Kota Malang
Jelang Lebaran, Harga Cabai Rawit di Kota Malang Tembus Rp 120 Ribu PerKg

Memontum Kota Malang – Harga cabai rawit di Kota Malang melonjak tajam menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Di Pasar Sawojajar, harga cabai bahkan menembus Rp120 ribu perkilogram dalam beberapa hari terakhir.
Salah satu pedagang di Pasar Sawojajar, Yanti, mengaku kenaikan harga cabai tersebut sudah terjadi sejak sekitar empat hari terakhir. Sebelumnya, harga cabai masih berkisar Rp 80 ribu hingga Rp 90 ribu pekilogram.
“Sekarang Rp 120 ribu. Sudah empat hari ini. Sebelumnya Rp 80 ribu, Rp 90 ribu, terus naik sampai Rp 120 ribu,” ujar Yanti, saat ditemui pada, Rabu (11/03/2026) tadi.
Yanti mengaku, tidak mengetahui secara pasti penyebab kenaikan harga tersebut. Karena, dirinya hanya mengambil stok cabai dari Pasar Karangploso untuk dijual kembali di lapaknya. “Kalau penyebabnya saya kurang tahu, saya kan penjual saja,” katanya.
Menurutnya, kenaikan harga cabai turut memengaruhi daya beli masyarakat. Jika sebelumnya pembeli bisa mendapatkan cabai cukup banyak dengan uang Rp 2.000, kini jumlahnya jauh lebih sedikit.
“Biasanya orang beli Rp 2.000 bisa dapat banyak. Sekarang paling cuma dapat enam sampai delapan biji saja,” tambahnya.
Selain cabai, harga tomat juga mengalami kenaikan. Saat ini tomat dijual sekitar Rp 15 ribu perkilogram, naik dari sebelumnya yang hanya sekitar Rp 7 ribu perkilogram. Sementara, harga telur masih relatif stabil di kisaran Rp 28 ribu hingga Rp 29 ribu perkilogram.
Baca juga :
Sementara itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, membenarkan bahwa harga cabai di pasar saat ini memang mengalami kenaikan cukup signifikan. Menurutnya, kenaikan harga cabai dipengaruhi oleh kondisi cuaca yang berdampak pada produksi di tingkat petani.
“Kalau kita lihat dari hulunya, dari petani memang sudah tinggi karena faktor cuaca. Hujan membuat produksi cabai berkurang sehingga harga naik,” ucap Wali Kota Wahyu.
Lebih lanjut dikatakannya, bahwa harga cabai di tingkat petani sebelumnya berkisar Rp 80 ribu perkilogram. Namun, setelah melalui rantai distribusi hingga ke pasar, harganya meningkat hingga sekitar Rp 120 ribu perkilogram.
“Dari petani sekitar Rp 80 ribu, kemudian naik di pasar induk dan sampai ke pedagang menjadi sekitar Rp 120 ribu,” lanjutnya.
Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kota Malang bersama TPID berencana melakukan intervensi untuk menekan harga cabai agar tidak terus melonjak menjelang Lebaran. Salah satu langkah yang disiapkan adalah melalui program Warung Tekan Inflasi (WTI) serta Kerja Sama Antar Daerah (KAD) untuk mendatangkan pasokan cabai dari wilayah lain yang memiliki harga lebih rendah.
“Kami akan rapat dengan TPID untuk menentukan langkah intervensi. Salah satunya melalui Warung Tekan Inflasi dan kerja sama antar daerah untuk mendatangkan cabai dengan harga lebih murah,” tuturnya.
Wali Kota Wahyu berharap, langkah tersebut dapat menstabilkan harga cabai sehingga tidak terlalu memberatkan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri. “Kita akan upayakan supaya harga bisa ditekan dan tidak terus naik menjelang Lebaran,” imbuhnya. (rsy/sit)










