Pasuruan

Desa Karangsono dan Ngadiwono Tambah Deretan Desa Wisata di Kabupaten Pasuruan

Diterbitkan

-

TAMBAH: Salah satu desa wisata di Kabupaten Pasuruan. (pemkab for memontum)

Memontum Pasuruan – Jumlah desa wisata di Kabupaten Pasuruan terus bertambah. Tahun ini, ada dua desa yakni Desa Karangsono di Kecamatan Wonorejo serta Desa Ngadiwono, Kecamatan Tosari. Kedua desa ini, memiliki daya tarik wisata yang berbeda.

Untuk Desa Karangsono, adalah destinasi wisata alam buatan Alun-alun Karangsono dengan spot foto Instagramable, kolam renang, kebun Pisang Cavendish, hingga kebun hidroponik. Sedangkan Desa Ngadiwono menampilkan daya tarik wisata alam di kawasan Gunung Bromo lengkap dengan kebun-kebun yang berjajar dan rumah penduduk yang masih alami.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pasuruan, Agus Hari Wibawa, melalui Kabid Destinasi dan Industri Pariwisata, Nusantoro, menjelaskan bahwa dari kedua desa tersebut, Desa Karangsono sudah mendapatkan Surat Keputusan (SK) Penetapan dari Pemkab Pasuruan sebagai Desa Wisata.

SK tersebut secara simbolis diserahkan oleh Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori, kepada Kepala Desa Karangsono, M Imron Raden Wijoyo dalam Festival Pesta Rakyat Desa Wisata, Minggu (25/05/2025) lalu. Namun untuk Desa Ngadiwono masih dalam prose penetapan.

Advertisement

“Kalau untuk Desa Karangsono sudah menerima SK Penetapan Desa Wisata. Sedangkan untuk Desa Ngadiwono masih dalam proses,” kata Nusantoro di sela-sela kesibukannya, Senin (09/06/2025) tadi.

Untuk menuju desa wisata, beberapa syarat yang perlu dipenuhi diantaranya memiliki potensi wisata, adanya sumber daya manusia (SDM) yang mendukung dan kesiapan masyarakat untuk mengembangkan wisata.

Baca juga :

Selain itu, juga diperlukan perencanaan yang matang, dukungan dari pemerintah daerah dan kesesuaian dengan rencana tata ruang wilayah. Menurut Nusantoro, kedua desa tersebut telah melengkapI persyaratan tersebut. “Semua persyaratan telah dipenuhi oleh Desa Karangsono dan Ngadiwono,” jelasnya.

Dengan tambahan dua desa wisata yang ditetapkan, kini Kabupaten Pasuruan punya 17 desa wisata yang tersebar di wilayah Kecamatan Tutur, Bangil, Purwosari, Pohjentrek, Purwodadi, Prigen, Tosari dan Kecamatan Gempol.

Advertisement

Nusantoro berharap geliat desa-desa untuk menjadikan desanya menjadi desa wisata akan terus bertambah. Sebab hal tersebut akan berdampak pada jumlah kunjungan pariwisata ke daerah. “Kalau semakin banyak semakin bagus, karena efeknya ya meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Pasuruan,” terangnya.

Sementara itu, Kades Karangsono, M Imron Raden Wijoyo, menjelaskan di tahun 2020 menjadi cikal bakal desa yang dipimpinnya menjadi desa wisata. “Dari yang awalnya hanya tempat untuk spot-spot foto ternyata pengunjungnya banyak, akhirnya kami bersama perangkat semangat membangun Desa Wisata tahun 2021,” ucapnya.

Dijelaskan Imron, desa wisata ini dibangun di atas lahan desa seluas 8.000 meter persegi, yang dulunya merupakan lapangan sepak bola. Kini, area tersebut telah disulap menjadi ruang terbuka dengan beragam wahana menarik.

“Pengunjung bisa menikmati spot foto instagramable, kolam renang, kebun Pisang Cavendish, hingga kebun hidroponik. Sebagian besar gratis, hanya kolam renang yang dikenai biaya Rp 5.000 untuk hari biasa dan Rp 10.000 saat akhir pekan,” jelasnya.

Advertisement

Namun, Imron mengakui bahwa pembangunan belum selesai sepenuhnya. “Kami butuh dukungan dari pemerintah daerah untuk melengkapi fasilitas yang ada, agar desa wisata ini bisa benar-benar maksimal dan berdampak luas bagi masyarakat,” harapnya. (kom/pas/gie)

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas