Jember
La Nina dan Sedimentasi Sungai jadi Penyebab Banjir Jember

Memontum Jember – Fenomena cuaca La Nina dan sedimentasi aliran sungai disebut-sebut sebagai fakor penyebab terjadinya banjir yang terjadi di Kabupaten Jember, Minggu (09/01/2022). Faktor penyebab bencana di tiga wilayah kecamatan di Kabupaten Jember, membuat Bupati Jember, Hendy Siswanto, langsung memberikan instruksi kepada TRC BPBD Jember dan jajaran OPD terkait untuk melakukan asessment.
Dibantu BPBD Provinsi Jawa Timur (Jatim) dan Dinas Sumber Daya Air (SDA) Pemprov Jatim, dilakukan peninjauan di aliran sungai Sangiran dan Sungai Dinoyo yang berhulu di lereng Gunung Argopuro.
Menurut Bupati Hendy, dari laporan asessment yang diterima olehnya, selain disebabkan oleh curah hujan tinggi, luapan aliran sungai akibat sedimen juga turut mempengaruhi.
“Penyebab banjir adalah adanya sedimen tanah yang cukup banyak di aliran Sungai Sangiran. Sehingga, butuh untuk treatment (perawatan), untuk dilakukan pendangkalan sungai,” kata Bupati Hendy, saat dikonfirmasi meninjau lokasi banjir, Selasa (11/01/2022).
Baca juga :
- Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia
- Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat
- Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan
- Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan
- Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil
Selain dilakukan pendangkalan sungai, kata bupati, membersihkan dasar sungai agar dapat menampung debit air sungai, juga akan dilakukan. Perbaikan selokan dan saluran irigasi dari wilayah aliran air sungai, pun akan dilakukan.
“Termasuk juga akan dilakukan perbaikan drainase di wilayah-wilayah yang melewati pemukiman warga,” katanya.
Terkait dampak dari banjir, lanjutnya, diketahui jalanan ke pemukiman warga banyak yang rusak. “Karena tergerus aliran air yang deras. Juga paving-paving jalan sampai terangkat dan rusak semua. Nantinya kami akan instruksikan PU Bina Marga dan Cipta Karya untuk melakukan peninjauan. Termasuk pipa-pipa PDAM yang putus segera diperbaiki total,” katanya. (ark/rio/sit)
















