<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Kadisdikbud &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kadisdikbud/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 29 Apr 2025 14:25:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Kadisdikbud &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Hadiri Google for Education Leader, Kadisdikbud Situbondo Usulkan Model Pembelajaran Budi Pekerti</title>
		<link>https://memontum.com/hadiri-google-for-education-leader-kadisdikbud-situbondo-usulkan-model-pembelajaran-budi-pekerti</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Apr 2025 08:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[education]]></category>
		<category><![CDATA[Google]]></category>
		<category><![CDATA[hadiri]]></category>
		<category><![CDATA[Kadisdikbud]]></category>
		<category><![CDATA[leader]]></category>
		<category><![CDATA[pekerti]]></category>
		<category><![CDATA[Pembelajaran]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[usulkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221556</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo bersama Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Situbondo, Fathor Rakhman, menghadiri acara Diskusi Pembelajaran Berbasis Digital yang diprakarsai oleh Google For Education Indonesia, Selasa (29/04/2025) tadi. Kegiatan Google for Education Leader Series yang akan berlangsung di Google Indonesia, Pacific Century Place Tower, Level 45 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo bersama Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Situbondo, Fathor Rakhman, menghadiri acara Diskusi Pembelajaran Berbasis Digital yang diprakarsai oleh Google For Education Indonesia, Selasa (29/04/2025) tadi. Kegiatan Google for Education Leader Series yang akan berlangsung di Google Indonesia, Pacific Century Place Tower, Level 45 SCBD Lot 10, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, ini menghadirkan 50 peserta dengan melibatkan perwakilan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, kepala yayasan, kepala sekolah, serta pemimpin daerah dari berbagai wilayah di Indonesia.</p>



<p>Dalam diskusi ini, Plt Kepala Disdikbud Fathor Rakhman mengusulkan Model Pembelajaran Terintergrasi Berbasis Digital dengan menonjolkan penguatan karakter atau budi pekerti. Sementara Kabupaten Situbondo, diundang karena berhasil dalam mengimplementasikan solusi teknologi pendidikan melalui program Kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG).</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Dalam sesi diskusi, Kabupaten Situbondo mengusulkan Model Pembelajaran Terintergrasi Berbasis Digital dengan menonjolkan Penguatan Karakter atau Budi Pekerti,&#8221; kata Fathor.</p>



<p>Acara Google for Education Leader Series 2025 ini, sambung Fathor, bertujuan untuk menjelajahi potensi AI dalam dunia pendidikan. Dengan harapan, akan dapat mendorong inovasi dan kolaborasi antar lembaga pendidikan.</p>



<p>“Momen ini sekaligus menjadi kesempatan bagi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Situbondo untuk memamerkan keberhasilannya dalam mengembangkan sistem pendidikan modern yang berbasis teknologi. <strong>(her/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221556</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kadisdikbud Kota Malang Sebut Faktor Sosial dan Ketidaksinkronan Data Jadi Tantangan Penanganan ATS/APS</title>
		<link>https://memontum.com/kadisdikbud-kota-malang-sebut-faktor-sosial-dan-ketidaksinkronan-data-jadi-tantangan-penanganan-ats-aps</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Jan 2025 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[ats/aps]]></category>
		<category><![CDATA[faktor]]></category>
		<category><![CDATA[Kadisdikbud]]></category>
		<category><![CDATA[ketidaksinkronan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[penanganan]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[tantangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218376</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Jumlah Anak Tidak Sekolah atau Anak Putus Sekolah (ATS/APS) yang sebelumnya tercatat sebanyak 5.534 pada periode September 2024 lalu, kini berhasil diturunkan menjadi 3.468 anak. Meski demikian, beragam tantangan masih dihadapi dalam mengatasi persoalan tersebut. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Suwarjana, menyampaikan bahwa persoalan ATS/APS ini cukup kompleks. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Jumlah Anak Tidak Sekolah atau Anak Putus Sekolah (ATS/APS) yang sebelumnya tercatat sebanyak 5.534 pada periode September 2024 lalu, kini berhasil diturunkan menjadi 3.468 anak. Meski demikian, beragam tantangan masih dihadapi dalam mengatasi persoalan tersebut.</p>



<p>Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Suwarjana, menyampaikan bahwa persoalan ATS/APS ini cukup kompleks. Terutama karena dipengaruhi oleh faktor sosial dan ketidaksinkronan data. &#8220;Banyak anak putus sekolah karena sudah menikah atau bekerja. Dengan penghasilan yang mereka dapatkan, mereka merasa tidak perlu melanjutkan pendidikan. Rata-rata, mereka berhenti setelah lulus SMP dan tidak melanjutkan ke SMA,&#8221; kata Suwarjana, Rabu (15/01/2025) tadi.</p>



<p>Ditegaskannya, bahwa faktor kemiskinan atau kriminalitas bukan menjadi penyebab utama tingginya angka ATS di Kota Malang. Sebab, anak yang terlibat kriminal, masih tetap diperbolehkan untuk sekolah. Itu karena ada faktor lain yang menjadi penyebab, seperti faktor keluarga.</p>



<p>&#8220;Karena ada anak yang sudah menikah, terutama perempuan, tidak diizinkan suaminya untuk melanjutkan pendidikan di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Ini salah satu tantangan dari faktor keluarga,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kemudian, ketidaksinkronan data juga menjadi kendala dalam penanganan ATS/APS tersebut. Apalagi, data yang diterima merupakan data dari pusat atau Kementerian terkait.</p>



<p>&#8220;Data yang kami terima dari kementerian sering kali tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Ada anak yang sudah tidak berada di wilayah kami, tapi masih tercatat sebagai ATS,” tambahnya.</p>



<p>Dalam mengatasi persoalan tersebut, Disdikbud Kota Malang juga berkoordinasi dengan instansi terkait, seperti Kementerian Agama (Kemenag) dan Cabang Dinas Pendidikan. Itu dilakukan untuk menjangkau anak-anak yang terdata di madrasah atau SMA.</p>



<p>&#8220;Selain itu kami dari Disdikbud juga mengerahkan tim untuk turun langsung ke masing-masing kelurahan, mereka mengidentifikasi dan mendata ATS yang belum terjangkau,&#8221; katanya.</p>



<p>Meski demikian, Suwarjana meyakini jika persoalan ATS/APS dapat terus menurun hingga zero. Apalagi, dalam penangananya juga didukung oleh semua pihak terkait.</p>



<p>&#8220;Kami optimis angka ini akan terus menurun dan kami juga siap jemput bola turun langsung ke masyarakat dan memastikan anak-anak mendapatkan hak pendidikan mereka,” imbuh Suwarjana. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218376</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kadisdikbud Kota Malang Ungkap Sosok Guru SD yang Meninggal bersama Istri dan Seorang Anak</title>
		<link>https://memontum.com/kadisdikbud-kota-malang-ungkap-sosok-guru-sd-yang-meninggal-bersama-istri-dan-seorang-anak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Dec 2023 07:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[Kadisdikbud]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[seorang]]></category>
		<category><![CDATA[ungkap]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=203262</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Malang, Suwarjana, ungkap sosok pengajar atau guru SD Kota Malang yang meninggal bersama istri dan satu anaknya di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, pada Selasa (12/12/2023) kemarin. Pria yang kerap disapa Suwarjana, itu menyampaikan jika korban, Wahab Effendi (44) merupakan salah satu guru berstatus Pegawai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Malang, Suwarjana, ungkap sosok pengajar atau guru SD Kota Malang yang meninggal bersama istri dan satu anaknya di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, pada Selasa (12/12/2023) kemarin.</p>



<p>Pria yang kerap disapa Suwarjana, itu menyampaikan jika korban, Wahab Effendi (44) merupakan salah satu guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK) di SDN Sukun 3, Kota Malang. &#8220;Statusnya sudah terangkat menjadi PPPK. Jadi, ya ASN Kota Malang. Jadi status gurunya ini sudah lama dan dia (Wahab, red) juga aktif di organisasi guru,” kata Suwarjana, Rabu (13/12/2023) tadi.</p>



<p>Kemudian, ditambahkannya jika korban tersebut juga menjabat sebagai Ketua Kelompok Kerja Guru (KKH) se gugus Sukun. Pribadi korban, juga dikenal sebagai sosok yang baik, agamis dan tidak tertutup.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>“Dia ini sosok yang baik. Dari yang saya himpun berdasarkan teman-teman pengajar di SDN Sukun 3, itu dia juga rajin melakukan ibadah puasa Senin Kamis dan tidak pernah putus. Salat sunnah seperti salah duha, itu juga jalan terus,” imbuhnya.</p>



<p>Selain itu, Suwarjana juga sempat menghimpun beberapa informasi ke tetangganya, bahwa korban juga rajin ibadah jamaah ke masjid dan selama ini tidak ada keluhan. &#8220;Saya belum tahu dan belum bisa menggali, apa yang mendasari dia melakukan bunuh diri itu. Apa motivasinya, kami belum tahu. Karena teman-temannya itu juga mengakui kalau tidak ada perubahan di akhir-akhir dia mengajar,” ucapnya.</p>



<p>Lebih lanjut, menurutnya sampai pada hari Senin (11/12/2023) lalu, korban juga masih masuk mengajar dan normal seperti biasanya. Hanya saja, korban izin untuk menjemput salah satu putrinya yang duduk dibangku SMP Kota Malang.</p>



<p>“Jam 9 dia izin menjemput putrinya, hanya itu saja. Terus Selasa (12/12/2023) pagi, itu ditemukan meninggal. Padahal, dia juga tidak ada riwayat gangguan jiwa. Bahkan dia guru yang cerdas, humble dan aktif,” ujarnya.</p>



<p>Karena kejadian tersebut, Suwarjana juga menekankan kepada para pengajar di Kota Malang, agar jika ada permasalahan bisa diselesaikan dengan bercerita dengan orang yang dipercaya dan jangan menutup diri. &#8220;Yang jelas, manusia itu hidup pasti ada permasalahan. Jikalau ada permasalahan, ceritalah kepada orang yang dipercaya untuk bercerita. Jangan menutup diri, sementara ternyata ada permasalahan yang besar,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">203262</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kadisdikbud Kota Malang Ingatkan Wali Murid Agar Tak Beli Seragam di Sekolah Jika Memberatkan</title>
		<link>https://memontum.com/kadisdikbud-kota-malang-ingatkan-wali-murid-agar-tak-beli-seragam-di-sekolah-jika-memberatkan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Jul 2023 11:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[agar]]></category>
		<category><![CDATA[beli]]></category>
		<category><![CDATA[ingatkan]]></category>
		<category><![CDATA[jika]]></category>
		<category><![CDATA[Kadisdikbud]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[memberatkan]]></category>
		<category><![CDATA[Murid]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[seragam]]></category>
		<category><![CDATA[wali]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=193295</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Menjelang tahun ajaran baru, wali murid biasanya perlu melakukan sejumlah persiapan. Seperti salah satunya, menyiapkan seragam baru. Hanya saja, tingginya harga seragam di sekolah, terkadang menuai keluhan wali murid. Seperti, keharusan membeli dua jenis seragam dengan harga Rp 500 ribu. Menanggapi masalah tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Malang, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Menjelang tahun ajaran baru, wali murid biasanya perlu melakukan sejumlah persiapan. Seperti salah satunya, menyiapkan seragam baru.</p>



<p>Hanya saja, tingginya harga seragam di sekolah, terkadang menuai keluhan wali murid. Seperti, keharusan membeli dua jenis seragam dengan harga Rp 500 ribu.</p>



<p>Menanggapi masalah tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Malang, Suwarjana, menghimbauan agar tidak memaksa membeli seragam sekolah melalui koperasi sekolah. Pihaknya memberikan kebebasan kepada wali murid, dalam memilih sumber pembelian seragam.</p>



<p>&#8220;Untuk seragam, biasanya tersedia di koperasi sekolah. Namun, jika ingin membeli di sekolah atau bahkan di pasar, semua boleh. Yang penting, seragam tidak akan menyulitkan, karena pasti tersedia di pasaran,&#8221; kata Suwarjana, Jumat (14/07/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain itu, Suwarjana juga menyampaikan keraguan terhadap harga seragam sebesar Rp 500 ribu. Menurutnya, dengan hanya dua jenis seragam (olah raga dan batik, red), harga tersebut tidak masuk akal.</p>



<p>&#8220;Jika hanya terdiri dari dua jenis seragam (olah raga dan batik), tidak mungkin harganya mencapai Rp 500 ribu,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Suwarjana juga menekankan, bahwa siswa baru yang belum menggunakan seragam baru, agar tidak menjadi masalah. Karena, tidak ada ketentuan yang mengharuskan siswa menggunakan seragam baru dalam waktu tertentu.</p>



<p>&#8220;Artinya, jika siswa belum menggunakan seragam baru, itu tidak masalah. Misalnya, siswa SMP dapat menggunakan seragam SMP hingga mereka mendapatkannya. Tidak ada ketentuan yang menyatakan bahwa seragam SMP harus digunakan dalam waktu satu bulan, hal itu tidak berlaku,&#8221; imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">193295</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Banyak Siswa Jadi Korban Tragedi Kanjuruhan, Ini Respon Kadisdikbud Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/banyak-siswa-jadi-korban-tragedi-kanjuruhan-ini-respon-kadisdikbud-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Oct 2022 11:32:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Kadisdik]]></category>
		<category><![CDATA[Kadisdikbud]]></category>
		<category><![CDATA[Kanjuruhan]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Stadion Kanjuruhan]]></category>
		<category><![CDATA[tragedi]]></category>
		<category><![CDATA[Tragedi Kanjuruhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=176397</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Malang, Suwarjana, menyampaikan ada puluhan siswa luka-luka yang menjadi korban dalam tragedi Stadion Kanjuruhan. Bahkan, satu siswa SMP juga dinyatakan telah meninggal dunia di lokasi kejadian, akibat insiden itu. “Ada sekitar 20 an yang luka-luka dan itu hanya rawat jalan tidak sampai menginap di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Malang, Suwarjana, menyampaikan ada puluhan siswa luka-luka yang menjadi korban dalam tragedi Stadion Kanjuruhan. Bahkan, satu siswa SMP juga dinyatakan telah meninggal dunia di lokasi kejadian, akibat insiden itu.</p>



<p>“Ada sekitar 20 an yang luka-luka dan itu hanya rawat jalan tidak sampai menginap di rumah sakit. Ada satu siswa SMPN 8 Kota Malang, anak kelas 9, meninggal,” jelas Suwarjana, seusai mengikuti doa bersama untuk korban tragedi Kanjuruhan, Jumat (07/10/2022) tadi.</p>



<p>Disampaikan oleh Suwarjana, bahwa akibat dari kejadian tersebut, beberapa siswa yang menjadi korban luka masih bisa tetap masuk dan mengikuti pelajaran di sekolah. “Beberapa dari mereka sudah masuk full. Itu kejadiannyakan Sabtu (01/10/2022) malam, di hari Senin (03/10/2022) sudah masuk. Tapi hanya satu dua orang aja yang tidak masuk,” katanya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-malang-rencanakan-bangun-skywalk-di-dua-lokasi-dari-dana-bank-dunia">Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/objek-wisata-banyuwangi-2026-perkuat-seni-dan-budaya-masyarakat">Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/cara-unik-umkm-malang-kenalkan-gamis-bordir-gandeng-petugas-kebersihan-jadi-model-ramadan">Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kecamatan-lumbang-dan-potensi-produksi-madu-yang-dihasilkan">Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-pewarna-makanan-berlebih-wali-kota-malang-siapkan-tes-sampel-di-pasar-takjil">Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil</a></li>
</ul>


<p>Pihaknya menghimbau, dengan terjadinya tragedi tersebut, siswa tidak perlu untuk berhenti dalam mengembangkan bakat dan minat dalam bidang sepak bola. Justru, harus menunjukkan bahwa dengan sepak bola ini bukanlah olah raga kekerasan.</p>



<p>“Sepak bola ini bukan olah raga kekerasan. Tapi, bisa diartikan sebagai tontonan menjadi hiburan, seni dan juga industri. Karena, tanpa olah raga sepak bola, maka akan berefek semuanya. Seperti pedagang asongan di sekitar stadion hingga lainnya,” ucapnya.</p>



<p>Atas kejadian tersebut, pihaknya akan tetap mengingatkan kepada pelajar untuk selalu mengambil hikmah. Junjung tinggi sportifitas dan kebersamaan. <strong>(rsy/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">176397</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
