Connect with us

Politik

KPU Tulungagung Sebut 75 Persen Daftar Pemilih Tetap adalah Pemilih Baru

Diterbitkan

||

KPU Tulungagung Sebut 75 Persen Daftar Pemilih Tetap adalah Pemilih Baru

Memontum Tulungagung – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tulungagung terus melakukan pemutakhiran data berkelanjutan setiap bulan. Terbaru, KPU mendata bahwa Pemilu 2024, total pemilih baru dan pemilih tetap tidak kurang dari 75 persen dari Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Ketua KPU Tulungagung, Susanah, mengungkapkan bahwa jumlah DPT per April 2022 sebanyak 854.614 pemilih. Dengan rincian, jumlah laki-laki 424.731 pemilih perempuan sebanyak 429.883 orang.

“Kalau perkembangan tiap bulan,.itu hampir 75 persen adalah pemilih baru dan pemula,” ujar Susanah di Kantor KPUD, Rabu (25/05/2022) tadi.

Susanah menegaskan, sisanya sekitar 25 persen adalah Tidak Memenuhi Syarat (TMS). Seperti meninggal atau pindah domisili dan lain-lain. Mayoritas, hari ini adalah laporan masyarakat yang memang dari pemilih pemula.

Dirinya menambahkan, yang perlu diketahui pemilih pemula adalah pemilih yang baru mempunyai hak pilih pertama kali. Sedangkan pemilih baru adalah mereka yang bisa jadi dahulu pernah punya hak pilih. Karena menjadi TNI-Polri, akhirnya mempunyai hak pilih. Setelah pensiun, tentu mempunya hak pilih lagi seperti warga sipil umumnya.

“Kalau pemula, usia 17 tahun. Klasifikasi bisa ditanyakan ke teman-teman teknis,” papar perempuan asli Besole ini.

Perihal penggunakan Sistem Informasi Sirekap yang sudah digunakan di 2020, Susanah mengaku di 2024, kemungkinan juga digunakan sebagai alat bantu. Tetapi bukan alat resmi untuk pemungutan suara hitung. Hanya sebatas membantu dalam rangka validasi cepat.

“Kalau secara regulasi dan formal tetap menggunakan manual,” terangnya.

Baca juga :

Lebih lanjut dikatakannya, kesejahteraan petugas masih di proses pembahasan sampai hari ini. KPU RI menggandeng Kemendagri juga membahas anggaran mengingat sebelumnya petugas PPS yang kelelahan meninggal dunia. Sehingga soal honor akan dinaikkan sesuai dengan beban kerja petugas dalam hajat lima tahunan tersebut.

“Insyaallah bisa nambah. Kemarin dari regulasinya, bagaimana teknisnya di lapangan masih menunggu,” imbuhnya.

Selama ini, KPU Tulungagung dalam pemutakhiran data pemilih sudah melaksanakan beberapa bulan terakhir. Selain itu, melakukan sosialisasi dan berkoordinasi stakeholder Pemda, dinas terkait, dewan hingga ke partai politik (Parpol).

“Sejauh ini langkah kita berkoordinasi dengan stakeholder. Insyaallah, semuanya sudah beres. Termasuk persiapan dalam tahapan itu,” ungkap perempuan yang juga merangkap Devisi Umum dan Logistik KPU Tulungagung.

Susanah menambahkan, anggaran rutin selama ini tidak ada selama belum masuk proses tahapan. Sehingga, anggaran rutin cukup rumah tangga. Ketika sudah ada Peraturan KPU, otomatis anggara juga sudah siap mengikuti setelahnya.

“Praktis Juni masih di jajaran KPU RI. Kalau sampai di kabupaten-kota sekitar Agustus 2022,” ungkap perempuan kelahiran 1982 tersebut.

Sebagai informasi, jumlah Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) ada 95 orang, Panitia Pemungutan Suara (PPS) 813 orang. Sementara, Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) masih belum ditentukan. Mengingat, ada sekitar 3 700 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Pemilu sebelumnya. (jaz/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.