Kota Malang

SPPI Kota Malang Targetkan 120 SPPG Beroperasi di Tahun 2026

Diterbitkan

-

SPPI Kota Malang, Muhammad Athoillah. (rsy)

Memontum Kota Malang – Kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Malang tahun 2026, diperkirakan mencapai sekitar 120 unit. Meskipun, hingga awal tahun ini baru ada 67 SPPG yang telah beroperasi. Sehingga, masih terdapat kekurangan signifikan untuk menjangkau seluruh penerima manfaat program gizi.

Koordinator Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Kota Malang, Muhammad Athoillah, mengatakan bahwa jumlah SPPG aktif terus bertambah. Sebelumnya, unit yang beroperasi berkisar 54 hingga 56, lalu meningkat menjadi 67 pada pekan ini.

“Tetapi dari 67 itu, kemungkinan ada yang belum berjalan dan jumlahnya sekitar tiga atau empat. Biasanya, itu karena baru keluar penetapannya, sambil menunggu anggaran turun,” ujar Atho-sapaannya, Rabu (25/02/2026) tadi.

Kenaikan kebutuhan SPPG, ujarnya, dipicu karena adanya perubahan jumlah penerima manfaat per unit. Jika sebelumnya satu SPPG melayani sekitar 3.000–4.000 orang, kini rata-rata hanya 2.500–3.000 orang. Dampaknya, jumlah SPPG yang dibutuhkan otomatis meningkat hingga sekitar 120 unit.

Advertisement

“Insyaallah di tahun ini targetnya yang 120 SPPG itu 100 persen terpenuhi,” katanya.

Baca juga :

Kemudian, dikatakannya bahwa wilayah yang masih kekurangan layanan itu berada di Kecamatan Klojen. Terlebih, di kawasan tersebut terdapat banyak sekolah, sehingga membutuhkan lebih banyak titik pelayanan gizi.

Selain itu, cakupan untuk madrasah dinilai masih terbatas, khususnya di area tengah kota. SPPI mengaku terus berkoordinasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) agar sekolah berbasis keagamaan dapat terlayani secara optimal.

“Kadang kami juga harus mencari SPPG terdekat agar bisa menjangkau sekolah tersebut,” tambahnya.

Advertisement

Tidak hanya unit pelayanan, Kota Malang juga menghadapi keterbatasan tenaga pelaksana program. Atho menyebut, kebutuhan personel masih belum terpenuhi, sehingga rekrutmen bahkan harus dilakukan dari luar daerah.

“Kami dari Badan Gizi Nasional (BGN) Jawa Timur, ambilnya dari provinsi lain, kemungkinan luar Jawa,” imbuhnya. (rsy/sit)

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas