Jember

Dongkrak Kunjungan Pariwisata, Pemkab Jember Wujudkan Satu Tiket Terintegrasi Pantai Watu Ulo dan Papuma

Diterbitkan

-

WISATA: Salah satu destinasi wisata di Kabupaten Jember. (ist)

Memontum Jember – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember meluncurkan inovasi Satu Tiket Terintegrasi Pantai Watu Ulo dan Tanjung Papuma. Langkah ini, sebuah strategi baru untuk mengoptimalkan potensi sektor pariwisata, khususnya di kawasan pesisir selatan.

Kebijakan baru ini, dirancang untuk menyederhanakan birokrasi perjalanan wisata, sekaligus memberikan nilai efisiensi tinggi bagi para pelancong yang berkunjung ke Jember. Penggabungan akses ini, terbukti sukses menjadi daya pikat baru yang meningkatkan daya saing pariwisata daerah di tingkat regional.

Melalui satu kali proses pembayaran di pintu gerbang utama, wisatawan kini diberikan kebebasan penuh untuk mengeksplorasi keunikan tebing karang Watu Ulo, sekaligus menikmati hamparan pasir putih ikonik di Tanjung Papuma tanpa perlu mengantre kembali. Penerapan sistem tiket tunggal ini, juga menjadi momentum saat memasuki masa libur panjang. Dimana, pergerakan wisatawan antar kabupaten mengalami grafik kenaikan yang tajam.

Dengan tarif yang sangat terjangkau, yakni sekitar Rp 12.500, paket wisata lintas destinasi ini langsung menjadi pilihan utama bagi segmen pelancong keluarga maupun komunitas pencinta alam. Konsep integrasi ini, mendapat respons positif karena berhasil mengeliminasi keluhan klasik wisatawan terkait adanya biaya ganda (double charging) saat berpindah lokasi wisata yang lokasinya bersebelahan.

Advertisement

Baca juga :

Kebijakan ini, juga menjadi bukti nyata sinergi pengelolaan antara pemerintah daerah dan pihak pengelola kehutanan selaku pemangku kawasan Tanjung Papuma. Keindahan lanskap alam yang disuguhkan oleh kedua pantai ini pun tampak semakin hidup menjelang senja. Riuh wisatawan dari berbagai daerah berpadu dengan suara deburan ombak khas laut selatan dan hembusan angin pantai. Hamparan pasir putih, gugusan batu karang, serta cahaya matahari terbenam menciptakan panorama eksotis yang kerap disebut tak kalah dengan destinasi wisata kelas dunia.

Keberhasilan implementasi kebijakan ini, dikonfirmasi langsung otoritas pemerintah tingkat kecamatan, yang mengawal wilayah administratif destinasi tersebut. Pihak birokrasi menilai, bahwa terobosan administratif seperti inilah yang dibutuhkan untuk merangsang pertumbuhan sektor hiburan dan pelesiran pasca pandemi.

Camat Ambulu, Fahrul Ansori, menyebut kebijakan ini sebagai langkah inovatif Pemkab Jember dalam mengembangkan sektor pariwisata. Menurutnya, integrasi tiket tidak hanya meningkatkan kenyamanan pengunjung, tetapi juga berdampak signifikan terhadap lonjakan jumlah wisatawan yang melintasi jalur selatan Jember.

“Lonjakan wisatawan membawa dampak langsung bagi ekonomi warga. Pendapatan masyarakat meningkat signifikan, terutama saat musim liburan,” ujarnya, Kamis (28/05/2026) tadi.

Advertisement

Fahrul Ansori menambahkan, ke depan pihaknya berkomitmen untuk terus mengawal kelancaran fasilitas penunjang di area pantai. Dirinya juga berharap, promosi wisata terpadu ini terus diperkuat agar kawasan pantai selatan Jember semakin dikenal luas, tidak hanya di tingkat regional tetapi juga nasional, sehingga menjadi motor penggerak utama dalam kalender pariwisata tahunan Kabupaten Jember. (rio/gie/adv)

Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas