Kota Malang

Perbaikan Dua Flyover Kota Malang Butuh Anggaran Rp 4 Miliar

Diterbitkan

-

PERBAIKAN: Kondisi salah satu flyover di Kota Malang. (ist)

Memontum Kota Malang – Pemerintah Kota Malang membutuhkan anggaran sekitar Rp 4 miliar, untuk melakukan perbaikan menyeluruh dua flyover, yaitu di kawasan Jalan Arjosari, Kecamatan Blimbing dan Jalan Kolonel Sugiyono, Kecamatan Sukun. Kebutuhan anggaran tersebut, menjadi tantangan tersendiri bagi Pemkot Malang, mengingat keterbatasan kemampuan fiskal daerah.

Kepala Bidang Bina Marga DPUPRPKP Kota Malang, Kristian Bagus, mengatakan bahwa kondisi permukaan jalan pada kedua flyover saat ini sudah memasuki tahap yang membutuhkan penanganan total, bukan lagi sekadar tambal sulam. “Kalau penanganan keseluruhan harus dikelupas karena aspalnya sudah aus, kemudian diganti baru. Sambungan antar jembatan atau expansion joint juga harus diganti. Kebutuhan anggarannya sekitar Rp4 miliar untuk dua flyover tersebut,” ujar Bagus, Kamis (26/03/2026) tadi.

Saat ini, penanganan yang dilakukan masih bersifat sementara, yaitu berupa penutupan lubang serta pelapisan aspal pada sambungan jembatan. Kondisi tersebut, membuat permukaan jalan terasa bergelombang saat dilalui kendaraan.

Baca juga :

Advertisement

“Getaran yang dirasakan pengendara bukan disebabkan kerusakan struktur jembatan, melainkan expansion joint yang belum dapat diganti karena keterbatasan anggaran. Untuk perbaikan permanen, diperlukan metode pengerukan aspal lama (cold milling) sebelum dilakukan pelapisan ulang (overlay),” tuturnya.

Pemkot Malang sendiri telah mengusulkan bantuan pembiayaan kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum serta Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Namun, proses realisasi masih terkendala pembagian kewenangan jalan. Untuk Flyover di Jalan Kolonel Sugiyono berada pada jalur nasional, sementara sebagian ruas lainnya menjadi kewenangan provinsi. Kondisi itu membuat pembiayaan tidak dapat sepenuhnya ditanggung pemerintah kota.

“Kita sudah ajukan ke pusat dan provinsi karena anggaran kota terbatas,” tegasnya.

Meski begitu, DPUPRPKP memastikan kedua flyover masih aman dilalui kendaraan. Gelombang jalan dinilai terjadi akibat tingginya beban kendaraan berat, terutama truk logistik yang rutin melintas di kawasan tersebut. (rsy/sit)

Advertisement
Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas