<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Pusaka &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pusaka/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 08 Oct 2024 07:03:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Pusaka &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pemkab Lumajang Raih Penghargaan Pusaka 2024 sebagai Kabupaten Cerdas Berkarakter dari Kemendikbud</title>
		<link>https://memontum.com/pemkab-lumajang-raih-penghargaan-pusaka-2024-sebagai-kabupaten-cerdas-berkarakter-dari-kemendikbud</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Oct 2024 14:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[berkarakter,]]></category>
		<category><![CDATA[cerdas]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[Kemendikbud]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[penghargaan]]></category>
		<category><![CDATA[Pusaka]]></category>
		<category><![CDATA[sebagai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=215141</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, kembali mencatatkan prestasi gemilang di tingkat nasional dengan meraih penghargaan Pusaka 2024 untuk Kategori Pemerintah Kabupaten atau Kota Cerdas Berkarakter dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Penghargaan tersebut, diserahkan dalam acara Malam Penerimaan Apresiasi Pusaka 2024 yang berlangsung di Plaza Insan Berprestasi, Gedung A Kantor Kemendikbudristek, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, kembali mencatatkan prestasi gemilang di tingkat nasional dengan meraih penghargaan Pusaka 2024 untuk Kategori Pemerintah Kabupaten atau Kota Cerdas Berkarakter dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Penghargaan tersebut, diserahkan dalam acara Malam Penerimaan Apresiasi Pusaka 2024 yang berlangsung di Plaza Insan Berprestasi, Gedung A Kantor Kemendikbudristek, Senin (07/10/2024) malam.</p>



<p>Pj Bupati Lumajang, Indah Wahyuni, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kesuksesan ini merupakan hasil nyata dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat pendidikan karakter di seluruh lapisan masyarakat. Khususnya, melalui Program Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).</p>



<p>&#8220;Kami sangat bersyukur dan bangga atas penghargaan ini. Ini bukan hanya pengakuan atas kinerja pemerintah daerah, tapi juga apresiasi terhadap seluruh elemen pendidikan di Lumajang, yang telah bekerja keras menerapkan kebijakan penguatan karakter, terutama melalui P5. Ini adalah bukti bahwa pendidikan tidak hanya soal akademik, tetapi juga membentuk generasi yang berkarakter kuat, berjiwa Pancasila,&#8221; kata Pj Bupati Yuyun-sapaan akrabnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Penghargaan Pusaka yang diberikan dalam rangkaian kegiatan Pekan untuk Sahabat Karakter (Pusaka) oleh Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) Kemendikbudristek, tambahnya, bertujuan untuk memberikan apresiasi kepada pemangku kepentingan yang berhasil menjalankan kebijakan penguatan karakter di lingkungan pendidikan. Program P5 yang menjadi landasan penilaian adalah salah satu inisiatif pemerintah untuk mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam kegiatan pendidikan dan kehidupan sehari-hari para siswa.</p>



<p>Pj Bupati Yuyun juga menambahkan, bahwa keberhasilan Lumajang dalam meraih penghargaan malam ini tidak lepas dari dukungan seluruh masyarakat, terutama para pendidik dan keluarga serta TNI, yang terus berupaya menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda. &#8220;Kami berharap prestasi ini dapat memotivasi semua pihak di Lumajang, untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, baik dalam aspek akademik maupun karakter, demi mewujudkan generasi penerus yang siap menghadapi tantangan masa depan,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Sebagai informasi, Apresiasi Cerdas Berkarakter ini sebelumnya juga diterima oleh Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau pada tahun 2023 lalu, sebagai bentuk penghargaan atas upaya penguatan karakter di wilayah tersebut. Penghargaan Pusaka kini menjadi simbol penting dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program pendidikan berbasis karakter.</p>



<p>Dengan diraihnya penghargaan ini, Lumajang semakin menegaskan posisinya sebagai daerah yang tidak hanya unggul dalam pembangunan infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga dalam membangun fondasi karakter bangsa melalui pendidikan. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215141</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Persiapan HUT RI, Pj Wali Kota Probolinggo Terima Duplikat Bendera Pusaka hingga Salinan Teks Proklamasi</title>
		<link>https://memontum.com/persiapan-hut-ri-pj-wali-kota-probolinggo-terima-duplikat-bendera-pusaka-hingga-salinan-teks-proklamasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Aug 2024 13:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Bendera]]></category>
		<category><![CDATA[duplikat]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[persiapan]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Proklamasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pusaka]]></category>
		<category><![CDATA[salinan]]></category>
		<category><![CDATA[terima]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=212741</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Probolinggo &#8211; Pj Wali Kota Probolinggo, Nurkholis, menerima duplikat Bendera Pusaka Merah Putih bersama dengan kepala daerah seluruh Indonesia, di Balai Samudra Kelapa Gading Jakarta, Rabu (07/08/2024) tadi. Selain duplikat Bendera Pusaka Merah Putih, Kepala Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Yudian Wahyudi, juga menyerahkan salinan teks proklamasi, teks pidato 1 Juni 1945 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Probolinggo</strong> &#8211; Pj Wali Kota Probolinggo, Nurkholis, menerima duplikat Bendera Pusaka Merah Putih bersama dengan kepala daerah seluruh Indonesia, di Balai Samudra Kelapa Gading Jakarta, Rabu (07/08/2024) tadi. Selain duplikat Bendera Pusaka Merah Putih, Kepala Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Yudian Wahyudi, juga menyerahkan salinan teks proklamasi, teks pidato 1 Juni 1945 dan buku teks utama Pendidikan Pancasila.</p>



<p>Pj Wali Kota Nurkholis mengatakan, jika penyerahan ini merupakan bagian dari persiapan Peringatan Hari Ulang Tahun ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia. “Ini merupakan simbol kebanggaan dan pemersatu bangsa, serta meningkatkan rasa nasionalisme. Bendera ini didesain khusus, sehingga saat rusak juga tidak diperbolehkan mengganti sendiri. Pemerintah daerah harus mengajukan untuk memperoleh penggantinya,” kata Pj Wali Kota seusai acara.</p>



<p>Kepala daerah yang juga menjabat Kepala ESDM Jatim ini juga meminta, masyarakat dengan bangga mengibarkan Bendera Merah Putih selama Agustus hingga penjuru kota. Selanjutnya, duplikat Bendera Pusaka Merah Putih akan dikibarkan khusus pada Upacara Peringatan Kemerdekaan tanggal 17 Agustus dan Peringatan Hari Lahir Pancasila tanggal 1 Juni setiap tahun hingga 10 tahun ke depan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Disampaikan oleh BPIP RI, jika duplikat Bendera Pusaka dibuat sangat khusus, karena tidak ada jahitan antara kain merah dan putih, juga dibuat dengan bahan yang tidak luntur. Selain itu juga diletakkan kode di setiap kemasan dan pada pengait benderanya, sehingga nanti bisa dideteksi bendera tersebut sudah diberikan ke daerah mana saja.</p>



<p>Kepala BPIP juga menyampaikan bahwa Penyerahan Duplikat Bendera pusaka merupakan amanat dari Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2022 tentang Program Pasukan Pengibar Bendera Pusaka Pasal 8 ayat (1) sampai (3).</p>



<p>Turut hadir bersama Pj Wali Kota Nurkholis dalam penyerahan tersebut, Kepala Bakesbangpol, Muhammad Sonhadji dan anggota Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Probolinggo, Muhammad Fatih Abdullah dari SMAN 4. <strong>(kom/pix/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">212741</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kirab Pusaka Hari Jadi Trenggalek Ke-829, Bupati Arifin Bagikan Sejumlah Bibit Tanaman dari Ucapan Peringatan</title>
		<link>https://memontum.com/kirab-pusaka-hari-jadi-trenggalek-ke-829-bupati-arifin-bagikan-sejumlah-bibit-tanaman-dari-ucapan-peringatan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Aug 2023 08:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[arifin]]></category>
		<category><![CDATA[bagikan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[ke-829,]]></category>
		<category><![CDATA[peringatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pusaka]]></category>
		<category><![CDATA[sejumlah]]></category>
		<category><![CDATA[tanaman]]></category>
		<category><![CDATA[ucapan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=197144</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Pemerintah Daerah Trenggalek menggelar Kirab Pusaka dalam peringatan Hari Jadi Trenggalek Ke-829 tahun 2023. Prosesi Hari Jadi (Harjad) yang diawali dengan Kirab Pusaka dari Balai Desa Kamulan menuju Pendopo Manggala Praja Nugraha, ini berjalan cukup sakral. Adapun pusaka yang di kirab, ini berjumlah tujuh pusaka, yang diantaranya dua tombak Koro Welang, satu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Pemerintah Daerah Trenggalek menggelar Kirab Pusaka dalam peringatan Hari Jadi Trenggalek Ke-829 tahun 2023. Prosesi Hari Jadi (Harjad) yang diawali dengan Kirab Pusaka dari Balai Desa Kamulan menuju Pendopo Manggala Praja Nugraha, ini berjalan cukup sakral.</p>



<p>Adapun pusaka yang di kirab, ini berjumlah tujuh pusaka, yang diantaranya dua tombak Koro Welang, satu Tunggul Songsong Nogo, Panji Kabupaten Trenggalek ditambah dua pusaka pemberian Keraton Ngayogyakarta.</p>



<p>Dalam iring-iringan Kirab Pusaka kali ini, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, yang didampingi putri pertamanya nampak membagi-bagikan bibit tanaman kepada masyarakat yang memadati rute yang dilewati. &#8220;Yang berbeda dalam kirab pusaka tahun ini adalah bagi-bagi bibit tanaman kepada masyarakat. Ini sekaligus simbol sesuai tema kita Ngayomi Ngayemi Ngayani. Bibit tanaman ini, sekiranya merepresentasikan bahwa pengayoman pengayeman dan kekayaan atau kemakmuran itu bisa tercipta. Jadi selain lestari bisa menambah nilai ekonomi,&#8221; ujar Bupati Arifin saat dikonfirmasi, Kamis (31/08/2023) siang.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Suami Novita Hardiny ini mengaku senang, melihat antusias masyarakat yang begitu besar. Bahkan sebelum resmi dibagikan, masyarakat terlihat berbondong-bondong mengambil bibit-bibit tanaman yang ada di Halaman Pendopo. Dan dalam sekejap, bibit-bibit tanaman tersebut ludes diserbu warga.</p>



<p>&#8220;Hari ini saya bahagia sekali melihat antusias masyarakat dalam berebut bibit tanaman. Artinya, mereka memiliki semangat untuk menanam dan melestarikan alam kita,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Dari kelestarian alam itu nantinya, kata Mas Ipin-sapaan akrabnya, diharapkan akan ada berkah atau rejeki karena rata-rata bibit tanaman yang dibagikan jenis buah-buahan. &#8220;Semoga setelah ditanam nanti, itu bisa dipanen dan menghasilkan nilai ekonomi yang bermanfaat juga untuk kebutuhan masyarakat. Itu target kita,&#8221; ujar Bupati Arifin.</p>



<p>Selain membagikan bibit tanaman kepada masyarakat, dalam rangkaian Hari Jadi Trenggalek tahun ini Pemerintah Daerah melakukan jamasan pusaka yang sebelumnya dilakukan di 2 tempat berbeda. Karena ada prasasti yang pulang, maka proses jamasan yang dilaksanakan Rabu (30/08/2023) kemarin, dilakukan di satu tempat yang sama yakni di Pendopo Manggala Praja Nugraha.</p>



<p>Usai pelaksanaan kirab pusaka ini, juga ada pagelaran wayang kulit sekaligus puncak acara Hari Jadi Trenggalek Ke-829. &#8220;Nanti malam sebagai puncak acara, kita akan memberikan penghargaan kepada kepala desa yang inovatif dalam gelaran Soetran Award,&#8221; tuturnya</p>



<p>Kedepannya, di tahun depan mereka akan mendapat hadiah berupa transfer fiskal dari kabupaten untuk masyarakat didesanya. Nanti akan kita berikan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) desa.</p>



<p>Terkait ucapan berupa bibit tanaman ini, Bupati Arifin sengaja memerintahkan OPD agar tidak lagi menggunakan karangan bunga berbahan sterofom. &#8220;Di tahun-tahun selanjutnya, saya berharap karangan bunga untuk ucapan Hari Jadi berupa tanaman jenis bunga maupun buah-buahan atau sayur,&#8221; kata bapak 3 anak ini.</p>



<p>Dengan demikian, ujarnya, usai pelaksanaan Hari Jadi, tidak menghasilkan sampah. Bahkan, jika dilihat dari biaya justru lebih murah ketimbang karangan bunga berbahan sterofom. Kalau rata-rata karangan bunga berbahan sterofom itu Rp 700 hingga Rp 1juta, kalau pakai bibit tanaman hanya Rp 500 ribu saja.</p>



<p>&#8220;Jadi kedepannya pengusaha karangan bunga bisa melakukan pembibitan, sehingga jika ada pesanan ucapan selamat bisa memakai bibit-bibit tanaman. Dan itu tidak akan menimbulkan sampah karena bisa dimanfaatkan, kalau pakai sterofom kan mubadzir,&#8221; paparnya. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">197144</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jelang Hari Jadi Trenggalek Ke-829, Tujuh Pusaka Dijamasi di Pendopo Manggala Praja Nugraha</title>
		<link>https://memontum.com/jelang-hari-jadi-trenggalek-ke-829-tujuh-pusaka-dijamasi-di-pendopo-manggala-praja-nugraha</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Aug 2023 07:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[dijamasi]]></category>
		<category><![CDATA[jelang]]></category>
		<category><![CDATA[ke-829,]]></category>
		<category><![CDATA[manggala]]></category>
		<category><![CDATA[nugraha]]></category>
		<category><![CDATA[Pendopo]]></category>
		<category><![CDATA[Pusaka]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=197062</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Menjelang prosesi Hari Jadi Trenggalek Ke-829 tahun, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, menjalani tradisi jamasan. Namun, dalam tradisi jamasan kali ini sedikit berbeda, karena ada Prasasti Kamulan atau penanda 829 umur Trenggalek yang dahulunya hanya berupa replika, kini telah berpulang ke Trenggalek. Adapun dua tambahan pusaka pemberian dari Keraton Ngayogyakarta, sehingga dalam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Menjelang prosesi Hari Jadi Trenggalek Ke-829 tahun, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, menjalani tradisi jamasan. Namun, dalam tradisi jamasan kali ini sedikit berbeda, karena ada Prasasti Kamulan atau penanda 829 umur Trenggalek yang dahulunya hanya berupa replika, kini telah berpulang ke Trenggalek.</p>



<p>Adapun dua tambahan pusaka pemberian dari Keraton Ngayogyakarta, sehingga dalam tradisi jamasan kali ini, kesemuanya dibersihkan. Sesuai tradisi, setelah dijamasi (dibersihkan, red) pusaka-pusaka ini selanjutnya disemayamkan ke Balai Desa Kamulan, untuk selanjutnya didoakan oleh para tokoh agama dan tokoh masyarakat di sana.</p>



<p>&#8220;Hari ini mungkin berbeda dengan beberapa tahun yang lalu. Karena, prasasti yang menandai 829 tahun Trenggalek, sudah pulang ke Kabupaten Trenggalek. Dan, masuk ke dalam rangkaian prosesi Hari Jadi Trenggalek,&#8221; kata Bupati Arifin saat dikonfirmasi, Rabu (30/08/2023) siang.</p>



<p><strong>Baca juga;</strong></p>





<p>Dijelaskan Mas Ipin-sapaan akrabnya, bahwa jika di tahun-tahun sebelumnya, prasasti tersebut disimpulkan replika. Namun, tahun ini prasasti itu sudah pulang ke Trenggalek.</p>



<p>&#8220;Kalau tahun-tahun sebelumnya, prasasti itu disimpulkan dengan replika. Catatan isi prasastinya, itu sekarang sudah pulang. Kemudian yang membuat berbeda lagi, yaitu kita memiliki dua pusaka baru pemberian dari Keraton Yogyakarta. Yang satu berupa Tombak Wignyo Murti dan satunya lagi berupa Songsong Ayomsih,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Usai diinapkan di Balai Desa Kamulan, paparnya, semua pusaka itu akan di boyong kembali menuju Pendopo Kabupaten Trenggalek dengan prosesi kirab pusaka. &#8220;Berarti, itu ada tujuh pusaka yang dijamas,&#8221; sambung suami Novita Hardiny ini.</p>



<p>Untuk pusaka yang biasanya dijamas pada tahun-tahun sebelumnya, imbuhnya, itu ada dua Tombak Korowelang, Songsong Tunggul Nogo dan Panji lambang Kabupaten Trenggalek. Bila ditambahkan dengan Prasasti Kamulan dan dua pusaka pemberian dari Kraton Ngayogyakarta, maka totalnya menjadi tujuh pusaka.</p>



<p>Setelah jamasan pusaka, rencananya bupati dan para pejabat di Pemkab Trenggalek, akan berangkat berziarah ke makam-makam leluhur yang tersebar di beberapa tempat. Dan malamnya, akan dilanjutkan dengan kegiatan tirakatan atau tahlilan yang dilaksanakan di Paringgitan Pendopo Manggala Nugraha. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">197062</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tari Kreasi Gebyar Budaya Kota Malang Jadi Persembahan di Rakernas IX Jaringan Kota Pusaka Indonesia</title>
		<link>https://memontum.com/tari-kreasi-gebyar-budaya-kota-malang-jadi-persembahan-di-rakernas-ix-jaringan-kota-pusaka-indonesia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Nov 2022 06:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[jaringan kota]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[kreasi gebyar]]></category>
		<category><![CDATA[Pusaka]]></category>
		<category><![CDATA[rakernas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=177910</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Tari Kreasi Gebyar Budaya Kota Malang, menjadi persembahan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang di Karnaval Rakernas IX Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI), di halaman Benteng Kuto Besak (BKB) Kota Palembang, Kamis (03/11/2022) malam. Tarian tersebut diciptakan dan dibawakan oleh Duta Budaya Kota Malang. Dalam gerakannya, mengambarkan pemuda-pemudi Kota Malang yang cinta dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8211; Tari Kreasi Gebyar Budaya Kota Malang, menjadi persembahan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang di Karnaval Rakernas IX Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI), di halaman Benteng Kuto Besak (BKB) Kota Palembang, Kamis (03/11/2022) malam.</p>



<p>Tarian tersebut diciptakan dan dibawakan oleh Duta Budaya Kota Malang. Dalam gerakannya, mengambarkan pemuda-pemudi Kota Malang yang cinta dengan budaya daerahnya. Tentu hal itu, mendapatkan respon positif dan apresiasi dari Wali Kota Malang, Sutiaji.</p>



<p>“Di tengah arus modernisasi, harapan kami semoga muda mudi Kota Malang juga bisa melestarikan warisan budaya-budaya yang ada di Kota Malang agar makin dikenal luas,” kata Wali Kota Sutiaji.</p>



<p>Sebagai salah satu Duta Budaya Kota Malang, Shella, memaparkan jika tarian tersebut terinspirasi dari kegiatan pemuda pemudi Kota Malang yang ingin melestarikan kebudayaan. &#8220;Jadi kita mengkreasikan tarian-tarian yang ada di Kota Malang, digabungkan dan akhirnya menjadi tarian seperti ini yang namanya Tari Kreasi Duta Budaya,” jelas Shella.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-malang-rencanakan-bangun-skywalk-di-dua-lokasi-dari-dana-bank-dunia">Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/objek-wisata-banyuwangi-2026-perkuat-seni-dan-budaya-masyarakat">Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/cara-unik-umkm-malang-kenalkan-gamis-bordir-gandeng-petugas-kebersihan-jadi-model-ramadan">Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kecamatan-lumbang-dan-potensi-produksi-madu-yang-dihasilkan">Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-pewarna-makanan-berlebih-wali-kota-malang-siapkan-tes-sampel-di-pasar-takjil">Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil</a></li>
</ul>


<p>Salah satu gerakan dalam tarian tersebut, yakni Tari Beskalan yang menjadi tari tradisional khas Malang. Itu dikreasikan dengan tarian khas Malang lainnya, dimana menceritakan perjuangan arek-arek Malang dalam mempertahankan kelestarian seni budaya Malang dengan berani, tanggung jawab dan berbudi pekerti.</p>



<p>“Jadi tarian ini menunjukkan pemuda pemudi Kota Malang dari semangatnya, guyup rukunnya. Yang ditunjukkan dengan gerakan yang rancak dengan gamelan sebagai instrumen yang mengiringi. Semangat pemuda ini harus tetap bangkit untuk menghidupkan Seni dan Budaya ‘Malangan’ yang harus tetap lestari hingga anak cucu nanti,” katanya.</p>



<p>Sebagai informasi, selain tampil menyemarakkan Karnaval Rakernas IX JKPI, dalam rangkaian kegiatannya Duta Budaya Kota Malang juga berkesempatan mengenalkan budaya Kota Malang ke siswa-siswi SMP yang ada di Kota Palembang di SMPN 19 Palembang. <strong>(hms/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">177910</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gelar Prosesi Harjad Ke-828 Trenggalek, Bupati Arifin Serahkan Benda Pusaka untuk Dijamasi</title>
		<link>https://memontum.com/gelar-prosesi-harjad-ke-828-trenggalek-bupati-arifin-serahkan-benda-pusaka-untuk-dijamasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Aug 2022 06:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Arifin]]></category>
		<category><![CDATA[bupati trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Jadi]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Jadi Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Pusaka]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=174506</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; 31 Agustus besok, Kabupaten Trenggalek genap berusia 828. Berbagai rangkaian prosesi Hari Jadi (Harjad) Trenggalek, mulai berlangsung sejak hari ini atau Selasa (30/08/2022) tadi. Prosesi awal ini, ditandai dengan penjamasan (pembersihan) dua Pusaka Tombak Korowelang Sakembaran. Prosesi pembersihan sendiri, dilakukan di Ruang Paringgitan Pendopo Manggala Praja Nugraha oleh juru Jamas KRT, dr [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; 31 Agustus besok, Kabupaten Trenggalek genap berusia 828. Berbagai rangkaian prosesi Hari Jadi (Harjad) Trenggalek, mulai berlangsung sejak hari ini atau Selasa (30/08/2022) tadi. Prosesi awal ini, ditandai dengan penjamasan (pembersihan) dua Pusaka Tombak Korowelang Sakembaran.</p>



<p>Prosesi pembersihan sendiri, dilakukan di Ruang Paringgitan Pendopo Manggala Praja Nugraha oleh juru Jamas KRT, dr Sarjono Baskoro dan tim. Diawali penyerahan pusaka (dua Tombak Korowelang, satu Tunggul Sungsung Praja dan satu Tunggul Sungsung Naga) oleh Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, kepada Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek. Kemudian, dilanjutkan dengan penyerahan dari Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan kepada juru Jamas untuk dibersihkan.</p>



<p>&#8220;Ini adalah acara rutin setiap tahun. Menjelang Hari Jadi Trenggalek 828, kita melakukan jamasan. Kita inapkan di Kamulan, karena dulu prasastinya di temukan di Kamulan. Terus kemudian, besok di kirab ke pendopo,&#8221; ucap Bupati Trenggalek, disela-sela acara jamasan, Selasa (30/08/2022) siang.</p>



<p>Disampaikan bupati muda ini, ada total empat pusaka yang di jamas. Pusaka itu, meliputi Tombak Korowelang, Tunggul Sungsung Praja dan terakhir Tombak Sungsung Nogo.</p>



<p>&#8220;Yang berbeda mungkin tahun ini, kita kedatangan tamud dari Ngarso Dalem Sri Sultan Hamengkubuwono X. Kebetulan, sejak kemarin Pemerintah Provinsi DIY memberikan Muhibah Budaya. Jadi budaya Mataraman, khususnya Ngayogyakarta di Trenggalek. Mungkin nanti, beliau akan datang langsung di tanggal 1. Besok acaranya tetap seperti biasanya,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Nanti, tambahnya, masyarakat Trenggalek juga akan melakukan ngalab berkah. Jika biasanya, jumlah tumpeng hanya ada satu. Namun pada tahun ini, Pemkab Trenggalek akan menambah 30 tumpeng kecil dengan total tumpeng 31.</p>



<p>&#8220;Ini sesuai tanggal Hari Jadi Trenggalek, yaitu tanggal 31,&#8221; tegas Mas Ipin-sapaan akrabnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-malang-rencanakan-bangun-skywalk-di-dua-lokasi-dari-dana-bank-dunia">Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/objek-wisata-banyuwangi-2026-perkuat-seni-dan-budaya-masyarakat">Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/cara-unik-umkm-malang-kenalkan-gamis-bordir-gandeng-petugas-kebersihan-jadi-model-ramadan">Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kecamatan-lumbang-dan-potensi-produksi-madu-yang-dihasilkan">Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-pewarna-makanan-berlebih-wali-kota-malang-siapkan-tes-sampel-di-pasar-takjil">Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil</a></li>
</ul>


<p>Seperti tahun sebelumnya, papar Bupati Trenggalek, kepada ASN di Trenggalek mulai besok pagi akan diminta untuk berbagi. Bentuk berbagai itu, disesuaikan dengan kemampuannya. Seperti memberikan kado kepada tetangga kanan-kiri, sebagai bentuk berbagi kebahagian di Hari Jadi.</p>



<p>&#8220;Yang lainnya, termasuk kembalinya Prasasti Kamulan juga jadi hal yang baru. Karena sebelumnya, prasasti ini hanya berupa replika. Sekarang yang asli sudah berada di Trenggalek dan besok sudah bisa disaksikan oleh masyarakat. Yang ingin menyaksikan, bisa melihat di bawah Joglo yang ada di depan Bhawarasa. Kita namakan Joglo Kamulyan, karena disitulah tempat prasasti Kamulan,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Mengingat prasasti Kamulan sebelumnya ada di Museum Tulungagung, maka dalam peringatan HUT Trenggalek besok, Bupati Tulungagung juga hadir ke sini. Yakni, untuk kemudian memberi ucapan bahwasanya prasastinya telah pulang.</p>



<p>Dalam peringatan Hari Jadi 828 Trenggalek, dirinya berharap seperti jargon hari jadi Natas, Nitis, Netes. &#8220;Semoga tatas, kemudian mengerjakan segala sesuatunya titis dan bisa menghasilkan sesuatu yang baik (Netes). Seperti harapannya pak presiden pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat,&#8221; papar suami Novita Hardiny ini.</p>



<p>Sedangkan juru jamas pusaka, dalam kesempatan itu sedikit menjelaskan prosesi pembersihan tidak seperti biasanya. Hanya dilakukan pensucian dengan air dan tidak dilakukan warangan. &#8220;Hanya dibersihkan dari bahan bahan yang bisa menyebabkan rusaknya pusaka,&#8221; ujar Sarjono.</p>



<p>Dijelaskannya, ada dua pusaka milik Trenggalek yang di bersihkan, yakni Tombak Korowelang Sakembaran. Dulu, kabarnya diperoleh dari Kamulan. Korowelang sendiri ada yang berbentuk tombak dan juga keris. Untuk pusaka Kabupaten Trenggalek, sendiri berbentuk tombak.</p>



<p>&#8220;Prosesnya kita cuci dengan air, kemudian dibersihkan dan selanjutnya diberikan minyak. Fungsi minyak sendiri untuk mengawetkan. Tentunya setelah diawetkan, kemudian mengikuti rangkaian kegiatan Hari Jadi, diboyong ke Kamulan, disemayamkan semalam di sana. Kemudian dikirab kembali ke Pendopo,&#8221; terangnya. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">174506</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jelang Hari Jadi, Pusaka di Trenggalek Dijamasi</title>
		<link>https://memontum.com/jelang-hari-jadi-pusaka-di-trenggalek-dijamasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Aug 2021 12:31:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Pusaka]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=152183</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Salah satu kebudayaan yang tak boleh ditinggalkan menjelang Hari Jadi Kabupaten Trenggalek adalah prosesi Jamasan pusaka. Jamasan ini merupakan rangkaian dari kegiatan Hari Jadi ke 827 Kabupaten Trenggalek tahun ini. Adapun pusaka yang dijamasi (dibersihkan) ini adalah 2 tombak Koro Welang, 1 Payung Tunggul Nogo serta Panji Kabupaten Trenggalek. Baca Juga: Bertempat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Salah satu kebudayaan yang tak boleh ditinggalkan menjelang Hari Jadi Kabupaten Trenggalek adalah prosesi Jamasan pusaka. Jamasan ini merupakan rangkaian dari kegiatan Hari Jadi ke 827 Kabupaten Trenggalek tahun ini.</p>



<p>Adapun pusaka yang dijamasi (dibersihkan) ini adalah 2 tombak Koro Welang, 1 Payung Tunggul Nogo serta Panji Kabupaten Trenggalek.</p>



<p><strong><em>Baca Juga:</em></strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/komisi-iii-dprd-trenggalek-hearing-tambang-galian-c-bersama-pt-djawani-dan-pemdes-ngentrong">Komisi III DPRD Trenggalek Hearing Tambang Galian C bersama PT Djawani dan Pemdes Ngentrong</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/polres-trenggalek-rilis-capaian-penegakan-hukum-sepanjang-2025">Polres Trenggalek Rilis Capaian Penegakan Hukum sepanjang 2025</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tegaskan-komitmen-stabilitas-fiskal-pemkab-trenggalek-lakukan-audiensi-bersama-kemenkeu-ri">Tegaskan Komitmen Stabilitas Fiskal, Pemkab Trenggalek Lakukan Audiensi bersama Kemenkeu RI</a></li>
</ul>


<p>Bertempat di Paringgitan Pendopo Manggala Praja Nugraha, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, menyerahkan beberapa pusaka ini ke juru jamas Ki Sarjono Baskoro untuk dibersihkan.</p>



<p>&#8220;Ini merupakan rangkaian dalam peringatan Hari Jadi Trenggalek. Setelah itu akan ada prosesi-prosesi yang lainnnya,&#8221; ungkap Bupati Arifin, Senin (30/08) tadi.</p>



<p>Bupati menyampaikan, sebelum prosesi Hari Jadi yang jatuh pada Selasa (31/08) besok. Rangkaian awal adalah menjamasi pusaka-pusaka yang ada.</p>



<p>&#8220;Lalu di inapkan di Sendang Kamulan yang ada di Desa Kamulan Kecamatan Durenan. Terus nanti malam dengan tokoh setempat akan diadakan doa bersama. Insya Allah Pak Wabup hadir, kemudian besok beliau juga memboyong pusaka dari Kamulan. Kemudian dikirab,&#8221; terangnya.</p>



<p>Ditegaskan suami Novita Hardiny ini, dalam kirab pusaka nantinya juga tidak akan digelar secara ramai. Mengingat masih dalam situasi pandemi Covid-19.</p>



<p>&#8220;Dilaksanakan dengan bergodo dari Satpol PP. Sedangkan Dinas Kesehatan nanti perlunya mengirab pusaka sembari mengingatkan terkait protokol kesehatan.&#8221; tutur Bupati Arifin.</p>



<p>Selanjutnya, masih terang Mas Ipin sapaan akrabnya, pusaka-pusaka itu dibawa ke Pendopo Kabupaten dan diterima melalui prosesi adat sederhana.</p>



<p>Sedikit berbeda dari tahun yang lalu, dalam prosesinya besok akan ada tahlil singkat dan doa bersama.</p>



<p>&#8220;Kemudian kita melaunching beberapa program. Salah satu yang utama nanti ada gerakan orang tua asuh untuk anak yatim piatu Covid sebanyak 160 anak,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Nantinya, semua anak yatim piatu ini akan dibuatkan rekening di Bank Jatim. Dan akan di isi oleh para donatur yang berasal dari TNI-Polri, ASN dan swasta.</p>



<p>Setelah jamasan pusaka, Bupati didampingi para pejabat di Pemkab Trenggalek akan berziarah ke makam-makam tokoh Trenggalek.</p>



<p>&#8220;Meski perayaan Hari Jadi besok digelar sederhana, namun tetap dilakukan sesuai rangkaian yang ada. Dan tidak akan ada satu prosesi yang terlewatkan,&#8221; pungkas Bupati Arifin. Dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya yang ada, diharapkan masyarakat Trenggalek tidak lupa akan berdirinya daerah dengan sebutan Kota Keripik Tempe ini. Dan semakin bangga menjadi masyarakat Trenggalek serta mampu memajukan Trenggalek agar lebih baik kedepannya. <strong>(mil/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">152183</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kota Batu Miliki &#8216;Pusaka&#8217; Tetapi Tidak Memiliki Perda Cagar Budaya</title>
		<link>https://memontum.com/kota-batu-miliki-pusaka-tetapi-tidak-memiliki-perda-cagar-budaya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Dec 2020 11:41:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[kota batu]]></category>
		<category><![CDATA[Pusaka]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=130829</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Saat ini Kota Batu tidak memiliki Perda Cagar Budaya dan Tenaga Ahli Cagar Budaya (TACB). Namun, Pemkot Batu terlalu tertumpu pada pembangunan wisata artifisial atau buatan. Sehingga, pusaka yang dimiliki Kota Batu, tidak terlalu diperhatikan. Demikian diungkapkan Arkeolog, Dwi Cahyono, di Among Tani Foundation (ATF), saat menggelar sarasehan dengan tema mewujudkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Memontum Kota Batu &#8211; Saat ini Kota Batu tidak memiliki Perda Cagar Budaya dan Tenaga Ahli Cagar Budaya (TACB). Namun, Pemkot Batu terlalu tertumpu pada pembangunan wisata artifisial atau buatan. Sehingga, pusaka yang dimiliki Kota Batu, tidak terlalu diperhatikan.</p>
<p>Demikian diungkapkan Arkeolog, Dwi Cahyono, di Among Tani Foundation (ATF), saat menggelar sarasehan dengan tema mewujudkan usaha kolektor di Kota Batu. Sarasehan sendiri, digelar di Kantor ATF, Senin (28/12), tadi.</p>
<p>&#8220;Hal ini membuat pelestarian, yakni konservasi dan preservasi serta pemanfaatan pusaka di Kota Batu, sulit dilakukan,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Karena, tambahnya, tidak ada regulasi yang mengatur serta tidak ada penegak hukumnya. Dalam acara ini, juga mengundang Kolektor, Reno Halsamer, yang mempunyai lima museum di Kota Batu, Lamongan dan Yogyakarta.<br />
&#8220;Acara ini merupakan acara yang tidak biasa. Karena yang dibahas bukan barang yang biasa, yakni barang antik,&#8221; jelas Dwi Cahyono.<br />
Dirinya mengatakan, barang bisa dikatakan antik, jika telah berusia lama dengan kisaran waktu minimal 50 tahun.</p>
<p>Selain usia barang, nilai dibaliknya juga merupakan poin penting agar barang itu bisa dikatakan antik. Sehingga, di sini diperlukan pemaknaan dengan narasi yang dilakukan dengan riset mendalam.</p>
<p>&#8220;Barang antik ini juga bisa dikatakan sebagai heritage,&#8221; lanjutnya.<br />
Dwi menjelaskannya lebih dalam, bahwa heritage saat ini oleh PPPI telah diartikan sebagai pusaka. Klasifikasi itu, ada tiga macam pusaka, yakni pusaka alam, pusaka budaya dan pusaka saujana. &#8220;Di sini, Kota Batu mempunyai ketiganya yang harus dilestarikan dan dimanfaatkan,&#8221; ungkapnya. (cw2/ed2)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">130829</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Benda Pusaka Banyuwangi Dipamerkan</title>
		<link>https://memontum.com/benda-pusaka-banyuwangi-dipamerkan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Sep 2020 13:47:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Disbudpar]]></category>
		<category><![CDATA[Pusaka]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=123248</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbupar) Banyuwangi menggelar Pameran Kepurbakalaan di kantor Disbudpar. Ada tempayan dari Dinasti Tang China abad 7-10, wadah penutup Dinasti Ming abad ke-14, guci song (kelapa) Dinasti Song abad 9-12. Semua benda bersejarah itu ditemukan di wilayah Banyuwangi. Selain barang-barang dari berbagai dinasti China, juga terdapat benda-benda pusaka Banyuwangi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbupar) Banyuwangi menggelar Pameran Kepurbakalaan di kantor Disbudpar. Ada tempayan dari Dinasti Tang China abad 7-10, wadah penutup Dinasti Ming abad ke-14, guci song (kelapa) Dinasti Song abad 9-12. Semua benda bersejarah itu ditemukan di wilayah Banyuwangi.</p>
<p>Selain barang-barang dari berbagai dinasti China, juga terdapat benda-benda pusaka Banyuwangi lainnya di pameran yang digelar dari 3-5 September 2020 tersebut. Seperti satu set timbangan emas zaman Kerajaan Blambangan abad 14-18 Masehi. Timbangan yang terbuat dari perak itu ditemukan di Pertanen, Jambewangi, Kecamatan Sempu.</p>
<p>Ada juga botol soda buatan perusahaan keluarga Belanda, Erven Lucas Bols, tahun 1575. Botol tersebut terbut dari keramik dan berkapasitas satu liter.</p>
<p>Berbagai benda purbakala dan benda kuno berbahan batu, tanah liat, keramik, hingga kayu juga ditampilkan pada pameran tersebut. Bentuknya bermacam-macam, ada keris, tombak, arca, lingga yoni, hingga lemari rias kuno.</p>
<p>Kepala Disbupar Banyuwangi, Muhammad Yanuarto Bramuda, mengatakan, Banyuwangi memiliki kisah masa lalu yang menarik. &#8220;Bagaimana kisah Kerajaan Blambangan dan Macan Putih yang turut andil dalam sejarah Banyuwangi,&#8221; kata Bramuda.</p>
<p>Bramuda mengatakan, kisah sejarah itulah yang harus diteruskan pada generasi muda Banyuwangi. &#8220;Anak cucu kita harus diceritakan sejarah yang mengandung kisah-kisah heroik zaman dahulu. Kegiatan ini untuk menumbuhkan cinta kebudayaan Banyuwangi pada generasi milenial,” tambah Bramuda.</p>
<p>Bramuda menambahkan saat ini Disbupar telah memiliki museum benda-benda purbakala. Disbudpar juga akan membangun museum Banyuwangi Tempo Doeloe. Museum yang mengisahkan cerita-cerita Banyuwangi. Seperti cerita Pantai Boom yang mempunyai koneksi dengan Australia, kisah penambang belerang zaman Belanda, dan berbagai kisah lainnya. &#8220;Kami juga mengumpulkan para budayawan, kolektor, pencinta barang purbakala lewat sarasehan,&#8221; jelas Bramuda.</p>
<p>Pameran ini akan ditutup dengan pementasan wayang kulit, bersama dalang Ki Mudo Juwito Gendeng. Wayangan yang digeber pada Sabtu malam dengan menampilkan lakon Wahyu Husodo Jati. <strong>(tut/mzm)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">123248</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
