Kota Malang

Skrining HPV DNA dan IVA di 16 Puskesmas, Dinkes Kota Malang Temukan 25 Kasus Pra-Kanker Serviks

Diterbitkan

-

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif. (memontum.com/rsy)

Memontum Kota Malang – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang terus memperkuat upaya pencegahan kanker serviks melalui pemeriksaan Human Papillomavirus Deoxyribonucleic Acid (HPV DNA) dan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) di 16 Puskesmas. Hasil skrining tersebut, menunjukkan sebanyak 25 perempuan dinyatakan positif IVA atau sekitar 4,4 persen dari total peserta yang telah menjalani pemeriksaan.

Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, menjelaskan bahwa hingga 22 April 2026 tercatat ada sebanyak 563 perempuan yang telah terskrining dalam program deteksi dini. “Dari jumlah itu, 25 orang hasil IVA-nya positif. Ada juga 14 peserta yang belum bisa dilakukan IVA karena tidak memenuhi syarat pemeriksaan, misalnya melakukan hubungan suami istri pada malam sebelumnya,” jelas Husnul, Rabu (20/05/2026) tadi.

Selain itu, sebanyak 113 hasil pemeriksaan atau sekitar 20,1 persen masih menunggu keluarnya hasil lanjutan. Apabila hasil pemeriksaan positif, itu berada pada grade 1 atau tahap awal lesi pra-kanker sehingga dapat langsung ditangani tanpa perlu dirujuk ke rumah sakit.

“Kalau sudah grade 2 atau 3 baru dirujuk ke rumah sakit. Yang sekarang ini masih grade 1 sehingga cukup dilakukan terapi cryo atau cryotherapy serviks di Puskesmas Ciptomulyo, Kedungkandang dan Cisadea,” katanya.

Advertisement

Baca juga :

Dijelaskannya, bahwa terapi cryo merupakan tindakan medis untuk menghancurkan jaringan abnormal pada leher rahim. Prosedur diawali dengan pengolesan asam asetat pada serviks untuk melihat munculnya bercak putih sebagai tanda adanya lesi.

“Kalau muncul bintik putih berarti positif. Lesinya masih kecil, sehingga bisa langsung dilakukan tindakan cryo,” ucapnya.

Dalam tindakan tersebut, leher rahim dibuka kembali kemudian area lesi disemprot dengan tekanan tinggi guna membekukan jaringan abnormal. Pasien selanjutnya dijadwalkan kontrol ulang setelah tiga minggu untuk memastikan hasil terapi. Apabila masih ditemukan bagian yang belum optimal, tindakan cryo dapat diulang pada titik lesi tertentu.

“Pemulihannya relatif cepat, maksimal tiga hari pasien sudah bisa kembali beraktivitas,” tuturnya.

Advertisement

Sebagai informasi, menurutnya minat masyarakat terhadap program deteksi dini kanker serviks terbilang tinggi. Hingga April lalu, sebanyak 1.800 perempuan telah mendaftarkan diri mengikuti skrining di 16 Puskesmas.

Per 19 Mei 2026, jumlah peserta yang telah terskrining meningkat menjadi 722 orang, dengan sebagian hasil pemeriksaan masih menunggu proses analisis laboratorium. (rsy/sit)

Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas