<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Songgoriti &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/songgoriti/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 14 Jan 2024 00:35:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Songgoriti &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Kunjungan Wisatawan ke Candi Songgoriti Alami Penurunan</title>
		<link>https://memontum.com/kunjungan-wisatawan-ke-candi-songgoriti-alami-penurunan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Jan 2024 09:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungan]]></category>
		<category><![CDATA[penurunan]]></category>
		<category><![CDATA[Songgoriti]]></category>
		<category><![CDATA[Wisatawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=204440</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Jumlah kunjungan wisatawan ke Candi Songgoriti, Kota Batu, mengalami penurunan. Jika biasa di akhir pekan masih menerima wisatawan hingga puluhan, maka sekarang kian menurun. Juru Kunci Candi Songgoriti Kota Batu Hadi Suyitno, mengatakan, bahwa kunjungan wisatawan terakhir meningkat di Juli 2023. Saat itu, pernah dalam akhir pekan hingga mencapai 200 orang. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Batu</strong> &#8211; Jumlah kunjungan wisatawan ke Candi Songgoriti, Kota Batu, mengalami penurunan. Jika biasa di akhir pekan masih menerima wisatawan hingga puluhan, maka sekarang kian menurun.</p>



<p>Juru Kunci Candi Songgoriti Kota Batu Hadi Suyitno, mengatakan, bahwa kunjungan wisatawan terakhir meningkat di Juli 2023. Saat itu, pernah dalam akhir pekan hingga mencapai 200 orang. Yang mana, saat itu bertepatan juga dengan masa liburan.</p>



<p>&#8220;Pada Juli 2023, itu pernah dalam suatu ketika menembus 200 orang. Terus, ditambah 50 orang untuk penelitian,&#8221; terangnya, Sabtu (13/01/2023) tadi.</p>



<p>Seiring berjalannya waktu hingga November 2023, kunjungan semakin sepi. Dalam sebulan, jumlah wisatawan. Bahkan hingga Desember 2023, yang diharapkan ramai kunjungan ternyata jauh dari harapan atau kisaran 60 orang pengunjung.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Sebelum pandemi, Candi Songgoriti selalu didatangi pelancong dari berbagai daerah. Seperti rombongan bus dari Bali dan Jakarta, juga kerap mampir. Biasanya kunjungan didominasi oleh anak sekolah hingga mahasiswa. Perhari bisa 50 hingga 70 orang yang berkunjung. Tapi sekarang, memang sepi,&#8221; urainya.</p>



<p>Pengaruh sepinya pengunjung, menurutnya, bisa disebabkan cuaca. Atau, secara publikasi juga kurang. Meski demikian, perawatan candi masih terus dilakukan. Bahkan untuk masuk ke dalam candi, pengunjung tidak dipungut biaya apapun.</p>



<p>&#8220;Tentunya, saya berharap dinas terkait terus pemerintah memperhatikan kondisi ini. Bagaimana cara meningkatkan kunjungan wisata sejarah. Mengingat, Candi Songgoriti memiliki sejarah tinggi yang wajib diketahui oleh banyak orang,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Salah seorang pengunjung, Adianto, mengatakan bahwa kedatangannya ke Candi Songgoriti, untuk tujuan ibadah. Dalam sekali kunjungan, dirinya bisa menghabiskan waktu 15 menit sampai 1 jam.</p>



<p>Adi berharap, ke depan kompleks Candi Songgoriti ini akan dikembangkan dengan lebih baik lagi oleh pemerintah. Utamanya, dalam bidang seni dan budaya. &#8220;Yang jelas, saya berharap Candi Songgoriti ini dikembangkan dengan lebih menata lagi tempatnya supaya asri bersih. Sehingga, kita lebih nyaman di sini. Karena, itu sebagai salah satu cara untuk melestarikan cagar budaya itu sendiri,&#8221; ujarnya. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">204440</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Diputus Sepihak Jasa Yasa Atas Pengelolaan Songgoriti, PT AJI Bakal Ajukan Gugatan</title>
		<link>https://memontum.com/diputus-sepihak-jasa-yasa-atas-pengelolaan-songgoriti-pt-aji-bakal-ajukan-gugatan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Dec 2023 10:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ajukan]]></category>
		<category><![CDATA[diputus]]></category>
		<category><![CDATA[Gugatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengelolaan]]></category>
		<category><![CDATA[Sepihak]]></category>
		<category><![CDATA[Songgoriti]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=203230</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Bakal berbuntut panjangnya peristiwa penghentian aktifitas pembangunan PT AJI (Aljabar Jati Indonesia) di kawasan Hotel dan Pemandian Air Panas Alam Songgoriti, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, Kota Batu, selaku pihak kedua dalam perjanjian kerja sama (PKS) dengan Perumda Jasa Yasa Kabupaten Malang, yang dilakukan oleh Satpol PP Kabupaten Malang, akhirnya benar terbukti. Selain [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Malang</strong> &#8211; Bakal berbuntut panjangnya peristiwa penghentian aktifitas pembangunan PT AJI (Aljabar Jati Indonesia) di kawasan Hotel dan Pemandian Air Panas Alam Songgoriti, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, Kota Batu, selaku pihak kedua dalam perjanjian kerja sama (PKS) dengan Perumda Jasa Yasa Kabupaten Malang, yang dilakukan oleh Satpol PP Kabupaten Malang, akhirnya benar terbukti. Selain Jasa Yasa yang mengaku telah memutus sepihak PKS pada 20 Oktober 2023 karena dinilai wanprestasi, siapa sangka atas pemutusan itu juga akan dilakukan gugatan oleh PT AJI kepada Jasa Yasa.</p>



<p>Dikatakan Kuasa Hukum PT AJI, Henru Purnomo, bahwa atas permasalahan yang dialami oleh kliennya (PT AJI, red), sebenarnya bisa diselesaikan secara musyawarah. Hanya saja, hal ini tidak diberikan kesempatan kepada kliennya.</p>



<p>&#8220;Sebenarnya lewat pintu mediasi, hal ini bisa dilakukan. Itupun, kalau memang itu diberi kesempatan,&#8221; terangnya, saat dihubungi via ponsel, Selasa (12/12/2023) tadi.</p>



<p>Mengenai pemutusan sepihak yang dilakukan oleh Perumda Jasa Yasa, paparnya, bahwa manajemen atau direktur yang baru belum mengerti secara detail isi PKS yang dibuat bersama. Namun begitu, jika saat ini pihaknya (PT AJI) melihat apa yang diinginkan oleh Perumda Jasa Yasa.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Kami sekarang melihat apa yang diinginkan Perumda Jasa Yasa. Istilahnya wait and see. Kalau sudah tidak ada ruang mediasi lagi, maka kami juga akan menuntut balik Perumda Jasa Yasa,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Dirinya menilai, bahwa memang tidak dibenarkan jika merusak aset selama berlakunya PKS. &#8220;Kita ini memperbaiki, kok malah dianggap merusak. Itu tidak benar. Terus kerusakan yang mana dan yang kita lakukan sudah sesuai dengan PKS,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Dirinya juga menegaskan, bahwa pihak PT AJI juga telah menghitung kerugian akibat pemutusan sepihak tersebut. &#8220;Yang jelas, kami tidak mencari perkara. Dan, saat ini kami tidak diberi kesempatan untuk bicara. Maka, kami akan menggugat Perumda Jasa Yasa,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Sebagaimana diberitakan sebelumnya, peristiwa ini bermula ketika Satpol PP Kabupaten Malang melakukan penghentian aktifitas pembangunan PT AJI di kawasan Hotel dan Pemandian Air Panas Alam Songgoriti, Kamis (07/12/2023) lalu. Dugaan awal, izin pembangunan dan perusakan aset milik Pemkab Malang. Dari penghentian itu, diketahui bahwa Jasa Yasa yang sebelumnya menjalin PKS dengan PT AJI, menjelaskan bahwa PKS sudah diputus sepihak pada 20 Oktober 2023 dengan alasan pihak kedua wanprestasi terhadap isi PKS. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">203230</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sikapi Penghentian Aktifitas Pengelolaan Songgoriti, Jasa Yasa Sampaikan Putus Kerja Sama dengan PT AJI</title>
		<link>https://memontum.com/sikapi-penghentian-aktifitas-pengelolaan-songgoriti-jasa-yasa-sampaikan-putus-kerja-sama-dengan-pt-aji</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Dec 2023 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[aktifitas]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengelolaan]]></category>
		<category><![CDATA[penghentian]]></category>
		<category><![CDATA[sampaikan]]></category>
		<category><![CDATA[sikapi]]></category>
		<category><![CDATA[Songgoriti]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=203167</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Penghentian aktifitas pembangunan PT AJI (Aljabar Jati Indonesia) di kawasan Hotel dan Pemandian Air Panas Alam Songgoriti, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, Kota Batu, selaku pihak kedua dalam perjanjian kerja sama (PKS) dengan Perumda Jasa Yasa Kabupaten Malang, oleh Satpol PP Kabupaten Malang, pada Kamis (07/12/2023) lalu, sepertinya bakal berbuntut panjang. Itu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Batu</strong> &#8211; Penghentian aktifitas pembangunan PT AJI (Aljabar Jati Indonesia) di kawasan Hotel dan Pemandian Air Panas Alam Songgoriti, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, Kota Batu, selaku pihak kedua dalam perjanjian kerja sama (PKS) dengan Perumda Jasa Yasa Kabupaten Malang, oleh Satpol PP Kabupaten Malang, pada Kamis (07/12/2023) lalu, sepertinya bakal berbuntut panjang. Itu karena, siapa sangka per 20 Oktober 2023 lalu, diketahui bahwa Perumda Jasa Yasa sudah memutus secara sepihak perjanjian kerja sama (PKS) dengan PT AJI atas pengelolaan Songgoriti. Pemutusan ini, disebabkan karena PT AJI dianggap wanprestasi dalam menjalankan PKS.</p>



<p>Direktur Usaha Perumda Jasa Yasa, Lazuardi Firdaus, mengatakan bahwa pemutusan sepihak yang dilakukan tersebut sudah berdasarkan Pasal 11 dalam PKS. Itu karena, PT AJI tidak sesuai dengan kesepakatan atas pengelolaan aset Kabupaten Malang di Songgoriti, di atas lahan seluas 4,3 hektar.</p>



<p>&#8220;Dalam Pasal 11 sudah dijelaskan bahwa jika dalam keterlambatan investasi terjadi selama dua tahun berturut-turut, maka pihak ke satu (Perumda Jasa Yasa) melakukan evaluasi yang dapat pengakhiran kerja sama secara sepihak,&#8221; terang Firdaus, saat berada di Songgoriti, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan/Kota Batu, Senin (11/12/2023) tadi.</p>



<p>Sementara yang dilakukan PT AJI yang memulai PKS sejak 2021 lalu hingga tahun ke tiga ini atau tahun 2023, paparnya, belum memberikan nilai investasi. Padahal seharusnya, dari tahun pertama hingga ketiga, nilai investasi yang seharusnya masuk senilai total Rp 21 miliar.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Jadi kalau dirinci, tahun pertama investasi atau pada 2021, harusnya sudah ada nilai investasi masuk sebesar Rp 7 miliar. Kemudian, pada tahun kedua atau pada 2022 sebesar Rp 7 miliar. Hingga, tahun ke tiga ini atau pada 2023 ini, juga sebesar Rp 7 miliar sampai nantinya selama lima tahun atau sesuai PKS total sebesar Rp 35 miliar. Dan, dari tahun pertama hingga tahun ketiga ini investasi belum pernah diberikan,&#8221; terangnya.</p>



<p>Firdaus menambahkan, bahwa PKS yang disepakati dengan PT AJI dengan nilai investasi Rp 35 miliar tersebut selama 25 tahun. Di luar investasi tersebut, juga ada kewajiban kontribusi yang harus diberikan ke Perumda Jasa Yasa, yakni sebesar Rp 450 juta pertahun.</p>



<p>&#8220;Jadi setelah PKS ini berlaku, di tahun pertama sudah memberikan kontribusi Rp 450 juta. Tahun kedua kontribusi diberikan separuh kesepakatan yaitu Rp 250 juta. Tahun ketiga pada 2023 ini belum ada kontribusi,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Ditambahkannya, selain terkait nilai investasi yang belum diberikan oleh PT AJI kepada Perumda Jasa Yasa, ternyata PT AJI juga telah melakukan kerja sama dengan investor lain yaitu PT Songgoriti Hot Spring (SHS). Padahal, dalam PKS sudah menyatakan bahwa selama berlakunya perjanjian, PT AJI tidak boleh mendatangkan atau kerja sama dengan investor lain.</p>



<p>&#8220;Sebenarnya, kami sudah memutus PKS ini sejak 20 Oktober 2023. Dari situ, kami melakukan evaluasi secara bertahap. Dan, dari hasil evaluasi maka kami putuskan sepihak. Dan, investor yang sudah kerja sama dengan PT AJI kita ambil alih. Ini sekarang proses perhitungan kerusakan. Setidaknya, 4 Januari 2024 harus dikosongkan dan kalau PT AJI menggugat dipersilahkan,&#8221; terangnya. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">203167</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hotel Songgoriti dari Zaman Keemasan hingga Nasibmu Kini</title>
		<link>https://memontum.com/hotel-songgoriti-dari-zaman-keemasan-hingga-nasibmu-kini</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Jul 2023 08:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[dari]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[Hotel]]></category>
		<category><![CDATA[kabar]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[keemasan]]></category>
		<category><![CDATA[kini]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[nasibmu]]></category>
		<category><![CDATA[Songgoriti]]></category>
		<category><![CDATA[zaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=194595</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Masa keemasan Hotel Songgoriti yang berada di Kelurahan Songgokerto, Kecamatan/Kota Batu, seolah mulai terlupakan. Padahal, hotel yang ada sejak tahun 1980 dan menjadi hotel favorit tamu luar kota pada zamannya, kini sudah mulai berbeda. Salah satu pegawai Hotel Songgoriti, Hadi Susanto, mengatakan jika di masanya keberadaan air panas Hotel Songgoriti, menjadi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Batu</strong> &#8211; Masa keemasan Hotel Songgoriti yang berada di Kelurahan Songgokerto, Kecamatan/Kota Batu, seolah mulai terlupakan. Padahal, hotel yang ada sejak tahun 1980 dan menjadi hotel favorit tamu luar kota pada zamannya, kini sudah mulai berbeda.</p>



<p>Salah satu pegawai Hotel Songgoriti, Hadi Susanto, mengatakan jika di masanya keberadaan air panas Hotel Songgoriti, menjadi andalan dan menjadi jujukan para tamu luar kota pada zamannya. Daya tarik air panas alami yang mengalir ke tiap kamar mandi hotel, menjadi daya tarik tersendiri bagi tamu hotel.</p>



<p>&#8220;Seiring berjalannya waktu, Hotel Songgoriti ini semakin sepi setelah masa pandemi Covid-19. Banyak karyawan yang harus dirumahkan. Dan, sampai sekarang sementara tidak beroperasi,&#8221; terangnya, saat berada di Songgoriti, Minggu (30/07/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sebelum berhenti operasional, menurut Hadi, tarif kamar hotel sangat bervariasi atau tergantung dari luasan kamar dan fasilitasnya. Mulai dari Rp 150 ribu sampai Rp 350 ribu permalam.</p>



<p>Hadi pun berharap, keberadaan Hotel Songgoriti bisa kembali pulih. Sehingga, bisa menopang sejumlah destinasi wisata yang ada di kawasan Kota Batu. Apalagi, hotel ini memiliki ikon yang berbeda yaitu air panasnya.</p>



<p>&#8220;Meredupnya Hotel Songgoriti, seolah juga berdampak ke penginapan atau kawasan sekitar. Dari tempat wisata dan lainnya. Karenanya, semoga Hotel Songgoriti kembali pulih dan beroperasi kembali,&#8221; paparnya. <strong>(put/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">194595</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Uri-uri Budaya, 75 Kesenian Bantengan dari di Jatim dan Jateng Diarak di Kawasan Songgoriti</title>
		<link>https://memontum.com/uri-uri-budaya-75-kesenian-bantengan-dari-di-jatim-dan-jateng-diarak-di-kawasan-songgoriti</link>
					<comments>https://memontum.com/uri-uri-budaya-75-kesenian-bantengan-dari-di-jatim-dan-jateng-diarak-di-kawasan-songgoriti#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Jul 2023 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[bantengan]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[dari]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[diarak]]></category>
		<category><![CDATA[jateng]]></category>
		<category><![CDATA[Jatim]]></category>
		<category><![CDATA[kabar]]></category>
		<category><![CDATA[kawasan]]></category>
		<category><![CDATA[Kesenian]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[Songgoriti]]></category>
		<category><![CDATA[uri-uri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=194056</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Sebanyak 75 kesenian Bantengan diarak mengeliling kawasan Songgoriti, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan/Kota Batu. Kegiatan yang sudah diagendakan selama 15 tahun ini, diramaikan kelompok seni luar Kota Batu, seperti dari Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Blitar, Semarang, Magelang, Solo, Ngawi dan Malang. Penasehat Komunitas Bantengan Kusumo Kota Batu, Udik Arianto, mengatakan tujuan dari kegiatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Sebanyak 75 kesenian Bantengan diarak mengeliling kawasan Songgoriti, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan/Kota Batu. Kegiatan yang sudah diagendakan selama 15 tahun ini, diramaikan kelompok seni luar Kota Batu, seperti dari Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Blitar, Semarang, Magelang, Solo, Ngawi dan Malang.</p>



<p>Penasehat Komunitas Bantengan Kusumo Kota Batu, Udik Arianto, mengatakan tujuan dari kegiatan mengarak keliling kesenian Bantengan tersebut adalah untuk uri-uri (melestarikan) budaya kesenian Bantengan dan memperkenalkan kepada generasi penerus. Selain itu, juga meningkatkan perekonomian warga yang berjualan di sekitar Songgoriti.</p>



<p>&#8220;Hari ini sebanyak 75 kesenian Bantengan diarak keliling Songgoriti,&#8221; terangnya di Songgoriti, Senin (24/07/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Kegiatan mengarak keliling kesenian Bantengan ini, menurutnya, sudah berjalan selama 15 tahun. Sedangkan tahun 2023 ini, ada yang berbeda dengan tahun lalu.</p>



<p>&#8220;Di tahun ke 15 yang sudah lama kami agendakan ini diikuti kelompok seni luar Kota Batu,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Mengenai pembiayaan kegiatan, jelas Udik, ditanggung dari sokongan masyarakat Songgoriti, anggota Bantengan Kusumo serta Paguyuban Pramuwisata Songgoriti. Sedangkan, Dinas Pariwisata Kota Batu mensupport panggung serta properti dan sound sistem.</p>



<p>Dalam kegiatan ini, kesenian Bantengan diarak mulai start dari makam Mbah Patok kemudian menuju keluar ke jalan raya. Kemudian masuk ke pintu utama Gapura Songgoriti menuju Pasar Wisata Songgoriti. &#8220;Di sini, kami berharap adanya kesinambungan dari generasi muda untuk melestarikan budaya di Indonesia,&#8221; tambahnya. <strong>(put/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/uri-uri-budaya-75-kesenian-bantengan-dari-di-jatim-dan-jateng-diarak-di-kawasan-songgoriti/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">194056</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kunjungan Wisata dan Pembeli Sepi, Pedagang di Pasar Wisata Songgoriti Pilih Tutup Kios</title>
		<link>https://memontum.com/kunjungan-wisata-dan-pembeli-sepi-pedagang-di-pasar-wisata-songgoriti-pilih-tutup-kios</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Jun 2023 05:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[dan]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[kabar]]></category>
		<category><![CDATA[Kios]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungan]]></category>
		<category><![CDATA[pasar]]></category>
		<category><![CDATA[Pedagang]]></category>
		<category><![CDATA[pembeli]]></category>
		<category><![CDATA[pilih]]></category>
		<category><![CDATA[sepi,]]></category>
		<category><![CDATA[Songgoriti]]></category>
		<category><![CDATA[tutup]]></category>
		<category><![CDATA[uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192174</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Dari sekitar 150 kios yang ada di Songgoriti, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan/Kota Batu, saat ini ada sekitar 25 kios yang bertahan. Ini disebabkan, karena kondisi Pasar Songgoriti yang menjadi topangan banyaknya kios di kawasan itu, sepi pengunjung. Ketua Paguyuban Pasar Wisata Songgoriti, Sugeng Wibowo, mengatakan bahwa kondisi sepi yang dialami di Pasar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Dari sekitar 150 kios yang ada di Songgoriti, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan/Kota Batu, saat ini ada sekitar 25 kios yang bertahan. Ini disebabkan, karena kondisi Pasar Songgoriti yang menjadi topangan banyaknya kios di kawasan itu, sepi pengunjung.</p>



<p>Ketua Paguyuban Pasar Wisata Songgoriti, Sugeng Wibowo, mengatakan bahwa kondisi sepi yang dialami di Pasar Songgoriti, sebenarnya terjadi sejak pandemi Covid-19 yang lalu. Sementara imbasnya, adalah ke menurunnya kunjungan dan pendapatan di kios.</p>



<p>&#8220;Kalau dihitung, kios yang ada di Pasar Songgoriti ini total berjumlah 150 unit. Sementara sekarang, hanya tinggal sekitar 25 unit, yang masih bertahan,&#8221; terangnya di Songgoriti, Jumat (30/06/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Ditambahkannya, seperti saat liburan seperti sekarang, itu minim sekali pengunjung wisata yang datang ke area pasar. Karenanya, banyak kios yang memilih tutup. &#8220;Pilihan mereka untuk tutup, itu mungkin karena dari pada merugi. Karena, kondisi pasar masih sepi,&#8221; paparnya.</p>



<p>Keberadaan Pasar Songgoriti sendiri, ujar Sugeng, sekarang memang jauh tertinggal dengan pasar lain. Terutama, mengenai pernak pernik kebutuhan wisatawan. Mulai aneka kerajinan, souvenir hingga toko khas oleh-oleh yang menjual makanan.</p>



<p>Mensikapi kondisi itu, dirinya berharap, agar ada inovasi dari pengelola pasar. Baik itu dalam bentuk even atau acara. Sehingga, bisa menjadi motivasi pedagang untuk kembali bergairah. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192174</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jelang Libur bersama, Pengusaha Villa Songgoriti berharap Tingkat Okupansi kembali Membaik</title>
		<link>https://memontum.com/jelang-libur-bersama-pengusaha-villa-songgoriti-berharap-tingkat-okupansi-kembali-membaik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Jun 2023 06:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[berharap]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[jelang]]></category>
		<category><![CDATA[kembali]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[Libur]]></category>
		<category><![CDATA[membaik]]></category>
		<category><![CDATA[Okupansi]]></category>
		<category><![CDATA[pengusaha]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[Songgoriti]]></category>
		<category><![CDATA[tingkat]]></category>
		<category><![CDATA[Villa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191739</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Selama Mei 2023 kemarin, tingkat okupansi Villa Songgoriti di Kelurahan Songgokerto, Kecamatan/Kota Batu, mengalami grafik peningkatan yang membaik. Karenanya, menjelang libur bersama di penghujung Juni ini, harapan sama pun ditargetkan juga bisa kembali terulang untuk pengusaha Villa. Ketua Paguyuban Villa Supo Songgoriti, Indra Tri Ariyono, mengatakan bahwa jumlah villa yang ada [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Selama Mei 2023 kemarin, tingkat okupansi Villa Songgoriti di Kelurahan Songgokerto, Kecamatan/Kota Batu, mengalami grafik peningkatan yang membaik. Karenanya, menjelang libur bersama di penghujung Juni ini, harapan sama pun ditargetkan juga bisa kembali terulang untuk pengusaha Villa.</p>



<p>Ketua Paguyuban Villa Supo Songgoriti, Indra Tri Ariyono, mengatakan bahwa jumlah villa yang ada di Songgoriti, total ada sebanyak 324 unit. Dari jumlah itu, selama Mei kemarin terdampak dari peningkatan kunjungan wisata ke Kota Batu. Karenanya, keterisian villa juga ikut terdongkrak.</p>



<p>&#8220;Karena kunjungan wisata ke Kota Batu mengalami kenaikan, maka hunian villa juga turut terdampak. Sehingga, tamu yang menginap di vila juga ramai dan tentu saja membuat pengusaha vila menjadi sedikit lega,&#8221; terangnya, Sabtu (24/06/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkannya, usai libur bersama di Mei, beransur-ansur tingkat kunjungan mulai normal. Untuk hari biasa, memang tidak seberapa ramai. Tercatat, ada peningkatan dua kali lipat. Dimana, hari biasa hanya 35 persen dibandingkan liburan akhir pekan, yang bisa melejit hingga 70 persen.</p>



<p>&#8220;Tentunya, di sini dengan peningkatan itu membawa berkah bagi pengusaha vila. Karena selama Mei, okupansi bisa sampai 70 persen hunian villa,&#8221; ujar Indra.</p>



<p>Untuk harga tarif menginap, jelasnya, masih tergolong murah. Artinya, dari harga tersebut masih terjangkau bagi tamu yang hendak menginap di villa. Kisaran harga yang dibandrol untuk menginap semalam, yakni antara Rp 125 ribu sampai Rp 200 ribu.</p>



<p>&#8220;Kalau hotel, itu menawarkan banyak fasilitas menarik. Karenanya, itu kembali kepada wisatawan. Yang pasti, semoga akhir pekan di penghujung Juni ini,&nbsp; tingkat kunjungan wisata dan okupansi juga kembali mengalami peningkatan. Sehingga, pengusaha Villa juga turut terdampak seperti Mei kemarin,&#8221; tambahnya. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191739</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Petani Songgoriti Sukses Kembangkan Kopi hingga Hasilkan Ratusan Juta</title>
		<link>https://memontum.com/petani-songgoriti-sukses-kembangkan-kopi-hingga-hasilkan-ratusan-juta</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Jun 2023 07:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kopi]]></category>
		<category><![CDATA[kota batu]]></category>
		<category><![CDATA[Songgoriti]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=190012</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Salah satu petani kopi di Songgoriti, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan/Kota Batu, mampu menghasilkan ratusan juta rupiah. Itu setelah, usahanya mengembangkan kopi, berbuah manis. Saat itu, harga kopi yang kian hari kian naik, memberikan sisi positif berbeda. Termasuk, dengan kian banyaknya cafe dan tumbuh menjamur di setiap wilayah. Seorang petani kopi, Oktavian Dwi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum <a href="https://kotabatu.memontum.com">Kota Batu</a></strong> &#8211; Salah satu petani kopi di Songgoriti, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan/Kota Batu, mampu menghasilkan ratusan juta rupiah. Itu setelah, usahanya mengembangkan kopi, berbuah manis.</p>



<p>Saat itu, harga kopi yang kian hari kian naik, memberikan sisi positif berbeda. Termasuk, dengan kian banyaknya cafe dan tumbuh menjamur di setiap wilayah.</p>



<p>Seorang petani kopi, Oktavian Dwi Suhermanto, mengatakan jika pengembangan tanaman kopi miliknya hanya memanfaatkan pupuk kandang. Jadi, terbilang sangat murah dalam pemeliharaan. Apalagi jika menggunakan pupuk kimia, seperti untuk petani kopi masih bisa mendapatkan pupuk subsidi. Hal ini, berbeda dengan tanaman sayur dan buah, yang tidak mendapatkan jatah pupuk subsidi.</p>



<p>&#8220;Petabi atau pertanian kopi, ini sebenarnya menjanjikan masa depan. Apalagi, pola perawatan begitu mudah dan murah, jika dibandingkan jenis tanaman sayur dan buah-buahan,&#8221; terangnya, saat ditemui di lokasi perkebunan kopi di Songgoriti, Jumat (02/06/2023) tadi.</p>



<p>Untuk perkembangan kopi, ujarnya, tentu sangat menjanjikan. Karena, seiring perkembangan industri, maka sekarang banyak menjamur cafe-cafe yang sajiannya tidak lepas dari kopi. Inilah, yang membuat peningkatan harga jual kopi semakin tinggi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>“Kalau dahulu, kita tahunya cuma kopi pahit di kasih gula. Nah, sekarang ini ada berbagai metode dalam menyeduh kopi. Dari yang manual hingga menggunakan alat. Contohnya, dalam membuat minuman latte, kebanyakan barista menggunakan mesin kopi, dalam menghasilkan kopinya,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Secara teknik penanaman kopi, jelasnya, dalam satu hektar lahan miliknya, bila ditanami kopi jenis Robusta diambil jarak sekitar 2&#215;2 meter dengan kebutuhan bibit tanaman sebanyak 2500 biji. Sementara, dari hasil perawatan menggunakan pupuk kandang, ternyata setiap pohon menghasilkan 5 kg kopi glondongan atau kopi belum dikupas. Dan, selama setahun perpohonnya menghasilkan 12 ton kopi glondongan.</p>



<p>&#8220;Harga kopi glondongan sebelumnya Rp 6 sampai 7 ribu. Saat ini, naik menjadi Rp 8 sampai 10 ribu. Maka, kalau dihitung dengan mengkalikan, maka perolehan pendapatan dari kopi sebesar Rp 100 sampai 125 juta. Jelas, di sini sebenarnya petani kopi secara umum mendapatkan untung karena harga kopi naik,&#8221; paparnya.&nbsp;<strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">190012</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sesepuh Paguyuban Pramuwisata Songgoriti Kota Batu Respon Dingin Rencana Pemanfaatan Aplikasi Villa</title>
		<link>https://memontum.com/sesepuh-paguyuban-pramuwisata-songgoriti-kota-batu-respon-dingin-rencana-pemanfaatan-aplikasi-villa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Feb 2023 12:01:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[aplikasi villa]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[kota batu]]></category>
		<category><![CDATA[pramuwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Songgoriti]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=183611</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Wacana atau skema pemanfaatan aplikasi villa untuk penyedia jasa pemesanan villa di Songgoriti Kota Batu, menuai respon dingin Sesepuh Paguyuban Pramuwisata Songgoriti, Hariono Jenot. Diungkapkan Hariono, menurutnya akan lebih baik jika rencana membuat aplikasi, dikembangkan dengan membuat inovasi agar wisata di Songgoriti, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan/Kota Batu, bisa ramai. Sehingga, sejumlah tempat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Wacana atau skema pemanfaatan aplikasi villa untuk penyedia jasa pemesanan villa di Songgoriti Kota Batu, menuai respon dingin Sesepuh Paguyuban Pramuwisata Songgoriti, Hariono Jenot. Diungkapkan Hariono, menurutnya akan lebih baik jika rencana membuat aplikasi, dikembangkan dengan membuat inovasi agar wisata di Songgoriti, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan/Kota Batu, bisa ramai. Sehingga, sejumlah tempat wisata bisa kembali dikenal dan ramai seperti dahulu.</p>



<p>&#8220;Kalau ingin memulihkan Songgoriti, kami buka tangan dan persilahkan biar ramai lagi. Dengan ramainya Songgoriti, otomatis pendapatan Kota Batu, juga akan ramai. Kalau bisa, kembali seperti dahulu atau bagaimana caranya wali kota bisa membuat ramai tempat wisatanya,&#8221; terang Hariono, Senin (20/02/2023) sore.</p>



<p>Baca Juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kpk-tetapkan-bupati-dan-sekda-cilacap-jadi-tersangka-setoran-thr">KPK Tetapkan Bupati dan Sekda Cilacap Jadi Tersangka Setoran THR</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jelang-lebaran-pertamina-malang-pastikan-stok-bbm-aman">Jelang Lebaran, Pertamina Malang Pastikan Stok BBM Aman</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ratusan-pengusaha-warmindo-malang-raya-manfaatkan-mudik-bersama-indomie-2026">Ratusan Pengusaha Warmindo Malang Raya Manfaatkan Mudik bersama Indomie 2026</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/spbu-tegal-besar-diduga-lakukan-ilegal-ini-respon-wakil-ketua-komisi-xii-dpr-ri">SPBU Tegal Besar Diduga Lakukan Ilegal? Ini Respon Wakil Ketua Komisi XII DPR RI</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-larang-asn-gunakan-mobil-dinas-untuk-mudik-lebaran">Wali Kota Malang Larang ASN Gunakan Mobil Dinas untuk Mudik Lebaran</a></li>
</ul>


<p>Dengan adanya aplikasi, ujarnya, dikhawatirkan pendapatan pramuwisata akan berkurang. &#8220;Kalau memang ingin aplikasi, maka jangan ikut paguyuban. Kasihan yang cari pelanggan, karena sepi. Kami berangkat mulai 07.00 sampai 14.00 WIB, terus sorenya kerja lagi sampai pukul 00.00 WIB. Itupun, kadang pulang nggak bawa uang,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Mengenai rencana aplikasi, Hariono mengatakan, tidak menjamin bahwa semua warga bisa mengoperasikan ponselnya. Apabila, menggunakan sistem aplikasi seperti pemesanan penginapan yang sudah ada. Belum lagi, pendapatan masih akan dipotong. Sehingga, keuntungan lebih masih didapat oleh aplikasi tersebut.</p>



<p>Oleh sebab itu, dirinya berharap, soal aplikasi lebih baik dibicarakan dahulu dengan Paguyuban Pramuwisata dan Paguyuban Villa. &#8220;Kalau menurut saya, tidak perlu aplikasi. Ini harus dibicarakan dahulu. Bagi saya, yang penting warga Songgoriti nyaman dan aman. Dari pada aplikasi, sebenarnya Pemkot Batu berpikir bagaimana meramaikan Songgoriti, dengan membuat wahana wisata baru. Jadi, semakin banyak pengunjungnya,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Sebagaimana diberitakan, pemerintah Kota Batu berencana atau mewacanakan pembuatan aplikasi, untuk mendukung pendapatan sejumlah villa di Songgoriti. Sehingga, penyedia jasa villa, tidak harus standby di kawasan Songgoriti.<strong> (put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">183611</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
