<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Hujan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/hujan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 04 Dec 2023 12:38:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Hujan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Tekan Populasi Lalat saat Musim Hujan, DLH Kota Malang Upayakan Penyemprotan</title>
		<link>https://memontum.com/tekan-populasi-lalat-saat-musim-hujan-dlh-kota-malang-upayakan-penyemprotan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Dec 2023 12:36:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Hujan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Penyemprotan]]></category>
		<category><![CDATA[populasi]]></category>
		<category><![CDATA[upayakan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=202778</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Populasi lalat yang meningkat saat musim penghujan dan terjadi di sekitar TPA Supit Urang, Kota Malang, mendapat perhatian Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang. Untuk mengantisipasi atau meminimalisir itu, DLH pun melakukan beberapa langkah. Plt Kepala UPT Pengelolaan Sampah TPA, Heru Toto Prasetyo, menyampaikan jika pengendalian lalat itu dilakukan dengan menyemprotkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Populasi lalat yang meningkat saat musim penghujan dan terjadi di sekitar TPA Supit Urang, Kota Malang, mendapat perhatian Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang. Untuk mengantisipasi atau meminimalisir itu, DLH pun melakukan beberapa langkah.</p>



<p>Plt Kepala UPT Pengelolaan Sampah TPA, Heru Toto Prasetyo, menyampaikan jika pengendalian lalat itu dilakukan dengan menyemprotkan obat. Dalam penyemprotannya, pun ada dua jenis. Yakni, penyemprotan jenis bakteri untuk mengendalikan bau dan pertumbuhan atau berkembangbiak lalat.</p>



<p>“Untuk di TPA Supit Urang, dilakukan penyemprotan dengan dua jenis. Itu dilakukan selama tiga kali sepekan dan menggunakan cairan bakteri,” kata Heru, saat dihubungi, Senin (04/12/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sedangkan, ujarnya, untuk di pemukiman warga sendiri juga dilakukan penyemprotan obat pembasmi lalat. Penyemprotan itu, dilakukan karena banyak keluhan dari masyarakat, terkait dengan serbuan lalat yang masuk dalam rumah. Selain mengganggu, lalat juga bisa membawa penyakit.</p>



<p>“Karena itu, perlu adanya obat pembasmi di wilayah pemukiman warga, terutama di Jedong dan Rawisari. Sebelum dilakukan penyemprotan, tentu kami koordinasi dengan RT dan RW. Beruntung di hari ini tadi, sudah berkurang lalatnya. Kalau kami semprot harus didampingi warga,” jelasnya.</p>



<p>Lebih lanjut disampaikan, penyemprotan obat lalat tersebut akan terus dilakukan untuk mengendalikan pertumbuhan dan berkembangnya lalat di musim hujan dan musim buah. &#8220;Tetap akan kami semprot sesuai jadwal. Tapi kalau muncul banyak lalat lagi ya UPT Pengelolaan Sampah akan ke sana,&#8221; imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">202778</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mohon Turun Hujan, Pemkab Lumajang Ajak Masyarakat Salat Istisqa</title>
		<link>https://memontum.com/mohon-turun-hujan-pemkab-lumajang-ajak-masyarakat-salat-istisqa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Oct 2023 04:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Hujan]]></category>
		<category><![CDATA[istisqa]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=200563</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Pemerintah Daerah Lumajang bersama masyarakat menggelar Salat Istisqa secara berjamaah di Alun-alun Lumajang, Jumat (27/10/2023) tadi. Salat Sunnah Muakkadah itu, dimaksudkan untuk meminta atau memohon kepada Allah SWT, agar diturunkan hujan di saat terjadi musim kemarau berkepanjangan. Pj Bupati Lumajang, Indah Wahyuni, menyampaikan bahwa dampak dari musim kemarau yang terjadi di Lumajang, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Pemerintah Daerah Lumajang bersama masyarakat menggelar Salat Istisqa secara berjamaah di Alun-alun Lumajang, Jumat (27/10/2023) tadi. Salat Sunnah Muakkadah itu, dimaksudkan untuk meminta atau memohon kepada Allah SWT, agar diturunkan hujan di saat terjadi musim kemarau berkepanjangan.</p>



<p>Pj Bupati Lumajang, Indah Wahyuni, menyampaikan bahwa dampak dari musim kemarau yang terjadi di Lumajang, mengakibatkan 10 desa di tujuh kecamatan mengalami kekeringan. Selain itu, pemerintah juga tengah melakukan upaya terbaik dalam menanggulangi problematik kekeringan. Salah satunya, yaitu melakukan droping air bersih di sejumlah desa terdampak.</p>



<p>&#8220;Ada 10 desa di tujuh kecamatan yang mengalami kekeringan. Sehingga, jajaran Pemkab setiap empat hari sekali harus mengirimkan tangki air untuk bisa memasok air,&#8221; kata Pj Bupati Lumajang.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Bunda Yuyun-sapaan akrabnya berharap, bahwa kegiatan tersebut bisa memberikan dampak positif dan segera turun hujan. Sehingga, mampu mengurangi problematik kekeringan yang terjadi disejumlah wilayah.</p>



<p>&#8220;Mudah-mudahan ini bisa memberikan dampak positif. Sehingga, bisa segera turun hujan dan akhirnya permasalahan kekeringan berkurang. Tapi dalam kesempatan ini, saat berdoa juga berharap turun hujannya semuanya serba seimbang. Sehingga jangan sampai meluber dan terjadi banjir,&#8221; paparnya.</p>



<p>Sebagai informasi, pelaksanaan Salat Istisqa dilaksanakan oleh jajaran pemerintah, mulai di tingkat kabupaten hingga kelurahan atau desa di seluruh Kabupaten Lumajang. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">200563</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mulai Turun Hujan, BPBD Kota Malang Siapkan Upaya Mitigasi</title>
		<link>https://memontum.com/mulai-turun-hujan-bpbd-kota-malang-siapkan-upaya-mitigasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Oct 2023 07:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Hujan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Mitigasi]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=200411</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Musim Hujan beberapa hari terakhir ini, sudah mulai mengguyur jalanan Kota Malang. Karena itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, memberikan upaya mitigasi dalam mengantisipasi terjadinya bencana di musim hujan. Kepala Pelaksana BPBDB Kota Malang, Prayitno, menyampaikan jika beberapa upaya tersebut nantinya akan menggandeng beberapa pihak terkait. Seperti, perguruan tinggi, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Musim Hujan beberapa hari terakhir ini, sudah mulai mengguyur jalanan Kota Malang. Karena itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, memberikan upaya mitigasi dalam mengantisipasi terjadinya bencana di musim hujan.</p>



<p>Kepala Pelaksana BPBDB Kota Malang, Prayitno, menyampaikan jika beberapa upaya tersebut nantinya akan menggandeng beberapa pihak terkait. Seperti, perguruan tinggi, para pemerintah, media, hingga kelurahan tangguh.</p>



<p>“Kalau dari rilis BMKG disebut El-Nino sampai bulan Maret nanti. Tapi di Kota Malang ini sudah mulai tanda-tanda turun hujan, yang kemarin hujannya tipis sudah mulai agak tebal. Tapi sejauh ini tidak ada dampak ekstrem. Nanti di bulan November harus siaga bencana. Mudah-mudahan minggu ke dua November kami adakan apel siaga bencana yang melibatkan pentahelix,” jelas Prayitno, Rabu (25/10/2023) tadi.</p>



<p>Selain itu, untuk saat ini sudah ada tujuh Early Warning System (EWS) banjir yang telah terpasang dan satu EWS untuk tanah longsor. Namun, di tahun ini juga telah direncanakan untuk dilakukan pemasangan EWS longsor di daerah sekitar Joyogrand, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>“Nanti di akhir tahun ini akan ada EWS lagi untuk yang longsor di daerah Joyogrand, karena di sana ada daerah yang kecuramannya tinggi, dikhawatirkan ada kejadian, jadi dipasangnya EWS nanti misal ada tremor kita bisa memberitahu warga setempat,” ujarnya.</p>



<p>Selain itu, menurutnya di beberapa wilayah kecamatan yang ada di Kota Malang juga telah mempunyai beberapa alat mitigasi bencana. Seperti tenda darurat, perahu karet yang masih dalam proses pengadaan, dapur umum dan pompa air yang juga sedang dalam proses pengadaan.</p>



<p>“Jadi secara umum kami tetap mitigasi. Yang jelas, saat ini hampir 2 menit sekali setiap hujan, teman-teman di kelurahan pasti update ke kami. Jadi dari hujan kemarin masih juga masih alhamdulillah belum ada bencana,” imbuh Prayit. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">200411</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dua Bulan Tak Diguyur Hujan, Wabup Sidoarjo Tinjau Lahan Pertanian Terancam Gagal Panen</title>
		<link>https://memontum.com/dua-bulan-tak-diguyur-hujan-wabup-sidoarjo-tinjau-lahan-pertanian-terancam-gagal-panen</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Aug 2023 11:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[diguyur]]></category>
		<category><![CDATA[Hujan]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[terancam]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=196716</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Wakil Bupati Sidoarjo, Subandi, melakukan peninjauan ke lahan pertanian yang terancam gagal panen di Desa Sentul, Kecamatan Tanggulangin, Kamis (24/08/2023) tadi. Peninjauan itu dilakukan, karena sudah hampir dua bulan ini, beberapa wilayah di Sidoarjo, tidak diguyur hujan dan terancam berdampak pada gagal panen. &#8220;Ini harus koordinasi dengan dinas terkait. Selain itu, perlu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Sidoarjo</strong> &#8211; Wakil Bupati Sidoarjo, Subandi, melakukan peninjauan ke lahan pertanian yang terancam gagal panen di Desa Sentul, Kecamatan Tanggulangin, Kamis (24/08/2023) tadi. Peninjauan itu dilakukan, karena sudah hampir dua bulan ini, beberapa wilayah di Sidoarjo, tidak diguyur hujan dan terancam berdampak pada gagal panen.</p>



<p>&#8220;Ini harus koordinasi dengan dinas terkait. Selain itu, perlu ada pembagian debit air dari hulu sampai hilir. Sayang kalau padinya mulai berbuah, sementara pengairannya tidak ada. Apalagi, sampai tanahnya mulai retak-retak,&#8221; kata Wabup Sidoarjo.</p>



<p>Dirinya berharap, dalam minggu ini sudah ada tindakan untuk mengatasi lahan pertanian yang kekurangan air. Sehingga, petani tidak rugi. Nanti kecamatan lainnya juga akan ditinjau, untuk selanjutnya koordinasikan dengan Kabid Pengairan, Dinas PU dan Dinas Pertanian untuk pemetaan wilayah. Lahan pertanian desa mana saja, yang mengalami kekeringan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pastikan-kesiapan-operasional-dan-keselamatan-perjalanan-penumpang-pt-kai-cek-lintasan">Pastikan Kesiapan Operasional dan Keselamatan Perjalanan Penumpang, PT KAI Cek Lintasan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jaga-stamina-saat-ramadan-dinkes-kota-malang-imbau-masyarakat-bijak-konsumsi-vitamin">Jaga Stamina saat Ramadan, Dinkes Kota Malang Imbau Masyarakat Bijak Konsumsi Vitamin</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kendalikan-laju-inflasi-ramadan-diskoperindag-pasuruan-lakukan-operasi-pasar-di-ngempit">Kendalikan Laju Inflasi Ramadan, Diskoperindag Pasuruan Lakukan Operasi Pasar di Ngempit</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/konsumsi-beras-naik-25-persen-dispangtan-kota-malang-pastikan-stok-aman-hingga-10-bulan">Konsumsi Beras Naik 25 Persen, Dispangtan Kota Malang Pastikan Stok Aman hingga 10 Bulan</a></li>
</ul>


<p>&#8220;Kalau permasalahannya karena debit air yang di mlirip kecil, coba nanti koordinasi untuk meningkatkan debit air, untuk dialirkan ke lahan si Sidoarjo,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Eni Rustianingsih, menyebutkanbahwa untuk total luas pertanian yang sudah tanam seluas 15&nbsp; ribu hektar. Lahan yang kekeringan di kecamatan Tanggulangin, itu 105 hektar dan kalau total lahan kekeringan di Sidoarjo kurang lebih 1000 hektar.</p>



<p>&#8220;Lahan yang kekeringan di Sidoarjo, itu terjadi di wilayah Tengah, karena kita hilir brantas, seperti Sedati, Buduran, Gedangan, Waru, Taman. Untuk Sidoarjo bagian Barat, karena dekat dengan hulu,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Dirinya  juga menjelaskan, bahwa cuaca ekstrem yang berakibat kekeringan ini  efek dari fenomena el nino. Lahan pertanian yang mengalami kekeringan, akan diupayakan untuk mendapat pengairan yang cukup, sehingga tidak sampai gagal panen. <strong>(kom/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">196716</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hujan Semalaman, Tembok Rumah Warga Trenggalek Jebol dan JLS Tertimbun Longsor</title>
		<link>https://memontum.com/hujan-semalaman-tembok-rumah-warga-trenggalek-jebol-dan-jls-tertimbun-longsor</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Jul 2023 11:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Hujan]]></category>
		<category><![CDATA[jebol]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<category><![CDATA[rumah]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[semalaman,]]></category>
		<category><![CDATA[tembok]]></category>
		<category><![CDATA[tertimbun]]></category>
		<category><![CDATA[warga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192764</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Trenggalek akhir-akhir ini, menyebabkan tanah longsor di sejumlah tempat. Bahkan, sedikitnya satu rumah dan ruas jalan di Jalur Lintas Selatan (JLS) Trenggalek terdampak longsor. Kasihumas Polres Trenggalek, Iptu Suswanto, mengatakan tembok rumah warga tepatnya di Desa Masaran Kecamatan Munjungan jebol tertimpa meterial tanah akibat tebing setinggi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Trenggalek akhir-akhir ini, menyebabkan tanah longsor di sejumlah tempat. Bahkan, sedikitnya satu rumah dan ruas jalan di Jalur Lintas Selatan (JLS) Trenggalek terdampak longsor.</p>



<p>Kasihumas Polres Trenggalek, Iptu Suswanto, mengatakan tembok rumah warga tepatnya di Desa Masaran Kecamatan Munjungan jebol tertimpa meterial tanah akibat tebing setinggi 7 meter dan lebar 5 meter runtuh akibat hujan deras. &#8220;Iya betul, sejak sore wilayah Munjungan (kecamatan, red) memang diguyur hujan cukup deras. Kemudian sekira pukul 05.30 WIB, tebing yang berada di samping rumah warga longsor dan mengenai tembok dapur. Beruntungnya, tidak ada korban jiwa,&#8221; ungkapnya saat dikonfirmasi, Jumat (07/07/2023) siang.</p>



<p>Selain itu, tambahnya, di wilayah Kecamatan Watulimo dilaporkan tebing di JLS Tulungagung-Trenggalek masuk Desa Tasikmadu pagi ini sekira pukul 07.00 WIB mengalami longsor dan material tanah memenuhi hampir separo badan jalan. Kondisi ini, tentu sangat riskan menyebabkan kecelakaan bagi para pengguna jalan dimana JLS saat ini masih dibuka hingga tanggal 16 Juli 2023.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Suswanto menegaskan, saat ini petugas Polri, TNI dan stakeholder lainnya sudah ada di lokasi untuk melakukan penjagaan dan evakuasi serta membantu membersihkan material longsor. &#8220;Saat ini, petugas gabungan tengah melakukan penjagaan dan evakuasi material longsor di lokasi. Petugas juga memasang rambu peringatan guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya longsor susulan,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Mengingat, saat ini hujan masih kerap turun, pihaknya mengimbau agar masyarakat selalu waspada dan hati-hati. Terutama, bagi warga yang berdomisili di wilayah perbukitan atau pegunungan. Demikian pula, bagi para pengguna jalan khususnya yang melintas di jalan yang memang rawan terjadi tanah longsor.</p>



<p>“Jika mengetahui bencana alam sekecil apapun, mohon segera melaporkan ke kantor polisi terdekat agar bisa dilakukan penanganan secepatnya,&#8221; pesan Suswanto. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192764</post-id>	</item>
		<item>
		<title>BPBD Kota Malang Imbau Masyarakat Tetap Waspada dan Mitigasi Bencana</title>
		<link>https://memontum.com/bpbd-kota-malang-imbau-masyarakat-tetap-waspada-dan-mitigasi-bencana</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Feb 2023 14:05:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Hujan]]></category>
		<category><![CDATA[hujan tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Mitigasi]]></category>
		<category><![CDATA[Mitigasi Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[waspada bencana]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=182949</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Hujan dengan intensitas tinggi, tidak hanya membuat banjir di beberapa wilayah, namun juga membuat tanah longsor. Karena itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, Prayitno, mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan mitigasi terhadap bencana. “Selain hujan deras, sekarang trennya tanah ambrol. Karena hujan selama empat sampai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Hujan dengan intensitas tinggi, tidak hanya membuat banjir di beberapa wilayah, namun juga membuat tanah longsor. Karena itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, Prayitno, mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan mitigasi terhadap bencana.</p>



<p>“Selain hujan deras, sekarang trennya tanah ambrol. Karena hujan selama empat sampai enam jam ini membuat air tinggi. Himbauan kami, tetap menyampaikan ke kelurahan, dan kelurahan tangguh begitu hujan seperti ini sebaiknya warga siap siaga,” ujar Prayitno, Jumat (10/02/2023) tadi.</p>



<p>Dikatakannya, jika pihak BPBD juga selalu berbagi informasi bersama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dengan bencana yang terjadi. Namun, untuk tugas pokok dan fungsi dari BPBD sendiri, yakni tetap pada proses evakuasi dan melakukan kegiatan pasca bencana.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pastikan-kesiapan-operasional-dan-keselamatan-perjalanan-penumpang-pt-kai-cek-lintasan">Pastikan Kesiapan Operasional dan Keselamatan Perjalanan Penumpang, PT KAI Cek Lintasan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jaga-stamina-saat-ramadan-dinkes-kota-malang-imbau-masyarakat-bijak-konsumsi-vitamin">Jaga Stamina saat Ramadan, Dinkes Kota Malang Imbau Masyarakat Bijak Konsumsi Vitamin</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kendalikan-laju-inflasi-ramadan-diskoperindag-pasuruan-lakukan-operasi-pasar-di-ngempit">Kendalikan Laju Inflasi Ramadan, Diskoperindag Pasuruan Lakukan Operasi Pasar di Ngempit</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/konsumsi-beras-naik-25-persen-dispangtan-kota-malang-pastikan-stok-aman-hingga-10-bulan">Konsumsi Beras Naik 25 Persen, Dispangtan Kota Malang Pastikan Stok Aman hingga 10 Bulan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/program-nasional-aksi-guyur-cabai-di-kota-malang-mampu-tekan-harga-hingga-di-angka-rp-70-ribu">Program Nasional Aksi Guyur Cabai di Kota Malang Mampu Tekan Harga hingga di Angka Rp 70 Ribu</a></li>
</ul>


<p>“Kami selalu sharing di grup OPD terkait bencana apapun yang terjadi itu. Otomatis, kami langsung turun bersama DPUPRPKP, dan Satpol PP. Saat itu lah kita punya data yang sama,” ujarnya.</p>



<p>Lebih lanjut pihaknya juga menjelaskan, bahwa mengenai titik-titik rawan banjir yang terjadi di Kota Malang, seperti di kawasan Jalan Galunggung, Jalan Bondowoso, Jalan Bukit Barisan dan Jalan Bareng, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Sehingga, perlu diwaspadai dan tetap berhati-hati.</p>



<p>“Banjir ini penyebabnya selain faktor alam yang periodenya el nino dan la nina, itu karena curah hujan naik 20 persen dari biasanya. Kemudian, faktor lain ada saluran air yang tidak semestinya. Sehingga, hal ini juga perlu dilakukan penguraian oleh OPD terkait,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">182949</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Potensi Wisata Dewi Cemara Desa Brangsi Lamongan, Sumur Migit Tak Meluap saat Hujan dan Tak Surut saat Kemarau</title>
		<link>https://memontum.com/potensi-wisata-dewi-cemara-desa-brangsi-lamongan-sumur-migit-tak-meluap-saat-hujan-dan-tak-surut-saat-kemarau</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Nov 2021 10:49:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Brangsi]]></category>
		<category><![CDATA[Hujan]]></category>
		<category><![CDATA[Kemarau]]></category>
		<category><![CDATA[Potensi]]></category>
		<category><![CDATA[Potensi Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Sumur Migit]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Dewi Cemara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=158723</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Selain memiliki potensi Industri Kecil Menengah (IKM) yang terus berkembang, Desa Brangsi, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan juga memiliki potensi sumber air alami. Bahkan, keberadaan air di desa itu, disebut-sebut tidak pernah meluap saat terjadi hujan dan tidak pernah surut, ketika airnya diambil saat musim kemarau panjang. Sumber mata air yang melimpah ruah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Selain memiliki potensi Industri Kecil Menengah (IKM) yang terus berkembang, Desa Brangsi, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan juga memiliki potensi sumber air alami. Bahkan, keberadaan air di desa itu, disebut-sebut tidak pernah meluap saat terjadi hujan dan tidak pernah surut, ketika airnya diambil saat musim kemarau panjang.</p>



<p>Sumber mata air yang melimpah ruah tersebut, berada di dalam sumur yang oleh warga setempat dijuluki Sumur Migit. Sumber air tersebut, juga sering dimanfaatkan oleh penduduk setempat untuk keperluan air minum, MCK dan irigasi. Bahkan, dapat mencukupi kebutuhan air bersih untuk 511 KK yang ada di Desa Brangsi.</p>



<p>Melihat potensi luar biasa ini, Kepala Desa Brangsi, Zudi Amin, bersama warganya memanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan warga desa dengan mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Depo Isi Ulang Air Bersih Migit Tirta Asri.</p>



<p>Kepada Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, saat menghadiri acara Pembukaan Lomba Tumpeng Berdirinya Paguyuban IKM Desa Brangsi di Lokasi Sumber Migit Tirto Asri, Minggu (21/11/2021), Zudi Amin, mengungkapkan bahwa semua potensi yang tergali dan sukses dijalankan tidak lain atas bantuan pemerintah melalui pengembangan usaha desa. Mulai dari pendirian Warung Lamongan (WARLA) yang mampu meningkatkan ekonomi masyarakat desa dengan munculnya IKM-IKM juga dapat digunakan untuk mengelola potensi desa.</p>



<p>“Modal yang diberikan pemerintah kepada BUMDes, kami manfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan warga desa. Selain sukses mengelola Warung Lamongan (WARLA), program penggilingan padi, penggemukan sapi juga jalan. Bahkan Depo Air Isi Ulang yang kami dirikan juga jalan,” ungkap Zudi Amin kepada Bupati Yuhronur.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pastikan-kesiapan-operasional-dan-keselamatan-perjalanan-penumpang-pt-kai-cek-lintasan">Pastikan Kesiapan Operasional dan Keselamatan Perjalanan Penumpang, PT KAI Cek Lintasan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jaga-stamina-saat-ramadan-dinkes-kota-malang-imbau-masyarakat-bijak-konsumsi-vitamin">Jaga Stamina saat Ramadan, Dinkes Kota Malang Imbau Masyarakat Bijak Konsumsi Vitamin</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kendalikan-laju-inflasi-ramadan-diskoperindag-pasuruan-lakukan-operasi-pasar-di-ngempit">Kendalikan Laju Inflasi Ramadan, Diskoperindag Pasuruan Lakukan Operasi Pasar di Ngempit</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/konsumsi-beras-naik-25-persen-dispangtan-kota-malang-pastikan-stok-aman-hingga-10-bulan">Konsumsi Beras Naik 25 Persen, Dispangtan Kota Malang Pastikan Stok Aman hingga 10 Bulan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/program-nasional-aksi-guyur-cabai-di-kota-malang-mampu-tekan-harga-hingga-di-angka-rp-70-ribu">Program Nasional Aksi Guyur Cabai di Kota Malang Mampu Tekan Harga hingga di Angka Rp 70 Ribu</a></li>
</ul>


<p>Zudi menceritakan, keberadaan WARLA turut menumbuhkan IKM di desa setempat. “WARLA isinya full, isinya ya produk karya ibu-ibu, ada 24 IKM yang memenuhi WARLA, luar biasa,” imbuhnya.</p>



<p>Ke depan, Zudi berharap potensi desa dapat berkembang dengan adanya wisata edukasi milik desa yang dikenal dengan DEWI CEMARA. Yakni, akronim dari DEsa WIsata yang CErdas, MAndiri, dan menjadi desa yang sejahteRA.</p>



<p>Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, dalam kesempatan tersebut mengungkapkan dukunganya atas pengembangan wisata edukasi DEWI CEMARA yang sangat mungkin untuk dikembangkan warga desa.</p>



<p>“Saya yakin ini pasti akan terjadi. Sekarang itu tempat wisata tidak harus di gunung, di pantai. Dimana-mana, ditempat-tempat lain tidak ada gunung tidak ada pantai tapi tetap dikunjungi banyak orang, karena apa? Karena narasinya, ya karena cerita-cerita dari mulut ke mulut,” tuturnya.</p>



<p>Melihat potensi besar yang dimiliki Desa Brangsi, Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Dinas Pariwisata akan terus mendukung pengembangan agar menarik untuk dikunjungi wisatawan. &#8220;Melalui narasi bahwa terdapat sumur migit, yang tidak pernah meluap ketika dijadikan limpahan air hujan, yang tidak pernah surut ketika diambil airnya, akan menjadi daya tarik luar biasa dan perlu dikembangkan. Saya bantu desain gambar kepada Dinas Pariwisata agar bisa membantu menarik wisatawan datang kesini,” paparnya. <strong>(zud/zen/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">158723</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
