Kota Malang

Harga Cabai Rawit di Kota Malang Tembus Rp 120 Ribu, Gubernur Jatim Dorong Kerja Sama Antar Daerah

Diterbitkan

-

CABAI: Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, bersama Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, saat meninjau salah satu pedagang cabai di Pasar Klojen Kota Malang. (memontum.com/rsy)

Memontum Kota Malang – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyoroti adanya lonjakan harga cabai rawit dan bawang merah di Pasar Klojen, Kota Malang, Jumat (29/05/2026) tadi. Kondisi tersebut, dinilai perlu segera diantisipasi melalui penguatan Kerja Sama Antar Daerah (KAD).

Dalam tinjauannya, Gubenur Khofifah mendapati harga cabai rawit di Pasar Klojen mencapai Rp 100 ribu hingga Rp 120 ribu perkilogram. Padahal, di sejumlah pasar lain di Kota Malang, harga cabai rawit masih berada di kisaran Rp 80 ribu perkilogram.

“Cabai rawit ini sebetulnya kalau di sini ada yang Rp 100 ribu sampai Rp 120 ribu, tapi di pasar lain di Malang ada yang Rp 80 ribu. Artinya, Kerja Sama Antar Daerah ini menjadi penting,” ujar Gubernur Khofifah.

Selain cabai rawit, harga bawang merah juga mengalami kenaikan cukup signifikan. Jika sebelumnya berada di kisaran Rp 35 ribu hingga Rp 45 ribu perkilogram, kini naik menjadi Rp 55 ribu hingga Rp 60 ribu perkilogram.

Advertisement

Baca juga :

Sementara itu, cabai keriting, cabai merah, bawang putih, telur, hingga daging ayam, relatif masih terkendali. Bahkan, harga daging ayam disebut turun sekitar Rp 500.

“Pemerintah daerah perlu melakukan langkah mitigatif dan antisipatif untuk menjaga stabilitas harga pangan, terutama terhadap komoditas yang berpotensi memicu inflasi,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan bahwa Pemkot Malang telah menyiapkan Warung Tekan Inflasi (WTI) di Pasar Blimbing dan Pasar Dinoyo, sebagai upaya menekan lonjakan harga cabai. “Tadi kita buat di Pasar Blimbing dengan di Pasar Dinoyo. Warung tekan inflasi ini ada di pasar-pasar. Kalau pasar murah kan operasi pasar itu masih belum bisa menekan, tapi dengan warung tekan inflasi sudah terbukti bisa menurunkan harga dengan kerja sama antardaerah,” tambah Wali Kota Wahyu.

Menurutnya, komoditas yang sementara difokuskan dalam WTI adalah cabai karena harganya mengalami kenaikan paling tinggi. “Sementara yang paling tinggi yang tidak terkendali kan cabai. Kita fokuskan cabai,” imbuh Wali Kota Wahyu. (rsy/sit)

Advertisement
Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas