Kota Malang

Dorong Anak Muda Cintai Kuliner Tradisional, Wali Kota Malang Buka Festival Jajanan Pasar 2025

Diterbitkan

-

FESTIVAL: Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, saat kegiatan Festival Jajanan Pasar 2025. (memontum.com/rsy)

Memontum Kota Malang – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, membuka kegiatan Festival Jajanan Pasar 2025, di Pasar Klojen, Kota Malang, Rabu (23/04/2025) tadi. Kegiatan tersebut, menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dalam melestarikan kuliner tradisional serta mendorong pemberdayaan UMKM lokal.

Pria yang kerap disapa Wahyu, itu turut mengapresiasi kegiatan festival tersebut. Sebab, itu menurutnya memiliki nilai strategis dalam mengenalkan jajanan pasar kepada generasi muda.

“Kami mengapresiasi kegiatan ini karena penting untuk mengenalkan jajanan pasar, khususnya kepada anak-anak muda. Selama ini, mereka masih kurang peduli, padahal jajanan pasar punya cerita, tidak mengandung pengawet, bergizi, dan merupakan bagian dari kearifan lokal Kota Malang,” kata Wali Kota Wahyu.

Kemudian, ditambahkannya bahwa festival tersebut juga selaras dengan program prioritas yang tertuang dalam Dhasa Bakti kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Malang. Yakni program Ngalam Asyik dan Ngalam Laris, yang fokus pada pemberdayaan UMKM dan revitalisasi pasar rakyat.

Advertisement

Baca juga :

Wali Kota Wahyu juga menekankan, akan pentingnya mengubah citra pasar tradisional agar lebih menarik dan nyaman untuk dikunjungi masyarakat, khususnya generasi muda. “Dahulu orang malas ke pasar, itu karena bau dan semrawut. Sekarang kita ubah persepsi itu. Kami ingin pasar menjadi destinasi wisata belanja yang menarik bagi masyarakat, termasuk wisatawan,” tambahnya.

Festival Jajanan Pasar 2025 tidak hanya berlangsung di Pasar Klojen, tetapi juga akan digelar di sejumlah pasar lain, seperti Pasar Sawojajar, Pasar Oro-Oro Dowo dan Pasar Tawangmangu, selama satu minggu ke depan. Dalam kegiatan tersebut juga menggandeng Bank Indonesia (BI) Malang dan sejumlah perbankan untuk mendukung festival, sekaligus mengedukasi masyarakat tentang penggunaan sistem pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

“Dengan berbelanja menggunakan QRIS, masyarakat bisa mendapatkan diskon 10 persen selama periode festival. Ini bentuk dukungan kami terhadap transformasi digital di sektor UMKM,” imbuh Wahyu. (rsy/sit)

Advertisement

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas