<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Kusta &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kusta/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 03 Feb 2022 16:49:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Kusta &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Atasi dan Cegah Kusta, Dinkes Situbondo Gandeng RSU Sumberglagah Mojokerto</title>
		<link>https://memontum.com/atasi-dan-cegah-kusta-dinkes-situbondo-gandeng-rsu-sumberglagah-mojokerto</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Feb 2022 16:49:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[dinkes situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Kusta]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Sakit]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=162888</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Dinkes Situbondo mengadakan pertemuan penguatan peran lintas sektor dalam Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit menular Tuberkulosis, HIV Aids dan Kusta. Sebuah temuan yang cukup mengejutkan, bahwa di Situbondo telah ditemukan sebanyak 60 orang yang mengidap penyakit menular, yaitu penyakit kusta. Hal itu, diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Situbondo, H Dwi H Susilo, saat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Dinkes Situbondo mengadakan pertemuan penguatan peran lintas sektor dalam Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit menular Tuberkulosis, HIV Aids dan Kusta. Sebuah temuan yang cukup mengejutkan, bahwa di Situbondo telah ditemukan sebanyak 60 orang yang mengidap penyakit menular, yaitu penyakit kusta. Hal itu, diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Situbondo, H Dwi H Susilo, saat menghadiri acara hari kusta se-Dunia di Pendopo Kabupaten Situbondo, Kamis (03/01/2022).</p>



<p>&#8220;Hari ini ada beberapa kegiatan pemberantasan penyakit menular yang ditangani secara integral antar lintas sektor,&#8221; ujar Dwi Herman Susilo</p>



<p>Penyakit menular tersebut, tambahnya, ada tiga penyakit dan diantaranya tuberculosis (TBC Paru), HIV dan Kusta.</p>



<p>Dinas Kesehatan mencoba berintegrasi dengan lintas sektor, karena untuk mengatasi penyakit menular, tidak bisa Dinkes berjalan sendiri tanpa ada campur tangan pihak lain (integrasi). &#8220;Kita butuh dari sektor-sektor terkait, termasuk dari organisasi kemasyarakatan guna meningkatkan sinergitas kita. Sehingga, program-program di Dinkes bisa berjalan lebih baik,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/sasar-224-pemudik-dishub-kota-malang-tambah-kuota-mudik-gratis-jadi-enam-bus">Sasar 224 Pemudik, Dishub Kota Malang Tambah Kuota Mudik Gratis Jadi Enam Bus</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/musrenbang-rkpd-2027-bupati-ipuk-sebut-fokus-penguatan-sdm-ekonomi-berbasis-hirilisasi-dan-pariwisata">Musrenbang RKPD 2027, Bupati Ipuk Sebut Fokus Penguatan SDM, Ekonomi Berbasis Hirilisasi dan Pariwisata</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-pastikan-sanksi-tegas-untuk-sppg-yang-langgar-sop">Wali Kota Malang Pastikan Sanksi Tegas untuk SPPG yang Langgar SOP</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/diduga-korupsi-pengadaan-jasa-outsourcing-kpk-tetapkan-bupati-pekalongan-sebagai-tersangka">Diduga Korupsi Pengadaan Jasa Outsourcing, KPK Tetapkan Bupati Pekalongan sebagai Tersangka</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/terdakwa-dugaan-penggelapan-emas-rp-33-miliar-minta-diskon-hukuman">Terdakwa Dugaan Penggelapan Emas Rp 3,3 Miliar Minta &#8216;Diskon&#8217; Hukuman</a></li>
</ul>


<p>Lebih lanjut Dwi menjelaskan, terkait penyakit kusta di tahun 2021, ditemukan 60 orang penderita baru penyakit kusta dan penyebarannya merata di masing-masing kecamatan se-Kabupaten Situbondo. &#8220;Namun, ada dua kecamatan yang masuk kategori terbanyak. Yakni di Kecamatan Panji dan Kecamatan Mangaran,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Kegiatan yang dipusatkan di Pendopo Kabupaten ini, terangnya, salah satuny dalam rangka peringati hari kusta se-Dunia, yang bertemakan &#8216;Mari bersama Hapuskan Diskriminasi Kusta&#8217;. Untuk itu, dinas kesehatan ada empat macam upaya dalam menangkal penyakit menular itu. &#8220;Yang pertama adalah mulai dari tindakan promotif, penyuluhan-penyuluhan, tindakan preventif (pencegahan melalui screening dan pemeriksaan-pemeriksaan) hingga terap,&#8221; paparnya.</p>



<p>Sementara Direktur RSUD Sumberglagah Mojokerto, dr Shinta Sawitri, membenarkan bahwa Dinas Kesehatan Situbondo telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk penanganan penyakit kusta bersama Rumah Sakit rujukan milik Provinsi Jawa Timur ini yaitu RS Sumberglagah Mojokerto.</p>



<p>Menurutnya, pasien baru dari Situbondo sekitar 60 orang. Karena kusta itu kronis dan harus terus dilayani secara intens. <strong>(her/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">162888</post-id>	</item>
		<item>
		<title>16 Warga di Situbondo Teridentifikasi Terserang Kusta, Satu Diantaranya Anak-anak</title>
		<link>https://memontum.com/16-warga-di-situbondo-teridentifikasi-terserang-kusta-satu-diantaranya-anak-anak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Jul 2021 13:54:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[Kusta]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=147239</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo tidak hanya fokus pada pencegahan penularan Covid-19. Namun, pencegahan dan pengobatan penyakit kusta, pun juga dilakukan. Plt Kepala Dinas Kesehatan Situbondo, Dwi Herman Susilo, mengatakan bahwa penderita kusta sejak Januari hingga Februari 2021, ada sebanyak 16 kasus. Mereka, diantaranya yaitu satu anak dan 15 orang dewasa. “Sedangkan hingga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo </strong>&#8211; Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo tidak hanya fokus pada pencegahan penularan Covid-19. Namun, pencegahan dan pengobatan penyakit kusta, pun juga dilakukan.</p>



<p>Plt Kepala Dinas Kesehatan Situbondo, Dwi Herman Susilo, mengatakan bahwa penderita kusta sejak Januari hingga Februari 2021, ada sebanyak 16 kasus. Mereka, diantaranya yaitu satu anak dan 15 orang dewasa. “Sedangkan hingga Juni atau Juli ini, masih belum masuk dalam pendataan. Baru dua bulan pertama 2021, yang sudah terdata,&#8221; terangnya.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/terdakwa-dugaan-penggelapan-emas-rp-33-miliar-minta-diskon-hukuman">Terdakwa Dugaan Penggelapan Emas Rp 3,3 Miliar Minta &#8216;Diskon&#8217; Hukuman</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/polres-situbondo-ungkap-praktik-pembuatan-petasan-dan-amankan-51-kg-bubuk-mercon">Polres Situbondo Ungkap Praktik Pembuatan Petasan dan Amankan 5,1 Kg Bubuk Mercon</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ramadan-kondusif-rutan-situbondo-perketat-pengamanan-lewat-sidak-blok-hunian">Ramadan Kondusif, Rutan Situbondo Perketat Pengamanan Lewat Sidak Blok Hunian</a></li>
</ul>


<p>Dirinya menjelaskan, dalam upaya pencegahan itu, Dinas Kesehatan Situbondo memberikan edukasi kepada kader dan Nakes tentang kusta untuk mendeteksi dini. Tujuannya, adalah mencegah kecacatan.</p>



<p>Konfirmasi kasus kusta untuk memastikan ketepatan dalam diagnosis dan pengobatan. ICF (intensive case finding) atau penemuan kasus secara intensif. Kemudian RVS (rapid village survei) yaitu kegiatan pencarian aktif kasus kusta di 1 desa yg melibatkan tokoh masyarakat.</p>



<p>“Selanjutnya, follow up pengobatan kasus agar tidak terjadi putus berobat, pemeriksaan kontak erat kasus kusta, kemoprofilaksis, yaitu pemberian obat untuk mencegah penularan pada kontak erat dan perawatan kecacatan kusta dan lainnya,” jelas Dwi.</p>



<p>Pria yang kini juga menjabat Kabid Pelayanan pada RSUD dr Abdoer Rahem Situbondo itu menambahkan, untuk kasus penyakit kusta sepanjang tahun 2020. Total sebanyak 75 kasus. Angka itu terdiri pria sebanyak 50 kasus. perempuan sebanyak 25 kasus.</p>



<p>&#8220;Sedangkan kasus penyakit kusta untuk kalangan anak anak pada tahun 2020 nihil,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Lebih lanjut dirinya mengungkapkan, hingga juni 2021, Dinas Kesehatan terus aktif turun ke lapangan guna melakukan berbagai upaya untuk menekan penyebaran penyakit kusta di Kota Santri. Antara lain memberikan penyuluhan pencegahan diberbagai titik pusat penyebaran penyakit di Situbondo. </p>



<p>“Kami juga memberikan himbauan tentang pola hidup yang sehat serta menjaga kebersihan di lingkungan rumah masing-masing. Sehingga kedepan bisa mencegah penyebaran penyakit kusta,” imbuhnya. <strong>(her/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">147239</post-id>	</item>
		<item>
		<title>RSUD Kota Malang Gelar Penyuluhan Materi Deteksi Dini Kusta, Dr Umar: Jangan Sampai Terlambat</title>
		<link>https://memontum.com/rsud-kota-malang-gelar-penyuluhan-materi-deteksi-dini-kusta-dr-umar-jangan-sampai-terlambat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Nov 2019 09:24:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dokter Umar]]></category>
		<category><![CDATA[Kusta]]></category>
		<category><![CDATA[Penyuluhan]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD Kota Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/99534-rsud-kota-malang-gelar-penyuluhan-materi-deteksi-dini-kusta-dr-umar-jangan-sampai-terlambat</guid>

					<description><![CDATA[Memomtum Kota Malang &#8211; Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Malang, menggelar penyuluhan materi kusta pada Jumat (8/11/2019). Penyuluhan tersebut diikuti oleh seluruh kader kesehatan di Kota Malang, baik dari kelurahan maupun Puskesmas. Setidaknya ada sekitar 80 orang kader yang mengikuti kegiatan penyuluhan tersebut. Dalam penyuluhan tersebut, dengan tagline &#8216;Temukan Dini, Tidak ada cacat, Tidak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memomtum Kota Malang </strong>&#8211; Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Malang, menggelar penyuluhan materi kusta pada Jumat (8/11/2019). Penyuluhan tersebut diikuti oleh seluruh kader kesehatan di Kota Malang, baik dari kelurahan maupun Puskesmas. Setidaknya ada sekitar 80 orang kader yang mengikuti kegiatan penyuluhan tersebut.</p>
<p>Dalam penyuluhan tersebut, dengan tagline &#8216;Temukan Dini, Tidak ada cacat, Tidak ada stigma&#8217;, pihak RSUD Kota Malang berusaha untuk memberi pemahaman kepada kader tentang deteksi dini dan penanganan pertama pada orang yang terindikasi terserang kusta.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-99535" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191111-WA0046-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191111-WA0046-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191111-WA0046-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191111-WA0046-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191111-WA0046-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Kami juga memiliki dokter spesialis ahli kulit dan kelamin, untuk itu dalam hal ini kami ingin berbagi ilmu dengan masyarakat, dan sementara ini kita undang kader kesehatan di lingkungan Puskesmas Arjowinangun,&#8221; ujar Direktur RSUD Kota Malang, Dr. Umar Usman.</p>
<p>Umar menyebut, dalam penyuluhan tersebut pihaknya ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya penanganan kusta lebih dini. Dimana, jika penanganannya terlambat, dikhawatirkan kusta dapat menimbulkan kecacatan.</p>
<p>&#8220;Jangan sampai terlambat menemukan, yang dapat mengakibatkan kecacatan, bahkan kecacatan permanen. Pencegahan agar tidak sampai terjadi kecacatan ini lah yang menjadi penting. Sehingga, kami berupaya membagi ilmu kepada masyarakat tentang kusta, terutama terkait penemuan dini,&#8221; jelas dia.</p>
<p>Di Kota Malang sendiri, kasus penderita kusta, menurut Umar sudah tertangani dengan cukup bagus. Meskipun di lapangan masih ditemukan penderita kusta yang hingga mengalami kecacatan.</p>
<p>&#8220;Dan masih ada miss diagnosa terkait kusta. Dimana munculnya tanda-tanda kusta yang letaknya di badan dan cenderung tertutupi oleh baju, sehingga tidak terdeteksi,&#8221; imbuh dia.</p>
<p>Untuk itu ia menyebut, dalam hal ini, masyarakat perlu dilakukan edukasi, salah satunya dengan kader kesehatan, sebagai kepanjang tanganan lembaga kesehatan pemerintah.</p>
<p>Untuk diketahui, cara paling sederhana untuk mendeteksi dini penyakit kusta yaitu dengan memeriksa bagian badan yang muncul tanda-tanda penyakit kusta. Dimana, tanda kusta adalah timbul kepucatan pada satu area badan yang menyerupai panu.</p>
<p>Cara mendeteksinya, yaitu dengan menggunakan kapan yang diruncingkan pada ujungnya, kemudian disentuhkan kepada area badan yang muncul kepucatan seperti panu tersebut. Jika pada area tersebut terasa disentuh oleh kapas, berarti itu bukan merupakan tanda-tanda kusta.</p>
<p>&#8220;Tanda-tandanya itu ada kepucatan mirip panu pada bagian tubuh, dan mati rasa. Cara deteksinya dengan kapas yang diruncingkan ujungnya lalu disentuhkan, jika mati rasa, segera periksakan,&#8221; terang Umar.</p>
<p>Untuk itu ia berharap, agar para kader tersebut bisa meneruskan ilmu tentang deteksi dini penyakit kusta tersebut kepada masyarakat yang lebih luas.</p>
<p>&#8220;Kader ini sebagai kepanjang tanganan petugas kesehatan, dan mereka (kader) punya akses lebih dekat kepada masyarakat. Jadi sejak di masyarakat, agar lebih mudah mendeteksi, sehingga masyarakat bisa terhindar dari penyakit kusta,&#8221; pungkas dia. <strong>(iki/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">99534</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
