Jember
Bupati Jember Pimpin Validasi Data Vaksinasi bersama OPD

Memontum Jember – Bupati Jember, Hendy Siswanto, menggelar rapat koordinasi (Rakor) lintas OPD guna membahas data vaksinasi di Kabupaten Jember, Kamis (20/01/2022). Dalam rakor tersebut, sejumlah permasalahan data dibahas bersama.
Bupati Hendy mendapatkan beberapa jawaban atas permasalahan yang ada, di antaranya data kependudukan masih belum sepenuhnya valid. Penyebabnya, dikarenakan ternyata banyak data kematian yang tidak dilaporkan ke Dispenduk Jember. Sehingga, pada sistem pemerintah pusat masih menganggap yang bersangkutan masih ada atau hidup.
“Pendataan dari pusat menganggap yang bersangkutan masih hidup, karena memang tidak diurus untuk kematiannya. Nah, akhirnya apa target vaksinasi terutama untuk Lansia itu dihitung tetap. Padahal, kan harusnya berkurang, ini data kematian banyak tidak diurus oleh warga kami,” jelas Bupati Hendy Siswanto.
Baca juga :
- Polemik Perizinan Aston, DPRD Kota Malang Sebut Keputusan Final Dijadwalkan Pekan Depan
- Bupati Banyuwangi Pantau Progres Pembangunan Gedung Sekolah Rakyat
- Temukan Batu Batolit yang Diduga Watu Dakon, Disparbud Kabupaten Malang Sebut Perlu Kajian
- Pelantikan 8 JPTP Kota Malang Tunggu Keputusan Wali Kota, BKPSDM Sebut Nama Sudah Masuk Boks Talenta
- Perkuat Lumbung Pangan Jatim, Sektor Pertanian Kabupaten Jember Semakin Produktif
Selisih data ini, menurut Bupati Hendy, sudah dikirimkan ke KPC PEN. Namun, sementara belum mendapatkan respon. Sehingga, dirinya mengambil inisiatif akan mendatangi sendiri bersama Kadinkes Jember ke Jakarta.
Selain itu, Bupati Hendy mengintruksikan seluruh kades, lurah, camat, puskesmas, polsek serta danramil untuk mendata ulang, kenapa warga tidak mau divaksinasi. Terutama, bagi Lansia, apakah dikarenakan suatu penyakit lainnya atau lainnya.
“Saat ini target vaksinasi untuk dosis 1 sudah mencapai 68,5 persen. Jadi, tinggal 1,5 persen lagi. Kita targetkan, Januari ini sudah terpenuhi,” paparnya. (kom/sit)















