porsi 2/3 dari 1/2 piring. Lalu dilengkapi dengan lauk pauk dengan porsi 1/3 dari 1/2 piring. Untuk setengah piring lainnya diisi dengan proporsi sayur-sayuran dengan porsi 2/3 dan buah-buahan dengan porsi 1/3. &#8220;Panduan makan sehat Isi Piringku tersebut tidak hanya membuat kenyang, tetapi juga memastikan tubuh sehat dan cukup gizi,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Dengan adanya Program Kampanye Isi Piringku, Kartika berharap semua pihak untuk bisa bergerak. Supaya bisa memastikan bahwa pola makan pada anak, terlebih anak-anak stunting lainnya bisa dilakukan. Sehingga, bisa mengejar kekurangan pertumbuhan dan terhindar dari gizi buruk.</p>



<p>Diketahui, prevalensi kasus stunting di Kota Batu menunjukkan penurunan dari tahun ke tahun. Pada 2018 lalu mencapai 28,33 persen berdasarkan hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas). Kemudian di tahun 2019 turun menjadi 25,4 persen berdasarkan data bulan timbang.</p>



<p>Selanjutnya pada 2020, kasus stunting dapat ditekan pada kisaran 14,83 persen. Namun di tahun 2021, angkanya menunjukkan peningkatan menjadi 15 persen. Hasil itu didapat dari data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI). Angka kasus stunting dapat ditekan menjadi 14,6 persen pada 2022. Hasil itu didapat dari data bulan timbang yang dilakukan Februari 2022. <strong>(put/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">182716</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Buntut Meninggalnya Meilani Penderita Gizi Buruk, Ketua Komisi D DPRD Lamongan Geram, Segera Panggil Dinas Terkait</title>
		<link>https://memontum.com/buntut-meninggalnya-meilani-penderita-gizi-buruk-ketua-komisi-d-dprd-lamongan-geram-segera-panggil-dinas-terkait</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Jan 2020 12:54:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Gizi Buruk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/104611-buntut-meninggalnya-meilani-penderita-gizi-buruk-ketua-komisi-d-dprd-lamongan-geram-segera-panggil-dinas-terkait</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Buntut meninggalnya Balita penderita gizi buruk, asal Desa Latukan, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan bernama Meilani Alfira Damayanti (2,8) yang sempat dirujuk RSUD Dr. Soegiri Lamongan ke Rumah Sakit (RS) Dr Soetomo, pada Sabtu (18/1/2020) lalu menjadi tragedi jelek didunia kesehatan, sekaligus jadi tamparan keras bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan. Kendati sebelumnya, berbagai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lamongan </strong>&#8211; Buntut meninggalnya Balita penderita gizi buruk, asal Desa Latukan, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan bernama Meilani Alfira Damayanti (2,8) yang sempat dirujuk RSUD Dr. Soegiri Lamongan ke Rumah Sakit (RS) Dr Soetomo, pada Sabtu (18/1/2020) lalu menjadi tragedi jelek didunia kesehatan, sekaligus jadi tamparan keras bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan.</p>
<p>Kendati sebelumnya, berbagai penghargaan dibidang kesehatan sudah direbut oleh Pemkab Lamongan, diantaranya penghargaan Kabupaten/Kota Sehat kategori Swasti Saba Wistara dari Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Kesehatan di bulan November 2019. Selanjutnya pernah menjadi rujukan 34 Provinsi dalam penanganan Stunting.</p>
<p>Hal itu menjadi perhatian serius Ketua komisi D DPRD Kabupaten Lamongan, Abdul Shomad. Ia mengaku sangat menyesalkan di Lamongan masih terdapat adanya anak penderita gizi buruk hingga mengakibatkan korban jiwa, seperti yang dialami oleh Meilani Afira Damayanti.</p>
<p>”Ini kok sampai terjadi, padahal Pemkab sudah mengalokasikan anggaran untuk penanggulangan gizi buruk, ini justru sangat memprihatinkan sekali,” Ujar politisi asal PDIP tersebut kesal, Selasa (21/1/2020).</p>
<p>Tak hanya itu, ditegaskan Abdul Shomad, Permasalahan gizi buruk hingga mengakibatkan meninggal dunia, justru bisa mencoreng nama baik kualitas kinerja Pemkab Lamongan khususnya Dinas dan Rumah Sakit terkait.</p>
<p>Abdul Shomad menyatakan secepatnya akan memanggil pihak-pihak terkait untuk melakukan koordinasi dan klarifikasi.</p>
<p>”Atas kejadian ini, kami akan segera mengagendakan, dan memanggil untuk meminta penjelasan dari Dinas Kesehatan Lamongan dan RSUD Dr. Soegiri Lamongan, Insyaallah sudah kami jadwalkan dalam 3 hari kedepan,” Katanya menegaskan.</p>
<p>Diberitakan sebelumnya Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lamongan juga menemukan sebanyak 230 anak penderita gizi buruk yang tersebar di 33 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di 27 Kecamatan.</p>
<p>“Menurut laporan data dari seluruh Puskesmas di Lamongan hingga tanggal 15 Januari 2020, ditemukan puskesmas Kecamatan Sugio paling banyak, dengan jumlah balita gizi buruk 20 anak,” Beber dr. Taufiq Hidayat Kepala Dinkes Lamongan, Kamis (16/1/2020).</p>
<p>Tak hanya itu, dibeberkan Dr. Taufiq, selain Puskesmas Sugio, Puskesmas Sukodadi terdapat 19 balita, sedangkan Puskesmas Karangkembang, Kecamatan Babat sebanyak 17 balita yang mengalami gizi buruk.</p>
<p>Sebelumnya, Bupati Lamongan, H. Fadeli, SH, MM meminta kepada pihak Rumah sakit dan para dokter agar melakukan penanganan lebih intensif, begitu juga dengan masalah pembiayaan.</p>
<p>“Seandainya ada dan ditemukan pasien lepas dari BPJS, tetap semua harus digratiskan dan dikhususkan, jadi tidak sekadar gratis, tapi ada penanganan khusus dan intensif,” Tegas Fadeli.</p>
<p><strong>BACA :</strong> <a href="https://lamongan.memontum.com/1398-meilani-alfira-28-penderita-gizi-buruk-di-lamongan-dikabarkan-meninggal-dunia" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Meilani Alfira (2,8) Penderita Gizi Buruk di Lamongan Dikabarkan Meninggal Dunia</a></p>
<p>Selain itu, Fadeli juga mengimbau kepada Dinas Kesehatan dan seluruh Puskesmas jangan sampai tidak tercatat atau kelewatan.</p>
<p>&#8220;Jka ada dan ditemukam penderita gizi buruk harus segera mempercepat penanganannya. Apalagi dengan sejumlah 230 anak penderita gizi buruk,&#8221; Tandasnya.<strong> (aju/zen/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">104611</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Meilani Alfira (2,8) Penderita Gizi Buruk di Lamongan Dikabarkan Meninggal Dunia</title>
		<link>https://memontum.com/meilani-alfira-28-penderita-gizi-buruk-di-lamongan-dikabarkan-meninggal-dunia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Jan 2020 14:56:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Gizi Buruk]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD Dr Soegiri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/104432-meilani-alfira-28-penderita-gizi-buruk-di-lamongan-dikabarkan-meninggal-dunia</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Innalillahi Wainna Ilaihi Roojiun, Minggu (19/1/2020). Kabar duka ini menimpa Meilani Alfira (2,8) setelah kurang lebih dari seminggu menjalani perawatan intensif di RSUD dr Soegiri Lamongan, balita yang menderita gizi buruk yang sebelumnya sempat dirujuk ke RSU dr Soetomo Surabaya kendati didiagnosa mengalami Malabsorbsi akhirnya meninggal dunia. Humas RSUD dr Soegiri Lamongan, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lamongan </strong>&#8211; Innalillahi Wainna Ilaihi Roojiun, Minggu (19/1/2020). Kabar duka ini menimpa Meilani Alfira (2,8) setelah kurang lebih dari seminggu menjalani perawatan intensif di RSUD dr Soegiri Lamongan, balita yang menderita gizi buruk yang sebelumnya sempat dirujuk ke RSU dr Soetomo Surabaya kendati didiagnosa mengalami Malabsorbsi akhirnya meninggal dunia.</p>
<p>Humas RSUD dr Soegiri Lamongan, Budi Wignyo Siswoyo membenarkan putri Dwi Novita (29), warga Desa Latukan, Kecamatan Karanggeneng, ini dirujuk ke Surabaya.</p>
<p>“Iya, kemarin sore (Dirujuk),” Kata Humas RSUD dr Soegiri Lamongan Budi Wignya Siswoyo, Jumat (17/1/2020).</p>
<p>Dokter yang menangani Alfira, dr Yany Khoirurakhmawati mengatakan, Alfira dirujuk ke Surabaya berdasarkan hasil evaluasi dari dokter yang merawat. Tim dokter yang mengevaluasi menyatakan ada malabsorbsi.</p>
<p>“Malabsorsi adalah kondisi di mana makanan tidak diserap oleh tubuh dengan baik,” Terangnya.</p>
<p><strong>BACA :</strong><a href="https://lamongan.memontum.com/1370-bupati-fadeli-minta-rsud-soegiri-gratiskan-perawatan-pasien-gizi-buruk" target="_blank" rel="noopener noreferrer"> Bupati Fadeli Minta RSUD Soegiri Gratiskan Perawatan Pasien Gizi Buruk</a></p>
<p>Balita Meilani Alfira mengalami gizi buruk hanya berbobot 4 kg, padahal idealnya balita yang menginjak usia 2 tahun memiliki berat badan 12 kg. Alfira diketahui masuk RSUD dr Soegiri Lamongan, Sabtu (11/1) lalu.</p>
<p>Karena ada kelainan ini, lanjut dia, sehingga butuh evaluasi lebih lanjut di rumah sakit dengan peralatan lebih baik dan spesialisasi lebih. Saat ditanya penyebabnya, Yany mengaku bisa banyak hal.</p>
<p><strong>BACA JUGA :</strong> <a href="https://lamongan.memontum.com/1383-dinkes-lamongan-ungkap-230-balita-gizi-buruk" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Dinkes Lamongan Ungkap 230 Balita Gizi Buruk</a></p>
<p>“Penyebabnya banyak. Bisa karena lambungnya, atau ususnya dan hormon pencernaannya,” Pungkasnya.<strong> (aju/zen/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">104432</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dinkes Lamongan Ungkap 230 Balita Gizi Buruk</title>
		<link>https://memontum.com/dinkes-lamongan-ungkap-230-balita-gizi-buruk</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Jan 2020 03:32:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Gizi Buruk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/104258-dinkes-lamongan-ungkap-230-balita-gizi-buruk</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Selain Meilani Alfira Damayanti (2), penderita gizi buruk dari Desa Latukan, Karanggeneng yang dirawat intensif di RSUD dr Soegiri Lamongan, ternyata Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lamongan juga menemukan sebanyak 230 anak penderita gizi buruk yang tersebar di 33 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di 27 Kecamatan. . “Menurut laporan data dari seluruh Puskesmas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Selain Meilani Alfira Damayanti (2), penderita gizi buruk dari Desa Latukan, Karanggeneng yang dirawat intensif di RSUD dr Soegiri Lamongan, ternyata Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lamongan juga menemukan sebanyak 230 anak penderita gizi buruk yang tersebar di 33 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di 27 Kecamatan.</p>
<p>.</p>
<p>“Menurut laporan data dari seluruh Puskesmas di Lamongan hingga tanggal 15 Januari 2020, ditemukan puskesmas Kecamatan Sugio paling banyak, dengan jumlah balita gizi buruk 20 anak,” Beber dr. Taufiq Hidayat Kepala Dinkes Lamongan, Kamis (16/1/2020).</p>
<p>Tak hanya itu, dibeberkan Dr. Taufiq, selain Puskesmas Sugio, Puskesmas Sukodadi terdapat 19 balita, sedangkan Puskesmas Karangkembang, Kecamatan Babat sebanyak 17 balita yang mengalami gizi buruk.</p>
<p>Sebelumnya, Bupati Lamongan, H. Fadeli, SH, MM meminta kepada pihak Rumah sakit dan para dokter agar melakukan penanganan lebih intensif, begitu juga dengan masalah pembiayaan.</p>
<p>“Seandainya ada dan ditemukan pasien lepas dari BPJS, tetap semua harus digratiskan dan dikhususkan, jadi tidak sekadar gratis, tapi ada penanganan khusus dan intensif,” Tegas Fadeli.</p>
<p>Selain itu, Fadeli juga mengimbau kepada Dinas Kesehatan dan seluruh Puskesmas jangan sampai tidak tercatat atau kelewatan.</p>
<p>&#8220;Jka ada dan ditemukam penderita gizi buruk harus segera mempercepat penanganannya. Apalagi dengan sejumlah 230 anak penderita gizi buruk,&#8221; Tandasnya. <strong>(aju/zen/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">104258</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Fadeli Minta RSUD Soegiri Gratiskan Perawatan Pasien Gizi Buruk</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-fadeli-minta-rsud-soegiri-gratiskan-perawatan-pasien-gizi-buruk</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Jan 2020 13:20:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Gizi Buruk]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD Soegiri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/104129-bupati-fadeli-minta-rsud-soegiri-gratiskan-perawatan-pasien-gizi-buruk</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Meilani Alfira Damayanti (2) penderita gizi buruk dari Desa Latukan, Karanggeneng sudah menerima perawatan intensif dari RSUD dr Soegiri Lamongan. Bupati Fadeli meminta biaya selama perawatannya agar digratiskan. Hal itu disampaikannya usai menjenguk Almira di RSUD dr Soegiri bersama Kapolres AKBP Harun dan Dandim 0812 Letkol Inf Sidik Wiyono, Selasa (14/1/2020). Mereka [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Meilani Alfira Damayanti (2) penderita gizi buruk dari Desa Latukan, Karanggeneng sudah menerima perawatan intensif dari RSUD dr Soegiri Lamongan. Bupati Fadeli meminta biaya selama perawatannya agar digratiskan.</p>
<p>Hal itu disampaikannya usai menjenguk Almira di RSUD dr Soegiri bersama Kapolres AKBP Harun dan Dandim 0812 Letkol Inf Sidik Wiyono, Selasa (14/1/2020). Mereka memberikan bingkisan berisi berbagai buah dan susu, serta mainan untuk Almira.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-104130" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/FB_IMG_1579001146182-copy.jpg?resize=740%2C493&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="493" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/FB_IMG_1579001146182-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/FB_IMG_1579001146182-copy.jpg?resize=300%2C200&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/FB_IMG_1579001146182-copy.jpg?resize=600%2C400&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/FB_IMG_1579001146182-copy.jpg?resize=200%2C133&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Meski pengobatannya sudah dicover BPJS, Fadeli meminta semua jenis perawatan untuk Almira digratiskan dan diberikan perhatian khusus. Tim dokter juga agar bekerja maksimal, sehingga proses pemulihannya lebih cepat.</p>
<p>Sementara dr Aty Firsiyanti yang menangani Almira secara langsung mengungkapkan, pihaknya telah melakukan penanganan secara komperhensif.</p>
<p>Tindakan komperhensif tersebut telah dilakukan yakni menangani gizinya, mencari penyebabnya, hingga tindak lanjut pada penanganan agar kondisi balita segera pulih.</p>
<p>“Kondisi terkini, keadaan Elmira sudah lebih baik dari pada awal pertama kali di bawa ke RSUD dr Soegiri. Seperti yang kita tahu bahwa gizi buruk memiliki tipe yang berbeda-beda, pada kasus ini Almira menderita tipe Marasmus, merupakan gizi buruk karena kekurangan karbohidrat, ,” jelasnya</p>
<p>Sehingga tim dokter tetap memberikan nutrisi sedikit demi sedikit agar bisa diterima oleh lambungnya.</p>
<p>Aty juga melihat adanya kemungkinan balita berusia 32 bulan ini memiliki alergi. Saat ini pihak dokter masih mencari penyebabnya. Sehingga untuk tetap memenuhi kebutuhan nutrisinya, Alfira diberikan susu berbahan soya.</p>
<p>Selain alergi, Alfira juga mengidap infeksi yang menyebabkan kondisinya tidak dapat mencerna makanan secara baik. Namun dokter telah memberikan antibiotik agar sistem pencernaan berangsur membaik.</p>
<p>Disampaikan terpisah oleh Kepala Dinas Kesehatan Lamongan dr Taufik Hidayat, Dinas Kesehatan akan terus berkoordinasi dengan tim RSUD dr Soegiri untuk menjalankan diet yang bisa diterima oleh penderita.</p>
<p>Karena ususnya tidak bisa menerima semua makanan. Selain itu, usai menjalani pengobatan juga akan ada pendampingan tim tenaga kesehatan kecamatan dan pemberian makanan tambahan yang sesuai rekomendasi.</p>
<p>“Dan tak kalah penting kami juga akan mempersiapkan keluarga untuk pengasuhan yang benar ketika sudah di rumah,” tutupnya. <strong>(aju/zen/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">104129</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Balita Gizi Buruk Dapatkan Perhatian Pemkab Trenggalek</title>
		<link>https://memontum.com/balita-gizi-buruk-dapatkan-perhatian-pemkab-trenggalek</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Apr 2018 12:10:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[balita]]></category>
		<category><![CDATA[Gizi Buruk]]></category>
		<category><![CDATA[pemkab trenggalek]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/34937-balita-gizi-buruk-dapatkan-perhatian-pemkab-trenggalek</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8212; Fafik Apriliani balita (3) putri dari pasangan Suheri (31) dengan Hidayaturomah warga Rt 07 Rw 02 Desa Kayen Kecamatan Karangan Kabupaten Trenggalek yang terkena gizi buruk, saat ini sudah di tangani oleh Pemkab Trenggalek. Perawat desa setempat, Laily Nur Azizah mengatakan bahwa di Desa Kayen terdapat 2 balita yang terkena gizi buruk. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Trenggalek </strong>&#8212; Fafik Apriliani balita (3) putri dari pasangan Suheri (31) dengan Hidayaturomah warga Rt  07 Rw  02 Desa Kayen Kecamatan Karangan Kabupaten Trenggalek yang terkena gizi buruk, saat ini sudah di tangani oleh Pemkab Trenggalek.</p>
<p>Perawat desa setempat, Laily Nur Azizah mengatakan bahwa di Desa Kayen terdapat 2 balita yang terkena gizi buruk. Namun semua telah mendapatkan bantuan dan perawatan sebagai  bentuk perhatian dari pemerintah  Kabupaten Trenggalek.</p>
<p>“Kedua balita tersebut adalah Melinda Yesa yang sudah stunting, sedangkan Wafik Apriliani saat ini masih dalam proses perawatan, &#8221; ucapnya, Senin (02/04).</p>
<p>Laily mengatakan, selain bantuan yang diberikan dari Pemkab berupa asupan gizi, perawatan serta kunjungan rutin pihak medis  ke balita penderita gizi buruk juga sudah dilakukan. Selain itu cek timbangan berat badan rutin setiap satu bulan sekali dilakukan oleh bidan atau perawat desa.</p>
<p>“ Upaya preventif atau pecegahan telah dilakukan oleh Pemkab, termasuk memberikan makanan pendamping, susu penambah berat badan jenis Dancow , F.100 dan konseling ibu balita. Perawatanpun juga rutin seperti cek timbangan berat badan rutin dilakukan setiap satu bulan sekali, &#8221; terangnya. </p>
<p>Terpisah, Suheri, orang tua kandung Wafik Apriliani menuturkan meski belum pernah mengajukan bantuan ke Pemkab Trenggalek, namun pemerintah telah cepat tanggap terlebih dahulu.</p>
<p>“Pencegahan serta bantuan rutin diberikan, termasuk perawatan terhadap balita. Kami sangat berterima kasih atas kepedulian pemerintah yang telah memberikan bantuan dan pencegahan gizi buruk,’’pungkasnya. <strong>(mil/nay)</strong> </p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">34937</post-id>	</item>
		<item>
		<title>ASN Pemkot Malang Peduli Asmat</title>
		<link>https://memontum.com/asn-pemkot-malang-peduli-asmat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Feb 2018 13:20:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Gizi Buruk]]></category>
		<category><![CDATA[pemkot malang]]></category>
		<category><![CDATA[suku asmat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/24692-asn-pemkot-malang-peduli-asmat</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8212; Acungan jempol patut diberikan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Malang. Mereka peduli terhadap penderitaan warga suku Asmat di tanah Papua sekarang ini sedang berjuang melawan gizi buruk. ASN Pemkot Malang secara sukarela menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu warga suku Asmat. Hasil sumbangannya diserahkan langsung oleh Wakil Walikota Malang H Sutiaji [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8212; Acungan jempol patut diberikan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Malang. Mereka peduli terhadap penderitaan warga suku Asmat di tanah Papua sekarang ini sedang berjuang melawan gizi buruk.</p>
<p>ASN Pemkot Malang secara sukarela menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu warga suku Asmat. Hasil sumbangannya diserahkan langsung oleh Wakil Walikota Malang H Sutiaji kepada anggota Kodim 0833 Kota Malang, Senin (6/2/2018) pagi.</p>
<p>Pada kesempatan itu, Wawali Kota Malang Sutiaji mengucapkan ribuan terima kasih kepada pihak Kodim 0833 karena sudah berkenan menyalurkan bantuan kepada mereka yang sedang membutuhkan.</p>
<p>&#8220;Saya ucapkan terimakasih kepada ribuan seluruh ASN, semoga amal ibadah panjenengan di catat sebagai amal kebajikan panjengan oleh Allah S.W.T sekaligus juga terimakasih kepada Kodim yang mau dititipi. Mudah-mudahan amal baik panjenengan juga dicatat oleh Allah SWT,” ujar Sutiaji.</p>
<p>Bantuan yang diberikan oleh Pemkot Malang yakni berupa sembako serta beberapa hal yang dubutuhkan masyarakat seperti suply kesehatan dan sejennisnya.</p>
<p>“Untuk kepedulian dan kebersamaan kita juga satu nusa satu bangsa maka itu kami memberikan supply kesehatan. Semoga dengan bantuan ini bisa meringankan beban saudara kita di Papua,&#8221; pungkasnya. <strong>(man/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">24692</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hati Hati Anak Anda Tumbuh Cebol</title>
		<link>https://memontum.com/hati-hati-anak-anda-tumbuh-cebol</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Jan 2018 12:52:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Gizi Buruk]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Seminar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/23072-hati-hati-anak-anda-tumbuh-cebol</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8212; Kasus gizi buruk yang terjadi di tanah Papua harus menjadi pelajaran berharga bagi pemerintah, pelaku dunia kesehatan termasuk masyarakat. Dijaman now peristiwa gizi buruk itu mestinya bisa dicegah dan tidak boleh terjadi. Selain kasus gizi buruk, fenomena lain tentang kesehatan manusia terutama balita (bayi dibawah 5 tahun&#8212;red) perlu mendapatkan perhatian khusus [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8212; Kasus gizi buruk yang terjadi di tanah Papua harus menjadi pelajaran berharga bagi pemerintah, pelaku dunia kesehatan termasuk masyarakat. Dijaman now peristiwa gizi buruk itu mestinya bisa dicegah dan tidak boleh terjadi.</p>
<p>Selain kasus gizi buruk, fenomena lain tentang kesehatan manusia terutama balita (bayi dibawah 5 tahun&#8212;red) perlu mendapatkan perhatian khusus yakni soal pencegahan stunting atau cebol.</p>
<p>&#8220;Anak merupakan permata keluarga. Kesehatannya harus kita jaga dan pelihara. Jangan sampai anak anak kita masuk kategori Stunting atau anak cebol. Berikan makanan dengan asupan gizi yang seimbang supaya anak anak kita tumbuh sehat dan bugar,&#8221; terang Departemen Obsetetri dan Ginekologi FK-UB/ RS Saiful Anwar Malang Dr dr Arsaba Wiyasa SpOG-K, Senin (29/1/2018) pagi.</p>
<p>Penegasan ini disampaikan dihadapan peserta seminar Peran Seribu Hari Pertama Kehidupan Dalam Mencegah Stunting di hotel Aria Gajayana, Kota Malang. Kegiatannya diikuti ratusan kader kesehatan kelurahan se Kota Malang.</p>
<p>Katanya, Indonesia termasuk salah satu dari 17 negara dari 193 negara yang mempunyai tiga masalah gizi tinggi pada balita. Yaitu stunting, wasting dan gemuk. Misalkan saja di Kabupaten Malang. Dari 600.252 warga mengalami obesitas.</p>
<p>Hal itu disebabkan hidup tidak sehat, kurang olah raga, kknsumsi makanan monotin dan konsumsi makanan gizi tidak seimbang. Gejala stunting itu antara laim anak berbadan lebih oendek untuk anak seusianya.</p>
<p>Proporsi tubuh cenderung normal tetapi anak tampak lebih muda/ kecil untuk usianya. Berat badannrendah untuk anak seusianya. Lalu pertumbuhan tulang tertunda.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">23072</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Balita Gizi Buruk asal Salamrejo-Karangan,  Mulai Meningkat Kondsinya</title>
		<link>https://memontum.com/balita-gizi-buruk-asal-salamrejo-karangan-mulai-meningkat-kondsinya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Nov 2017 12:34:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Gizi Buruk]]></category>
		<category><![CDATA[pemkab trenggalek]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/9631-balita-gizi-buruk-asal-salamrejo-karangan-mulai-meningkat-kondsinya</guid>

					<description><![CDATA[Pasca Campur Tangan Dinas Kesehatan Trenggalek &#160; Memontum Trenggalek &#8212; Nasib kurang beruntung tengah dialami salah seorang ibu asal Dusun Punjung Desa Salamrejo Kecamatan Karangan Kabupaten Trenggalek. Meski dirinya melahirkan seorang anak berjenis kelamin laki-laki dalam keadaan normal, namun seiring berjalannya waktu perkembangan dan pertumbuhan bayi tersebut tak seperti anak-anak umumnya. Diketahui balita yang saat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Pasca Campur Tangan Dinas Kesehatan Trenggalek</strong></h2>
<p>&nbsp;<br />
<strong>Memontum Trenggalek </strong>&#8212; Nasib kurang beruntung tengah dialami salah seorang ibu asal Dusun Punjung Desa Salamrejo Kecamatan Karangan Kabupaten Trenggalek. Meski dirinya melahirkan seorang anak berjenis kelamin laki-laki dalam keadaan normal, namun seiring berjalannya waktu perkembangan dan pertumbuhan bayi tersebut tak seperti anak-anak umumnya. </p>
<p>Diketahui balita yang saat ini berusia 3 tahun ini merupakan anak dari seorang ibu yang bernama Rohmah. Hal tersebut tentu saja menjadi perhatian khusus dari berbagai kalangan. Berdasarkan informasi yang diterima, Muhammad Ibra mengalami gangguan dalam pertumbuhannya yakni mengalami gizi buruk. </p>
<p>Saat dikonfirmasi Ibu dari Mohammad Ibra menerangkan bahwa saat persalinan anak tersebut terlahir dalam keadaan sehat dan normal. &#8220;Dalam masa persalinan, alhamdulillah keadaannya sehat dan normal dengan berat badan saat itu 2,5 kg. Namun dari hari ke hari, pertumbuhan Ibra tidak seperti bayi-bayi pada umumnya. Dan cenderung mengalami penurunan berat badan,&#8221; ucap Rohmah, Kamis (30/11/2017).</p>
<p>Diakui Rohmah, penurunan berat badan yang dialami anaknya ini terus menerus terjadi hingga gua akhirnya diketahui bahwa Ibra menderita gizi buruk. </p>
<p>Sebelum diketahui menderita gizi buruk, Rohmah juga merasa jika sebelumnya Ibra memang mengalami susah makan dan tidur siang. Sehingga hal tersebut dirasa mengganggu pertumbuhannya.</p>
<p>&#8220;Memang sebelumnya Ibra sangat sulit sekali makan, berbagai cara dan upaya dilakukan agar Ibra mau menelan makanan. Akan tetapi tetap saja gagal. Bahkan untuk jam tidur siang pun, Ibra juga tidak bisa. Mungkin karena hal ini, Ibra menjadi seorang penderita gizi buruk,&#8221; imbuhnya. </p>
<p>Dikonfirmasi terpisah, Bidan Desa yang menangani Mohammad Ibra menjelaskan jika pada saat dilahirkan, bayi Ibra tidak terdeteksi gizi buruk. Hanya saja dengan berat badan 2,5 kg saat dilahirkan, hal itu tentunya dinilai masih kurang memenuhi berat badan minimum. </p>
<p>&#8220;Sejauh ini kondisi balita bernama Muhammad Ibra sudah berangsur membaik pasca mendapatkan perhatian khusus dari Dinas Kesehatan. Bahkan dari yang semula menyandang status gizi buruk, saat ini menjadi gizi kurang,&#8221; tutur Helm. </p>
<p>Meskipun sempat mengalami kondisi yang mengkhawatirkan, namun setelah mendapatkan tambahan makanan yang memiliki kandungan gizi tinggi serta vitamin dari Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek, berat badan Mohammad Ibra sudah bertambah hingga mendekati angka 10 kg. <strong>(mil/yan) </strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">9631</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
