Kabar Desa

Tingkatkan Keilmuan Masyarakat, Wali Kota Probolinggo Ingatkan Pentingnya Ilmu Waris

Diterbitkan

-

WORKSHOP: Foto bersama di sela pelaksanaan workshop. (pemkot for memontum)

Memontum Kota Probolinggo – Wali Kota Probolinggo, dr Aminuddin, membuka pelaksanaan Workshop Ilmu Waris, di Paseban Sena, Minggu (17/05/2026) tadi. Pelaksanaan ini, digelar Yayasan Rumah Tahfidz Al Ashr bersama Lembaga Manajemen Infak (LMI) Kota Probolinggo dalam rangka milad ke-2 Rumah Tahfidz Al Ashr.

Disampaikan Wali Kota Aminuddin, kegiatan seperti workshop ilmu waris penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap hukum syariah, khususnya terkait pengelolaan harta warisan. “Kegiatan seperti ini sangat baik untuk meningkatkan keilmuan masyarakat, baik ilmu umum maupun ilmu agama,” ujarnya.

Dokter Amin yang datang bersama sang istri, dr Evariani, berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan semakin sering dilaksanakan guna mendukung pembangunan sumber daya manusia di Kota Probolinggo. Giat yang dimulai pukul 07.00 ini juga dirangkai dengan penyerahan bantuan simbolis kepada sahabat disabilitas dan santunan anak yatim.

Sementara itu, Ketua LMI Kota Probolinggo, Ustaz Daud Sulaiman, mengatakan workshop digelar sebagai upaya memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait ilmu waris dan literasi keuangan syariah. Menurutnya, pemahaman ilmu waris dan kecerdasan finansial akan membentuk keluarga yang harmonis, tangguh serta bahagia dunia dan akhirat.

Advertisement

“Sering kali perselisihan dalam keluarga dipicu persoalan pembagian waris. Bukan karena kurang harta, tetapi kurang pengetahuan tentang ilmu agama dan finansial,” katanya.

Baca juga :

Sementara itu, Founder Rumah Tahfidz Al Ashr, Asri Rahajoe, menyampaikan bahwa 7 tahun lalu dirinya dan keluarga telah mewakafkan tanah dan bangunan yang kini digunakan sebagai rumah tahfidz. Di mana dalam kurun 2 tahun terakhir, proses pembelajaran mulai berjalan dengan tujuan mencetak generasi Qurani.

“Semua ini karena kasih sayang Allah SWT. Kami mendirikan rumah tahfidz ini dengan cita-cita mencetak generasi Qurani,” ujarnya.

Selain Workshop Ilmu Waris, kegiatan tersebut juga menghadirkan Workshop Literasi Keuangan Syariah dengan narasumber guru besar Universitas Tazkia Bogor sekaligus founder Sakinah Finance, Murniati Mukhlisin atau yang akrab dipanggil dengan Madam Ani.

Advertisement

Pada kesempatan itu, Madam Ani pun turut memperkenalkan program sejuta literasi dan ta’awun disabilitas yang saat ini mulai dikembangkan di Jawa Timur. Dirinya menilai, literasi keuangan syariah di masyarakat masih perlu ditingkatkan.

“Literasi keuangan syariah masih sangat rendah, sehingga perlu kolaborasi bersama berbagai lembaga untuk memperluas edukasi kepada masyarakat,” ujar Madam Ani. (kom/pro/gie)

Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas