Kota Malang

Pj Gubernur Sebut PMK di Jawa Timur Masih Terkendali, Vaksinasi dan Pengawasan Diperketat

Diterbitkan

-

Pj Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono. (memontum.com/rsy)

Memontum Kota Malang – Status Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Jawa Timur saat ini disebut masih terkendali. Dengan prevalensi, hanya empat persen dari jumlah populasi ternak di Jatim. Sementara untuk tingkat kesembuhannya, pun juga cukup tinggi yakni 25 persen dari 70 persen, dari ternak yang telah dirawat.

Hal tersebut, disampaikan Pj Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, seusai mengikuti kegiatan Seminar Nasional dan Rapat Kerja Nasional Forum Komunikasi Dewan Komisaris Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia (BPDSI) di Kota Malang, Kamis (16/01/2025) tadi. “Kategori (PMK, red) kondisi Jawa Timur masih aman. Tingkat prevalensinya rendah dan upaya penanganan terus dilakukan,” kata Pj Gubernur Adhy.

Dalam upaya penanganan PMK ini, ujarnya, program vaksinasi PMK menjadi fokus utama di Jawa Timur. Sebanyak 25 ribu dosis vaksin telah disuntikkan, sementara 320 ribu dosis lainnya akan segera diberikan pada akhir bulan ini.

Kemudian, lanjutnya, untuk saat ini Jawa Timur juga masih menunggu kedatangan 1,7 juta dosis vaksin dari Kementerian Pertanian. “Untuk vitamin, obat, kami sudah siapkan semuanya untuk koperasi, atau yang mandiri, itu akan sepakat semua akan melakukan pengobatan atau vaksin secara mandiri. Sehingga kami fokus pada peternak yang individual dan pasar hewan ternak yang harus kami berikan subsidi itu,” jelasnya.

Advertisement

Baca juga :

Selain itu, pengawasan ketat juga diterapkan pada lalu lintas hewan ternak antarprovinsi. Hanya ternak yang telah divaksin minimal satu kali yang diizinkan berpindah.

“Demikian juga kami melihat bagaimana perjalanan dari sapi-sapi kita ke luar provinsi, kita pastikan juga sudah divaksin,” tambahnya.

Lebih lanjut, pihaknya juga memastikan bahwa hewan ternak yang dijualkan di Pasar Hewan hanya yang sehat saja. Untuk saat ini, ada lima pasar hewan di empat kabupaten/kota telah ditutup sementara sesuai permintaan masyarakat dan pedagang. Namun, pemerintah mengimbau agar pasar hewan tetap beroperasi dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat demi mendukung perekonomian lokal.

“Pasar hewan boleh dibuka, asalkan syarat-syarat protokol kesehatan dipenuhi,” imbuhnya.

Advertisement

Langkah-langkah seperti penyemprotan disinfektan oleh BPBD kota/kabupaten juga terus dilakukan untuk mencegah penyebaran PMK. Adhy berharap kolaborasi antara peternak, pedagang dan masyarakat dapat menjaga stabilitas kondisi ternak di Jawa Timur. (rsy/sit)

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas