Kota Malang
Festival Mbois X Resmi Dibuka, Rayakan Satu Dekade Ekonomi Kreatif dan Status Kota Kreatif Dunia

Memontum Kota Malang – Festival Mbois ke X resmi telah dimulai, sejak Kamis (06/11/2025) hingga Minggu (09/11/2025) di Malang Creative Center (MCC). Gelaran tahunan yang kini memasuki satu dekade ini, menjadi momentum besar bagi para pelaku Ekonomi Kreatif (Ekraf) di Kota Malang, sekaligus merayakan pencapaian Kota Malang yang telah ditetapkan sebagai Kota Kreatif Dunia bidang Media Arts oleh UNESCO.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, menyampaikan bahwa penyelenggaraan Festival Mbois X sejalan dengan program Seribu Event untuk Kota Malang, yang diinisiasi oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. “Ini sangat luar biasa. Festival Mbois ke-10 ini mengusung tema Senyawa Malang Raya untuk Nusantaraya. Melalui ekonomi kreatif, kita bisa melihat bagaimana pertumbuhan ekonomi di Kota Malang terus membaik, tidak hanya di tingkat Jawa Timur, tetapi juga nasional,” ujar Eko.
Menurutnya, geliat ekonomi kreatif di Kota Malang semakin nyata, ditandai dengan peningkatan aktivitas pelaku usaha dan pengakuan dunia internasional terhadap kreativitas masyarakatnya. “Sampai hari ini, Malang sudah ditetapkan sebagai kota teraktif di dunia. Malang semakin terbuka dan diakui, baik di tingkat nasional maupun internasional, bahwa Kota Malang layak sebagai Kota Kreatif,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Festival Mbois X (FMX), Gedeon Soerjo Ardi Noegraha, mengatakan bahwa festival tahun ini menghadirkan berbagai aktivitas dari lantai 1 hingga lantai 7 MCC. “Kegiatan yang akan berlangsung hingga 9 November ini menghadirkan banyak tenant dari berbagai subsektor Ekraf. Kami berharap masyarakat bisa datang dan memberikan dukungan kepada pelaku ekraf, agar ekosistem ekonomi kreatif di Kota Malang terus berkembang,” ucap Gedeon.
Dikatakannya, bahwa pelaksanaan Festival Mbois X tahun ini juga bersamaan dengan Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) 2025, yang dihelat di wilayah Malang Raya (Kota Malang, Kota Batu, dan Kabupaten Malang). Tentunya, sangat lebih meriah lagi.
Baca juga :
Lebih lanjut, Ketua OC ICCF 2025, Vicky Arief, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pameran kreativitas, tetapi juga forum besar bagi pelaku ekonomi kreatif dari seluruh Indonesia.
“Festival Mbois ini sudah berusia satu dekade, dan tahun ini kami laksanakan bersama ICCF 2025. Akan ada berbagai kegiatan seperti seminar, workshop, hingga konferensi internasional yang dihadiri beberapa negara,” tuturnya.
Puncak acara ICCF dan Festival Mbois X akan diadakan pada Sabtu (08/11/2025) besok dan dijadwalkan dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional, seperti Utusan Khusus Presiden Bidang Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Tengku Rifti, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha, serta Wamen HAM dan Gubernur Jawa Timur. Dalam momen tersebut, nantinya Provinsi Jawa Timur juga akan menerima apresiasi sebagai Provinsi Kreatif dari Indonesia Creative Cities Network (ICCN).
Vicky menegaskan bahwa Festival Mbois bukan sekadar ajang tahunan, tetapi telah menjadi lebaran bagi pelaku ekonomi kreatif di Malang Raya. “Festival ini menjadi ruang silaturahmi dan perayaan bagi para pelaku ekraf lintas generasi, dari TK, SD, SMP, SMA, mahasiswa, hingga profesional. Ada 17 subsektor ekraf yang terlibat. Dampaknya besar, tidak hanya ekonomi, tetapi juga pemberdayaan kreatif di masyarakat,” katanya.
Kolaborasi lintas pihak dalam kegiatan tersebut, menurutnya mencerminkan konsep Hexa Helix, yang melibatkan pemerintah, pelaku bisnis, akademisi, komunitas, media, lembaga keuangan dan agregator. Dukungan dari seluruh pihak dinilai memperkuat posisi Malang sebagai pusat ekonomi kreatif yang berdaya saing tinggi.
“Festival Mbois ini adalah wujud kolaborasi nyata. Kita juga merayakan pengakuan UNESCO terhadap Malang sebagai kota kreatif dunia di bidang media art. Harapannya, dampaknya segera terasa oleh masyarakat, terutama dalam membuka peluang ekonomi baru berbasis kreativitas,” imbuh Vicky. (rsy/sit)
















