Situbondo
Gempa 6,0 SR, Situbondo Geger

Memontum Situbondo – Gempa bumi berkekuatan 6,0 SR yang berpusat di Samudera Hindia Selatan Bali – Nusa Tenggara. Akibat guncangan gempa bumi ini dirasakan pada wilayah Kabupaten Situbondo dan sangat terasa sekali di pusat kota serta di area perbukitan Desa Kotakan, Kecamatan Situbondo Kota, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.
Kejadian alam itu terjadi Hari Selasa (16/7/2019) pukul 07:18:35 WIB tadi, membuat warga sekitar panik berhamburan keluar rumah.
“Getarannya sangat terasa. Semoga diselamatkan semua, Yang jelas kami semua di sini panik dan ketakutan,” terang seorang kakek pensiunan TNI yang mengaku bernama Buhari (64) warga Dusun Cangkreng, Desa Kotakan, Kecamatan Situbondo kota sambil merangkak ke luar rumah.
Begitupun di area terminal Situbondo. Sejumlah penumpang mengaku panik.
“Manusia diingatkan, Agar kita lebih dekat lagi pada penciptanya dan sadar bahwa manusia bukanlah apa-apa. Yang penting ikhtiar semoga diberikan keselamatan,” tukas Winda Setiyowati (31) salah satu pengemudi roda empat asal Desa Balung Kulon, Kecamatan Balung, KabupatenJember, Jawa Timur.
Informasi yang dihimpun Wartawan Memontum.com, dari data dari BMKG Jawa Timur parameter sementara Gempa di wilayah Samudera Hindia Selatan Bali-Nusa Tenggara diguncang gempa bumi tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempa bumi ini berkekuatan M=6 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M=5,8. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 9,08 LS dan 114,55 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 80 km arah selatan Kota Negara, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali pada kedalaman 104 km tidak berpotensi tsunami.
Menurut keterangan Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG RAHMAT TRIYONO, S.T., Dipl. Seis, M.Sc, melalui pusat informasi BPBD Kabupaten Situbondo, Jawa Timur menerangkan bahwa, gempa bumi selatan di Jawa-Bali-Nusa Tenggara ini, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempa bumi berkedalaman menengah ini diakibatkan oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempang Eurasia.
“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan jenis naik mendatar (oblique thrust fault), “terangnya.
Kemudian, guncangan gempa bumi ini dilaporkan dirasakan di daerah Badung V MMI, Nusa Dua IV-V MMI, Denpasar, Mataram, Lombok Tengah, Lombok Barat IV MMI, Banyuwangi, Karangkates, Sumbawa, Lombok Timur, Lombok Utara III MMI, jember, lumajang II- III MMI.
“Namun, hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tidak berpotensi tsunami, “paparnya.
Hingga pukul 07.50, Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).
Himbauan BMKG Kepada masyarakat yang pertama, agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Kedua, masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Ketiga, agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.
Keempat, periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah.
Himbauan terakhir yaitu, pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg (user: pemda, pwd: pemda-bmkg) atau infobmkg. (im/oso)

















