<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Tausiyah &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/tausiyah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 14 Mar 2025 11:45:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Tausiyah &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Hari ke 4 Tausiyah Pondok Ramadan, Mbak Cicha Sebut Keluarga adalah Pilar Ketahanan Bangsa</title>
		<link>https://memontum.com/hari-ke-4-tausiyah-pondok-ramadan-mbak-cicha-sebut-keluarga-adalah-pilar-ketahanan-bangsa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Mar 2025 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[adalah]]></category>
		<category><![CDATA[bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga,]]></category>
		<category><![CDATA[ketahanan]]></category>
		<category><![CDATA[pondok]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[Tausiyah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220236</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Kediri, Eriani Annisa Hanindhito, menegaskan bahwa keluarga merupakan unit terkecil masyarakat yang memiliki peran krusial dalam menjaga ketahanan nasional. Keterangan itu disampaikan Mbak Cicha-sapaan akrabnya, dalam kegiatan Tausiyah Pondok Ramadan yang berlangsung di Pendopo Panjalu Jayati, Kamis (13/03/2025) tadi. Pada hari ke empat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Kediri, Eriani Annisa Hanindhito, menegaskan bahwa keluarga merupakan unit terkecil masyarakat yang memiliki peran krusial dalam menjaga ketahanan nasional. Keterangan itu disampaikan Mbak Cicha-sapaan akrabnya, dalam kegiatan Tausiyah Pondok Ramadan yang berlangsung di Pendopo Panjalu Jayati, Kamis (13/03/2025) tadi.</p>



<p>Pada hari ke empat Tausiyah Pondok Ramadan kali ini, mengambil tema &#8216;Ketahanan Keluarga&#8217;. “Keluarga merupakan unit terkecil dalam kehidupan sosial bermasyarakat. Maka dari itu, ketahanan keluarga sangat penting sebagai pilar ketahanan nasional,” kata Mbak Cicha.</p>



<p>Dirinya juga menyampaikan, bahwa selain meningkatkan iman dan taqwa, kegiatan tausiyah ini bertujuan memperkaya aspek spiritual dan pemahaman keagamaan bagi masyarakat Kabupaten Kediri. Melalui rangkaian Tausiyah Pondok Ramadan setiap Selasa dan Kamis, Mbak Cicha berharap tema yang disampaikan oleh pemateri setiap sesi, itu dapat menjadi bekal bagi masyarakat dalam menjalani kehidupan sehari-hari.</p>



<p>“Tentu saja saya berharap, setiap materi bisa diterapkan dengan baik,” paparnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Pemateri Tausiyah Ramadan, Tatik Imadatus Sa’adati, menjelaskan bahwa ketahanan keluarga merupakan bagian integral dari ketahanan bangsa. Menurutnya, terdapat tiga kunci utama dalam menjaga ketahanan keluarga, yakni komunikasi yang baik, motivasi yang kuat dan apresiasi antar anggota keluarga.</p>



<p>“Ketiganya ini adalah kebutuhan, pbukan keinginan. Sehingga, harus diusahakan,” jelasnya.</p>



<p>Adapun serangkaian kegiatan tausiyah Pondok Ramadan ini, telah dimulai sejak Selasa (04/03/2025) lalu, dengan tema &#8216;Bekal Mengisi Bulan Ramadan&#8217;. Sementara dalam giat Tausyah Kamis (06/03/2025), bertemakan &#8216;Fiqih Wanita&#8217;. Lalu untuk Selasa (11/03/2025) membahas &#8216;Cahaya Al-Quran&#8217; dan Kamis (13/03/2025) membahas &#8216;Ketahanan Keluarga&#8217;.</p>



<p>Sehingga, tersisa dua kegiatan tausiyah yang akan berlangsung pada Selasa (18/03/2025) bertemakan &#8216;Sehat Mental Menuju Kebahagiaan Dunia Akhirat&#8217;, serta Kamis (20/03/2025) dengan tema &#8216;Meraih Kemenangan Ramadan&#8217;. <strong>(kom/pan/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220236</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tausiyah Kebangsaan di Kediri, Habib Luthfi Minta Jangan Beri Celah Oknum Pemecah Belah Bangsa dan Umat</title>
		<link>https://memontum.com/tausiyah-kebangsaan-di-kediri-habib-luthfi-minta-jangan-beri-celah-oknum-pemecah-belah-bangsa-dan-umat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 May 2023 17:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten kediri]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Tausiyah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=188653</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Muhammad Luthfi bin Yahya yang akrab disapa Habib Luthfi, memberikan pesan penting dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di Tausiyah Kebangsaan yang diadakan Pemerintah Kabupaten Kediri di kawasan Simpang Lima Gumul, Jumat (12/05/2023) malam. Disampaikannya, bahwa semua harus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. &#8220;Kita wajib menjaga persatuan dan kesatuan. Jangan pernah memberikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Muhammad Luthfi bin Yahya yang akrab disapa Habib Luthfi, memberikan pesan penting dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di Tausiyah Kebangsaan yang diadakan Pemerintah Kabupaten Kediri di kawasan Simpang Lima Gumul, Jumat (12/05/2023) malam. Disampaikannya, bahwa semua harus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.</p>



<p>&#8220;Kita wajib menjaga persatuan dan kesatuan. Jangan pernah memberikan celah seujung rambut pun, kepada oknum-oknum yang akan memecah belah bangsa dan umat,&#8221; kata Habib Luthfi, dalam tausiyah yang disiarkan secara virtual.</p>



<p>Tausiyah Kebangsaan yang dihadiri Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, jajaran Forkopimda Kabupaten Kediri, ulama dari Kediri dan puluhan ribu jamaah, itu menjadi bagian rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Kediri Ke-1219. Sebelum tausiyah kebangsaan ini digelar, pada pagi harinya, diadakan acara Kirab Kebangsaan (Kirab Merah Putih) yang diikuti 4.539 orang peserta dari berbagai elemen masyarakat dan organisasi kepemudaan. Dalam kirab itu, peserta membawa bendera Merah Putih berukuran besar.</p>



<p>Masih menurut Habib Luthfi, kirab bukan sekedar membawa bendera Merah Putih. Lebih dari itu, kirab Merah Putih untuk mengingatkan bagi semua kandungan yang ada dalam Merah Putih. Yakni, kehormatan, harga diri dan jati diri bangsa.</p>



<p>&#8220;Bilamana kita merasa ada kehormatan pada diri bangsa ini, harga diri dan jati diri bangsa ini, pasti kita akan menghindarkan dari hal-hal sesuatu yang akan meruntuhkan kecintaan kami kepada bangsa dan tanah air ini,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dalami-laporan-pelayanan-mbg-dprd-kota-malang-akan-panggil-sppg">Dalami Laporan Pelayanan MBG, DPRD Kota Malang Akan Panggil SPPG</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-sampaikan-lkpj-2025-dprd-akan-dalami-sumber-surplus-anggaran">Wali Kota Malang Sampaikan LKPJ 2025, DPRD Akan Dalami Sumber Surplus Anggaran</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antrean-pasar-murah-membludak-meski-munculkan-kecewa-diskopindag-kota-malang-bakal-lakukan-evaluasi">Antrean Pasar Murah Membludak Meski Munculkan Kecewa, Diskopindag Kota Malang Bakal Lakukan Evaluasi</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kualitas-indek-pelayanan-publik-pemkab-lumajang-kian-meningkat-dan-masuk-kategori-sangat-tinggi">Kualitas Indek Pelayanan Publik Pemkab Lumajang Kian Meningkat dan Masuk Kategori Sangat Tinggi</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-probolinggo-lantik-67-pejabat-administrator-dan-pengawas">Wali Kota Probolinggo Lantik 67 Pejabat Administrator dan Pengawas</a></li>
</ul>


<p>Kemerdekaan yang diraih Bangsa Indonesia, menurut Habib Luthfi, diperoleh dengan perjuangan yang berdarah, bukan karena hadiah. Perjuangan para pendahulu dalam menjunjung kehormatan, harga diri dan jati diri bangsa, sudah sepatutnya untuk dijaga.</p>



<p>&#8220;Kita sadar apa yang ada di dalam Merah Putih adalah kehormatan bangsa, harga diri bangsa, jati diri bangsa,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana atau yang akrab disapa Mas Dhito, berharap acara Tausiyah Kebangsaan yang disampaikan Habib Luthfi bin Yahya, semakin mengingatkan akan pentingnya nilai-nilai luhur kebangsaan. Sebagaimana disebutkan Habib Luthfi dalam tausiyahnya, bangsa ini berdiri melalui perjuangan berdarah-darah. Sehingga, sudah seharusnya sebagai generasi penerus untuk tidak mengabaikan apalagi melupakan perjuangan itu.</p>



<p>&#8220;Hormati bangsa dan jati diri bangsa Indonesia, serta junjung budaya bangsa kita setinggi-tingginya. Mari kita jaga NKRI agar selalu kondusif, tentram dan damai,&#8221; pesan Mas Dhito.</p>



<p>Dalam Tausiyah Kebangsaan itu, puluhan jamaah yang hadir juga diajak ngaji bareng Gus Kautsar dari Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kabupaten Kediri. Mengiringi Tausiyah Kebangsaan, lantunan salawat bersama Habib Ali Zainal Abidin Assegaf bareng Banjari Az Zahir. <strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">188653</post-id>	</item>
		<item>
		<title>KH. Nizar Irsyad Kembali Nahkodai MUI Kota Probolinggo</title>
		<link>https://memontum.com/kh-nizar-irsyad-kembali-nahkodai-mui-kota-probolinggo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Mar 2021 12:00:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[kyai]]></category>
		<category><![CDATA[pengukuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Program Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Tausiyah]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh agama]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh Masyarakat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=136222</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Melalui Surat Keputusan Dewan Pimpinan MUI Provinsi Jawa Timur nomor Kep-21/MUI/JTM/II/2021 tentang susunan dan personalia pengurus Dewan Pimpinan MUI Kota Probolinggo masa khidmat 2020-2025 yang ditetapkan di Surabaya pada tanggal 15 Februari 2021, tersebutlah Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian MUI Kota Probolinggo adalah KH. Irsyad Nizar. Ini adalah jabatan keduanya melanjutkan kepemimpinan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Melalui Surat Keputusan Dewan Pimpinan MUI Provinsi Jawa Timur nomor Kep-21/MUI/JTM/II/2021 tentang susunan dan personalia pengurus Dewan Pimpinan MUI Kota Probolinggo masa khidmat 2020-2025 yang ditetapkan di Surabaya pada tanggal 15 Februari 2021, tersebutlah Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian MUI Kota Probolinggo adalah KH. Irsyad Nizar. Ini adalah jabatan keduanya melanjutkan kepemimpinan sebagai Dewan Pimpinan Harian MUI Kota Probolinggo.</p>



<p>Dilantik oleh Ketua MUI Provinsi Jawa Timur, KH. Syahfruddin Syarif, Sabtu (06/03), di Ponpes Raudlatul Muttaqin Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan.</p>



<p><strong><a href="https://memontum.com/134761-anggota-dpr-ri-gunakan-gajinya-untuk-gelontorkan-bantuan-korban-banjir-pasuruan#ixzz6oLGlZSGe" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Baca Juga : Anggota DPR RI Gunakan Gajinya Untuk Gelontorkan Bantuan Korban Banjir Pasuruan</a></strong></p>



<p>Kegiatan pelantikan dihadiri sejumlah forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat dan pengurus MUI Kota Probolinggo. Kiai Nizar Irsyad menyampaikan, kebijakan yang diambil terkait program kerja MUI ke depan, yakni meningkatkan kinerja pengurus sesuai dengan tugas masing-masing pada tiap-tiap komisi.</p>



<p>&#8220;Terdapat 10 komisi dan masing-masing komisi memiliki latar belakang pendidikan yang sesuai dengan kepengurusannya,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Tema pengukuhan periode kedua ini adalah dengan ukhuwah Islamiah menuju Indonesia sehat. Dengan tema tersebut, menurut Kiai Nizar, tantangan MUI yakni bagaimana merumuskan kebijakan (tausiyah dan dakwah) bersama para ulama dan pemerintah dengan pikiran yang sehat.</p>



<p>Tidak karena sehat dari Covid-19 saja, begitu pula MUI dalam tausiyahnya, harus keluar, pesan yang tersampaikan, dari ulama yang sehat sehingga tidak ada ormas yang disakiti,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Kyai Nizar juga menambahkan, peran MUI juga harus bisa mengedukasi program vaksinasi Covid-19. &#8220;Dari sudut perspektif agama, vaksinasi adalah wajib dilakukan. Karena ini menjadi suatu keharusan yang tidak bisa ditinggalkan. Untuk mencegah saling menular dan tertular. Maka dari itu, kepada masyarakat untuk tidak percaya pada berita-berita hoax, provokasi tentang vaksinasi,&#8221; pesanya. <strong>(geo/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">136222</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tausiyah Ustadz Wijayanto, Utamakan Kebutuhan Kehidupan Akhirat</title>
		<link>https://memontum.com/tausiyah-ustadz-wijayanto-utamakan-kebutuhan-kehidupan-akhirat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Jan 2018 16:12:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Tausiyah]]></category>
		<category><![CDATA[YDSF Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/21263-tausiyah-ustadz-wijayanto-utamakan-kebutuhan-kehidupan-akhirat</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8212; Banyak dari kita terkadang masih mengedepankan keinginan daripada kebutuhan. Bahkan meskipun belum mampu untuk mendapatkannya, kita akan memaksakan diri untuk tetap bisa memilikinya, apapun caranya. Baik melalui hutang riba, memiliki tanpa hak (mencuri, merampok, menyita), dan lainnya. Keinginan-keinginan yang tak terkendali inilah yang menyebabkan kita melalaikan tujuan utama kita di dunia. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8212; Banyak dari kita terkadang masih mengedepankan keinginan daripada kebutuhan. Bahkan meskipun belum mampu untuk mendapatkannya, kita akan memaksakan diri untuk tetap bisa memilikinya, apapun caranya. Baik melalui hutang riba, memiliki tanpa hak (mencuri, merampok, menyita), dan lainnya. </p>
<p>Keinginan-keinginan yang tak terkendali inilah yang menyebabkan kita melalaikan tujuan utama kita di dunia. Padahal dunia hanyalah sementara, hanya tempat singgah sejenak untuk mempersiapkan perbekalan ke akhirat. Namun ternyata, kilauan dunia itu sangat menggoda setiap manusia yang tak mampu melawan hawa nafsunya. Hal inilah yang patut diwaspadai serta dihindari.</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180121-WA0016-copy.jpg?resize=500%2C300&#038;ssl=1" alt="" width="500" height="300" class="aligncenter size-full wp-image-21189" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180121-WA0016-copy.jpg?resize=590%2C354&amp;ssl=1 590w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180121-WA0016-copy.jpg?resize=400%2C240&amp;ssl=1 400w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Hal ini diungkapkan, Ustadz Wijayanto saat menyampaikan tausiyah dalam Kajian Islam Akbar YDSF Malang bertemakan &#8220;Ketika Dunia Menggoda&#8221; yang diselenggarakan di Masjid Jenderal Ahmad Yani Jl. Kahuripan 12 Malang, Sabtu (20/1/2018). Dari kajian ini, YDSF Malang mengajak seluruh umat muslim untuk bersama-sama kembali meluruskan niat dan tujuan hidup, khususnya bagi 2.000 jamaah yang hadir.</p>
<p>&#8220;Kalau biasanya harta, tahta, dan wanita,  sekarang ditambah kuota. Karena masyarakat saat ini lebih mengutamakan kuota, ketimbang kebutuhan lainnya. Seolah candu, kalau tidak ada kuota, seolah hidup kiamat. Dari bangun tidur sampai mau tidur, gadget yang diutamakan. Sementara kuota yang nyata yaitu kuota kehidupan kita yang terbatas di dunia, tak ada yang tahu tapi kita pasti mati. Untuk itu, mari gunakan waktu sebaik mungkin, pilah mana kebutuhan bukan keinginan, termasuk kebutuhan bekal untuk di akhirat,&#8221; papar Pengasuh Utama Pesantren Bina Insan Anak Sholeh Yogyakarta.</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180121-WA0017-copy.jpg?resize=500%2C300&#038;ssl=1" alt="" width="500" height="300" class="aligncenter size-full wp-image-21264" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180121-WA0017-copy.jpg?w=500&amp;ssl=1 500w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180121-WA0017-copy.jpg?resize=300%2C180&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180121-WA0017-copy.jpg?resize=200%2C120&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180121-WA0017-copy.jpg?resize=400%2C240&amp;ssl=1 400w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Pengisi beberapa kajian di stasiun televisi nasional ini menambahkan saat ini masyarakat krisis kepercayaan, baik pada orang lain maupun pada dirinya sendiri. &#8220;Prinsipnya tidak mudah percaya kalau tidak melihat sendiri. Tapi kenyataannya hanya membaca, melihat dan mendengar di medsos, sudah diteruskan menurut versi tersebut. Kan jadi salah kaprah. Karakter manusia saat ini lebih afdol pada yang nampak. Diceramahi beberapa kali tak akan cepat masuk otak. Tapi ketika dikasih contoh, lebih cepat dilakukan. Contoh kecilnya, anak dengar adzan tidak langsung berangkat ke masjid. Tapi setelah orang tua mencontohkan, anak pasti akan ikut,&#8221; papar Ust Wijayanto.</p>
<p>Selain kajian, YDSF menyelipi dengan penggalangan donasi kemanusiaan yang akan disalurkan langsung ke Palestina untuk mendukung perjuangan mereka meraih kemerdekaan. Karena tragedi kemanusiaan ini harus segera diselesaikan dan tentunya butuh sebuah kontribusi yang besar dari umat Islam dengan cara memberikan donasi terbaik yang bisa dikeluarkan, sekaligus sebagai perbuatan nyata untuk bekal kebutuhan di akhirat kelak. Sementara di halaman masjid A Yani, dibuka bazar aneka produk, mulai produk makanan, minuman, fashion, property, buku-buku dan lain sebagianya.</p>
<p>Melalui kajian ini, harapannya YDSF Malang mampu menjadi sebuah penggerak bagi seluruh masyarakat, terutama warga Malang Raya untuk bisa menjadi agen perubahan yang membawa kebaikan dan menebar manfaat. Karena setiap kontribusi yang diberikan, nantinya akan menjadi sebuah jalan kemudahan bagi saudara-saudara kita yang memang tengah membutuhkan uluran tangan kita. <strong>(rhd/yan) </strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">21263</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
