Kabar Desa
Meriahkan Kemerdekaan, Perawat dan Dokter RSUD Besuki Situbondo Kenakan Pakaian Tradisional dan ala Pejuang

Memontum Situbondo – Pemandangan beda terlihat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Besuki Kabupaten Situbondo, Rabu (17/08/2022) tadi. Dalam memeriahkan kemerdekaan RI, perawat dan dokter yang melayani pasien menggunakan pakaian tradisional atau kebaya untuk perempaun dan ala pejuang.
“Kami sengaja mewajibkan seluruh dokter, perawat dan staf mengenakan pakaian tradisional atau ala pejuang, dengan tujuan untuk menggugah kembali seluruh dokter, perawat dan staf RSUD Besuki, untuk mengenang jasa para pejuang yang telah merebut kemerdekaan dari tangan para penjajah,” kata Direktur Rumah Sakit Besuki, dr H Imam Hariyono.
Baca juga :
- THR ASN Pemkot Malang Naik Rp 42,6 Miliar, Pencairan Tunggu Kebijakan Pusat
- Pemkab Malang Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana Puting Beliung di Kecamatan Bantur
- Proses Izin Rumit, IAI Cabang Trenggalek Hearing Dengar Pendapat bersama DPRD
- Siswa SMAN 3 Kota Malang Sambut Antusias MBG Ramadan
- DPRD Trenggalek bersama Eksekutif Bahas Raperda Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
Lebih lanjut Imam Hariyono mengatakan, dengan mengenakan pakai tradisional atau pejuang, diharapkan bisa memotivasi seluruh dokter, perawat dan staf, dalam memberikan mutu peningkatan pelayanan kesehatan terhadap pasien di RSUD Besuki. “Saya juga berharap, para dokter, perawat dan staf dalam melayani kesembuhan pasien mempunyai semangat juang seperti para pejuang ketika merebut Kemerdekaan Republik Indonesia ini,” ujarnya.
Tidak hanya itu, Imam Hariyono juga menjelaskan, sebagai penerus bangsa, sudah wajib mengenang jasa-jasa para pejuang Kemerdekaan Repubik Indonesia. Termasuk, mensuritauladani jiwa kepahlawanan pahlawan. (her/sit)
















