Banyuwangi

Bupati Banyuwangi Serahkan 200 Becak Listrik Bantuan Presiden Prabowo

Diterbitkan

-

COBA: Bupati Banyuwangi saat mencoba bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo. (pemkab for memontum)

Memontum Banyuwangi – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, bersama Wakil Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), Nanik S Deyang, secara resmi menyerahkan 200 unit becak listrik bantuan Presiden RI, Prabowo Subianto, kepada penerima di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Sabtu (24/01/2026) tadi.

Momen prosesi itu, pun memunculkan senyum bahagia di wajah para pengemudi becak lanjut usia (Lansia), yang telah menerima bantuan. Para penerima bantuan ini, terlihat masih semangat menggantungkan hidup dari bekerja menjadi tukang becak meski usia dan kondisi fisik tak lagi muda.

Bupati Ipuk mengatakan, bahwa bantuan becak listrik ini akan meringankan beban kerja dan bisa meningkatkan kesejahteraan para pengemudi becak Lansia. “Ke depan, becak listrik ini tidak hanya difungsikan sebagai alat transportasi harian, tetapi juga melibatkan mereka dalam sektor pariwisata,” kata Bupati Ipuk.

Selain itu, selama ini Pemkab Banyuwangi memiliki program setiap Jumat yang mewajibkan ASN menggunakan ojek online dan transportasi umum saat berangkat dan pulang kerja. Sehingga, keberadaan becak listrik dapat menjadi salah satu pilihan layanan transportasi ramah lingkungan.

Advertisement

“Saya minta bantuan ini dijaga dengan baik, dirawat dan digunakan dengan penuh bahagia agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” ujarnya.

Wakil Ketua Yayasan GSN, Nanik S Deyang, mengatakan bantuan becak listrik ini merupakan inisiatif pribadi Presiden Prabowo Subianto yang lahir dari kepedulian dan kecintaannya kepada para pengemudi becak. Dirinya menyebut, nilai setiap unit becak listrik mencapai Rp 22 juta. Karena itu, dirinya meminta agar bantuan tersebut tidak diperjualbelikan dan bisa dikelola dengan baik.

Baca juga :

“Saya minta Ibu Bupati menyusun regulasinya. Ke depan, saya akan menambah bantuan becak listrik untuk Banyuwangi. Saya juga berharap becak listrik ini menjadi angkutan andalan sekaligus sarana pengentasan kemiskinan di Banyuwangi,” ujarnya.

Salah satu penerima bantuan, Misdi (88), warga Desa Patoman, Kecamatan Blimbingsari, mengaku telah 25 tahun bekerja sebagai pengemudi becak. Setiap pagi, dirinya mengantarkan pesanan sayur dan hasil kebun milik warga. Setelah itu, Misdi berkeliling menarik becak mencari penumpang di wilayah Kecamatan Blimbingsari hingga Rogojampi.

Advertisement

Di usia senjanya, Misdi mengaku tak lagi kuat melakukan pekerjaan berat. Dirinya bahkan sempat terserang stroke ringan. Namun demi bertahan hidup, dia tetap mengayuh becak semampunya. “Alhamdulillah sekarang dapat becak listrik dari Bapak Presiden. Ini sangat meringankan. Kalau jalan berat saya pakai listrik, kalau landai saya kayuh sekalian buat melemaskan kaki,” tuturnya.

Kisah serupa dikatakan Mislani (79), pengemudi becak asal Kelurahan Dadapan, Kecamatan Kabat. Dia sudah menarik becak sejak 1964, bahkan sejak masih bujang. Kini, dirinya masih setia mangkal di sekitar Jalan A Yani, depan Kantor Kecamatan Banyuwangi.

Mislani mengaku, tidak pernah menyangka akan menerima becak listrik. Saat pendataan dilakukan di pangkalan, dia hanya mengikuti proses tanpa berharap banyak. “Saya senang sekali. Terima kasih Bapak Presiden Prabowo. Dengan becak listrik ini, nariknya jadi enteng, tenaga saya terbantu,” katanya.

Usai menyerahkan bantuan becak listrik, Bupati Ipuk bersama Waketum Yayasan GSN dan rombongan Forkopimda ikut mencoba dan merasakan menjadi penumpang becak listrik keliling di Taman Sritanjung Banyuwangi. (kom/bwi/gie)

Advertisement

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas