Kota Malang
Disdikbud Kota Malang Imbau Sekolah untuk Perketat Pemilihan Bus saat Studi Tour

Memontum Kota Malang – Kecelakaan bus wisata yang membawa rombongan sekolah asal Bali di Kota Batu, menjadi perhatian serius dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang. Itu karena, dalam musibah tersebut kendaraan membawa sejumlah pelajar.
Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana, mengimbau seluruh sekolah, mulai dari tingkat SD hingga SMP di Kota Malang, agar untuk lebih berhati-hati dalam memilih moda transportasi untuk kegiatan wisata pendidikan. Dalam hal ini, juga ditekankan untuk berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang dalam memastikan kelayakan kendaraan.
“Kami meminta agar seluruh kepala sekolah untuk selalu berkoordinasi dengan Disdikbud dan Dishub sebelum melaksanakan kegiatan study tour. Ini dilakukan, tentunya untuk memastikan keselamatan siswa selama perjalanan kegiatan berlangsung,” kata Suwarjana, Sabtu (11/01/2025) tadi.
Tidak hanya itu, menurutnya Disdikbud Kota Malang juga telah memberikan panduan kepada kepala sekolah mengenai cara memilih bus yang layak jalan. Panduan tersebut mencakup pemeriksaan dokumen kendaraan, seperti izin operasional dan uji berkala (KIR), hingga memastikan kesesuaian bus dengan kontrak kerja.
Baca juga :
“Bus yang digunakan harus sesuai dengan yang tercantum dalam kontrak. Jika terjadi pergantian bus tanpa alasan yang jelas, kepala sekolah harus berani menolak. Hal ini penting untuk mencegah risiko yang tidak diinginkan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Suwarjana juga memastikan bahwa kegiatan studi tour di Kota Malang hanya dapat dilaksanakan setelah mendapatkan izin resmi dari Disdikbud Kota Malang. Itu dilakukan sebagai bentuk tanggung jawabnya dalam melindungi siswa-siswi.
“Jika tidak ada izin dari kami, kegiatan tersebut tidak boleh dilakukan,” tambahnya.
Sebagai informasi, kecelakaan bus wisata yang terjadi di Jalan Imam Bonjol, Kota Batu, melibatkan bus Shakindra Trans yang membawa rombongan sekolah asal Bali. Bus tersebut diduga mengalami rem blong, sehingga menabrak sejumlah kendaraan di depannya. Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa izin angkutan dan uji berkala bus tersebut telah kedaluwarsa. (rsy/sit)










