Kabupaten Malang
Tragedi Kanjuruhan, Ketua PWNU Jatim Minta Utamakan Masalah Kemanusiaan

Memontum Kota Malang – Ratusan nyawa yang menjadi korban dalam tragedi Stadion Kanjuruhan, menuai duka mendalam Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, Kyai Haji Marzuqi Mustamar. Mensikapi insiden itu, pihaknya mengajak semua untuk mendoakan korban yang meninggal dunia dengan melaksanakan salat ghoib.
“Kita sama-sama susah, sedih dan prihatin. Mereka sebangsa dengan kita. Pertama, tentu membuat himbauan kepada warga NU dimanapun berada, agar melaksanakan salat ghoib,” ujar Kyai Haji Marzuqi Mustamar, Selasa (04/10/2022) tadi.
Kemudian, pihaknya juga menyampaikan dengan kondisi yang saat ini terjadi, agar masalah kemanusiaan bisa diselesaikan terlebih dahulu. Yakni, menyembuhkan para korban yang terkena luka berat, sedang ataupun ringan.
“Kami sudah matur kepada bapak aparat dan ada pemerintah juga, supaya masalah kemanusiaan didahulukan. Yang sakit disembuhkan semaksimal mungkin, yang wafat dirawat sesuai dengan agama masing-masing,” lanjutnya.
Baca juga :
- Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia
- Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat
- Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan
- Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan
- Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil
Pihaknya menghimbau, agar pihak lain tidak menambah masalah dalam menyelesaikan persoalan tragedi Kanjuruhan ini. Ditegaskan olehnya, agar semua lebih mengutamakan masalah kemanusiaan.
“Sebelum masalah kemanusian beres, kami mohon kepada semua pihak nggak usah menambah masalah yang lain. Biar tenang dahulu. Setelah beres, Kapolda akan memastikan, ada proses hukum bagi yang salah siapapun. Yang kita utamakan masalah kemanusiaan,” ujarnya.
Terakhir, dirinya menyampaikan bahwa NU juga memberikan sedikit santunan kepada korban yang telah meninggal, begitupun juga yang sakit. “Jadi, masalah-masalah kemanusian kita utamakan,” imbuhnya. (rsy/sit)











