<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>rumah ambruk &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/rumah-ambruk/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 22 Jan 2023 12:27:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>rumah ambruk &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Diguyur Hujan Deras, Rumah Warga Dawuhan Situbondo Ambruk</title>
		<link>https://memontum.com/diguyur-hujan-deras-rumah-warga-dawuhan-situbondo-ambruk</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Jan 2023 03:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Diguyur Hujan]]></category>
		<category><![CDATA[Hujan Deras]]></category>
		<category><![CDATA[Hujan Lebat]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[rumah ambruk]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=181856</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Situbondo, membuat rumah milik Hermin Saffana (68), warga Lingkungan Parse, Kelurahan Dawuhan, Kecamatan Kota, Situbondo, Sabtu (21/01/2023) malam, ambruk. Beruntung, nasib naas yang menimpa rumah berukuran panjang sekitar 15 meter dan lebar sekitar 6 meter, tidak mengakibatkan korban jiwa. Meskipun, beberapa perabot rumah rusak parah, akibat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Situbondo, membuat rumah milik Hermin Saffana (68), warga Lingkungan Parse, Kelurahan Dawuhan, Kecamatan Kota, Situbondo, Sabtu (21/01/2023) malam, ambruk. Beruntung, nasib naas yang menimpa rumah berukuran panjang sekitar 15 meter dan lebar sekitar 6 meter, tidak mengakibatkan korban jiwa. Meskipun, beberapa perabot rumah rusak parah, akibat tertimpa kayu.</p>



<p>Informasi Memontum.com, bahwa sebelum kejadian, Hermin bersama seorang anaknya terlelap dalam tidur. Tidak lama kemudian, keduanya terbangun karena mendengar suara mencurigakan dan benda jatuh. Kejadian itu, sontak membuat keduanya langsung keluar rumah untuk menyelamatkan diri.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tersangka-pembunuhan-gadis-open-bo-dilimpahkan-ke-kejaksaan">Tersangka Pembunuhan Gadis Open BO Dilimpahkan ke Kejaksaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jelang-lebaran-dishub-kota-malang-petakan-titik-rawan-macet-di-pusat-perbelanjaan">Jelang Lebaran, Dishub Kota Malang Petakan Titik Rawan Macet di Pusat Perbelanjaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wujudkan-kota-atraktif-dprd-trenggalek-sebut-pembangunan-harus-libatkan-semua-elemen">Wujudkan Kota Atraktif, DPRD Trenggalek sebut Pembangunan Harus Libatkan Semua Elemen</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkab-malang-salurkan-bantuan-untuk-warga-terdampak-angin-kencang-di-gunungsari-tajinan">Pemkab Malang Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Angin Kencang di Gunungsari Tajinan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/nilai-investasi-capai-rp-250-miliar-pemkot-malang-kaji-proyek-kabel-bawah-tanah">Nilai Investasi Capai Rp 250 Miliar, Pemkot Malang Kaji Proyek Kabel Bawah Tanah</a></li>
</ul>


<p>Tidak berselang lama, rumah miliknya pun ambruk. Puluhan warga yang mendengar kejadian itu, kontan mendatangi lokasi dan bahu-membahu membersihkan puing-puing reruntuhan material rumah.</p>



<p>“Saya kaget, karena saat tidur bersama anak saya, itu mendengar suara seperti benda jatuh. Sehingga, saya bangun dan langsung lari keluar rumah untuk menyelamatkan diri,” kata Hermin kepada Memontum.com, Minggu (22/01/2023) tadi.</p>



<p>Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo, Sruwi Hartanto, mengatakan bahwa ambruknya bangunan rumah milik nenek Hermin, diduga akibat sebagian kayu bangunan mulai rapuh. “Sehingga saat hujan deras, kayu bangunan rumahnya yang keropos tidak kuat menahan beban. Akibatnya, ya roboh,” kata Sruwi Hartanto. <strong>(her/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">181856</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sikapi Rumah Ambrol Muharto, DPUPRPKP Malang Sebut Bangunan Tak Berjarak Sempadan Sungai Salahi Aturan</title>
		<link>https://memontum.com/sikapi-rumah-ambrol-muharto-dpuprpkp-malang-sebut-bangunan-tak-berjarak-sempadan-sungai-salahi-aturan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Apr 2022 11:49:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[DPUPRPKP]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Muharto]]></category>
		<category><![CDATA[rumah ambruk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=167089</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Ambrolnya sejumlah rumah di Jalan Muharto, Kota Malang, membuat Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, memberikan respon. Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Diah Ayu Kusumadewi, mengatakan jika bangunan di kawasan tersebut telah menyalahi aturan. “Itu kan bangunan tepat berada di bibir sungai. Nah, itu tak berjarak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Ambrolnya sejumlah rumah di Jalan Muharto, Kota Malang, membuat Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, memberikan respon. Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Diah Ayu Kusumadewi, mengatakan jika bangunan di kawasan tersebut telah menyalahi aturan.</p>



<p>“Itu kan bangunan tepat berada di bibir sungai. Nah, itu tak berjarak sama sekali dengan sempadan sungai, yang artinya sudah menyalahi aturan yang ada,” kata Diah, Rabu (06/04/2022) tadi.</p>



<p>Menurutnya, masyarakat yang tinggal dibibir sungai, harus paham mengenai kondisi itu. Karena, aspek sosial dan kemanusiaan, harus didahulukan. Apalagi, mereka yang tinggal di situ, memang terpaksa karena tak memiliki tempat tinggal lain.</p>



<p>“Kita harus lihat orangnya. Kalau mereka mampu, nggak mungkin beli di situ. Jadi, ya kita mesti memahami secara sosial lah,” lanjutnya.</p>



<p>Dijelaskan, sebenarnya ada dua opsi dalam penanganan bangunan bibir sungai. Opsi pertama adalah relokasi dan kedua membangun plengsengan. Akan tetapi, pihaknya tidak bisa berbuat banyak dalam dua opsi tersebut.</p>



<p>“Plengsengan kita terhambat, karena harus koordinasi dulu dengan provinsi kan,” katanya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tersangka-pembunuhan-gadis-open-bo-dilimpahkan-ke-kejaksaan">Tersangka Pembunuhan Gadis Open BO Dilimpahkan ke Kejaksaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jelang-lebaran-dishub-kota-malang-petakan-titik-rawan-macet-di-pusat-perbelanjaan">Jelang Lebaran, Dishub Kota Malang Petakan Titik Rawan Macet di Pusat Perbelanjaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wujudkan-kota-atraktif-dprd-trenggalek-sebut-pembangunan-harus-libatkan-semua-elemen">Wujudkan Kota Atraktif, DPRD Trenggalek sebut Pembangunan Harus Libatkan Semua Elemen</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkab-malang-salurkan-bantuan-untuk-warga-terdampak-angin-kencang-di-gunungsari-tajinan">Pemkab Malang Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Angin Kencang di Gunungsari Tajinan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/nilai-investasi-capai-rp-250-miliar-pemkot-malang-kaji-proyek-kabel-bawah-tanah">Nilai Investasi Capai Rp 250 Miliar, Pemkot Malang Kaji Proyek Kabel Bawah Tanah</a></li>
</ul>


<p>Untuk upaya relokasi yang sebenarnya menjadi opsi utama bagi masyarakat Kota Malang, ternyata tidak bisa dilakukan oleh Pemkot Malang. Dikatakannya, karena Pemkot Malang masih belum memiliki lahan untuk mendirikan Rumah susun sederhana sewa (Rusunawa). Meskipun sebenarnya, Rusunawa di Kota Malang sendiri juga ada.</p>



<p>“Rusunawa di Kota Malang ini sebetulnya ada dua. Tetapi nyatanya, sudah penuh semua. Kita belum punya satu lokasi untuk membangun Rusunawa lagi. Jadi, opsi relokasi belum memungkinkan sekarang,” ujarnya.</p>



<p>Untuk mengatasi persoalan bangunan di bibir sungai, dikatakan Diah, pihaknya akan melakukan komunikasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas Provinsi Jawa Timur. Sebab jika melakukan opsi plengsengan, Pemkot Malang selain tidak ada anggaran untuk hal tersebut, wewenang pelaksanaan hanya dari Provinsi Jawa Timur dan Kementerian PUPR RI.</p>



<p>“Nanti kita bersurat, telpon, kirim foto lapangan. Kita sampaikan kondisi lapangan kalau seumpama ada dana isidentilnya di Provinsi Jatim bisa dialihkan kesini,” ungkapnya.</p>



<p>Mengenai anggaran, dikatakan bahwa Pemerintah Provinsi ataupun Pusat, memiliki dana isidentil. Yang mana, bisa melakukan pembangunan plengsengan di kawasan bibir sungai Kota Malang.</p>



<p>“Selama ada dana dan ada lahan sebenarnya selesai. Saya yakin PUPR ada anggaran. Nanti kita komunikasikan agar segera tertangani,” terangnya. <strong>(cw2/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">167089</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tinjau Lokasi Rumah Ambrol di Muharto, Wali Kota Malang Sampaikan Bantuan dan Tempat Sementara untuk Korban</title>
		<link>https://memontum.com/tinjau-lokasi-rumah-ambrol-di-muharto-wali-kota-malang-sampaikan-bantuan-dan-tempat-sementara-untuk-korban</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Apr 2022 09:22:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bantuan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Muharto]]></category>
		<category><![CDATA[rumah ambruk]]></category>
		<category><![CDATA[sutiaji]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Sutiaji]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=167056</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Sutiaji, meninjau langsung lokasi rumah ambrol di Jalan Muharto Gang 5B RT05 RW06 Kota Malang, Rabu (06/04/2022) tadi. Dalam kesempatan itu dirinya menjanjikan akan memberikan dana bantuan sebesar Rp 3 juta, untuk tiap KK yang terdampak. Hal itu dilakukan, karena untuk solusi jangka panjang masih membutuhkan proses dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Sutiaji, meninjau langsung lokasi rumah ambrol di Jalan Muharto Gang 5B RT05 RW06 Kota Malang, Rabu (06/04/2022) tadi. Dalam kesempatan itu dirinya menjanjikan akan memberikan dana bantuan sebesar Rp 3 juta, untuk tiap KK yang terdampak. Hal itu dilakukan, karena untuk solusi jangka panjang masih membutuhkan proses dan tidak bisa dilakukan secara cepat.</p>



<p>“Kita pikirkan yang 11 KK dahulu. Pertama, nanti untuk kesiapan dari kami mungkin Rp 3 juta per KK dahulu ya,” ujar Wali Kota Sutiaji, Rabu (06/04/2022) tadi.</p>



<p>Selain itu, pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Malang juga tetap akan melakukan komunikasi dengan pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas Jawa Timur, untuk bisa mengatasi bangunan rumah-rumah yang berada di bibir sungai. &#8220;Kami akan carikan rumah untuk pengungsian dan dananya diambilkan dana dari kami. Saya akan telepon UPT di Rusunawa, biar bisa menempati di sana dahulu,” lanjutnya.</p>



<p>Menurutnya, mencari tempat tinggal untuk mereka yang menjadi korban, tidak mudah. Jika Rusunawa tidak memungkinkan untuk ditempati, maka 11 KK yang terdampak rumah longsor akan dicarikan lokasi lain untuk bisa ditempati sementara.</p>



<p>“Cari tempat nggak gampang, ada milik pemerintah tetapi itu sudah masuk set plan RT/RW. Ya nanti kita carikan tempat untuk bernaung yang 11 KK itu. Kalau memang Rusun siap, nanti kami yang menanggung biayanya,” tuturnya.</p>



<p>Disisi lain, Wali Kota Sutiaji mengapresiasi tindakan warga yang telah melakukan mitigasi sejak dini. Oleh sebab itu, dalam kejadian yang terjadi Selasa (05/04/2022) kemarin, dipastikan tidak ada korban jiwa dan perabotan yang ikut hanyut.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tersangka-pembunuhan-gadis-open-bo-dilimpahkan-ke-kejaksaan">Tersangka Pembunuhan Gadis Open BO Dilimpahkan ke Kejaksaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jelang-lebaran-dishub-kota-malang-petakan-titik-rawan-macet-di-pusat-perbelanjaan">Jelang Lebaran, Dishub Kota Malang Petakan Titik Rawan Macet di Pusat Perbelanjaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wujudkan-kota-atraktif-dprd-trenggalek-sebut-pembangunan-harus-libatkan-semua-elemen">Wujudkan Kota Atraktif, DPRD Trenggalek sebut Pembangunan Harus Libatkan Semua Elemen</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkab-malang-salurkan-bantuan-untuk-warga-terdampak-angin-kencang-di-gunungsari-tajinan">Pemkab Malang Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Angin Kencang di Gunungsari Tajinan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/nilai-investasi-capai-rp-250-miliar-pemkot-malang-kaji-proyek-kabel-bawah-tanah">Nilai Investasi Capai Rp 250 Miliar, Pemkot Malang Kaji Proyek Kabel Bawah Tanah</a></li>
</ul>


<p>“Tidak ada korban jiwa. Jadi, Pak RT sudah menyampaikan memang sudah ada mitigasi. Pemkot Malang juga sampaikan bahwa lokasi-lokasi ini rawan,” katanya.</p>



<p>Tidak hanya itu, dirinya juga turut mengapresiasi pada Lippo Mall, yang turut aktif memberikan bantuan untuk warga yang terdampak tersebut.</p>



<p>Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, Alie Mulyanto, menambahkan bahwa potensi longsor bisa kembali terjadi kapan saja. Sebab, menurut BMKG perubahan cuaca ekstrem masih akan terus terjadi,l. Sehingga, potensi hujan lebat dan angin kencang masih akan terjadi.</p>



<p>“Masih berpotensi, karena yang namanya perubahan cuaca ekstrem mulai dari musim penghujan dan kemarau sampai dengan awal Mei atau lebaran nanti,” ucap Alie.</p>



<p>Menurutnya, ada dua penguatan yang harus dilakukan, pertama pada manusianya dan kedua kawasannya. Untuk penguatan pada manusia yakni dilakukan sosialisasi, agar bisa melakukan mitigasi lebih dini dan penguatan Early warning system (EWS).</p>



<p>“Yang kita kuatkan adalah manusianya. Artinya, bahwa waspada ini penting bagi masyarakat di daerah sekitar aliran sungai,” terangnya. <strong>(hms/cw2/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">167056</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dihajar Hujan Deras, Rumah Warga Mangaran Situbondo Ambruk Timpa Pemilik Rumah</title>
		<link>https://memontum.com/dihajar-hujan-deras-rumah-warga-mangaran-situbondo-ambruk-timpa-pemilik-rumah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Mar 2022 11:07:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[ambruk]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Hujan Deras]]></category>
		<category><![CDATA[Hujan Lebat]]></category>
		<category><![CDATA[rumah ambruk]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=164995</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Itensitas hujan tinggi yang berlangsung di wilayah Kabupaten Situbondo, berdampak pada ambruknya sebuah rumah di wilayah Kecamatan Mangaran. Adalah rumah semi permanen milik Mariati (85) warga Dusun Semiring Utara RT02 RW05, Desa Semiring, yang mengalami musibah tersebut.  Akibat kejadian itu, korban yang saat musibah itu berada di dalam rumah, kontan menjadi sasaran [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Itensitas hujan tinggi yang berlangsung di wilayah Kabupaten Situbondo, berdampak pada ambruknya sebuah rumah di wilayah Kecamatan Mangaran. Adalah rumah semi permanen milik Mariati (85) warga Dusun Semiring Utara RT02 RW05, Desa Semiring, yang mengalami musibah tersebut. </p>



<p>Akibat kejadian itu, korban yang saat musibah itu berada di dalam rumah, kontan menjadi sasaran ambruknya rumah. Korban pun, juga harus menjalani perawatan.</p>



<p>Koordinator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Situbondo, Puriyono, menjelaskan bahwa kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 17.00. Akibat kejadian tersebut, korban yang seorang janda ini mengalami luka memar di bagian dahi akibat tertimpa puing-puing reruntuhan rumahnya.</p>



<p>&#8220;Saat rumahnya roboh, korban sedang ada di dalam. Sehingga, tidak sempat menyelamatkan diri,” imbuhnya, Sabtu (05/03/222) siang.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tersangka-pembunuhan-gadis-open-bo-dilimpahkan-ke-kejaksaan">Tersangka Pembunuhan Gadis Open BO Dilimpahkan ke Kejaksaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jelang-lebaran-dishub-kota-malang-petakan-titik-rawan-macet-di-pusat-perbelanjaan">Jelang Lebaran, Dishub Kota Malang Petakan Titik Rawan Macet di Pusat Perbelanjaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wujudkan-kota-atraktif-dprd-trenggalek-sebut-pembangunan-harus-libatkan-semua-elemen">Wujudkan Kota Atraktif, DPRD Trenggalek sebut Pembangunan Harus Libatkan Semua Elemen</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkab-malang-salurkan-bantuan-untuk-warga-terdampak-angin-kencang-di-gunungsari-tajinan">Pemkab Malang Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Angin Kencang di Gunungsari Tajinan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/nilai-investasi-capai-rp-250-miliar-pemkot-malang-kaji-proyek-kabel-bawah-tanah">Nilai Investasi Capai Rp 250 Miliar, Pemkot Malang Kaji Proyek Kabel Bawah Tanah</a></li>
</ul>


<p>Lebih lanjut Puriyono menjelaskan, mengetahui peristiwa naas itu, anak korban atas nama Mulyo (65), langsung bergegas menolong ibunya. Korban yang saat kejadian ada di luar rumah, dengan cepat membawa keluar ibunya dari rumah tersebut.</p>



<p>“Dengan dibantu oleh tetangganya, Nenek Mariati langsung dibawa ke Puskesmas Mangaran, untuk menjalani perawatan medis,” bebernya.</p>



<p>Lebih lanjut Puriyono mengungkapkan, setelah mendapat perawatan medis, Nenek Mariati diperbolehkan pulang dan hanya menjalani rawat jalan. “Alhamdulillah, kondisi korban sudah membaik dan tidak ada luka serius yang dialaminya,” paparnya.</p>



<p>Sementara itu, mendengar kabar atau musibah tersebut, Danramil 0823/04 Mangaran, Kapten Inf Waluyo bersama anggota memberikan bantuan Sembako kepada korban, Sabtu (05/03/2022) tadi. Bahkan, Senin (07/03/2022) lusa, bersama warga menjadwalkan untuk bergotong royong mendirikan rumah korban. <strong>(her/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">164995</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Rumah Kayu milik Janda di Situbondo Ambruk Timpa Anak Korban</title>
		<link>https://memontum.com/rumah-kayu-milik-janda-di-situbondo-ambruk-timpa-anak-korban</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Nov 2021 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[rumah ambruk]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Janda Ambruk]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=158392</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Nasib apes dialami seorang janda bernama Insani (45) tahun warga Dusun Bantungan, Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo. Diduga karena kondisi kayu bangunan semi permanen telah rapuh, anak korban yang yang berusia 10 tahun, akhirnya tertimpa reruntuhan bangunan, yang diketahui dibangun swadaya oleh warga sekitar. Beruntung, dalam musibah itu tidak sampai mengalami [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Nasib apes dialami seorang janda bernama Insani (45) tahun warga Dusun Bantungan, Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo. Diduga karena kondisi kayu bangunan semi permanen telah rapuh, anak korban yang yang berusia 10 tahun, akhirnya tertimpa reruntuhan bangunan, yang diketahui dibangun swadaya oleh warga sekitar.</p>



<p>Beruntung, dalam musibah itu tidak sampai mengalami luka yang serius. Sementara anak korban, hanya mengalami di kepala, karena terkena paku.</p>



<p>&#8220;Anak saya kepalanya luka kena paku,&#8221; terang Insani.</p>



<p>Janda berusia 45 tahun ini bercerita, pada saat kejadian, dirinya sedang berada di luar rumah. Sedangkan anaknya, berada di dalam kamar sedang bermain hand phone.</p>



<p>&#8220;Rumah saya amrbruk sekitar pukul 07.30,&#8221; katanya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tersangka-pembunuhan-gadis-open-bo-dilimpahkan-ke-kejaksaan">Tersangka Pembunuhan Gadis Open BO Dilimpahkan ke Kejaksaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jelang-lebaran-dishub-kota-malang-petakan-titik-rawan-macet-di-pusat-perbelanjaan">Jelang Lebaran, Dishub Kota Malang Petakan Titik Rawan Macet di Pusat Perbelanjaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wujudkan-kota-atraktif-dprd-trenggalek-sebut-pembangunan-harus-libatkan-semua-elemen">Wujudkan Kota Atraktif, DPRD Trenggalek sebut Pembangunan Harus Libatkan Semua Elemen</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkab-malang-salurkan-bantuan-untuk-warga-terdampak-angin-kencang-di-gunungsari-tajinan">Pemkab Malang Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Angin Kencang di Gunungsari Tajinan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/nilai-investasi-capai-rp-250-miliar-pemkot-malang-kaji-proyek-kabel-bawah-tanah">Nilai Investasi Capai Rp 250 Miliar, Pemkot Malang Kaji Proyek Kabel Bawah Tanah</a></li>
</ul>


<p>Insani sendiri, mengetahui anaknya berada di bawah reruntuhan, setelah anaknya meminta tolong. Karenanya, dirinya langsung berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar.</p>



<p>&#8220;Tidak lama kok, paling lima menit korban sudah berhasil dievakuasi,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Anggota BPBD Sumberkolak, Iwan, mengatakan bahwa sebelumnya rumah korban berada di depan dan pindah ke tanah milik saudaranya yang ada di selatan. &#8220;Rumah itu dibangun oleh warga tiga tahun yang lalu,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Kepala Pelaksana BPBD Situbondo, Zainul Arifin, membenarkan adanya musibah rumah warga yang ambruk itu. Dijelaskan, rumah itu ambruk karena kondisi kayu bangunan rumahnya sudah rapuh.</p>



<p>&#8220;Anak korban selamat meski sempat tertimpa reruntuhan bangunan rumahnya, hanya luka ringan di bagian kepalanya,&#8221; kata Zainul Arifin. <strong>(her/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">158392</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jelang Shalat Maghrib, Rumah Mbah Poni Janda Tua Ambruk</title>
		<link>https://memontum.com/jelang-shalat-maghrib-rumah-mbah-poni-janda-tua-ambruk</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Sep 2019 10:55:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[rumah ambruk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/93409-jelang-shalat-maghrib-rumah-mbah-poni-janda-tua-ambruk</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Nahas menimpa nasip Mbah Poni (85), janda tua warga Dusun Pilang Desa Gedangan Kecamatan Sukodadi Kabupaten Lamongan. Ketika hendak mengambil air wudhu untuk sholat Maghrib, tiba tiba rumah yang di tempatinya tiba-tiba ambruk. Sabtu (21/9/2019) Sore kemarin. Mulyadi (60) warga Desa Gedangan kepada awak media mengatakan, awal mulanya kejadian rumah ambruk itu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Nahas menimpa nasip Mbah Poni (85), janda tua warga Dusun Pilang Desa Gedangan Kecamatan Sukodadi Kabupaten Lamongan. Ketika hendak mengambil air wudhu untuk sholat Maghrib, tiba tiba rumah yang di tempatinya tiba-tiba ambruk. Sabtu (21/9/2019) Sore kemarin.</p>
<p>Mulyadi (60) warga Desa Gedangan kepada awak media mengatakan, awal mulanya kejadian rumah ambruk itu pada waktu sore hari menjelang Maghrib, tidak ada hujan dan angin tahu-tahu rumah milik Mbah Poni ambruk seketika itu rata dengan tanah.</p>
<p>” Rumah itu adalah rumah zaman dahulu yang masih berdindingkan bambu serta beralaskan tanah, belum ada renovasi apapun, sewaktu ambruk kemarin sempat mengenai beliaunya, namun tidak sampai fatal,” ujar Mulyadi, Minggu (22/09/2019).</p>
<p>Dia menjelaskan, Mbah Poni memang tergolong orang miskin janda tua yang tidak mempunyai satupun seorang anak sama sekali, beliuanya setiap hari untuk makan hanya dari belas kasihan warga setempat.</p>
<p>“Atas musibah yang menimpanya, kami beserta warga lainnya menggalang dana untuk kemudian di berikan sebagai rasa kemanusiaan dan ikut prihatin, namun dengan jumlah yang sekedarnya,” tuturnya.</p>
<p>Saat ini, sambung Mulyadi, warga Gedangan dan tetangga terdekat juga ikut gotong royong untuk membantu mendirikan rumah yang ambruk tersebut, namun hanya sebatas tiangnya saja yang bisa kami bantu.</p>
<p>” Untuk atap yang berasal dari genting di mungkinkan sudah tidak bisa di pakai lagi, karena sudah pecah semua, sebagian untuk yang kayu atau bambu (gedek) masih ada yang bisa digunakan,” terangnya.</p>
<p>Dia mengatakan, semestinya Pemerintah Desa Gedangan tanggap akan keadaan Mbah Poni yang selama bertahun-tahun hidup dalam garis kemiskinan, dengan kondisi rumah yang hampir roboh.</p>
<p>” Seharusnya di data dan di ajukan ke Dinas terkait melalui Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) agar di lakukan bedah rumah atau bantuan sejenisnya,” ungkapnya.</p>
<p>Mulyadi menambahkan, Pemerintah Desa Gedangan terkesan cuek dengan keadaaan atau kesenjangan sosial yang menimpa warganya, khususnya bagi kaum dhuafa yang benar-benar layak untuk mendapatkan uluran tangan kita.</p>
<p>Terpisah, Kabid Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Dinas Sosial Kabupaten Lamongan, Subandiyah, saat di konfirmasi melalui WhatsApp, berkaitan dengan musibah rumah ambruk yang menimpa Mbah Poni warga Dusun Pilang Desa Gedangan Kecamatan Sukodadi, belum memberikan tanggapan apapun. WhatsApp sudah di baca namun belum ada balasan dari beliaunya. <strong>(son/sgg/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">93409</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Rumah Ambruk, Pasutri Manula Butuh Bantuan</title>
		<link>https://memontum.com/rumah-ambruk-pasutri-manula-butuh-bantuan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Dec 2017 13:15:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[rumah ambruk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=13893</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi&#8212; Sepekan terakhir, pasangan suami istri Supiyanto (82) dan Tukinem (84) warga Dusun Sumberayu, Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar, harus mengungsi ke rumah warga setempat. Pasalnya, rumah mereka ambruk begitu saja. Parahnya, mereka belum tersentuh bantuan apapun dari pihak terkait. Supiyanto mengatakan, musibah itu menimpanya seminggu yang lalu sekitar pukul 04.00 WIB subuh. Dia tidak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Banyuwangi&#8212;</strong> Sepekan terakhir, pasangan suami istri Supiyanto (82) dan Tukinem (84) warga Dusun Sumberayu, Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar, harus mengungsi ke rumah warga setempat. Pasalnya, rumah mereka ambruk begitu saja. Parahnya, mereka belum tersentuh bantuan apapun dari pihak terkait.</p>
<p>Supiyanto mengatakan, musibah itu menimpanya seminggu yang lalu sekitar pukul 04.00 WIB subuh. Dia tidak tahu kenapa rumahnya ambruk, meski saat itu tidak ada hujan maupun angin ribut yang terjadi. Terlebih, rumahnya tersebut tergolong baru karena pernah mendapat bantuan program bedah rumah sekitar dua tahun lalu.</p>
<p>“Tidak ada angin tidak ada hujan, tiba-tiba saja atap rumah saya runtuh. Padahal rumah saya ini pernah dapat bantuan bedah rumah,” katanya dengan wajah sedih, ditemui di lokasi, Selasa (19/12/2017).</p>
<p>Dia mengaku belum ada bantuan dari pemerintah yang tiba. Sebab itu dia dan istrinya harus mengungsi ke rumah warga untuk sementara waktu. Dia berharap, ada bantuan dari pemerintah yang datang, agar dia bisa kembali ke rumah satu-satunya tersebut.</p>
<p>Kepala Desa Sumberberas Sri Purnanik mengaku sudah mengetahui perihal kesulitan yang dialami warganya tersebut. Pihaknya sudah melakukan musyawarah internal dan kordinasi dengan pihak Kecamatan Muncar. Dalam waktu dekat, rumah Supiyanto akan segera dibangun kembali yang dananya diambilkan dari Dana Desa tahun 2018.</p>
<p>“Saya sudah menerima laporan perihal itu dan sudah kordinasi. Tahun 2018 akan menjadi prioritas desa untuk segera membantu pembangunan rumah korban yang akan dibarengkan dengan satu rumah warga miskin lainnya,” jelasnya.</p>
<p>Sri Purnanik juga membenarkan, jika rumah Supiyanto memang pernah menerima bantuan program bedah rumah dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Namun pihak desa saat itu hanya mengetahui saja, tidak menjadi pelaksana program. Sebab itu, dia tidak tahu menahu bagaimana kualitas pembangunannya.</p>
<p>“Dulu pernah mendapat bantuan program bedah rumah, tapi yang jelas bukan dari desa tapi dari Kabupaten. Dan itu kita sifatnya hanya ketempatan saja karena diminta untuk mengusulkan calon warga miskin penerima bantuan. Selanjutnya kita tidak tahu,” pungkasnya. (rul/yan)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">13893</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
