Kabupaten Malang

Dinkes Kabupaten Malang Bagi Tips Jauhkan Anak dari Stunting

Diterbitkan

-

Plt Dinkes Kabupaten Malang, Drg Ivan Drie. (ist)

Memontum Malang – Pemerintah Kabupaten Malang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus berupaya secara maksimal dalam menekan angka stunting. Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, Drg Ivan Drie, menyebut bahwa upaya mencegah terjadinya stunting adalah memastikan asupan nutrisi yang cukup sejak dalam kandungan hingga anak usia 2 tahun atau pada saat 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

“Perlu dipahami supaya tidak menjadi stunting itu adalah di 1000 hari kehidupan nya mulai dalam kandungan hingga lahir,” kata Ivan Drie, saat ditemui di Kantor Bupati Malang, Rabu (14/05/2025) tadi.

Menurutnya, jika asupan nutrisi pada ibu hamil sudah optimal, terlebih seperti makanan pokok, protein hewani, kacang-kacangan, buah dan sayuran serta mengkonsumsi tablet tambah darah (TTD) optimal, maka dipastikan bayi yang keluar akan bebas stunting. “Penanganan ini perlu kolaborasi bersama antara stakeholder terkait, termasuk camat dan Kades. Sebab, jika ini dibebankan ke Dinkes, lalu kemudian yang lainnya tidak punya effort yang sama, maka ini tidak akan maksimal. Target Bupati Malang dalan misinya adalah 2026, 0 kasus stunting baru. Walaupun hal ini bagi kami tantangan sangat berat karena banyak sekali hal yang perlu kita perbaiki,” jelasnya.

Baca juga :

Advertisement

Lebih lanjut Ivan menambahkan, saat ini angka stunting berdasarkan hasil bulan timbang Februari 2025, angkanya sudah 6,18 persen di Kabupaten Malang. Sedangkan untuk Jawa Timur, stunting berada di peringkat ke-2 setelah Bali dari 38 provinsi di Indonesia. Sementara, Pemkab Malang akan terus berupaya menekan angka tersebut.

“Jadi upaya maksimal nya, mulai dari Calon Pengantin (Catin) sudah kita intervensi. Nanti kalau berencana punya anak itu harus dipenuhi (gizinya),” katanya.

Ivan menyebut punya upaya skrining triple eliminasi pada ibu hamil. Skrining triple eliminasi yakni program pemeriksaan yang bertujuan untuk mendeteksi dan mencegah penularan HIV, Sifilis dan Hepatitis B dari ibu ke anak. Dari hasil skrining triple eliminasi jika ditemui sedang mengalami penyakit yang cukup kronis, akan segera ditangani. Supaya tidak berpengaruh terhadap bayi yang dikandungnya.

“Namun jika ibu sudah ditangani tetapi bayi keluar tetap stunting, maka fokusnya dikejar dari sisi bertumbuh kembangnya bayi. Nanti akan ada dokter spesialis anak yang menggenjot asupan gizinya entah itu formula khusus, maupun upaya-upaya yang lainnya,” urainya. (mem/gie)

Advertisement

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas