<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Watulimo &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/watulimo/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 10 Jun 2024 08:56:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Watulimo &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Jatuh di Sumur dan Meninggal, Warga Watulimo Trenggalek Berhasil Dievakuasi Tim SAR Gabungan</title>
		<link>https://memontum.com/jatuh-di-sumur-dan-meninggal-warga-watulimo-trenggalek-berhasil-dievakuasi-tim-sar-gabungan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Jun 2024 08:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[berhasil]]></category>
		<category><![CDATA[Dievakuasi]]></category>
		<category><![CDATA[gabungan]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[Watulimo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=210512</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Ponisah (50), warga Dusun Ngruno, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, secara tiba-tiba ditemukan berada di dalam sumur tidak jauh dari rumahnya pada Senin (10/06/2024) sekitar pukul 07.00. Saat ditemukan, korban sudah tidak bergerak hingga pihak keluarga dan warga sekitar melaporkan kejadian ini ke petugas dan Tim SAR. Sementara atas laporan itu, Kantor Pencarian [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Ponisah (50), warga Dusun Ngruno, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, secara tiba-tiba ditemukan berada di dalam sumur tidak jauh dari rumahnya pada Senin (10/06/2024) sekitar pukul 07.00. Saat ditemukan, korban sudah tidak bergerak hingga pihak keluarga dan warga sekitar melaporkan kejadian ini ke petugas dan Tim SAR.</p>



<p>Sementara atas laporan itu, Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Surabaya memberangkatkan satu Tim Rescue Pos SAR Trenggalek. Setibanya di lokasi, Tim SAR gabungan berupaya mengurangi gas beracun dari sumur sedalam 15 meter tersebut dengan blower exhaust fan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Tim SAR bergerak cepat dengan memasang tripod dan sistem Confined Space Rescue (CSR) untuk menurunkan satu personel rescue yang menggunakan Self Contained Breathing Apparatus (SCBA). Setelah berhasil mengikatkan tali pada korban, Tim SAR yang berada di atas segera menarik rescuer dan korban yang telah meninggal dunia, agar dapat keluar dari sumur.</p>



<p>“Upaya evakuasi membutuhkan proses sekitar 45 menit. Korban dievakuasi dari sumur yang kedalaman airnya 8 meter dengan keadaan telah meninggal dunia,” jelas Kepala Kantor SAR Surabaya, Muhamad Hariyadi.</p>



<p>Setelah dievakuasi oleh Tim SAR gabungan, tambah Hariyadi, jenazah korban kemudian dibawa menuju ke rumah duka. Sementara untuk upaya evakuasi ini, dilakukan bersama dengan unsur lain seperti Polsek Watulimo, Koramil Watulimo, Damkar serta warga sekitar. <strong>(hms/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">210512</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Polres Trenggalek Rintis Kampung Bebas dari Narkoba di Desa Watulimo</title>
		<link>https://memontum.com/polres-trenggalek-rintis-kampung-bebas-dari-narkoba-di-desa-watulimo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Sep 2023 10:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[Narkoba]]></category>
		<category><![CDATA[Polres]]></category>
		<category><![CDATA[rintis]]></category>
		<category><![CDATA[Watulimo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=198022</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Kepolisian Resor Trenggalek merintis berdirinya Kampung Bebas dari Narkoba di Bumi Minak Sopal. Salah satunya, berada di Desa Watulimo, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek. Kampung Bebas dari Narkoba ini, didirikan sebagai wadah bersama antara polisi dan masyarakat serta stakeholder terkait dalam menanggulangi dan menekan peredaran ilegal dan penyalahgunaan Narkoba. Hal ini, terungkap saat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Trenggalek</strong> &#8211; Kepolisian Resor Trenggalek merintis berdirinya Kampung Bebas dari Narkoba di Bumi Minak Sopal. Salah satunya, berada di Desa Watulimo, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek.</p>



<p>Kampung Bebas dari Narkoba ini, didirikan sebagai wadah bersama antara polisi dan masyarakat serta stakeholder terkait dalam menanggulangi dan menekan peredaran ilegal dan penyalahgunaan Narkoba. Hal ini, terungkap saat kunjungan tim asistensi Polda Jatim yang dipimpin oleh Kabagbinopsnal Ditresnarkoba Polda Jatim, AKBP Suharsono. Kehadiran tim ini, untuk meninjau secara langsung operasional dan efektivitas Kampung Bebas dari Narkoba di Watulimo.</p>



<p>AKBP Suharsono mengatakan, Kampung Bebas dari Narkoba dibentuk di seluruh kabupaten/kota se Jawa Timur. Kegiatan ini merupakan implementasi dan tindak lanjut dari instruksi Presiden tentang upaya pencegahan peredaran Narkoba. “Tujuannya adalah agar tiap desa punya daya tangkal dan daya cegah terhadap peredaran ilegal Narkoba,&#8221; ucapnya saat dikonfirmasi, Selasa (12/09/2023) siang.</p>



<p>Dirinya menambahkan, dalam prosesnya tidak bisa parsial melainkan harus gotong royong dan saling bahu membahu. Oleh sebab itu dalam pembentukan struktur organisasi tidak hanya polisi semata tetapi melibatkan semua stakeholder dan potensi masyarakat yang ada.</p>



<p>Sementara itu, Kapolres Trenggalek, AKBP Gathut Bowo Supriyono, melalui Wakapolres, Kompol Sunardi, mengatakan bahwa keberadaan Kampung Bebas dari Narkoba hendaknya benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat sehingga Desa Watulimo ini benar-benar bersih dari Narkoba. Supaya tidak ada warga yang terlibat baik sebagai pengguna maupun pengedar.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kita siapkan Posko sebagai wadah komunikasi dan diskusi serta merumuskan langkah-langkah ke depan. Tentunya peran serta masyarakat di sini sangat dominan. Nanti akan ada pendampingan baik dari Polres, Polsek maupun Bhabinkamtibmas,&#8221; kata Kompol Sunardi.</p>



<p>Lebih lanjut Wakapolres Trenggalek ini menuturkan, beberapa progres yang sudah berjalan dari Kampung Tangguh ini di antaranya adalah edukasi dan sosialisasi bahaya Narkoba kepada masyarakat dan kelompok rentan. Dengan melibatkan tokoh masyarakat, agama dan pemuda setempat. “Ini adalah pilot project di Trenggalek dan ke depan bisa dikembangkan ke desa-desa yang lain,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Ketua Tim P2M BNN Kabupaten Trenggalek, Djainul menambahkan Desa Watulimo merupakan desa pertama yang telah mendapatkan pendampingan melalui Program Desa Bersinar pada tahun 2020.</p>



<p>“Keberhasilan program ini perlu peran serta dan komitmen dari instansi terkait dan masyarakat setempat. Kami juga berharap eksistensi Kampung Bebas dari Narkoba bisa terus berjalan dengan baik sehingga tujuan mewujudkan Trenggalek bebas dari Narkoba benar-benar dapat terwujud,&#8221; jelas Djainul.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, turut hadir Anggota Tim Asistensi, AKBP Arief Witjaksono, Kasubag Anev Bagbinopsnal Ditresnarkoba Polda Jatim, Kompol Kurniawan Dewi L, Kabagops Polres Trenggalek, AKP Suyono, Kasat Resnarkoba, Iptu Yoni Susilo, Forkopimcam Watulimo, tiga pilar Desa Watulimo serta sejumlah tamu undangan lainnya. <strong>(mil/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198022</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Respon Unjuk Rasa Warga Soal Limbah, Bupati Trenggalek Tinjau Aktivitas Pemindangan di Desa Margomulyo Watulimo</title>
		<link>https://memontum.com/respon-unjuk-rasa-warga-soal-limbah-bupati-trenggalek-tinjau-aktivitas-pemindangan-di-desa-margomulyo-watulimo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Feb 2023 07:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Arifin]]></category>
		<category><![CDATA[bupati trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Limbah]]></category>
		<category><![CDATA[Mochammad Nur Arifin]]></category>
		<category><![CDATA[unjuk rasa]]></category>
		<category><![CDATA[Watulimo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=182786</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, meninjau salah satu pengusaha pemindangan di Desa Margomulyo, Kecamatan Watulimo, Rabu (08/02/2023) tadi. Peninjauan ini sengaja dilakukan, sebagai tindak lanjut aksi warga yang sebelumnya melakukan unjuk rasa soal limbah pemindangan yang ada di Kecamatan Watulimo. Kegiatan yang dibalut dalam program Makaryo Ning Deso (Mening Deh), Bupati Trenggalek [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, meninjau salah satu pengusaha pemindangan di Desa Margomulyo, Kecamatan Watulimo, Rabu (08/02/2023) tadi. Peninjauan ini sengaja dilakukan, sebagai tindak lanjut aksi warga yang sebelumnya melakukan unjuk rasa soal limbah pemindangan yang ada di Kecamatan Watulimo.</p>



<p>Kegiatan yang dibalut dalam program Makaryo Ning Deso (Mening Deh), Bupati Trenggalek didampingi beberapa jajaran, mengecek kondisi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dimiliki pengusaha pindang. Peninjauan ini, sebenarnya bukan yang pertama bagi Bupati Arifin. Itu karena, di tahun 2017, juga sempat melakukan peninjauan.</p>



<p>Saat itu, Bupati Arifin menawarkan dua hal kepada para pengusaha. Yang pertama, membuat IPAL yang benar. Apabila tidak mau membuat IPAL mandiri, maka harus bersedia pindah ke komplek pemindangan di Bengkorok. &#8220;Sekarang saya berada di tempat pemindangan milik Pak Muyani. Saya pernah ke sini pada tahun 2017 lalu. Waktu itu, dengan keluhan yang sama yakni masalah limbah. Saat itu memang saya lihat di saluran-saluran terbuka, air yang dikeluarkan memang berwarna hitam pekat, dimana hasil dari merebus ikan,&#8221; tegas Bupati Arifin, Rabu (08/02/2023) siang.</p>



<p>Treatment IPAL, tambahnya, masih menggunakan bakteri atau dilakukan fermentasi guna mengurangi bau dan kepekatan. Setelah itu, limbah juga tidak langsung dibuang ke saluran terbuka, akan tetapi harus menyiapkan tangki 1.000 literan sebanyak 4 buah. Setelah proses penyaringan, ditarik ke tangki untuk dibawa ke bengkorok dan kemudian diolah di IPAL milik pemerintah.</p>



<p>&#8220;Kalau saya lihat pemindangan di sini, itu sudah melalui dua tahapan. Saya tadi melihat baunya, tidak menyengat seperti saat kita kerja bakti bersama-sama beberapa komunitas masyarakat saat itu,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Melihat dasar sungai yang menghitam, Bupati Arifin menilai adalah sisa proses yang terdahulu. Bahkan, dirinya melihat, proses pemindangan di sini sudah jauh lebih baik dibanding tahun 2017, ketika beliau belum memiliki IPAL.</p>



<p>&#8220;Dahulu jalan depan ini masih basah. Sekarang, sudah di pindah di dalam. Sebenarnya untuk usaha masyarakat, beliau termasuk yang responsif, kemudian akomodatif karena diajak ngomong juga cenderung mau berbenah,&#8221; kata Mas Ipin-sapaan akrab Bupati Trenggalek.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-dan-dprd-kota-malang-jemput-dukungan-pusat-untuk-penanganan-pasar-besar">Pemkot dan DPRD Kota Malang Jemput Dukungan Pusat untuk Penanganan Pasar Besar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-pastikan-pembangunan-kkdmp-berjalan-tertib-dan-memiliki-kepastian-hukum">Bupati Lumajang Pastikan Pembangunan KKDMP Berjalan Tertib dan Memiliki Kepastian Hukum</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-masalah-incenerator-waste-to-energy-bupati-malang-audensi-bersama-rektor-universitas-brawijaya">Bahas Masalah Incenerator Waste To Energy, Bupati Malang Audensi bersama Rektor Universitas Brawijaya</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/peringatan-nuzulul-quran-sekda-kabupaten-malang-ingatkan-pentingnya-pembangunan-spiritual-masyarakat">Peringatan Nuzulul Quran, Sekda Kabupaten Malang Ingatkan Pentingnya Pembangunan Spiritual Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/masuki-pertengahan-ramadan-kiriman-uang-pmi-via-kantor-pos-malang-turun-rp-18-miliar">Masuki Pertengahan Ramadan, Kiriman Uang PMI via Kantor Pos Malang Turun Rp 1,8 Miliar</a></li>
</ul>


<p>Dijelaskan Bupati, hari ini PT JET BUMD di bidang energi, juga akan mengambil sampel limbah untuk diolah lebih lanjut. Pihaknya turut berterima kasih atas kepedulian masyarakat, terkait masalah lingkungan hidup. Dirinya merasa disupport, karena itu termasuk cita-citanya. Diketahui, jika jargon MEROKET yang digemakan selama ini, ET merupakan akronim dari ekosistem atau ekologi terjaga.</p>



<p>&#8220;Jadi upaya menjaga kelestarian hidup akan terus kita dukung. Transformasi ini juga harus kita kawal terus. Jangan sampai, yang bekerja ini juga menjadi korban. Karena saya lihat banyak ibu-ibu yang bekerja di sini dan ini menjadi tulang punggung ekonomi Trenggalek,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Terkait tuntutan salah satu Ormas yang meminta aktivitas pemindangan dipindah ke Bengkorok, Bupati Trenggalek menjawab bahwa perlu dikenali akar permasalahannya terlebih dahulu. Pemindangan ini masalahnya adalah limbah. Kalau limbah ini sudah tertangani, maka sudah selesai.</p>



<p>Kalau tetap menuntut pindah, tentu perlu dipertanyakan lagi masalahnya apa. Jangan sampai menuntut harus pindah, sedangkan akar masalahnya sudah tertangani.</p>



<p>&#8220;Pilihannya yang saya tawarkan kepada pemindang adalah dua hal itu. Kalau mau tetap di sini, maka harus punya IPAL. Kemudian IPAL nya harus beres jangan cuma ada kemudian tidak dimanfaatkan. Baru kalau tidak punya IPAL, kamu harus pindah ke Bengkorok. Jadi jangan di sama ratakan, karena masing-masing pengusaha juga punya keseriusan, kalau saya lihat,&#8221; jelas suami Novita Hardiny ini.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dinas PKPLH, Muyono Piranata, membenarkan pernyataan Bupati Trenggalek. Menurutnya, pemerintah telah melakukan berbagai upaya terhadap permasalahan limbah pemindangan.</p>



<p>&#8220;Seperti kata Pak Bupati Trenggalek, sekitar tahun 2017/2018 lalu kita melakukan intervensi sekaligus pembinaan pengelolaan air limbah sisa produksi pemindangan kepada unit usaha ini,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Bisa dilihat jika pengelolaan limbah menggunakan IPAL ini terus dijalankan, maka tidak ada pengendapan limbah pada saluran pembuangan. &#8220;Warna hitam di dasar sungai bisa saja sisa poses pemindangan dahulu yang memang prosesnya berjalan sudah cukup lama,&#8221; papar Muyono. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">182786</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kasus Pengeroyokan di Watulimo Trenggalek, Polisi Tetapkan Empat Orang Tersangka</title>
		<link>https://memontum.com/kasus-pengeroyokan-di-watulimo-trenggalek-polisi-tetapkan-empat-orang-tersangka</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Jan 2023 12:45:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Watulimo]]></category>
		<category><![CDATA[pengeroyokan]]></category>
		<category><![CDATA[polres trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Satreskrim]]></category>
		<category><![CDATA[tersangka]]></category>
		<category><![CDATA[Watulimo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=182329</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Jajaran Satreskrim Polres Trenggalek berhasil mengungkap dugaan kasus pengeroyokan yang terjadi di Kecamatan Watulimo. Mereka adalah BPN, AAT, DP dan DIW, semuanya warga Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek. Sementara korban dari aksi ini, adalah DFF yang juga warga dari kecamatan sama. Kapolres Trenggalek, AKBP Alith Alarino, melalui Wakapolres, Kompol Sunardi, membenarkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Jajaran Satreskrim Polres Trenggalek berhasil mengungkap dugaan kasus pengeroyokan yang terjadi di Kecamatan Watulimo. Mereka adalah BPN, AAT, DP dan DIW, semuanya warga Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek. Sementara korban dari aksi ini, adalah DFF yang juga warga dari kecamatan sama.</p>



<p>Kapolres Trenggalek, AKBP Alith Alarino, melalui Wakapolres, Kompol Sunardi, membenarkan adanya penangkapan terhadap pelaku pengeroyokan. &#8220;Berkat kerja keras yang dilakukan, jajaran Satreskrim Polres Trenggalek berhasil mengamankan pelaku pengeroyokan yang terjadi di wilayah Kecamatan Watulimo,&#8221; ucapnya dalam keterangan yang disampaikan, Selasa (31/01/2023) sore.</p>



<p>Dijelaskan Wakapolres Trenggalek, peristiwa pengeroyokan tersebut terjadi pada Senin (26/12/2022) lalu. Aksi sendiri, berawal saat korban bersama sejumlah temannya sedang menuju ke Jembatan Kembar Pelabuan Perikanan Nusantara (PPN) Prigi dan berpapasan dengan pelaku.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-dan-dprd-kota-malang-jemput-dukungan-pusat-untuk-penanganan-pasar-besar">Pemkot dan DPRD Kota Malang Jemput Dukungan Pusat untuk Penanganan Pasar Besar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-pastikan-pembangunan-kkdmp-berjalan-tertib-dan-memiliki-kepastian-hukum">Bupati Lumajang Pastikan Pembangunan KKDMP Berjalan Tertib dan Memiliki Kepastian Hukum</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-masalah-incenerator-waste-to-energy-bupati-malang-audensi-bersama-rektor-universitas-brawijaya">Bahas Masalah Incenerator Waste To Energy, Bupati Malang Audensi bersama Rektor Universitas Brawijaya</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/peringatan-nuzulul-quran-sekda-kabupaten-malang-ingatkan-pentingnya-pembangunan-spiritual-masyarakat">Peringatan Nuzulul Quran, Sekda Kabupaten Malang Ingatkan Pentingnya Pembangunan Spiritual Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/masuki-pertengahan-ramadan-kiriman-uang-pmi-via-kantor-pos-malang-turun-rp-18-miliar">Masuki Pertengahan Ramadan, Kiriman Uang PMI via Kantor Pos Malang Turun Rp 1,8 Miliar</a></li>
</ul>


<p>&#8220;Diduga, saat iru ada selisih paham antar keduanya hingga kemudian terjadi pengeroyokan terhadap korban,&#8221; terang Kompol Sunardi.</p>



<p>Atas peristiwa tersebut, petugas kemudian melakukan penyelidikan secara mendalam dan mengamankan para tersangka berikut barang bukti guna proses penyidikan lebih lanjut. “Beberapa barang bukti yang telah kita amankan di antaranya kaos, jaket, keranjang ikan dan rekaman CCTV dari PPN Prigi,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Hingga berita ini ditulis, keempat pelaku masih harus menjalani penyidikan dan penyelidikan guna proses hukum lebih lanjut. &#8220;Terhadap para tersangka, dikenakan Pasal 170 Ayat (2) ke-1e KUHPidana tentang dimuka umum bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 7 tahun,&#8221; ujar Kompol Sunardi. <strong>(mil/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">182329</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Arifin Hadiri Mancing Mania di Watulimo hingga Festival Banyu Sekoro di Panggul Trenggalek</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-arifin-hadiri-mancing-mania-di-watulimo-hingga-festival-banyu-sekoro-di-panggul-trenggalek</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Mar 2022 14:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Arifin]]></category>
		<category><![CDATA[bupati trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[kecamatan panggul]]></category>
		<category><![CDATA[Mancing]]></category>
		<category><![CDATA[Watulimo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=165998</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, menghadiri dua kegiatan di Kecamatan Watulimo dan Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek. Dalam perjalanan dari pesisir Timur ke ujung Barat Trenggalek itu, Bupati Nur Arifin juga sekaligus mencoba rute yang rencananya akan tersambung menjadi Jalur Lintas Selatan (JLS). Di Kecamatan Watulimo, bupati muda ini menandai pelaksanaan dimulainya Turnamen [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, menghadiri dua kegiatan di Kecamatan Watulimo dan Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek. Dalam perjalanan dari pesisir Timur ke ujung Barat Trenggalek itu, Bupati Nur Arifin juga sekaligus mencoba rute yang rencananya akan tersambung menjadi Jalur Lintas Selatan (JLS).</p>



<p>Di Kecamatan Watulimo, bupati muda ini menandai pelaksanaan dimulainya Turnamen Mancing Mania yang digelar kawasan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Prigi. Selain sebagai sarana promosi wisata, turnamen yang diikuti puluhan pemancing dari berbagai daerah tersebut, juga ditujukan untuk penggalangan dana pembangunan Masjid.</p>



<p>&#8220;Semua ini patut disyukuri. Karena kalau di pesisir yang lain, mungkin tidak ada yang berkahnya sebesar di Teluk Prigi. Karena biasanya, kalau ada kampung nelayan atau aktivitas nelayan, itu biasanya pariwisatanya kurang bagus,&#8221; ungkap Mas Ipin-sapaan akrab Bupati Trenggalek, Minggu (20/03/2022) sore.</p>



<p>Meskipun di wilayah ini penduduknya mayoritas berprofesi sebagai nelayan, namun kebersihan akan lautnya masih terjaga. &#8220;Tapi, kita ini sudah kampung nelayan. Pesisirnya masih bersih, kemudian pariwisatanya juga sangat cantik dan sangat bagus. Jadi, ini yang perlu kita syukuri dan ini juga pertanda bahwa masyarakat di pesisir, pendapatannya tidak hanya sekedar dari mencari ikan sebagai nelayan. Tetapi juga bisa ikut terlibat dalam sektor pariwisata,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Beranjak dari Kecamatan Watulimo, suami Novita Hardiny, ini bergeser ke Panggul untuk menghadiri Festival Banyu Sekoro di Desa Terbis. Festival ini merupakan ritual adat dengan tujuan menjaga sumber mata air yang ada di wilayah tersebut tetap terjaga. Festival Banyu Sekoro juga digelar untuk memperingati hari air sedunia.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-dan-dprd-kota-malang-jemput-dukungan-pusat-untuk-penanganan-pasar-besar">Pemkot dan DPRD Kota Malang Jemput Dukungan Pusat untuk Penanganan Pasar Besar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-pastikan-pembangunan-kkdmp-berjalan-tertib-dan-memiliki-kepastian-hukum">Bupati Lumajang Pastikan Pembangunan KKDMP Berjalan Tertib dan Memiliki Kepastian Hukum</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-masalah-incenerator-waste-to-energy-bupati-malang-audensi-bersama-rektor-universitas-brawijaya">Bahas Masalah Incenerator Waste To Energy, Bupati Malang Audensi bersama Rektor Universitas Brawijaya</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/peringatan-nuzulul-quran-sekda-kabupaten-malang-ingatkan-pentingnya-pembangunan-spiritual-masyarakat">Peringatan Nuzulul Quran, Sekda Kabupaten Malang Ingatkan Pentingnya Pembangunan Spiritual Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/masuki-pertengahan-ramadan-kiriman-uang-pmi-via-kantor-pos-malang-turun-rp-18-miliar">Masuki Pertengahan Ramadan, Kiriman Uang PMI via Kantor Pos Malang Turun Rp 1,8 Miliar</a></li>
</ul>


<p>&#8220;Terkadang formalitas atau aturan tidak akan bisa begitu kuat mengakar di masyarakat. Berbeda halnya jika dilakukan dengan pendekatan budaya,&#8221; kata Mas Ipin.</p>



<p>Hal itu, tambahnya, sebagaimana ritual yang dilakukan pada Festival Banyu Sekoro. Bagaimana menyikapi isu perubahan iklim dengan pendekatan kebudayaan.</p>



<p>&#8220;Kalau dahulu dibilang air sumber kehidupan. Air harus kita jaga, itu mungkin tidak semua orang bisa memahami. Tetapi kalau dibilang di sini, tempatnya ada yang menunggu dan bisa marah kalau tidak dijaga. Karena itu terkadang bisa menjaga sumber-sumber air kita punya,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Padahal, lanjutnya, kemungkinan secara scientific seperti yang dilakukan ini ada prosesi nyadran.&nbsp; Lalu dengan persembahan hewan ternak yang disembelih lalu dikuburkan, yang namanya makhluk hidup dikubur kemudian terurai akan menambah unsur hara dalam tanah.</p>



<p>&#8220;Kalau unsur haranya baik, ya nanti ditanam apapun akan baik. Akar-akarnya kuat sehingga kemampuan menyimpan air juga baik. Sehingga, sebenarnya secara scientific pun yang dilakukan nenek moyang kita dahlu juga beralasan,&#8221; papar Bupati Arifin.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, bupati juga menjelaskan bahwa saat ini RPJMD Kabupaten Trenggalek, dinilai lebih progresif terhadap perubahan iklim. Sekretariat pro-iklim juga telah dibentuk dan setiap OPD harus memiliki langkah mitigasi dan adaptasi. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">165998</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Cari Solusi, FPD Watulimo Datangi Kantor DPRD Trenggalek</title>
		<link>https://memontum.com/cari-solusi-fpd-watulimo-datangi-kantor-dprd-trenggalek</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Jan 2021 06:58:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Forum Peduli Desa]]></category>
		<category><![CDATA[FPD]]></category>
		<category><![CDATA[hearing]]></category>
		<category><![CDATA[TKD]]></category>
		<category><![CDATA[Watulimo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=132319</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Datangi kantor DPRD Trenggalek, Forum Peduli Desa (FPD) Watulimo minta win win solution terkait dugaan penguasaan tanah kas desa oleh perseorangan kepada DPRD setempat. Kedatangan Forum Peduli Desa tersebut diterima Komisi 1 DPRD di aula kantor DPRD Trenggalek. Ketua Forum Peduli Desa (FPD) Watulimo, Sunaryo mengatakan terkait kedatangannya ke kantor DPRD Trenggalek [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Datangi kantor DPRD Trenggalek, Forum Peduli Desa (FPD) Watulimo minta win win solution terkait dugaan penguasaan tanah kas desa oleh perseorangan kepada DPRD setempat. Kedatangan Forum Peduli Desa tersebut diterima Komisi 1 DPRD di aula kantor DPRD Trenggalek.</p>



<p>Ketua Forum Peduli Desa (FPD) Watulimo, Sunaryo mengatakan terkait kedatangannya ke kantor DPRD Trenggalek ini dalam rangka mencari solusi terkait tanah kas desa yang diduga diserobot oleh salah satu oknum.</p>



<p>&#8220;Kedatangan kita kesini adalah untuk mencari solusi atas permasalahan tanah kas desa di Watulimo yang diduga diserobot oleh seseorang. Tentunya kita berharap, mengingat ini adalah tanah kas desa setidaknya bisa untuk kesejahteraan masyarakat desa,&#8221; ucap Sunaryo saat dikonfirmasi, Senin (18/01/2021) siang.</p>



<p>Menurut sejarah, kata Naryo sapaan akrabnya, Pemerintah Desa pada saat itu ingin membeli tanah sawah dan tanah kering untuk aset desa dan mayoritas masyarakat menyetujuinya.</p>



<p>Setelah mendapat persetujuan warga, akhirnya Pemdes merumuskan bagaimana caranya bisa segera membeli tanah tersebut.</p>



<p>&#8220;Dari hasil musyawarah kala itu, diputuskan untuk tukar guling tanah kas desa yang ada di tepi jalan raya. Jadi yang ditukar guling adalah tanah kas desa yang sudah ditempati warga sebanyak 14 KK,&#8221; terangnya.</p>



<p>Selanjutnya, Pemerintah Desa meminta agar warga yang menempati tanah kas tersebut membeli atau mengganti uang untuk dibelikan tanah sawah. Dengan status tanah tersebut adalah tanah kas desa.</p>



<p>&#8220;Yang menjadi sengketa tanah dalam permasalahan ini kurang lebih sekitar 641 meter persegi. Dan yang kita permasalahkan adalah 1 bidang atas nama Ahmad Jauzi Turseno,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Terkait 14 KK lainnya, Sunaryo menuturkan jika permasalahan itu sudah diketahui masyarakat secara umum bahwa sudah dikeluarkan sertifikatnya oleh Pemerintah Desa. Dan dianggap sah semua pihak.</p>



<p>&#8220;Jadi dalam hal ini hanya ada 1 bidang atas nama Ahmad Jauzi Turseno itu yang terindikasi asli atau palsu (aspal). Artinya asli sertifikatnya, tapi palsu dalam perolehan sertifikat tersebut,&#8221; kata Sunaryo.</p>



<p>Sunaryo juga berharap pasca pertemuan di kantor DPRD Trenggalek ini, pihaknya mendapat bantuan penyelesaian atas sengketa tanah ini. &#8220;Untuk hasil hearing sementara, kita disuruh menunggu bagaimana hasil rapat pihak pemerintahan selama kurun waktu 1 minggu kedepan,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Ia juga meminta apapun hasil perumusan dari pemerintahan, untuk selanjutnya bisa memberikan fasilitas dari Pemerintah Desa. Mengingat ini merupakan tanah kas desa, jadi yang seharusnya merasa kehilangan adalah pihak desa. <strong>(mil/syn)</strong></p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">132319</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pjs Bupati Trenggalek Tinjau Pagar SD yang Jebol Pasca Diterjang Banjir</title>
		<link>https://memontum.com/pjs-bupati-trenggalek-tinjau-pagar-sd-yang-jebol-pasca-diterjang-banjir</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Nov 2020 04:25:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Trengggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Watulimo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=127740</guid>

					<description><![CDATA[Pagar Sekolah Sepanjang 35 Meter Jebol, Buku-buku Pelajaran Terendam Air Memontum Trenggalek &#8211; Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Trenggalek Benny Sampirwanto bersama jajarannya meninjau langsung bencana banjir di Kecamatan Watulimo. Hujan lebat sejak sore yang mengguyur kecamatan di pesisir Selatan Jawa ini, mengakibatkan bencana banjir di sejumlah tempat. Akibatnya bangunan tembok sepanjang 35 meter di SD [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h3><strong>Pagar Sekolah Sepanjang 35 Meter Jebol, Buku-buku Pelajaran Terendam Air</strong></h3>
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Trenggalek Benny Sampirwanto bersama jajarannya meninjau langsung bencana banjir di Kecamatan Watulimo.</p>
<p>Hujan lebat sejak sore yang mengguyur kecamatan di pesisir Selatan Jawa ini, mengakibatkan bencana banjir di sejumlah tempat. Akibatnya bangunan tembok sepanjang 35 meter di SD Negeri 2 Karanggandu Kecamatan Watulimo jebol.</p>
<p>Banjir juga menggenangi sejumlah ruangan kelas. Akibatnya beberapa peralatan sekolah hingga beberapa buku pelajaran rusak terendam air.</p>
<p>Pjs Bupati Trenggalek mengungkapkan, pihaknya langsung terjun ke lokasi untuk meninjau dampak bencana banjir yang salah satunya menimpa bangunan sekolah.</p>
<p>&#8220;Jadi hari ini, saya bersama jajaran Pemkab Trenggalek meninjau mana &#8211; mana yang terdampak bencana di Kecamatan Watulimo,&#8221; ucap Pjs Benny, Selasa (17/11/2020) pagi.</p>
<p>Pihaknya menyebut, dampak dari bencana banjir yang terjadi kemarin sore mengakibatkan tembok sekolah jebol dan buku &#8211; buku pelajaran terendam air.</p>
<p>&#8220;Tadi kita melihat tembok sepanjang 35 meter penahan bangunan SDN 2 Karanggandu jebol. Peralatan siswa, seperti buku pelajaran siswa terendam air, sehingga pembelajaran siswa bisa terganggu,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Sesuai informasi yang didapat, hujan terjadi sejak sore hingga tadi pagi. Ada beberapa solusi yang akan diambil dalam rangka tindak lanjut pasca bencana.</p>
<p>&#8220;Nanti akan kita bangun kembali tembok tersebut dengan standart tembok penahan bangunan. Menurut Kadis Dikpora, tembok ini tidak ada stros. Sehingga kita harapkan nanti bangunan pagar dan saluran memenuhi standart kualitas bangunan yang ada,&#8221; kata Pjs Benny.</p>
<p>Pria yang menjabat sebagai Kadis Kominfo Provinsi Jatim ini juga menerangkan jika lebar saluran juga perlu diperhatikan. Pasalnya bangunan sebelumnya merupakan sumbangan dari wali murid.</p>
<p>&#8220;Yang paling penting juga buku buku dan peralatan yang rysak bisa diadakan untuk para siswa, sehingga mereka bisa belajar lagi,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Trenggalek, Totok Rudijanto menaksir kerugian akibat bencana ini mencapai ratusan juta.</p>
<p>&#8220;Untuk nilai kerugian atas kejadian ini ditafsir mencapai Rp 150juta. Dan alhamdulillah, kejadian ini tidak memakan korban jiwa. Mengingat tembok bangunan itu berada di bagian belakang,&#8221; ungkap Totok.</p>
<p>Totok juga menuturkan, rencananya pihaknya akan mengusulkan upaya penanganan ke Pemerintah Daerah. Karena Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sudah menetapkan kejadian ini sebagai bencana. <strong>(mil/syn)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">127740</post-id>	</item>
		<item>
		<title>River Tubing Watu Lawang Diburu Banyak Wisatawan</title>
		<link>https://memontum.com/river-tubing-watu-lawang-diburu-banyak-wisatawan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Dec 2018 15:46:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[River Tubing]]></category>
		<category><![CDATA[Watu Lawang]]></category>
		<category><![CDATA[Watulimo]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=68292</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Bosan dengan tempat wisata yang begitu &#8211; begitu saja, kini telah dibuka wisata terekstrim di Kabupaten Trenggalek, wahana wisata River Tubing di kawasan sungai Watu Lawang, tepatnya di Desa Sawahan, Kecamatan Watulimo yang menghadirkan sensasi ekstrim bagi wisatawan dalam maupun manca negara. Selain itu, berbagai paket wisata, mulai dari wisata tradisional, seperti [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Bosan dengan tempat wisata yang begitu &#8211; begitu saja, kini telah dibuka wisata terekstrim di Kabupaten Trenggalek, wahana wisata River Tubing di kawasan sungai Watu Lawang, tepatnya di Desa Sawahan, Kecamatan Watulimo yang menghadirkan sensasi ekstrim bagi wisatawan dalam maupun manca negara. </p>
<p>Selain itu, berbagai paket wisata, mulai dari wisata tradisional, seperti halnya permainan tempo dulu, hingga paket wisata ekstrim yang dipadukan dengan kuliner trasidional. Sementara itu, bagi pengunjung yang hanya ingin bersantai ria, pengelola menyediakan wahana untuk duduk sambil menikmati keindahan alam di beberapa gazebo dan tempat nongkrong dengan pemandangan yang sangat indah.</p>
<p><div id="attachment_68295" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20181212-WA0144-copy.jpg?ssl=1"><img aria-describedby="caption-attachment-68295" decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20181212-WA0144-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="sejumlah wisatawan tampak menikmati wahana wisata River Tubing di sungai Watu Lawang Watulimo " width="650" height="333" class="size-full wp-image-68295" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20181212-WA0144-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20181212-WA0144-copy.jpg?resize=300%2C154&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a><p id="caption-attachment-68295" class="wp-caption-text"><strong>sejumlah wisatawan tampak menikmati wahana wisata River Tubing di sungai Watu Lawang Watulimo </strong></p></div></p>
<p>“Untuk pecinta wisata ekstrim, salah satu wahana yang menjadi favorit wisatawan di lokasi ini adalah River Tubing. Melalui wahana ini, wisatawan diajak menikmati sensasi ekstrim menjelajahi sungai sepanjang kurang lebih 800 meter dengan cara menaiki ban mobil yang sudah dimodifikasi khusus untuk mengarungi sungai,” ungkap Muhadi, (35), salah satu pengelola wisata Watu Lawang, Rabu (12/12/2018). </p>
<p>Ia menerangkan,  untuk menjaga keamanan para pengunjung dari benturan dengan bebatuan yang ada di sungai. Wisatawan juga dilengkapi dengan safety berupa helm, pelampung, dan pelindung tubuh.</p>
<p><a href="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20181212-WA0143-copy.jpg?ssl=1"><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20181212-WA0143-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="333" class="aligncenter size-full wp-image-68296" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20181212-WA0143-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20181212-WA0143-copy.jpg?resize=300%2C154&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p>“Kita jaga mereka dari benturan, sedangkan setelah sampai di ujung hilir penjelajahan, wisatawan juga akan mendapatkan fasilitas transportasi motor trail untuk kembali ke lokasi awal penjelajahan,” imbuhnya. </p>
<p>Sementara itu, untuk harga paket wisata di Watu Lawang ini cukup terjangkau, mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 350 ribu saja. Dari paket tersebut wisatawan juga punya kesempatan untuk menginap di home stay/villa yang ada di kawasan perumahan warga.</p>
<p>“Mungkin bonusnya, saat musim durian tiba, wisatawan juga bisa dimanjakan untuk menikmati buah durian segar yang baru dipetik dari pohonnya,” pungkas Hadi sapaan akrabnya. <strong>(mil/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">68292</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
