<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>penerangan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/penerangan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Sep 2024 07:03:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>penerangan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pedagang Pasar Comboran Gelar Doa Bersama Persiapan Relokasi, Penerangan Masih Jadi Hambatan</title>
		<link>https://memontum.com/pedagang-pasar-comboran-gelar-doa-bersama-persiapan-relokasi-penerangan-masih-jadi-hambatan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Sep 2024 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[comboran]]></category>
		<category><![CDATA[hambatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pedagang]]></category>
		<category><![CDATA[penerangan]]></category>
		<category><![CDATA[persiapan]]></category>
		<category><![CDATA[relokasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=214688</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Setelah dua pekan terkena imbas musibah kebakaran dari Pasar Comboran Baru Barat, sejumlah pedagang menggelar doa bersama dan pengundian nomor kios, guna menempati tempat relokasi yang baru di Lantai II, Jumat (27/09/2024) tadi. Ketua Paguyuban Pasar Comboran Baru Barat, Samidi, menyampaikan bahwa semua persiapan untuk tempat relokasi pedagang sudah siap semua. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Setelah dua pekan terkena imbas musibah kebakaran dari Pasar Comboran Baru Barat, sejumlah pedagang menggelar doa bersama dan pengundian nomor kios, guna menempati tempat relokasi yang baru di Lantai II, Jumat (27/09/2024) tadi.</p>



<p>Ketua Paguyuban Pasar Comboran Baru Barat, Samidi, menyampaikan bahwa semua persiapan untuk tempat relokasi pedagang sudah siap semua. Namun, ada beberapa yang masih terkendala, yaitu seperti penerangan.</p>



<p>“Penerangan ini sangat vital sekali. Tidak mungkin kita jualan dalam keadaan gelap. Sambil menunggu itu, pedagang sepakat selama penerangan belum ada, kita jualan di depan pasar,” kata Samidi.</p>



<p>Ditambahkan Samidi, untuk relokasi tersebut Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, telah berjanji akan memberikan kenyamanan, kebersihan dan penerangan dengan sebaik-baiknya. “Hari ini disampaikan oleh Bu Kabid Diskopindag-Bu Eka, bahwa hari ini PLN akan menyiapkan untuk penerangan itu. Pak Kadin juga menjanjikan Pemkot Malang akan melakukan sebaik-baiknya untuk tempat relokasi ini,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Lebih lanjut, setelah pengundian nomor dilakukan nantinya para pedagang akan membersihkan masing-masing kiosnya, terlebih dahulu. Kemudian, menempati kios dengan ukuran 1,5 meter x 2 meter.</p>



<p>“Kalau barangnya banyak, kita mungkin siapkan gudang khusus yang masing kosong. Kalau dikasih dua sampai tiga kios, tidak akan nutut. Jadi kita kasih satu-satu semua,” lanjutnya.</p>



<p>Sebagai informasi, yang digunakan untuk tempat relokasi tersebut ada di bagian selatan saja. Dari sembilan blok yang ada, hanya digunakan empat blok. Itu diperuntukkan untuk 73 pedagang dan satu radio arema.</p>



<p>“Dengan kita lakukan doa bersama di hari yang baik ini, harapannya Pasar Comboran bisa berfungsi kembali dengan baik dan para pedagang bisa berjualan kembali, tapi kami minta Pemkot Malang ini jangan abai bahwa penerangan ini kewajiban dari pemerintah untuk memfasilitasi,” imbuh Samidi. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">214688</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jalur Angkot di Terminal Arjosari Minim Penerangan, Pemkot Malang Bakal Pasang Lampu Solar Cell</title>
		<link>https://memontum.com/jalur-angkot-di-terminal-arjosari-minim-penerangan-pemkot-malang-bakal-pasang-lampu-solar-cell</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Jul 2024 05:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Angkot]]></category>
		<category><![CDATA[arjosari,]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pasang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[penerangan]]></category>
		<category><![CDATA[Terminal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=211703</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Minimnya lampu penerangan di jalur Angkutan Kota (Angkot) Terminal Arjosari, menjadi keluhan masyarakat. Terutama, bagi mereka yang hendak memanfaatkan Angkot pada waktu sore hingga malam hari. Keluhan itu, disampaikan oleh salah satu Sopir Angkot, Sumarsono. Menurutnya, banyak penumpang yang takut jika memasuki terminal di jalur Angkot pada waktu malam hari. Itu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Minimnya lampu penerangan di jalur Angkutan Kota (Angkot) Terminal Arjosari, menjadi keluhan masyarakat. Terutama, bagi mereka yang hendak memanfaatkan Angkot pada waktu sore hingga malam hari.</p>



<p>Keluhan itu, disampaikan oleh salah satu Sopir Angkot, Sumarsono. Menurutnya, banyak penumpang yang takut jika memasuki terminal di jalur Angkot pada waktu malam hari. Itu karena, keadaan begitu gelap dan kurang lampu penerangan.</p>



<p>“Penerangan di Terminal Arjosari, khususnya jalur Angkot, ini terlalu gelap. Banyak penumpang yang takut kalau mau masuk jalur sini. Padahal, sebenarnya aman-aman saja meskipun penumpang khawatir,” kata Sumarsono, Jumat (12/07/2024) tadi.</p>



<p>Sumarsono berharap, agar keluhan tersebut dapat segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Terlebih, dengan dilakukan tambahan penerangan di sekitar terminal jalur Angkot.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Harapannya, Pemkot Malang bisa memperhatikan dan dapat menambah lampu pencahayaan khususnya di sekitar terminal jalur Angkot,” ujarnya.</p>



<p>Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menanggapi hal itu menyampaikan jika penambahan lampu penerangan jalan sudah dianggarkan dan akan segera terpasang pada Agustus mendatang. &#8220;Bulan depan lampu penerangan itu akan terpasang. Pengadaan sudah kami anggarkan untuk di sekitar terminal dan khususnya di jalur Angkot,” ucap Jaya-sapaannya.</p>



<p>Nantinya, dalam penambahan lampu tersebut akan menggunakan sistem solar cell atau memanfaatkan panel surya. Dengan harapan, perawatan nantinya dapat lebih mudah dan tidak membayar biaya operasional.</p>



<p>“Karena petunjuk dari bapak Pj Wali Kota, kita harus berhemat. Sehingga dengan menggunakan solar cell, ini tidak direpotkan bayar biaya rekening atau operasional,” imbuh Jaya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">211703</post-id>	</item>
		<item>
		<title>DPUPRPKP Siapkan Anggaran Rp 2 Miliar untuk Perbaikan Penerangan Jalan Umum di Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/dpuprpkp-siapkan-anggaran-rp-2-miliar-untuk-perbaikan-penerangan-jalan-umum-di-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Aug 2023 11:10:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Anggaran]]></category>
		<category><![CDATA[DPUPRPKP]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[miliar]]></category>
		<category><![CDATA[penerangan]]></category>
		<category><![CDATA[perbaikan]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=194928</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, tengah menyiapkan anggaran sekitar Rp 2 miliar, untuk perbaikan Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kota Malang. Hal tersebut, dikatakan oleh Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto, Jumat (04/08/2023) tadi. Pria yang kerap disapa Dandung, menyampaikan jika anggaran tersebut digunakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, tengah menyiapkan anggaran sekitar Rp 2 miliar, untuk perbaikan Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kota Malang. Hal tersebut, dikatakan oleh Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto, Jumat (04/08/2023) tadi.</p>



<p>Pria yang kerap disapa Dandung, menyampaikan jika anggaran tersebut digunakan untuk perbaikan beberapa PJU yang mengalami gangguan. Yakni, seperti di Flyover Arjosari dan Jembatan Tunggulmas, Kota Malang.</p>



<p>“Di DPUPRPKP itu ada yang namanya tim PJU. Tiap hari, ada yang piket keliling, utamanya pada malam hari. Tentu untuk memantau kalau ada PJU yang mati atau mengalami gangguan. Sehingga, bisa dilakukan penanganan segera. Di samping itu juga untuk antisipasi jika ada informasi dari masyarakat bahwa ada PJU yang mati,” jelas Dandung.</p>



<p>Pihaknya menjelaskan, jika PJU yang mati itu disebabkan karena banyak hal, terutama karena kendala teknis pada saluran listrik (jeglek). Namun, hal tersebut menurutnya juga sudah dilakukan perbaikan.</p>



<p>“Kita sudah berupaya mengganti juga dan bukan karena pencurian. Lampu mati itu bukan rusak, kalau hanya bohlamnya saja itu hanya mati dan kita perlu ganti segera,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kota-malang-masuk-31-besar-program-lsdp-kemendagri-proyek-rdf-ditarget-mulai-2027">Kota Malang Masuk 31 Besar Program LSDP Kemendagri, Proyek RDF Ditarget Mulai 2027</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/polres-situbondo-ungkap-praktik-pembuatan-petasan-dan-amankan-51-kg-bubuk-mercon">Polres Situbondo Ungkap Praktik Pembuatan Petasan dan Amankan 5,1 Kg Bubuk Mercon</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/mudik-lebaran-2026-diprediksi-turun-dishub-kota-malang-siapkan-7-pos-dan-rekayasa-lalin-situasional">Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Turun, Dishub Kota Malang Siapkan 7 Pos dan Rekayasa Lalin Situasional</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ramadan-kondusif-rutan-situbondo-perketat-pengamanan-lewat-sidak-blok-hunian">Ramadan Kondusif, Rutan Situbondo Perketat Pengamanan Lewat Sidak Blok Hunian</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/evaluasi-penataan-lalin-jalan-merdeka-selatan-dishub-kota-malang-tak-tutup-permanen-saat-ramadan">Evaluasi Penataan Lalin Jalan Merdeka Selatan, Dishub Kota Malang Tak Tutup Permanen saat Ramadan</a></li>
</ul>


<p>Saat disinggung mengenai banyaknya lampu jembatan tunggulmas yang padam, pihaknya menyampaikan jika saat ini belum ada laporan masuk. Pihaknya bersama tim akan melakukan pengecekan kembali.</p>



<p>“Belum ada laporan masuk. Kapan itu sudah pernah ada laporan terus sudah kita perbaiki. Nanti kita akan cek ke sana lagi,” tambahnya.</p>



<p>Saat Memontum.com mencoba melakukan pemantauan lapangan, didapati dari banyaknya PJU yang ada, hanya beberapa PJU yang menyala. Tentunya, itu menimbulkan keluhan dari masyarakat yang melintasi Jembatan tersebut.</p>



<p>Seperti salah satunya, yang dialami oleh pengendara, Santi Wahyu. &#8220;Percuma sudah difasilitasi PJU tidak berfungsi dengan maksimal. Meskipun sepeda motor juga ada lampunya tapi kam pencahayaannya kurang lewat situ juga gelap. Karena saya juga sering lewat situ kalau malam karena rumah saya lebih dekat lewat situ,” ujar Santi.</p>



<p>Santi berharap, ke depan Pemkot Malang nantinya bisa segera menindaklanjuti terkait dengan PJU yang padam tersebut. Agar para pengendara merasa aman dan nyaman saat melintasi Jembatan Tunggulmas tersebut. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">194928</post-id>	</item>
		<item>
		<title>DLH Kota Malang Alokasikan Rp 900 Juta untuk Tambah Penerangan di Alun-Alun Merdeka</title>
		<link>https://memontum.com/dlh-kota-malang-alokasikan-rp-900-juta-untuk-tambah-penerangan-di-alun-alun-merdeka</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Jul 2023 07:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[alokasikan]]></category>
		<category><![CDATA[ALun-alun]]></category>
		<category><![CDATA[juta]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[penerangan]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[tambah]]></category>
		<category><![CDATA[untuk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192543</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang berencana akan menambah penerangan dan pembenahan di Alun-Alun Merdeka Kota Malang. Hal tersebut dilakukan, untuk meningkatkan keamanan dan mencegah tindak kriminal. Sementara mengenai rencana itu, akan dialokasikan sekitar Rp 900 juta. Kepala DLH Kota Malang, Noer Rahman Widjaya, menyampaikan jika konsep rencana penambahan penerangan tersebut [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang berencana akan menambah penerangan dan pembenahan di Alun-Alun Merdeka Kota Malang. Hal tersebut dilakukan, untuk meningkatkan keamanan dan mencegah tindak kriminal. Sementara mengenai rencana itu, akan dialokasikan sekitar Rp 900 juta.</p>



<p>Kepala DLH Kota Malang, Noer Rahman Widjaya, menyampaikan jika konsep rencana penambahan penerangan tersebut bukan hanya dekorasi lampu. Namun, juga untuk penambahan lampu penerangan yang terperinci sesuai perencanaan. Rencana tersebut, nantinya akan melalui proses tender setelah dikirimkan ke Badan Layanan Pengadaan (BLP).</p>



<p>“Kalau Penerangan Jalan Umum (PJU), itu khusus lampu penerangan di jalan. Sementara kalau ini, khusus untuk Alun-Alun Merdeka. Mengingat existing kalau malam gelap sekali, sehingga melalui ini diharapkan bisa menekan kriminalisasi. Walaupun sekarang, tidak ada tindak kriminal,” jelas Rahman, Kamis (06/07/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Pihaknya menegaskan, jika konsep rencana penerangan di Alun-Alun Merdeka, berbeda dengan konsep yang ada di Kayutangan Heritage. Namun, tetap sesuai dengan konsep tematik dan perencanaan yang dibuat.</p>



<p>“Konsepnya nanti tidak sama dengan Kayutangan Heritage. Karena, ini untuk di Alun-Alun Merdeka. Ini juga tidak menggunakan tenaga surya tetapi sistemnya masih manual,” katanya.</p>



<p>Dalam hal ini, ujarnya, pihaknya menjelaskan jika terdapat sekitar 70 titik yang akan mendapatkan pencahayaan baru, dengan penekanan pada area sebelah selatan Alun-Alun Merdeka yang saat ini masih kurang terang pada malam hari. &#8220;Kurang lebih titiknya kalau tidak salah, ada sekitar 70 titik. Itu masih proses tender dan masih kita kirim ke BLP,” ujarnya.</p>



<p>Selain menambah pencahayaan, nantinya juga akan dilakukan pembenahan air mancur yang ada di dalam Alun-Alun Merdeka. Namun, akan melibatkan program Corporate Social Responsibility (CSR) yang langsung dilaksanakan serta dukungan anggaran dari APBD.</p>



<p>“Untuk detail lebih lanjut mengenai rencana pembenahan air mancur, masih dalam perencanaan,” imbuh Rahman. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192543</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
